
Alea seperti ada sebuah magnet dan secara spontan, ia menuruti apa yang diucapkan oleh Mark. Alea berjalan menghampiri Mark. Hingga sekarang ia berada dihadapan Mark.
Mark yang sedang duduk di kursinya, Alea terdiam ketika mendapati Mark yang malah semakin menatapnya dengan tajam.
Bahkan sesekali malah tersenyum menatap Alea. Dengan pandangannya, Mark beralih melihat tertuju kepada bibir milik Alea. Karena Mark sedang tidak sadar. Ia malah menarik Alea, hingga Alea kini duduk di pangkuan Mark.
Alea sangat terkejut ketika mendapati dirinya berada di pangkuan Mark. Ia memberontak ketika Mark masih dalam keadaan di pangkuannya. Mark tidak bisa ditebak oleh-oleh ya.
"Apa kau tidak melihat ketampanan pria kutub utara ini?" tanya Mark kaku.
Alea membulatkan kedua matanya ketika mendengar pertanyaan Mark. Yang terdengar sangat lucu dan langka di luar dugaannya.
__ADS_1
Pria kutub utara itu sangat percaya diri mengatakan bahwa dirinya tampan di hadapan Alea. Secara tidak sengaja sadar Alea tersenyum mendengar pertanyaan tuannya itu.
Ketika mendapati Alea yang malah tersenyum dan tidak menjawab pertanyaannya. Mark mengerutkan dahinya dan semakin menekan tubuh Alea, untuk lebih mendekat ke wajahnya. Kini tidak ada jarak antara matanya dan Alea bersitatap semakin tajam.
Mark menatap Alea, ia semakin fokus kepada bibir merah ranum gadis itu dan dengan refleks Mark memiringkan kepalanya dan mencium bibir yang ada di hadapannya itu. Ia menikmati sebuah bibir yang rasanya sebuah bibir kenyal milik Alea. Mark merasakan menyegarkan di mulutnya.
Mark semakin mendalami ciumannya menghisap bibir gadis itu dan juga memejamkan kedua matanya menikmati sentuhan bibir yang sudah lama,
Alea membulatkan kedua matanya ketika mendapati ciuman dari bosnya itu. Apalagi saat ini ciuman itu semakin mendalam bahkan membuat Alea semakin menikmati sentuhan bibir dari bosnya itu. Bibir yang memiliki rasa segar beraroma mint.
Dada Alea semakin berdegup kencang ketika ia pun menikmati sentuhan bibir dari tuannya itu. Mark bahkan menekan kepala Alea memperdalam ciumannya. Debaran jantung Alea semakin kencang ketika menikmati setiap sentuhan dari mulut Mark. Cukup lama ciuman mereka berdua, mereka saling berbalas satu sama lain. Mereka menikmati ciuman mereka berdua, hingga keduanya merasa kehabisan nafas dan melepas pautan keduanya.
__ADS_1
Alea masih di pangkuan Mark dengan salah tingkah, ia duduk dengan salah tingkah. Mark melihat ke arah Alea yang tidak mau diam dalam duduknya.
"Jika kau tidak diam! Kau akan membangunkan seseorang!" ucap Mark.
Mark berbicara dengan wajahnya memerah menahan malu dan tidak habis pikir ia berbicara hal seperti itu.
Alea membulatkan kedua matanya dia tidak percaya akan ucapan Bosnya itu.
Hal yang sangat tidak ia duga, selama bekerja bersama seorang pria yang datar dan bahkan dingin kepada semua orang.
Alea terdiam dan menatap ke arah Mark. Begitupun Mark juga menatap sekretarisnya itu yang masih dalam pangkuannya. Cukup lama mereka bersitatap dengan Alea yang masih di pangkuannya. Mark bahkan membenarkan pangkuannya dan memegang pinggang sekretarisnya itu.
__ADS_1
"Sebaiknya kau yang menjadi teman makan malamku saat menemui putri pengusaha itu" ucap Mark tersenyum tipis.
Astaga senyum kutub utara ini sangat manis, bahkan membuatku gila. batin Alea.