
Sementara Rendi dan istrinya di sibukan dengan Putra putrinya. Beserta kehangatan yang Rendi rasakan akan seorang istri yang selalu memberi penuh rasa sayang dan cintanya untuk Rendi apalagi putra putrinya.
Prolog Jason
Di lain tempat Di sebuah rumah yang luasnya jauh lebih luas dari kediaman rumah Rendi. Seorang pria berparas tampan dengan rambut keemasannya berpakaian formal warna putih. Ia sedang berdiri di depan jendela kamarnya beserta seorang pria berkemeja biru muda berdiri di belakangnya.
"Bodoh ! Kenapa kamu malah kesini sudah ku bilang tetap siaga disana tapi malah datang sekarang ?" Tanya Jason.
"Maaf Tuan, saya hanya mau memberitahu besok, Anggara akan berada di perusahaannya apakah anda akan melakukan hal yang bisa membuat anda senang Tuan?" Tanya Anas yang tak lain tangan kanan Jason.
"Hahaha, kau paling tahu apa keinginanku tapi aku ada satu hal yang ingin aku tahu dari dia,apa yang membuat dia melakukan kekejaman lagi setelah sekian lama dia berdiam diri." Ucap Jason.
"Maaf Tuan, Bari bahkan hilang tanpa jejak dan tidak ada informasi sama sekali dia berada di mana sekarang,untuk mencari tahupun kita sedikit kesulitan sekarang," jawab Anas.
"Bodoh ! Kalau tidak bisa menyelidikinya secara jauh lebih baik kita cari tahu dengan cara dekat," ucap Jason tersenyum licik.
"Akan saya usahakan Tuan, saya bisa memastikan dia bisa mempercayai saya sepenuhnya," ucap Anas.
"Kembalilah, jangan lama-lama di kawasanku kau bisa gagal jika membuatnya curiga !" Tegas Jason.
Setelah kepergian kepercayaannya Jason berjalan ke arah sofa duduk dan meminum kopinya.
"Aku tahu kau sibuk untuk mendapat kepercayaan Anggara tapi aku lebih tahu informasi Adam pasti jauh lebih akurat darimu,dia bahkan tahu bahwa si Bari berakhir mengenaskan karena seorang wanita yang menurutku dia ada hubungannya dengan ke murkaan Anggara heh sepertinya akan aku lakukan seperti yang sudah aku lakukan," tawa Jason dengan tatapan ke sembarang arah.
Ketukan pintu membuyarkan kesenangannya yang sedang meminum kopi.
"Sial ! Ada apa dengan kalian?" Bentak Jason pada bawahannya yang terlihat panik.
"Maaf Tuan, bukti proyek Hanzel telah di curi tuan semua telah hilang tanpa jejak dan juga Tuan para penjaga dan juga ke amanan bahkan masih pada semula Tuan," jawab bawahannya.
Jason terdiam dengan apa yang ia dengar dari bawahannya. Rahasia keburukan perbuatan Ayahnya ada di sana. Juga Jason sempat menyarankan agar semua proyek di lakukan di sebuah pantai bersamaan keberadaan Anggara beserta adiknya. Ia melakukan proyek percobaan dengan bahan kimia ayahnya kepada adik Rendi sampai pada akhirnya gagal dan Jason tidak mau ada yang mencurigainya.
__ADS_1
Ia menyuruh anak buahnya untuk turun dari kapal dan menarik adiknya yang sedang bermain air di pantai. Mengingat Jason tahu bahwa kawan lamanya itu tidak bisa berenang jika hal itu terjadi.
"Heh, ternyata Anas lebih tahu cara mendapat kepercayaan dari Anggara,baiklah demi kelangsungan jalanmu aku akan membiarkan dia tahu tapi aku ingin tahu hal yang membuatnya murka selain ibunya yang masih hidup," gumam Jason pergi bersama bawahannya.
"Tuan, apakah anda tahu siapa yang sudah mengambilnya?" Tanya bawahannya.
"Kau pikir siapa?" Teriak Jason.
"Saya rasa tuan Adam Tuan !" Seru Bawahannya.
Dug...
Bawahan yang mengikutinya kini terpental karena tinjuan dari Jason yang dengan murkanya wajahnya memerah.
"Berani sekali kau menuduh orang kepercayaanku hah ! Akan aku buang kau ke lubang tak bercahaya," teriak Jason.
"Ampun Tuan, maafkan saya lancang tapi Adam paling bisa jika hanya melakukan itu Tuan," ucap bawahanya.
"Sebaiknya kau periksa ulang dan bereskan tempat penyimpanannya juga tambah perketat keamanan di kediamanku,aku yakin akan ada pergerakan malam ini " ucap Jason.
Jason berjalan kembali ia menuju tempat dimana proyek rahasia di simpan. Memang sama sekali tidak ada yang kurang dari semula bahkan berangkasnya masih aman terkendali tanpa sentuhan tanganpun. Jason terdiam dan membuat senyum di wajahnya yang sedikit menahan amarahnya.
"Apa Anda memanggil saya, Tuan?" Suara dari arah belakang Jason.
Jason berbalik dan melihat seorang kepercayaannya yang terlihat biasa-biasa aja menghadapnya.
"Apa tidurmu nyenyak?" Tanya Jason.
"Tentu Tuan, minuman yang anda berikan pada saya menenangkan hati dan pikiran saya," jawab Adam.
"Apa kamu tahu apa yang terjadi malam tadi disini?" Tanya Jason.
__ADS_1
"Saya baru mendengar nya Tuan, saat berjalan ke sini," jawab Adam.
"Hmmm," ucap Jason mengangguk.
Semalam saat berjamu dengan kliennya Jason memberikan minuman berisi obat tidur untuk Adam. Agar ia tidak mengetahui tentang keluarganya yang akan ia jatuhkan kemarin.
Jason bertindak untuk memperkuat kepatuhan Adam padanya.
Jason memastikan Adam meminumnya dengan habis. Ia yakin bahwa bukan Adam yang mengambil proyeknya. Bahkan ia sendiri yang mengembalikan Adam pada tempat tidurnya. Jason mengira Anaslah yang mengambilnya tepat pagi ini.
Lain dari Adam jika hasil selalu buruk dari sebuah usaha,maka tidak akan ada banyak orang yang sukses karena usahanya.
Dari jauh hari Adam sudah mencari tahu tentang perusahaan keluarganya yang darikabar media juga apa yang terjadi bahwa perusahaan baik-baik saja.
Tapi kenyataannya keluarganya sedang kesusahan di dalam perusahaan semua produk hancur karena sebuah kimia yang tercampur membuat seorang pengguna terkena infeksi. Dari hal itu perusahaan milik ayahnya merosot perlahan.
Adam bahkan tahu kapan Jason akan tepat menjatuhkan perusahaannya.
Jason akan menjatuhkannya tepat saat tuan Anggara berada di Jerman. Adam akan semakin dendam pada tuan Anggara dan setia pada Jason untuk pembalasan. Sekali mendayung dua terlampaui olehnya itulah yang ada di pikiran Jason.
Untuk itu sehari sebelum kedatangan tuan muda Anggara ke Jerman. Adam sudah mengantisipasi pada Ayahnya agar secepatnya mendatangi kediaman tuan muda Anggara dengan jaminan kesetiaan dari Adam.
Bahkan Adam tahu kesukaan tuan Anggara bahwa dia lebih menyukai kesetiaan.
Saat Adam memasuki ruang tempat Jason berada. Ia sudah menukar gelas berisi obat tidurnya dengan Jason sendiri. Ia berpura-pura tidur untuk membuat Jason percaya padanya. Setelah Jason memastikan Adam tidur ia kembali dengan senyum penuh kemenangan.
Adam memastikan semua aman ketika ia beraksi untuk mendapatkan bukti penting proyek yang di minta tuan Anggara di handponenya. Ia bahkan tersenyum saat mendengar kecerdikan tuan Anggara dalam berbicara ada rasa suka tersendiri dari diri Adam terhadap tuan Anggara yang tidak bisa ia cari informasi tentang dirinya.
Adam memastikan akan pemberitahuan tentang hilangnya dokumen tersebut di waktu yang tepat. Anas tangan kanan Jason datang sendiri menghadapnya dan tepat setelah kepergian Anas alarm dari keamanan berbunyi.
Senyum di balik wajah cool Adam meninggalkan tempat dimana ia membunyikan alarm keamanan.
__ADS_1