Istri Kedua Tercinta

Istri Kedua Tercinta
Pesta


__ADS_3

NTR:Hai Kak, kasih bintang 5 kak, jangan lupa like, komen dan vote yach... Selamat membaca kak.


Mark mengisyaratkan menunjukan Alea tempat ganti yang bahkan ada di sampingnya. Alea tertegun dan memiluh untuk pergi menghindar Mark karena merasa malu.


Hehehe, kenapa dia tahu kalo aku memang selalu bersikap bodoh ketika duniaku penuh pria tampan? batin Alea terkekeh dengan tingkahnya.


Alea tertegun saat melihat dirinya di depan cermin dengan balutan gaun yang sangat indah, cantik dan mewah. Gaun dengan rancangan yang sangat indah. Gaun warna hitam berbulu. Di bagian dadanya terselip sedikit bulu berwarna emas memperindah gaun tersebut. Namun saat di kenakan oleh Alea. Gadis yang tampak cantik dan putih dengan bibirnya yangbmerah ranum alami dan rambut terselip sebelah. Membuatnya tampak indah dan canyik mengenakan gaun tersebut.


Alea mengagumi pemandangan dirinya di depan cermin yang menurutnya itu adalah hanyalah sebuah gambaran dirinya yang sedang bermimpi jika melihat dirinya mengenakan gaun elegan seperti itu.


Apa ini tidak berlebihan? Aku merasa sedikit malu. Tapi aku suka. Haha. Batin Alea.


Alea membuka pintu ruang gantinya dan keluar dengan balutan gaun warna hitam dengan sangat indah cantik dan elegan senada dengan stelan jas yang di kenakan Mark. Saat melihat Alea dengan sangat cantik dan elegan. Membuat Mark tertegun mengagumi sosok sekertarisnya yang sangat cantik di matanya. Namun, karena Mark yang selalu datar. Ia hanya melihat sekilas mengaguminya dan berdiri dari duduknya dan menghampiri Alea.


"Hmm, cukup lumayan, kau bisa dengan kuasa mengenakannya," ucap Mark datar.


Hah, lumayan? Kenapa aku merasa aku cantik kok, dasar kutub utara. Aku cantik begini di bilang lumayan. Huh. Protes batin Alea.


Alea tak menggubris ucapan Mark, ia berjalan mendahului Mark. Namun, baru beberapa langkah Alea melangkah. Sebuah tangan menariknya dan membuatnya berbalik hingga kini tubuhnya berada di pelukan Mark. Bahkan beradu tatap dengan Mark. Alea mengerutkan dahinya ketika tatapannya bertemu dengan tatapan Mark.


"Bukankah, kau masih berhutang padaku?" tanya Mark menundukan pandangannya mengingat dirinya lebih tinggi dari Alea.


"Emmm. Maksud anda apa Tuan?" tanya Alea ragu.


Mark tidak menjawab pertanyaan Alea, namun ia menatap lekat gadis yang ada di hadapannya itu. Alea tampak semakin takut dan memejam kan kedua matanya.


"Kenapa kau pejamkan matamu itu?" ucapan Mark tiba-tiba mengejutkan Alea.

__ADS_1


"Hmm?" Alea tertegun ketika menatap Mark yang menatapnya mengerutkan dahinya.


Alea mendorong tubuh Mark dan membenarkan posisi berdirinya sedikit mundur dari Mark dan berjaga jarak darinya.


"Atau kau berharap aku melakukan sesuatu?" tambah Mqrk kembali.


"Emm, tidak tuan, saya hanya merasa terkejut saja," jawab Alea pelan.


"Hmm, duduk saja dulu, acara masih belum di mulai, atau kau masih ada yang kau inginkan di ruangan ini? Jika ada yang kau inginkan katakan saja dan ambillah," jelas Mark dan ia duduk kembali di sofa yang sempat ia gunakan untuk membaca korannya.


Alea tertegun, mendengar dan melihat Mark yang kini sudah duduk kembali di sofa dengan koran di tangannya. Ia berjalan perlahan dan menghampiri Mark dengan sedikit ragu namun kini mereka duduk berdua dengan jarak renggang. Mark dengan korannya dan Alea dengan ponselnya. Memeriksa apa saja yang akan di perlukan besok ketika ia mulai bekerja di kantor kembali. Dari potret mereka tampak seperti sepasang kekasih yang sama-sama berkarir namun saling mengisi satu sama lain.


*****


Rendi mengusap pucuk kepala istrinya dengan lembut dan penuh kasih sayang. Ia tersenyum tipis ketika melihat istrinya begitu manja, ingin selalu ada bersamanya. Namun ada hal juga yang tidak di sukai Rendi ketika, ia harus bekerja dan di ikuti istrinya yang tengah hamil ikut kesana kemari. Bukan Rendi tidak suka namun, Rendi takut istri terlalu lelah karena selalu mengikutinya kemana-mana.


"Emmm, aku pokoknya gak mau kamu tinggal jauh!" rengek Rara.


"Iya ... apa sebaiknya kamu tidak usah keluar? Terlalu banyak bahaya yang sama seperti tadi sayang!" jawab Rendi cemas.


"Tapi aku mau melihat peresmian putraku," ucap Rara.


"Baiklah, nanti kamu tidak boleh melepas tanganku ya," tegas Rendi.


Rara mengangguk dan memeluk dada bidang suaminya dengan erat. Senyum merekah di wajah Rara yang kini sudah akan memiliki anak yang ketiga kini berada di pelukan suaminya.


"Kamu bersiap dulu sayang, biar segar," ucapRendi lembut.

__ADS_1


"Iya, sekalian aku mau sholat Ashar dulu," jawab Rara tersenyum dan turun dari ranjangnya dan bergegas ke kamar mandi.


Rendi tersenyum melihat istrinya yang sudah memasuki kamar mandinys dan berjalan menghampiri jendela kamarnya melihat halaman rumah yang penuh dengan para tamu undangan yang berbincang bersama. Ia menatap dan memperhatikan satu-satu setiap tamu yang hadir di atas kamarnya.


Setelah berdiri cukup lama memperhatikan setiap orang. Rendi tersenyum tipis ketika melihat salah satu tamu undangan tampak tidak asing di pandangannya. Saat Rwndi memperhatikan oeang tersebut. Rara keluar dari kamar mandinya dengan balutan handuk di dadanya. Memperlihatkan keelokan tubuhnya yang wangi. Membuat Rendi terbangun minatnya untuk mendekati istrinya yang masih segar setelah mandi.


"Kau sedang menggodaku sayang?" ucap Rendi menghampuiri Rara yang terkejut karenanya.


"aaku sudah wudhu sayang, jadi bisakah kamu tidak mendekat dulu sayang?" tegas Rara tersenyum ramah.


Rendi tersenyum dan mengangguk kepada istrinya yang kini berlalu dan bersembahyang. Setelah mereka kini bersiap kembali. Rara dan Rendi kini keluar dari kamarnya berjalan dengan bergandengan tangan bersama. Kini pakaian yang di kenakan keduanya adalah warna putih. Rendi mengenakan kemeja warna putih dan jas hitam senada denga Rara yang mengenakan gaun warna putih dengan kerudung hiasan jepit warna perak. Ia tampak cantik dengan gaya elegannya.


Rwndi dan Rara berjalan menuruni tangga ketika seluruh tamu undangan kini sudah rapih dengan tampilan mereka yang baru. Begitupun Nark dan Akea sudah berdiri di dekat podium bersamaan dengan Ken dan Dilla dan juga Adam dengan Nesa dan putrinya.


"Apa Iyas masih belum kembali?" tanya Rendi kepada Mark yang berdiri di samping Rendi.


"Dia di hotel," jawab Mark.


"Apa dia bermain wanita lagi?" tanya Rendi kembali.


"Lebih tepatnya dia yang di permainkan," jawab Mark.


"Hmmm,"


Rendi terdiam saat mendengarkan pembawa acara mulai berbicatra dan acara ulang tahun Naura Robert akan di mulai. Mereka kini tampak bahagia ketika melihat Naura dengan cantik dan anggun menghampiri Mark dan Rendi dan menuntun keduanya. Begitupun Rara yang juga ikut kemanapun Rwndi berjalan.


"Daddy, Paman dan Tante, i miss u all," ucap Naura meniup lilin dan tersenyum pada mereka bertiga.

__ADS_1


__ADS_2