
Keesokan harinya, setiap perwakilan keluarga memilih untuk kembali ke kota masing-masing. Namun karena semua pengawal sudah terbunuh, maka kaisar sendiri mengirimkan lima puluh pasukan elit untuk mengawal setiap keluarga. Kecuali keluarga Zhang yang selain dekat dengan Kota Emas, Zhang Qiaofeng juga menolak tawaran pengawalan itu.
Luka Lin Tian ternyata amat parahnya. Setelah diteliti oleh tabib kaisar, ternyata luka-luka Lin Tian kesemuanya mengandung racun kuat. Hanya karena tenaga dalam Yin milik Lin Tian saja maka racun berhawa panas itu mampu ditekan. Maka dalam keadaan setengah sehat itu, Lin Tian pulang dengan dipapah oleh Nonanya.
"Lin Tian, jika kau masih kurang sehat, lebih baik tinggallah di sini selama beberapa hari." Chu Wei berkata dengan nada penuh khawatir.
"Tidak apa...setelah beberapa hari melakukan meditasi, racun ini pasti akan sembuh." jawab pemuda itu.
"Anu...Tuan Lin Tian." kali ini Chu Rou berkata.
"Tak usah pakai Tuan, seharusnya akulah yang memanggilmu Nona. Ada apakah?"
"Ini...tolong terimalah. Ini adalah obat bubuk buatanku sendiri. Dibuat dari sari-sari bunga paling beracun di hutan dekat sini, tetapi manfaat dari obat ini sangat baik untuk melawan racun itu sendiri. Aku mempelajari ini dari ibuku." gadis itu berkata dengan sedikit malu-malu.
Lin Tian tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Lalu pemuda itu memgulurkan tangan hendak mengambil sekotak obat itu, sebelum secara tiba-tiba sekali ada tangan lain yang menyambar.
"Ahahaha....sungguh Nona baik sekali. Terima kasih atas perhatian anda kepada pengawal saya ini. Kami sangat berterima kasih." kata si penyambar tadi yang bukan lain adalah Zhang Qiaofeng. Dia memasang senyum lebar sampai terlihat jelaslah deretan gigi mutiara itu.
Chu Rou jelas tidak senang dengan hal itu, dia memasang wajah cemberut dan memandang Zhang Qiaofeng tajam. Begitu pula dengan Nona Zhang itu, walaupun mulutnya tersenyum lebar, namun matanya menatap tajam bagai harimau kelaparan.
"Wanita memang menyeramkan" batin dua orang lelaki itu bersamaan.
...****************...
Dua jam kemudian mereka sampai di kediaman Zhang. Perjalanan berlangsung lebih lama karena Zhang Qiaofeng tidak bisa berjalan cepat-cepat, mengingat akan keadaan Lin Tian yang masih kerepotan bahkan hanya untuk berjalan. Karena itulah, perjalanan yang seharusnya mampu ditempuh dalam waktu dua puluh menit, menjadi jauh lebih lama dari seharusnya.
Zhang Qiaofeng segera mengantar Lin Tian ke rumahnya. Menyuruhnya istirahat dan fokus bermeditasi untuk mengusir sisa-sisa racun di tubuhnya.
"Istirahatlah Lin Tian. Kondisimu teramat parah." antara lain gadis itu berkata sambil membantu Lin Tian berbaring di kasur.
__ADS_1
"Jangan keluar kamar sampai kondisimu benar-benar pulih. Untuk makan minum biarlah pelayan yang antar atau kalau perlu aku sendiri. Fokus saja dengan kesehatanmu." lanjut gadis tersebut yang menaikkan selimut Lin Tian dengan tangan kanan.
"Terima kasih Nona." hanya itu yang mampu Lin Tian ucapkan. Karena sejatinya seluruh tubuhnya masih terasa kaku karena pengaruh racun aneh dari Sian Yang.
Setelah itu Zhang Qiaofeng meletakkan kotak obat yang diberikan oleh Chu Rou di atas meja. Kemudian gadis ini pergi meninggalkan Lin Tian seorang diri, membiarkannya untuk beristirahat.
Beberapa hari kemudian, kondisi Lin Tian makin membaik. Pemuda ini juga menemukan fakta bahwa obat yang diberikan Chu Rou ternyata sangat manjur. Terbukti ketika tiga hari setelah dia mengonsumsi obat itu, seluruh tubuhnya terasa jauh lebih ringan.
Begitu pula dengan sikap Nonanya yang sedikit aneh. Walaupun dia bilang hendak menyuruh pelayan mengirim makanan, namun selama ini yang mengantar makanan itu selalu dia sendiri. Diam-diam Lin Tian malah merasa tidak enak dengan Zhang Qiaofeng.
Dan setelah seminggu berlalu, Lin Tian sudah benar-benar sembuh total. Maka dia segera pergi keluar rumah dan menuju halaman depan tempat biasa dia latihan. Mengingat akan dua kali kekalahannya melawan pria misterius itu, Lin Tian tidak ingin santai-santai lagi.
Lin Tian melihat sebuah pohon kecil di samping halaman depan rumahnya. Setelah menarik napas beberapa kali, dia segera mainkan serangkaian gerakan Ilmu Silat Halimun Sakti, dan menembakkannya kearah pohon tersebut.
"Breeesss!!"
Pohon itu masih utuh, namun semua daunnya hancur berkeping-keping. Ini adalah sesuatu yang sangat sulit dilakukan, bahkan oleh ahli silat tingkat tinggi sekalipun. Pasalnya, jika seseorang bisa menghancurkan benda keras sampai menjadi bubuk, itu hal biasa. Namun untuk menghancurkan benda lemas seperti daun itu sampai benjadi butiran-butiran kecil, itulah yang luar biasa.
"Buughh!!"
Hebat sekali, batu itu sama sekali tidak hancur, namun tangan Lin Tian melesak jauh ke dalam sehingga tercetaklah lengan pemuda itu pada batu tersebut.
Dia kemudian mencabut lengannya dan melanjutkan gerakan. Kali ini di setiap sambaran tangan dan kaki, menyambar angin dahsyat seperti badai. Menyapu segala macam kerikil dan pasir di sekitar.
Beberapa menit berlalu, dan Lin Tian menghentikan gerakannya. Setelah beberapa kali menghela nafas, dia berkata.
"Saya sudah selesai Nona."
Sedetik kemudian, dari balik pohon besar muncul seorang gadis cantik yang tak lain adalah Zhang Qiaofeng.
__ADS_1
"Haha...maaf mengganggumu Lin Tian. Bagaimana lukamu? Apakah sudah membaik?" jawab gadis itu yang disusul dengan pertanyaan.
"Aku sudah tidak apa Nona, dan terima kasih atas perawatan anda selama ini."
Zhang Qiaofeng tersenyum, kemudian menyodorkan sesuatu yang dibalut kain biru muda, warna kesukaan gadis tersebut.
"Ini ambilah, anggap saja hadiah dariku." berkatalah gadis itu.
"Apa ini?"
"Terima dan buka saja, kau akan tahu nanti. Semoga kau menyukainya."
Lin Tian menerima bungkusan itu dan membukanya. "Nona, ini?" tanya pemuda itu gugup melihat isi dari bungkusan kain biru.
"Hehe...bagaimana, kau menyukainya? Aku meminta tolong kepada paman Minghao untuk membuatnya. Kalau aku sendiri mana mampu membuat sebagus itu." kata Zhang Qiaofeng sambil terkekeh.
Lin Tian melihat benda itu lekat-lekat. Membolak-balikkannya dengan mata berbinar seperti seorang anak kecil mendapat mainan baru.
Benda itu adalah sebuah topeng, topeng yang sama dengan topeng sebelumnya yang sudah hancur. Namun kali ini ada tambahan ukiran tiga titik kecil berwarna biru muda tepat di bawah mata kanan. Akan tetapi jika diperhatikan lebih teliti, tiga titik itu sebenarnya berbentuk tiga buah kepingan salju. Bahan daripada topeng ini juga jauh lebih baik dari sebelumnya, yaitu dibuat dengan kayu pilihan yang keras akan tetapi juga ringan.
"Nona, saya selalu merepotkan anda." berkata Lin Tian sambil menundukkan badan.
Zhang Qiaofeng segera menarik kedua pundak Lin Tian untuk bangun, kemudian menjawab, "Hei ada apa ini? Bukankah kita ini satu keluarga? Semua yang kulakukan untuk keluarga sama sekali tidak merepotkanku!"
"Tapi aku hanyalah seorang pengawal Nona. Tak perlulah kiranya sampai mendapat perlakuan istimewa seperti ini."
"Hush, apanya yang istimewa, dan apa maksudmu hanya pengawal? Kau itu juga termasuk keluargaku sendiri, keluarga paling dekat malah. Dan untuk perlakuan istimewa, anggap saja sebagai perwujudan kasih sayang dariku sebagai seorang kakak untuk adiknya." tegas Zhang Qiaofeng.
Lin Tian tertegun, benar-benar gadis aneh, pikirnya. Namun dia segera menundukkan badan kembali dan berkata, "Terima kasih yang sebesar-besarnya saya haturkan untuk Nona."
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
BERSAMBUNG