
"Braaakk!!"
"Bajingaaaannn!!" terdengar seorang pria bertopeng merah itu menggebrak meja penuh amarah.
Sedangkan orang yang baru saja memberi laporan kepada pemimpinnya itu hanya mampu berlutut dengan tubuh bergetar hebat karena ketakutan. Dia tak berani bergerak, hanya diam dan menanti perintah selanjutnya.
"Kirim surat undangan untuk seluruh Pilar Neraka, nanti malam kita akan berkumpul di markas besar ini untuk berunding!!" bentak pria bertopeng itu.
"B-baik pemimpin!!" seru orang tersebut yang sudah bangkit dari berlututnya.
Pria bertopeng ini tak lain adalah orang yang berjuluk Setan Racun Api, bernama Ling Haocun. Pendekar ini juga yang menjadi pemimpin Aliansi Golongan Hitam.
Sungguh pun bukan orang terkuat dalam Pilar Neraka, namun karena kecerdikan otaknya, para anggota Pilar Neraka lain akhirnya ikut bergabung pula ketika diajak oleh topeng merah ini.
Pagi ini dia begitu marah begitu mendengar laporan dari salah satu anak buahnya yang mengatakan bahwa tangan kanannya, sekaligus petinggi Aliansi, si Iblis Tongkat Merah telah tewas bersama seluruh pasukannya.
Sungguh mengherankan memang karena menurut penilaiannya, di daerah Barat ini selain terpencil letaknya, juga agaknya sangat jarang sekali terlihat pendekar pandai. Lantas siapa yang mampu membunuhnya dengan cara yang sedemikian mengerikan? Itulah yang menjadi beban hatinya.
"Keluarlah!" gumam Ling Haocun seraya menoleh ke sudut ruangan.
Bagaikan keluar dari tembok, tiba-tiba di sana sudah berdiri seorang pendekar topeng putih yang sedang menggenggam sebatang tongkat merah. Ya, itu adalah senjata milik Iblis Tongkat Merah.
"Bagaimana? Benar-benarkah dia sudah mati?" tanya Ling Haocun dengan suara yang sudah agak mereda.
"Benar guru. Ini buktinya." jawab Zhang Heng seraya menyerahkan tongkat merah yang warnanya makin gelap karena darah pemiliknya itu.
Ling Haocun menerimanya dengan tangan gemetar menahan amarah. Pria ini mengamati tongkat itu dengan teliti, lalu tiba-tiba saja dia melemparkan tongkat tersebut dengan keras sekali sampai menancap tembok.
"Ada apa guru!!?" tanya Zhang Heng dengan intonasi agak tinggi saking terkejutnya.
"Ini....ini...racun!! Racun yang teramat kuat!!" ucapnya dengan pundak yang sedikit gemetar.
"Apa maksudnya? Aku sama sekali tidak merasakannya!" balas muridnya.
__ADS_1
"Lihat!!" tukas Ling Haocun sembari menunjuk telapak tangan yang sebelumnya memegang tongkat.
Di sana terlihat darah milik Iblis Tongkat Merah, darah itu berwarna merah gelap sama seperti umumnya. Namun jika diperhatikan lebih teliti, di sana nampak bintik-bintik hitam yang memutar-mutar di sekeliling darah itu. Jelas itu racun!!
"Karena sarung tangan kita, maka kita sama sekali tidak terpengaruh racun mengerikan ini." antara lain Ling Haocun berkata sembari memandang tangan sendiri. Karena dia adalah seorang ahli racun pula, maka sekali tengok saja dia sudah tahu apa adanya racun tersebut.
"Guru, racun apakah ini?" tanya Zhang Heng penasaran.
Setelah memandang lebih teliti, Ling Haocun berkata, "Aku bisa menggunakan racun ini, racun ini bernama Kutukan Raja Iblis. Racun yang jauh lebih kuat dari racun Pukulan Tapak Api milikku, namun karena aku tak mampu menguasai ilmu racun ini sampai tingkat tertinggi, maka aku jarang menggunakannya."
"Tapi sekarang, racun ini...ini sudah mencapai tahap sempurna. Siapa sebenarnya dia?" ucap Ling Haocun dengan nada terkejut.
Zhang Heng juga tak kalah terkejut mendengar kenyataan ini. Ilmu Tapak Api yang dimiliki gurunya masih kalah dengan racun Kutukan Raja Iblis? Betapa mengerikannya.
"Sudahlah, semua ini bisa kita bicarakan di pertemuan nanti malam." akhirnya Ling Haocun berkata seraya menghela nafas.
...****************...
Wajahnya sudah keriput dan di kepala botaknya ditutup dengan sebuah topi bulu. Jubahnya berwarna biru langit dengan bagian kerah serta ujung jubah terdapat bulu-bulu tebal berwarna putih. Inilah satu diantara delapan anggota Pilar Neraka, orang ini berjuluk Elang Salju.
"Benar, siapa sih yang bisa membunuhnya dengan sangat sadis selain kita sendiri. Walaupun dia tidak sekuat kita, namun aku yakin jika ilmunya itu hanya setingkat dibawah kita semua." kali ini Sin Nia menyahut. Hilang semua sikap genit dan lacurnya.
Memang semenjak wanita ini kehilangan adiknya, hilang sudah semua sikap manis dalam diri Iblis ini. Tergantikan dengan sikap bengis yang luar biasa mengerikan, bahkan mungkin saat ini, dia inilah orang yang paling kejam diantara enam orang lain.
"Hah...sungguh tak disangka-sangka." ucap seorang pria berpakaian biksu. Dia berjuluk Dewa Kegelapan.
"Lalu apa yang harus kita lakukan? Hendak mencarinya dan membalas dendam?" demikian seorang lelaki berumur tiga puluhan berkata. Rambutnya panjang terurai dan wajahnya tampan, dia inilah yang orang kenal sebagai Pendekar Pedang Arwah.
Setelah berkata demikian, secara serempak semua orang yang ada di sana menoleh kearah pemimpin mereka, Ling Haocun, si Setan Racun Api.
Pria bertopeng itu menghela nafas panjang sebelum berkata, " Hah....sejujurnya aku juga tidak tahu harus berbuat apa."
"Aku punya saran." kali ini seorang pria bergolok besar berkata. Dia berjuluk Golok Penghancur Gunung.
__ADS_1
Ling Haocun tidak menjawab, melainkan hanya menatapnya, menanti jawaban dari orang tersebut.
Golok Penghancur Gunung kembali berkata, "Lebih baik kita tidak usah menunjukkan diri dulu Tuan. Dengan begitu, selain kita akan aman, kita juga akan bisa tahu bagaimana sepak terjang seorang pembunuh Iblis Tongkat Merah itu."
Ling Haocun mengangguk-angguk, kemudian mengalihkan pandangannya kearah kanan dan berkata, "Xiao Fu, kau bisa membantu kan untuk penyelidikan informasi?"
"Tentu saja pemimpin."
"Bagus!" balas Ling Haocun. Dia percaya penuh akan kemampuan orang bermarga Xiao itu.
Entah dengan cara apa dan bagaimana, namun Xiao Fu ini selalu dapat mencari informasi yang dibutuhkannya. Tapi sayangnya, dia adalah seorang pria cabul yang selalu haus akan kecantikan wanita. Maka dari itulah, diantara mereka, Xiao Fu ini berjuluk Informan Mata Keranjang.
"Bagus sekali saran itu. Namun aku terpikirkan sebuah rencana yang kalau berhasil dilakukan, tentu Aliansi akan untung besar sekali." ucap Setan Racun Api kemudian.
Mereka semua nampak terkejut dan heran, namun juga merasa girang bukan main. Maka dengan hati penasaran, mereka memandang pemimpin itu menunggu perkataan berikutnya.
"Rencana ini hanyalah sekedar adu domba."
"Adu domba bagaimana maksudnya Tuan?" tanya Elang Salju.
"Mengadu domba untuk menghancurkan keluarga Zhang itu. Dengar perkataanku, mungkin saat ini keluarga baru itu belumlah kuat dan masih teramat lemah. Namun percayalah padaku, tak sampai sepuluh tahun, keluarga itu akan jadi keluarga besar dan mungkin menjadi yang terkuat diantara tujuh Keluarga Penguasa." ucap Ling Haocun serius.
Seketika raut wajah mereka semua nampak terkejut. Tentu mereka bingung, bagaimana mungkin keluarga kecil itu menjadi keluarga terkuat dalam waktu kurang dari sepuluh tahun? Demikianlah pikir mereka.
Zhang Heng yang duduk di sebelah gurunya juga setuju akan hal itu. Diam-diam hatinya merasa panas begitu mendengar nama keluarga Zhang disebut-sbut.
"Dengarkan rencanaku, jangan sampai rencana ini gagal. Karena kalau sampai hal itu terjadi, kemungkinan malah kita sendirilah yang akan lenyap." ucap Ling Haocun.
Mereka semua serempak mengangguk. Kemudian mulailah Ling Haocun menjelaskan akan rencana besar itu yang membuat mereka nampak terkejut dan juga kagum bukan main.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
BERSAMBUNG
__ADS_1