
Melihat betapa sahabatnya dan seseorang yang ia kenal sebagai Hantu Seratus Lengan sedang bertarung mati-matian, Hao Yu tak bisa berpeluk tangan. Segera dia mencabut golok dan meloncat ke gelanggang pertempuran.
"Syutt-Syutt!!"
terdengar suara angin berdesing setiap kali goloknya menyambar. Dalam segebrak saja, Hao Yu mampu merobohkan tiga orang. Hal ini wajar karena pria ini menyerang dari luar pengepungan dan kedatangannya tanpa disangka-sangka.
Tentu saja Zhi Yang dan Xiao Lian terkejut sekali ketika melihat di luar kurungan puluhan manusia itu, tiba-tiba para pasukan keluarga Chen terpelanting ke sana-sini. Akan tetapi wajah keduanya berseri ketika mendengar seruan keras.
"Xiao Lian, lewat sini!!" Hao Yu berseru dengan pengerahan tenaga dalam.
Maka pengurungan puluhan orang itu menjadi kocar-kacir. Sebagian menyerang Hantu Seratus Lengan yang luar biasa ganas, sebagian lagi menyerang pendekar satu lengan yang biar pun cacat, tetapi sepak terjangnya sungguh luar biasa.
Akibat kekacauan inilah maka sebentar saja tiga orang itu mampu mendominasi pertempuran dan Zhi Yang serta Xiao Lian berhasil mencapai tempat Hao Yu.
"Srat-Srat....aakhh!!"
Dua kali pisau milik Zhi Yang berkelebat, membuat dua orang prajurit Chen roboh dengan luka dada menganga.
"Ayo segera pergi!!" Hao Yu berkata cepat ketika melihat munculnya ratusan pasukan yang berasal dari sisi lain perkemahan. Kiranya mereka sudah datang ke tempat ini.
Tiga orang ini kemudian segera melesat kearah hutan yang kelihatan gelap. Mereka mencoba untuk menyusahkan pihak musuh dengan lari di kegelapan hutan. Namun celaka sekali mereka, karena komandan musuh sudah berteriak kencang memberi aba-aba.
"Gunakan panah api!!"
"Syut-Syut-Serr!!"
Berturut-turut nampak panah api itu melesat mengarah punggung mereka. Namun sebagai ahli silat, dengan cepat ketiganya membalik dan memutar senjata, meruntuhkan semua anak panah.
"Kita berpencar. Nona Xiao ke arah kiri, dan kau ke kanan!" kata Zhi Yang memberi perintah kepada keduanya.
"Larilah terus kearah Selatan, di sana ada sebuah tebing tinggi yang terdapat goa besar. Kita bertemu di sana!!" lanjutnya dan menerjang maju. Hal ini tentu saja amat mengagetkan hati keduanya, sebelum Xiao Lian atau Hao Yu sempat mencegah lagi, kembali Zhi Yang berkata.
"Akan kutahan mereka!! Larilah!!"
Tak ada pilihan lain lagi, maklum jika ikut membantu malah menjadi beban, akhirnya keduanya memutuskan untuk pergi sesuai arahan Hantu Seratus Lengan itu.
...****************...
Zhi Yang berdiri di tengah lautan mayat itu. Berdiri terengah-engah dengan kedua tangan memegang sepasang pisau. Hanya itulah pisau yang tersisa saat ini.
Di sekelilingnya, mungkin ada puluhan atau seratusan orang yang sudah malang melintang tanpa nyawa. Tubuh mereka hitam kebiruan, mata mereka melotot, membayangkan kesakitan hebat sebelum akhirnya ajal menjemput.
Bahkan Chen Hu sendiri sampai datang ke tempat ini hanya untuk melihat ratusan anak buahnya menjadi korban keganasan hantu ini. Matanya terbelalak dengan muka pucat, mulutnya berkemak-kemik tetapi tidak ada satu pun kata keluar.
"Siapa lagi...?" tanya hantu itu dingin.
Sesaat kemudian, tubuhnya diselimuti kabut hitam tebal yang membuat mereka semua bergidik ngeri. Inilah ilmu baru dari Hantu Seratus Lengan yang ia dapat di goa siluman bersama Lin Tian waktu itu, yaitu Seribu Racun Dunia.
Kemampuan racunnya sudah berada di tingkat tinggi sekali, bahkan hanya dengan serangan jarak jauhnya saja, darah musuh sudah bisa keracunan. Dan sekarang ini, sebagian dari mereka mati sesaat setelah terpelanting oleh pukulan beracun tersebut, dapat dibayangkan bertapa hancur seluruh organ dan urat-urat syaraf mereka.
__ADS_1
Zhi Yang menoleh ke belakangnya, tempat dimana tadi dua orang kawannya melarikan diri. Ternyata di sana sudah berdiri belasan orang yang siap menyambutnya jika dia hendak meloloskan diri.
"Sudah saatnya pergi." batinnya sebelum melesat cepat kearah belasan orang itu.
Tiga orang yang menghadang kebetulan membawa anak panah. Maka dengan ketakutan dan refleks, mereka segera mengambil tiga batang anak panah dan dilepaskan mengarah Zhi Yang. Sembilan batang anak panah pun melesat cepat mengancam nyawanya.
"Sial!!" dia memekik dan menangkis runtuh semua anak panah, akan tetapi masih ada satu batang yang luput dari penglihatannya, sehingga berhasil mendarat dalam di lengan kirinya.
"Cappp!!"
Tubuhnya sedikit terhuyung, maklum karena tenaganya sudah terkuras banyak. Melihat kesempatan baik ini, Chen Hu lekas berseru.
"Hujani anak panah!! Dia sudah lemah!!"
Seketika terdengar suara berdesingan ketika puluhan batang anak panah menyambar kearahnya. Namun dari balik topengnya, Zhi Yang tersenyum sinis melihat kebodohan mereka.
Dengan cepat, Zhi Yang menyelinap di antara belasan orang penghadangnya itu dan membuat tubuh mereka menjadi semacam "perisai" bagi dia untuk menyelamatkan diri dari anak panah.
"Cap-Cap-Cap!!"
Robohlah mereka satu-satu terkena serangan anak panah dari kawan sendiri. Melihat ini, lekas Zhi Yang meloncat pergi dari sana, memasuki hutan lebat, sedetik kemudian, tubuhnya yang terbalut jubah hitam itu seolah menghilang.
"Kejar!!" seru Chen Hu.
...****************...
"Bodoh!! Kenapa kau tidak memberitahu kaisar lebih dulu!!? Keselamatan kota Emas lebih penting!!" bentak Xiao Lian kepada Hao Yu.
Mereka sudah tiba di tempat yang dijanjikan, di sebuah goa besar yang berada di dinding tebing raksasa. Hari sudah menjelang pagi dan sang fajar sudah terbit dari ufuk Timur ketika perdebatan mereka terjadi.
Tiba-tiba, mereka sama-sama terdiam ketika mendengar sebuah suara.
"Siapa di sana!!" seru Hao Yu yang sudah siap dengan goloknya. Begitu pula dengan Xiao Lian yang sudah memegang pedangnya.
Dari dalam hutan sana, terdengar jawaban yang seperti keluar dari alam lain, amat menggetar dan menggiriskan hati.
"Hoh...apa kalian lupa dengan penolong kalian?" kata suara itu yang diikuti munculnya sesosok manusia bertopeng tengkorak. Melihat munculnya orang ini, wajah keduanya berseri dan lekas menyambut.
"Hantu Seratus Lengan!!" seru mereka dan mendekati Zhi Yang. Memapah gadis itu karena melihat bahwa pendekar bertopeng ini terlihat kelelahan dan lemas. Hao Yu kemudian mendudukkan Zhi Yang di dinding tebing, sedangkan Xiao Lian sudah melesat menuju hutan untuk mencari tanaman-tanaman obat.
Darah di lengannya masih mengucur deras ketika Xiao Lian datang kembali dengan daun-daun obatnya.
"Wah Tuan, tolong buka bajumu ini, aku akan membantu membalut lukamu!" kata Xiao Lian cepat-cepat.
Terlihat hantu itu sedikit kaget sebelum menjawab kikuk, "T-tidak perlu Nona. Aku bisa sendiri..."
"Kenapa? Keadaan tubuhmu masih lemah! Hayo buka lenganmu!!!" Xiao Lian berseru dan mulai menggulung lengan baju sebelah kiri Zhi Yang. Gadis itu hendak menghentikan, tapi apalah daya karena tubuhnya sudah lemas sekali.
Karena sarung tangan Zhi Yang yang panjang, sehingga sampai batas siku tangannya masih tertutup sarung tangan. Akan tetapi betapa terkejut Xiao Lian dan Hao Yu ketika melihat sebuah lengan putih mulus yang ramping kecil di atas siku tersebut.
__ADS_1
"Wah...perempuan!!" seru Xiao Lian tanpa sadar.
Sedangkan Hao Yu cepat-cepat memalingkan muka ketika mendapat tatapan tajam menusuk dari Xiao Lian.
Selesai mengobati luka Zhi Yang, keadaan mereka menjadi canggung sekali. Apalagi Zhi Yang yang menjadi sangat malu karena rahasianya terbongkar, sedangkan Xiao Lian merasa tidak enak karena tadi memanggil dengan sebutan "Tuan".
"Anu...eh...maaf Non--"
"Kalian hendak pergi kemana sampai dikurung pasukan Chen?" tiba-tiba Zhi Yang memotong dengan nada lirih. Agaknya dia masih kelelahan. Bukan karena luka yang tak seberapa itu, tetapi karena tenaganya yang banyak terkuras akibat dari penggunaan ilmu Seribu Racun Dunia.
Seperti sadar dari mimpi, keduanya tersentak kaget dan lekas Xiao Lian menjawab, "Ah...sungguh licik dan keji sekali keluarga Chen. Amat memalukan!!"
"Eh kenapa?"
"Mereka telah bersekongkol dengan orang jahat, entah siapa kami tidak tahu. Intinya, mereka hendak menggulingkan kaisar dengan cara yang amat kotor!! Yaitu meletakkan mayat Liong Bu di wilayah kota raja. Kemudian mereka akan menyerbu kota raja dengan dalih keadilan!" Xiao Lian bersungut-sungut dengan muka merah sekali karena marah.
Zhi Yang terbelalak di balik topengnya. Kiranya hal inilah yang menurut kakek itu merupakan hal menarik. Setelah menarik nafas beberapa kali, dia berkata.
"Lalu, mengapa kalian masih di sini? Hari sudah terang. Perjalanan akan mudah."
"Ah...!!" mereka berseru berbarengan.
"Kalau begitu kami pergi dulu!" seru Xiao Lian sambil bangkit berdiri diikuti Hao Yu.
"Aku akan menyusul nanti." kata Zhi Yang sebelum Xiao Lian dan Hao Yu pergi. Kemudian gadis ini kembali menghentikan langkah keduanya dengan suaranya yang terdengar sedikit malu.
"Kalian berdua...jangan bilang kepada siapa pun soal tadi malam."
Keduanya hanya tersenyum canggung sembari menganggukkan kepala, kemudian melesat pergi dari sana menuju kota raja.
...****************...
"Kita terlambat...." ucap Hao Yu dengan lesu ketika mereka berada di salah satu rumah makan.
Xiao Lian tak menjawab, hanya diam saja dengan wajah murung.
Terdengar oleh keduanya, orang-orang di sekeliling mereka sedang sibuk membicarakan berita yang agaknya masih hangat dan baru. Mungkin baru saja tersebar pagi ini.
"Tak kusangka kita telah tertipu!!"
"Ternyata mereka lah yang membunuh menteri itu. Apa tujuan kaisar melakukan hal ini?"
Demikianlah mereka semua ribut membicarakan soal kematian Liong Bu yang baru-baru ini diketahui sebagai ulah dari kaisar sendiri.
"Kita akan memberitahu kaisar?" tanya Hao Yu.
"Harus!! Berita ini tentu baru sampai pagi ini. Entah bagaimana mereka bisa mengirim mayat Liong Bu secepat itu padahal jarak dari sini ke perkemahan membutuhkan waktu paling cepat selama satu hari. Sedangkan siang ini, kabar tersebut sudah ramai diperbincangkan orang. Jika dihitung, berarti besok adalah hari penyerbuan keluarga Chen." balas Xiao Lian.
"Kelau begitu ayo bergegas pergi ke istana."
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
BERSAMBUNG