Pendekar Hantu Kabut

Pendekar Hantu Kabut
Bab 264. Aku Membunuhnya!


__ADS_3

Esok paginya, seluruh Iblis Tiada Banding geger atas sebuah berita hangat yang beredar bahwasannya Sian Yang dan Naga Emas mati mengenaskan di rumahnya sendiri. Hal ini tentu menimbulkan rasa ngeri di hati orang-orang karena mengingat keadaan matinya sama persis seperti Chan Fan.


Mulailah orang-orang mengait-ngaitkan akan kematian Chan Fan dan kematian Sian Yang serta Naga Emas. Mereka bilang jika kemungkinan besar pembunuh dua orang itu sama karena membunuh di tempat korbannya.


A Jiu dan A Liu yang memimpin perguruan Hati Iblis serta Pedang Hitam sudah tahu siapa dalang di balik pembunuhan ini yang tak lain adalah ketua mereka. Bahkan diam-diam mereka menduga bahwasannya kematian Chan Fan yang begitu tiba-tiba dan meledaknya ruang bawah tanah nenek siluman adalah karena ulah ketua mereka itu.


Dua orang ini berusaha untuk meredam keributan dengan cara mengirimkan pidato ke semua anak muridnya yang kurang lebih berisi demikian.


"Jika tuan Sian Yang dan Naga Emas mati, kita sepatutnya berduka. Tapi sekarang hidup atau matinya mereka sejatinya tidaklah terlalu penting karena ketua kita jauh lebih kuat dari mereka yang sudah mati itu."


Ucapan ini jika dikeluarkan oleh pendekar golongan putih dan didengarkan oleh orang-orang segolongan, tentu selepas mulutnya terkatup nyawanya sudah pergi. Tapi karena yang bicara adalah orang sesat, pendengarnya pun tak lebih baik, maka mendengar ucapan ini semangat mereka kembali dan hilanglah rasa ngeri mereka. Digantikan dengan rasa bangga karena memiliki ketua yang bahkan jauh lebih kuat dari gurunya.


Memang jalan pikir orang-orang yang ada di sana sudah menyeleweng terlalu jauh.


Kegemparan tak hanya terjadi di Pulau Tulang Naga tempat Iblis Tiada Banding berada, tapi juga di markas para pejuang yang bertempat dekat ibukota kekaisaran Song.


Di sana juga terjadi kegegeran karena sebuah fenomena menggemparkan yang tersaji pada pagi hari itu.


Kejadian itu adalah, ditemukannya mayat menteri, ayah Kauw Jin itu yang tergantung di depan gerbang kediaman Zhang. Anehnya, bahkan para penjaga gerbang pun tak tahu siapa yang telah meletakkan mayat tersebut.


Zhang Hongli selaku pemimpin sementara menjadi kelabakan ketika banyak sekali pejuang yang datang dan minta penjelasan. Dia menegaskan bahwasannya keluarga Zhang sama sekali tak ada sangkut pautnya dengan hal itu. Tapi apa boleh buat, bukti sudah terpampang nyata dan bagaimana pun Zhang Hongli membela diri, tak ada yang mau percaya.


Ketika rombongan menteri yang dipimpin langsung oleh Kauw Jin, keluarga Zhang menjadi marah sekali dan menyambut mereka dengan sikap tak ramah. Orang-orang memberi jalan kepada rombongan itu agar memudahkan Kauw Jin bicara dengan Zhang Hongli.


"Keluarga Zhang, apakah kalian berniat mengejek kami!?" seru Kauw Jin dengan wajah memerah marah.


"Keparat busuk! Apa yang kalian lakukan!? Hendak memfitnah keluarga Zhang hah!?" tukas Zhang Hongli tak kalah garang.


"Mau mengelak? Bukti sudah jelas di depan mata dan keluarga Zhang akan bersikap pengecut!? Hei pemberontak, kau pantas mati!!"


Ucapan ini diiringi sebuah tanda kibasan tangan dari Kauw Jin yang menandakan kepada orang-orangnya untuk menyerbu. Sedetik kemudian, mereka sudah mencabut senjata dan menyerang keluarga Zhang yang sudah siap menyambut.


Ketika kediaman Zhang hampir berubah menjadi medan tempur, saat itu pula ada sebuah suara melengking bagai suara setan yang datangnya dari atas, disusul berkelebatnya sosok putih yang berhasil mengagetkan semua orang.

__ADS_1


"Ya, aku yang membunuh menteri pengkhianat itu!!!"


"Woaaa!!"


"Siapa itu!?"


Terdengar seruan-seruan kaget sekaligus heran ketika sesosok tubuh ramping berpakaian putih dan bertopeng putih pula, turun dari langit.


"Zhang Qiaofeng!!" seru Kauw Jin heran juga kaget.


"Aku yang membunuh ayahmu, kau mau apa hah!? Cari ribut di wilayahku? Ayo kita bertanding sampai laksaan jurus kalau kau mampu!"


...****************...


Untuk memperjelas serangkaian kejadian tersebut, marilah kita lihat keadaan Kauw Jin kemarin malam saat dia sedang berbincang-bincang dengan ayahnya


"Ayah, apa-apaan ini!? Sudah berpekan-pekan Zhang Qiaofeng hilang dan anak buah kita belum juga menemukannya! Apa kau benar-benar mencarinya!?"


Menteri yang sejak kecil memanjakan dan selalu menuruti permintaan Kauw Jin itu, mengangkat muka dan menjawab, "Maafkanlah ayahmu ini Kauw Jin, tapi yakinlah sebentar lagi dia akan ketemu."


"Brakk!!" terdengar meja digebrak dengan keras sekali sampai membuat bekas telapak tangan yang dalam.


"Dari dulu-dulu kau selalu bicara seperti itu! Mana buktinya!?"


"Sabarlah.....pasukan kita masih berusaha keras untuk mencari..."


"Pembual!"


"Plak!" sebuah tamparan keras mendarat di pipi kiri menteri itu dan membuatnya terpelanting sambil mengaduh-aduh.


"Kalian semua, keluar!!" bentak Kauw Jin kemudian kepada para pengawal yang memandang terbelalak dengan muka pucat.


Berturut-turut para pelayan itu membalikkan tubuh dan pergi dari sana tanpa banyak cakap lagi. Lalu terlihat seringaian pada mulut Kauw Jin yang membuat ayahnya bingung sekali.

__ADS_1


"Kauw Jin....?" gumamnya lirih karena belum pernah melihat anaknya berekspresi seperti itu.


"Yah...perdana menteri, sepertinya kau sudah tak berguna lagi. Informasi yang kau berikan selalu tak penting dan kau tak bisa mengabulkan permintaanku..." ucap orang ini membuka topeng kulitnya dan terbelalaklah perdana menteri.


"Kau....A Xin...!!"


"Kenapa, terkejut? Anakmu sudah mati sejak dulu. Kau sama sekali tak heran sifat anak manjamu itu berubah huh?" ujar Kauw Jin yang ternyata adalah A Xin itu. Wajah paruh bayanya menampakkan seringaian iblis mengerikan.


"Agar kau bisa berguna, maka matilah demi kelancaran Iblis Tiada Banding."


"T-tunggu....Aaahhhh!!"


Terdengar pekik kematian ketika A Xin mengayunkan tangannya untuk membuang nyawa perdana menteri itu. Teriakan ini tentu mengejutkan seluruh penghuni rumah perdana menteri. Saat beberapa pengawal memasuki ruang itu, A Xin sudah kembali memakai topeng Kauw Jin dan bersandiwara sedemikian rupa.


Singkat cerita, dia menuduh bahwa ayahnya diculik oleh pendekar berpakaian keluarga Zhang dan dia sama sekali tak sempat bertindak. Padahal sejatinya mayat menteri itu ia sembunyikan di dalam lemari.


Lalu pada tengah malam, diam-diam dia keluar rumah membawa mayat itu dan pergi ke kediaman keluarga Zhang. Para penjaga gerbang yang masih terjaga tak dipedulikannya dan dia segera menggantung mayat itu di depan gerbang.


Mengapa para penjaga tidak sadar? Karena posisi penjaga tidak berada tepat di depan gerbang, mereka ada dalam pos yang berdiri beberapa langkah dari gerbang. Sehingga tak mengetahui kedatangan A Xin atau pun mayat itu.


Sedangkan mayat itu, letakkan cukup tinggi di atas gerbang. Sehingga para penjaga terhalang tembok yang ada di atas gerbang, dan mayat itu hanya mampu di lihat dari luar.


Maka dari itulah, pagi harinya keadaan geger karena salah satu anggota Zhang yang pergi keluar mengetahui mayat yang tergantung itu.


Bersamaan dengan ini, Zhang Qiaofeng sudah menyelesaikan latihannya bersama kakek Chong San dan pulang ke kediaman. Kebetulan sekali saat itu kakeknya dan Kauw Jin sedang terjadi keributan.


Maka setelah mengawasi dan mengetahui duduk permasalahannya, Zhang Qiaofeng yang telah mengetahui identitas asli Kauw Jin itu segera melompat dari atas genteng dan membentak.


"Ya, aku yang membunuhnya!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2