Pendekar Hantu Kabut

Pendekar Hantu Kabut
Bab 247. Tanda Pengenal Zhang


__ADS_3

Cukup banyak informasi yang didapatnya selama dia tinggal menjadi seorang pelayan di markas Iblis Tiada Banding. Tak jarang dia merasa gugup ketika malam hari menggali informasi dengan cara menguping pembicaraan-pembicaraan orang-orang seperti yang dilakukannya kemarin.


Xin Kiu, orang ini adalah sosok yang bertindak secara pasif di dalam organisasi Iblis Tiada Banding. Hanya jadi pelayan saja yang seakan mondar-mandir ke sana ke mari dengan segala keperluannya. Tapi jika orang tahu bagian dalam kamarnya, maka dia akan terkejut sekali.


Di dalam kamar itu nampak biasa seperti kamar pelayan pada umumnya. Berdinding batu sederhana, kasur yang sedikit keras dan bantal yang dalamnya berisikan tumpukan jerami. Cukup layak ditinggali karena selain tempatnya bersih, juga pada malam hari di sini cukup hangat.


Akan tetapi ada sebuah buku yang selau disimpan Xin Kiu di dalam sarung bantalnya. Buku yang lumayan tebal itu berisi segala informasi yang didapatnya selama ini. Termasuk kemungkinan Sian Yang yang telah memanfaatkan murid serta bawahannya.


Xin Kiu ini juga diam-diam menyelidiki tentang Lin Tian. Entah itu masa lalunya, darimana dia berasal, atau kekuatan sejatinya. Tapi seberapa keras pun dia berusaha, yang dia tahu hanyalah soal di masa dahulu, Lin Tian memiliki julukan Pendekar Hantu Kabut. Selebihnyaa dia sama sekali tak tahu apa-apa.


Di lubuk hatinya mengatakan bahwa Lin Tian ini sedikit berbeda dari orang lain di Iblis Tiada Banding ini. Entah kenapa, dia merasa demikian.


Dan pagi ini, ketika A Jiu serta saudara-saudaranya diutus keluar pulau untuk melakukan tugas biasa, yaitu menyelidiki kekaisaran Song, Lin Tian dipanggil oleh Zhang Heng.


"Lin Tian, entah kenapa semua omonganmu waktu itu benar. Firasatkan makin hari makin tak nyaman."


"Apa maksudmu?"


"Soal guru, yang hanya memanfaatkan kita demi mencapai cita-citanya."


Diam-diam Lin Tian tersenyum dalam hatinya, sedikit banyak sudah berhasil untuk membelokkan keyakinan Zhang Heng.


"Jadi? Apa yang ingin kau lakukan?"


Zhang Heng nampak berpikir, dia memandang Lin Tian penuh perhatian dan dari sorot matanya itu sedikit nampak keraguan. Tapi dengan kepalan tangan erat, Zhang Heng mencoba meyakinkan hatinya.


"Guru dan para pengawalnya itu....harus dibunuh, mereka ancaman."


Tanpa terasa, Lin Tian menyunggingkan senyumnya dan menunduk, "Baik..."


"Terserah siapa yang akan kau bawa untuk membantu, yang jelas jangan sampai mereka tahu ini perintahku."


"Baik..." jawabnya lagi.


Dan saat itu, Xin Kiu juga sudah menguping semuanya dan diam-diam ingin membantu Lin Tian. Entah Lin Tian musuh atau bukan, tapi jika Sian Yang mati maka kekuatan Iblis Tiada Banding berkurang jauh.


...****************...

__ADS_1


Lin Tian sudah tahu banyak akan segala informasi di dalam Iblis Tiada Banding, salah satunya adalah tujuan dari dua perkumpulan hitam, Hati Iblis dan Pedang Hitam.


Perkumpulan besar macam mereka yang angkuh itu mana mungkin mau tunduk secara sukarela di bawah pimpinan Iblis Tiada Banding yang waktu itu masih dipimpin Sian Yang. Tentu saja mereka tak sudi!


Maka dengan bergabung Iblis Tiada Banding, harapan mereka organisasi ini dapat mengumpulkan orang banyak yang nantinya ketika waktu sudah tepat, dua perkumpulan ini akan melawan Iblis Tiada Banding dan mengambil alihnya. Untuk sementara waktu Kiam Bong dan Xu Cin Keng sudah sepakat untuk kelak meruntuhkan Iblis Tiada Banding.


Yang mengetahui hal ini adalah Lin Tian dan Xin Kiu seorang, karena sejatinya dua orang itu adalah mata-mata.


Seperti halnya pada suatu pagi, Kiam Bong dan Xu Cin Keng sedang bercakap-cakap di hutan dekat markas Pedang Hitam. Lin Tian yang menyadari ini segera datang untuk menguping.


Tapi sayang sekali tak ada percakapan yang berarti, mereka bedua hanya membicarakan masalah sehari-hari dan yang paling banyak dibicarakan adalah keluh kesah karena kenakalan murid kesayangannya.


Ketika Lin Tian hendak pergi dari sana, matanya secara tak sengaja menangkap seseorang yang juga sama sepertinya, menguping dengan bersembunyi di balik pohon.


Ketika diperhatikan, ternyata orang itu berpakaian pelayan yang sering dilihat Lin Tian.


"Bukankah dia pelayan yang diambil paksa dari desa sekitar?" gumamnya.


Merasa ada yang janggal, Lin Tian meloncat menghampiri orang itu dan segera mendekapnya. Kemudian tanpa berkata lagi dia membawanya pergi dari sana.


"Aduh!!"


"Apa yang kau lakukan di sana? Menguping pembicaraan orang-orang sepuh?"


Orang itu yang tak lain adalah Xin Kiu mengusap kepalanya yang sakit terbentur tanah, dia mengangkat kepala untuk memandang siapa yang telah bicara padanya.


Sontak hal itu membuat wajahnya memucat dan terkejut sekali. Kiranya yang datang adalah Lin Tian, seorang yang dikenalnya sebagai Pendekar Hantu Kabut. Maka dengan nekat, dia mengambil pisau yang selalu tersembunyi di balik jubahnya untuk menusuk Lin Tian.


"Arrghh!" Xin Kiu melompat dan melakukan gerakan menusuk.


Terkejutlah Lin Tian, melihat gerakan itu, jelas sekali bahwa itu adalah ilmu silat! Seorang pelayan di Iblis Tiada Banding sama sekali tak punya ilmu silat. Maka dia pikir untuk coba-coba terhadap Xin Kiu ini.


Lin Tian terus menghindar, sama sekali tidak menangkis atau balas menyerang. Matanya yang tajam itu terus mengamati setiap gerakan Xin Kiu yang selalu tepat pada titik vital.


Cukup hebat, pikir Lin Tian. Hanya saja yang dilawan adalah dirinya, maka tentu saja ilmu semacam itu tak akan mempan.


"Cukup!" bentak Lin Tian mencekal tangannya dan membanting tubuh Xin Kiu.

__ADS_1


"Siapa kau, mata-mata kekaisaran Song?"


Masih dalam keadaan rebah dengan punggung sakit, Xin Kiu melotot marah ketika menjawab, "Bubuh saja aku!!"


"Jawab dulu aku!"


Mereka saling pandang untuk beberapa lamanya, namun baik Lin Tian maupun Xin Kiu sama sekali tidak ada yang berkata-kata. Merasa sebal, Lin Tian menarik bangun Xin Kiu seraya berkata.


"Ikut aku!"


"Kemana?"


"Ikut dulu! Kau ini anggota kekaisaran kan?"


"Apa, kau mau melaporkanku pada Zhang Heng? Tidak sudi! Lebih baik aku mati terhormat di sini!"


Namun Lin Tian hanya diam dan mendengar jawaban itu makin yakinlah hatinya bahwa dia memang anggota kekaisaran. Tangannya menarik paksa tangan Xin Kiu yang tadinya hendak menusuk leher sendiri.


"Kau akan terkejut melihat ini..."


Lin Tian membawa menuju kediamannya yang sedikit terasing, di tengah hutan. Memang hal inilah yang diminta Lin Tian waktu itu karena sejatinya pemuda ini tak mau dekat-dekat dengan para manusia iblis itu.


Lin Tian membawanya menuju belakanga rumah, kemudian dia menggali tanah yang ada di sana dan mengeluarkan sesuatu yang dibungkus kain coklat. Ketika dibuka, Xin Kiu berseru kaget sekali.


"Ini....tanda pengenal keluarga Zhang! Bagaimana kau bisa memiliki ini? Dan lagi, ini tanda pengenal yang sama persis milik nona Zhang!"


Xin Kiu memucat saking terkejutnya, melihat itu Lin Tian tersenyum.


"Agaknya kita berada pada pihak yang sama. Kau bertugas demi kekaisaran Song, dan aku di sini demi keluarga Zhang."


Rongga mulut Xin Kiu terbuka lebar sambil matanya melotot, "Kau....kau...."


"Aku Pendekar Hantu Kabut dari keluarga Zhang. Tak ada yang mengenalku saat ini karena mereka menganggap aku sudah mati."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2