Pendekar Hantu Kabut

Pendekar Hantu Kabut
Bab 265. Kedok A Xin


__ADS_3

Kauw Jin yang sejatinya adalah A Xin itu mengerutkan kening tanda keheranan dengan ucapan lantang tak kenal takut dari Zhang Qiaofeng barusan. Dia heran sekali karena sejauh ingatannya, dia sendiri lah yang telah membunuh perdana menteri. Tapi kenapa gadis yang sudah berpekan-pekan hilang ini begitu muncul tiba-tiba meneriakkan kalimat mengagetkan seperti itu? Benar-benar tak habis pikir.


Keterkejutan juga melanda pihak keluarga Zhang yang segera ricuh akibat seruan-seruan kaget. Terutama sekali Zhang Hongli, Minghao dan Hantu Merah yang dibalik rasa terkejutnya, tersirat kegembiraan karena mengetahui nona mereka selamat.


"Nah, kalian mau apa jika sudah tahu akulah tukang bunuh menteri itu!" tantang Zhang Qiaofeng sambil berkacak pinggang dan melemparkan tatapan tajam kepada rombongan Kauw Jin.


Orang-orang dari keluarga penguasa lain atau pun para pejuang yang tadi datang untuk meminta penjelasan kepada keluarga Zhang menjadi makin heran dan tak paham. Setahu mereka, nona Zhang ini akan menikah dengan Kauw Jin, tapi kenapa malah gadis itu membunuh calon mertuanya? Walaupun empat keluarga itu sangat tidak suka jika nona Zhang menikah dengan Kauw Jin yang arogan.


Tak ada jawaban dari mulut pengikut Kauw Jin itu, kecuali hanya tatapan ngeri dan kaget karena merasa ada perbedaan dalam diri Zhang Qiaofeng.


Melihat ini, buru-buru Kauw Jin berkata lantang, "Ah, kiranya calon istri yang belum juga dipinang sudah durhaka. Kau kah pembunuh ayahku? Bagus, kalau begitu tak perlu untukku repot-repot mengobrak-abrik keluarga bututmu ini!"


"Keluarga butut mana yang kau maksud!"


Berbarengan dengan lengkingan nyaring Zhang Qiaofeng, dia menghentakkan kedua tangan ke depan dan menyambarlah hawa dingin luar biasa. Kauw Jin yang sadar akan bahaya cepat-cepat menangkis dengan hawa saktinya.


"Breesss!!"


"Aaarghh!"


Pekik Kauw Jin terpental beberapa langkah ke belakang dengan dada nyeri. Diam-diam dia terkejut sekali akan kekuatan Zhang Qiaofeng yang sudah meningkat drastis.


"Sial, apa ini? Salahkah indera perasaku? Ini hawa sakti!" hati Kauw Jin bergejolak penuh kekagetan.


Belum juga dia bangkit, matanya menangkap kelebatan bayangan putih yang tahu-tahu sudah berada di depan matanya. Ketika dia hendak melempar tubuh ke belakang, tangan Zhang Qiaofeng sudah lebih dulu bergerak untuk menggapai kulit mukanya.


"Sreet!"


"Aahhh!" kembali Kauw Jin berteriak kaget juga kesakitan saat topeng kulit yang dipakainya ditarik paksa oleh gadis tersebut. Karena daya tarik yang tak main-main dan juga kasar, membuat kulit di beberapa bagian wajahnya lecet.


"Wahh...siapa kau!!" seru salah seorang prajurit bawaan Kauw Jin.


"Kauw Jin memakai topeng? Siapa dirimu!? Dimana Kauw Jin!!" Zhang Hongli ikut pula berteriak marah.


A Xin yang sudah terbuka kedoknya gelagapan dan mencoba sebisanya untuk menutupi muka dengan kerah baju yang dinaikkan. Tapi percuma saja ia lakukan karena semua orang sudah melihat. Apalagi saat ucapan Zhang Qiaofeng yang berhasil mengagetkan hatinya untuk ke beberapa kalinya.

__ADS_1


"Dia bukan Kauw Jin dan Kauw Jin sudah mati entah kapan. Dia ini adalah A Xin, satu dari lima pendekar sejati Iblis Tiada Banding!"


Tempat itu menjadi ricuh kembali oleh sorak sorai orang-orang yang setengah tak percaya. Bahkan ada yang mengatakan kalau Zhang Qiaofeng ini membual saja.


"Kalau tak percaya, lihat ini! Matikah dia?"


Bentaknya disusul kibasan tangan kiri yang bertujuan menampar pelipis A Xin. Tamparan ini penuh dengan hawa sakti sehingga jika kakeknya sekalipun, akan binasa seketika karena serangan ini tak cukup ditangkis hanya dengan tenaga dalam.


Namun karena tak mau mati cepat, A Xin terpaksa menunjukkan identitasnya. Karena cepatnya tamparan itu, tak sempat dia menghindar dan harus memapak tangan mulus Zhang Qiaofeng.


"Plak!"


Suara nyaring terdengar oleh mereka semua dan tubuh A Xin melintir sebelum terjengkang. Tapi dia sama sekali baik-baik saja kecuali meringis kesakitan dan memegangi tangan kanannya.


"Ugh...gadis sialan!!" umpatnya sambil menahan rasa nyeri di tangan.


Tapi saat itu, orang-orang yang hadir di situ sudah terbelalak dan melongo lebar. Benar-benar hal yang di luar dugaan. Pikir mereka.


"Hei kalian, apakah Kauw Jin majikan kalian itu sekuat ini. Tamparanku cukup keras untuk menghancurkan batu setinggi itu!" ujarnya kepada rombongan Kauw Jin sambil menunjuk gerbang kediaman yang setinggi kurang lebih empat lima meteran.


Setelah menoleh kearah yang ditunjuk Zhang Qiaofeng, rombongan Kauw Jin itu menelan ludah susah payah dan salah satu dari mereka memberi penjelasan. "Seingat saya, tuan Kauw Jin akan langsung tewas andaikata tamparan nona mengenainya seperti itu."


Diam-diam mereka membenarkan setiap kalimat yang terucap dari mulut gadis tersebut. Jika memang ada orang yang menyamar sebagai Kauw Jin, di masa seperti ini, apalagi tujuannya kalau bukan untuk sesuatu yang buruk.


Maka mulailah orang-orang mencabut senjata dan mengurung dari segala sisi. Sikap mereka mengancam dan sangat tidak bersahabat. Dengan Zhang Qiaofeng di bagian paling depan dan Hantu Merah yang menjaga di kanan kiri gadis tersebut, A Xin benar-benar tak ada jalan keluar.


"Iblis Tiada Banding keparat!!"


"Kau sudah tak ada jalan kabur lagi!"


"Keparat! Keluarga Zhang bajingan!" A Xin mulai jeri dan matanya melirik sana-sini untuk mencari jalan kabur. Tapi nihil, pengurungan banyak orang ini benar-benar rapat.


Dia memang seorang pendekar sejati, dan yakin bisa mengalahkan semua orang ini tanpa kesulitan. Tapi yang menjadi hambatan adalah, adanya Zhang Qiaofeng yang ia tahu telah pula mencapai tingkat pendekar sejati. Entah bagaimana caranya, tapi dia yakin benar jika gadis itu sudah jauh lebih kuat dari yang dulu.


Maka dengan nekad, dia menujukan pandangannya kepada Zhang Qiaofeng dan membuat keputusan untuk mati membawanya sekalian. Dia berseru nyaring lalu mencabut pedang dan menubruk gadis tersebut.

__ADS_1


"Pergilah ke neraka!!" serunya marah.


"Kalian mundur, berjaga dari jauh. Biar aku yang menghadapi!" ujar Zhang Qiaofeng yang segera mencabut sepasang belatinya dan menangkis serangan A Xin.


Pertarungan berlangsung sengit dan seru, orang-orang yang sebelumnya hendak membantu, terpaksa mundur jauh karena sambaran angin yang ditimbulkan akibat pertarungan itu sungguh bukan main-main.


Ada dua puluh meter lebih jauhnya orang-orang itu menonton, dan tahu akan alasan nona Zhang itu yang menyuruh mereka mundur bukan semata-mata hendak menyombongkan diri atau meremehkan kekuatan mereka, tapi memang pertarungan ini di luar jangkauan mereka semua.


"Inilah pertarungan antar pendekar sejati..." gumam Zhang Hongli yang serasa bernostalgia akan pertempuran Raja Dunia Silat dahulu.


Zhang Qiaofeng mulai mampu mendesak A Xin yang menjadi kerepotan juga makin marah. Hal ini tentu pula ada dasarnya. Karena gadis itu mainkan ilmu keramat yang bernama Pedang Teratai Putih, ilmu daripada kitab keramat milik keluarga Cin.


Awalnya dia sedikit ragu untuk mempelajari ilmu ini karena merasa seperti pencuri. Tapi karena bujukan Chong San, juga karena dia sudah memiliki tiga ilmu lain yang juga merupakan ilmu keramat, terutama sekali obsesinya untuk menandingi Lin Tian, maka dia akhirnya mempelajari ilmu pedang ini.


Hebatnya adalah, Chong San mengajarkan ilmu pedang Teratai Putih ini kepada Zhang Qiaofeng dengan bersenjatakan belati. Dia merubah ilmu pedang ini sedemikian rupa sampai membuatnya cocok dengan belati. Maka dari itulah, permainan belati gadis tersebut amat luar biasa dan sinarnya bergulung-gulung memberi ancaman maut terhadap lawan.


Mencapai jurus ke tiga puluh, agaknya A Xin sudah tak mampu bertahan lebih lama. Dia menyabetkan pedangnya ke pinggang Zhang Qiaofeng yang dengan tepat ditangkis menggunakan belati kiri. Saat itu, A Xin sudah pasrah karena belati kanan meluruk cepat menuju tenggorokannya.


"Mati aku."


"Caappp!!"


"Aargghh!!"


Diiringi jerit kematian yang mengerikan, tubuh A Xin terkulai lemas dan ambruk dalam keadaan tak bernyawa.


Sejak hari itulah kegemparan terjadi di wilayah kekaisaran Song ini. Hal yang mengejutkan akan perdana menteri yang ternyata bersekongkol dengan Iblis Tiada Banding, dan ternyata Kauw Jin yang selama ini mereka kenal adalah wujud penyamaran A Xin.


Bahkan kaisar sendiri tak tahu akan hal itu. Dia benar-benar merasa lalai akan tugasnya sebagai kaisar.


Tapi yang paling membuat semua orang bingung adalah.


"Lalu bagaimana pernikahan nona Zhang dan Kauw Jin?"


Itulah kalimat tanya yang selalu terdengar di kedai-kedai makan pinggir kota.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


BERSAMBUNG


__ADS_2