Pendekar Hantu Kabut

Pendekar Hantu Kabut
Bab 204. Kekuatan Asli Pendekar Sejati


__ADS_3

"Siapa berani mengganggu!!"


Bentak Ang Lin yang sudah bangkit berdiri. Rahang bawahnya patah, membuat ucapannya sedikit aneh. Begitu bangkit, matanya melotot dan melirik ke sana ke mari untuk menemukan sosok penyerangnya.


Akan tetapi bukannya menemukan orang yang diharapkan, dia malah menemukan kelima anggota wanita terkuatnya tewas dalam keadaan kepala pecah. Hal ini membuat Ang Lin mengumpat dan makin berang.


"Bajingan kalian orang-orang Zhang!" serunya yang sudah melesat maju cepat sekali.


"Nona mundur!" seru Fen Lian yang melempar tubuh Zhang Qiaofeng ke belakang. Lalu kelima Hantu Merah ini berdiri di hadapan Zhang Qiaofeng, berniat menahan serangan Ang Lin yang tentu saja hanya percuma.


Namun belum waktunya bagi Hantu Merah untuk musnah. Karena sesaat setelah gema suara bentakan Ang Lin menghilang, terdengar gema suara lain yang berhasil mengejutkan mereka.


"Tidak dulu tidak sekarang kau sama angkuhnya. Makan ini!"


Karena sudah terlanjur menubruk cepat, Ang Lin terlambat menyadari saat ada bayangan putih yang berkelebat cepat. Dan untuk kedua kalianya, sebuah tendangan berhasil mendarat dengan sempurna di pipi kanannya.


"Bugh!"


"Aaghh!!" teriak Ang Lin begitu tubuhnya melayang di udara dan menubruk dinding salah satu bangunan yang terbakar.


"Jika kau tanya siapa yang melakukan semua ini. Membunuhi orang-orangmu, maka jawabannya adalah aku!!" bentak orang tersebut yang ternyata adalah kakek sepuh.


"Kakek Kang Lim!" seru Yin Yin, sedangkan Lu Jia Li yang berdiri di sampingnya hanya mampu melebarkan mata karena terkejut.


Kang Lim menoleh dan memberikan senyum kepada keenam gadis itu. "Oh...kalian. Ambil ini dan berikan kepada nonamu." dia lalu melemparkan bungkusan kecil berisi pil obat.


"Dan....ini." ucapnya kemudian yang mengirim hawa kuat menuju tubuh Zhang Qiaofeng.


"Dess!"


Zhang Qiaofeng sedikit tersentak dengan sambaran angin itu. Namun sedetik kemudian dia merasakan tubuhnya sudah mampu untuk digerakkan lagi.


Kang Lim mengalihkan pandangannya ke arah Ang Lin lagi. Terlihat di sana kepulan debu akibat hantaman tubuhnya ke dinding mulai menipis sedikit-demi sedikit. Walaupun begitu, Kang Lim sama sekali tidak menurunkan kewaspadaan barang sedikit pun. Maka saat Ang Lin bangun dan balas menyerang, Kang Lim dengan mudah mampu menghadapinya.


"Kang Lim, kau selalu mengganggu!!" bentak Ang Lin mengirim serangan dahsyat.

__ADS_1


"Desss!"


Dua lengan tua penuh keriput namun kuat bertemu di udara. Menciptakan siur angin kencang yang mampu membuat tarian api kebakaran bergoyang lebih hebat lagi. Semakin lama pertarungan berlangsung, angin kencang yang timbul dari setiap benturan serangan juga semakin kuat.


Bahkan Hantu Merah dan Zhang Qiaofeng sampai menjauhi dua orang ini karena khawatir akan terkena dampaknya.


"Duar!!"


Kedua hawa pukulan beradu dan menciptakan ledakan besar yang berhasil menerbangkan puing-puing sekitar. Dua orang ini sama-sama termundur dua langkah.


"Heheh, aku ini seniormu, kenapa kau selalu bersikap tidak hormat?" tanya Kang Lim sambil terkekeh.


Ang Lin menginjak tanah dengan keras saking jengkelnya, membuat tanah itu hancur seketika. "Tak usah banyak basa-basi! Sekarang aku bukan lagi juniormu!" bentaknya dengan sinar mata beringas.


"Hehe...majulah..." Kang Lim memberi isyarat dengan tangannya agar Ang Lin maju menyerang.


Kembali dua orang ini bertempur dengan hebat. Dua orang pendekar sejati berbeda golongan ini memang benar-benar seperti iblis, kekuatan mereka di luar nalar.


Saat ini pertempuran menjadi lebih mengerikan lagi. Keduanya mengerahkan tenaga sepenuhnya sehingga potensi dari seorang pendekar senjati benar-benar terlihat jelas.


Sebenarnya itu adalah perintah Hantu Merah Yin Yin yang menyuruh mereka melihat di kejauhan. Kenapa bukan Zhang Qiaofeng yang menurunkan perintah? Hal itu karena dia masih seperti orang ling lung setelah melihat senyum orang misterius tadi.


"Booomm!!"


Tepat menyentuh jurus keseratus, pertarungan dua pendekar sejati ini mencapai puncaknya. Serangan kedua lengan Kang Lim dengan telak berhasil menghantam dada kanan dan kiri Ang Lin. Membuat isi dada itu terguncang keras sekaligus memecahkan jantung dan paru-parunya.


Tanpa mampu berteriak dan hanya menunjukkan ekspresi wajah kesakitan hebat, Ang Lin terlontar jauh ke belakang dan menghantam dinding bangunan terbakar. Membuat tubuh yang sudah jadi mayat itu menjadi bahan bakar api.


"Inikah pendekar sejati...?" gumam Song Qian tak percaya.


Setelah pertarungan selesai, ternyata baru terlihatlah dampak pertarungan yang sangat mengerikan. Di sekeliling Kang Lim sejauh sepuluh meter, tanah sudah rata tanpa satu pun bangunan.


Semua rumah di sekelilingnya sudah hancur lebur akibat dahsyatnya pertarungan mereka. Namun ada satu orang yang nampak tak terpengaruh setelah pertarungan itu mereda.


Dia adalah Zhang Qiaofeng yang saat ini sedang istirahat dengan berbaring di paha Fen Lian. Tatapannya masih kosong sambil mulutnya terus bergumam lirih.

__ADS_1


"Bukan....bukan kakek itu yang menolong kita....bukan dia...."


Sedangkan Kang Lim yang masih berdiri kokoh itu memandang mayat Ang Lin yang terbakar dengan tatapan sulit diartikan. Tak lama setelah itu, dia menggelengkan kepala sambil mulutnya bergumam.


"Mengecewakan...kau membuat harapan guru hanya sia-sia belaka...."


...****************...


"Tidak, aku yakin sekali dia Lin Tian!! Memangnya siapa di keluarga ini yang lebih mengenalnya selain aku dan kakek!? Siapa yang pernah lihat Lin Tian senyum!!?"


Gadis itu membentak-membentak marah kepada Hantu Merah dan para tetua.


"Aku...jarang sekali lihat dia senyum selain kepada nona."


"Aku bahkan tak pernah melihatnya."


Terdengar orang-orang di sana berbisik-bisik. Memang mereka ini adalah orang-orang yang sangat jarang sekali melihat senyum terukir di bibir pemuda itu. Mereka sering kali melihat wajah asli Lin Tian, namun dengan ekspresi yang tak jauh beda dengan topeng miliknya.


Zhang Hongli mendekati gadis itu dan memegang pundaknya, "Tenangkan pikiranmu Feng'er..."


"Bagaimana aku bisa tenang!? Aku yakin mataku ini tidak berbohong! Aku melihatnya!" Zhang Qiaofeng bersungut-sungut.


Semua orang memandang Zhang Qiaofeng dengan tatapan iba. Mereka semua sudah tahu akan "kegilaan" nona mereka. Dan agaknya sekarang sedang kumat.


"Baiklah...baiklah...." Zhang Hongli mengalah.


Kemenangan berhasil didapatkan keluarga Zhang dalam pembasmian ini. Hanya sepuluh orang dari pihak Zhang yang tewas dalam pembasmian distrik merah, hal ini membuktikan betapa mengerikannya pasukan keluarga Zhang ini.


Ang Lin si pendekar sejati golongan hitam berhasil ditumpas oleh Kang Lim. Namun kakek aneh itu tiba-tiba menghilang setelah membunuh juniornya.


Setelah distrik merah diratakan, kaisar Song mengirim pasukannya untuk mengurus mayat-mayat dan puing-puing di sana.


Semua berjalan sesuai rencana dan mendapat hasil memuaskan. Hanya ada satu perubahan yang terjadi, yaitu akan Zhang Qiaofeng. Agaknya kegilaannya makin tak karuan setelah melihat sosok penolongnya itu...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2