Pendekar Hantu Kabut

Pendekar Hantu Kabut
Bab 261. Tugas Lin Tian


__ADS_3

Apa sebenarnya tugas yang diberikan Zhang Heng kepada Lin Tian dan A Yin? Supaya lebih jelas, marilah kita ikuti kisahnya sebelum kematian dua kakek Kiam Bong dan Xu Cin Keng.


Siang hari itu, Lin Tian tiba-tiba didatangi seorang pengawal yang menyampaikan pesan bahwasannya ketua mereka menyuruh dia untuk memanggil Lin Tian ke ruangannya. Walaupun bingung, tapi akhirnya Lin Tian tetap datang.


Saat pemuda itu sudah tiba di ruangan Zhang Heng, ternyata di sana sudah terdapat empat orang lainnya. Yaitu A Jiu, A Liu, A Yin dan A Tong. Keempatnya seolah sudah menunggu kedatangan Lin Tian.


Zhang Heng menyuruh Lin Tian duduk di tempatnya dan terdengar pria itu buka suara. "Lin Tian, kau tak tanya urusan apa yang membuatku memanggilmu kemari?"


"Untuk apa bertanya? Nanti pun aku akan tahu." jawab Lin Tian yang terkesan acuh, padahal lawan bicaranya ini adalah ketua. Tapi sama sekali tak ada yang mempermasalahkan hal itu karena kondisi Lin Tian yang sedikit "berbeda". Zhang Heng pun tak mempermasalahkan.


"Benar omonganmu, kalau begitu biar kujelaskan sekarang."


Zhang Heng menarik nafas dalam-dalam sebelum dihembuskan dan lanjut berkata, "Pedang Hitam dan Hati Iblis, konflik mereka makin panas seiring berjalannya waktu. Karena itulah aku sudah putuskan, Kiam Bong dan Xu Cin Keng akan kumusnahkan dan dua perkumpulan itu di bawah kendali penuh Iblis Tiada Banding. Ada yang tidak setuju?"


"Setuju!"


"Ya benar, mereka benar-benar merepotkan!"


"Hanya mengotori nama Iblis Tiada Banding saja!"


Empat orang itu saling sahut untuk memberi komentar mereka kepada keputusan Zhang Heng. Agaknya hanya Lin Tian seorang yang terus bungkam dan tak tertarik dengan hal tersebut. Dia malah asyik sendiri dengan kuku-kuku jarinya.


"Benar kata kakak-kakak saya ketua, tolong ijinkan saya untuk memutus kepala mereka!" A Yin menyahut ketika bangkit berdiri.


Tapi wajahnya menampakkan sedikit kekecewaan saat Zhang Heng menimpali sembari mengibaskan tangannya. "Aku memiliki tugas lain untukmu dan Lin Tian, kalian tidak ikut bersamaku ke markas mereka berdua."


Lin Tian sontak menoleh dan seakan baru kali inilah perhatiannya tertarik dengan pertemuan ini. Dia menghentikan kegiatannya bermain kuku dan bertanya heran, "Memangnya apa yang harus kulakukan bersamanya?"


"Haha, kau memang tak pandai berbasa-basi. Baiklah kukatakan sekarang, dengar baik-baik. Lin Tian, aku yakin kepandaianmu sudah lebih mumpuni daripada Naga Emas, karena itulah kau kutugaskan untuk membunuhnya. Sedangkan kau, A Yin, bunuhlah guruku."


Jelas nampak raut keterkejutan di wajah mulus A Yin, "Anda ingin membunuhnya?"


"Benar, bukankah sudah kita bicarakan beberapa waktu lalu? Guru bersama antek-anteknya itu merupakan ancaman besar." ujar Zhang Heng menegaskan.


Tak ada alasan bagi dua orang itu untuk membantah perintah Zhang Heng, bahkan Lin Tian diam-diam sangat menginginkan tugas ini.


Jujur saja ini semua adalah di luar rencananya, tak pernah awalnya dia berpikir akan mendapatkan tugas seperti ini. Karena itulah dia lekas bangkit dan berkata tegas.


"Baiklah, akan kulakukan." ucapnya singkat sebelum berbalik dan berjalan keluar ruangan.


...****************...


"Kau ini....apakah ketua itu keluargamu sendiri?"

__ADS_1


"Maksudmu?"


"Kenapa kau bicara kepada ketua seperti dengan teman dekat, tak ada hormat sama sekali."


"Biarlah, lagipula tak ada yang mempermasalahkan hal itu. Untuk apa dibesar-besarkan?"


A Yin memandang pemuda di sebelahnya yang selalu nampak acuh dan pendiam itu dengan pandangan penuh tanya. Bagaimana bisa bocah ini demikian santai setiap kali berhadapan dengan ketua? Pikirnya yang tak habis pikir.


"Di situ kan tempatnya." ujar pemuda itu yang mengejutkan A Yin dari lamunannya dan sontak menoleh untuk menemukan sebuah rumah besar dan megah di pinggir sungai.


"Benar, ingin turun sekarang?"


"Kenapa tidak, kau takut karena tempat ini berada dekat dengan markas?"


"Heh, siapa takut? Seharusnya akulah yang menanyakan itu padamu!"


"Swush–swush!"


Secepat kilat dua orang ini sudah lenyap dari tempat tersebut, digantikan dengan debu-debu berterbangan dimana tadi mereka berdiri. Menggunakan ilmu lari cepatmya, Lin Tian dan A Yin seakan berlomba untuk cepat-cepat sampai di kediaman Sian Yang yang nampak tenang itu.


"Baiklah, ayo mulai. Hiaaa!!" pekik Lin Tian mengerahkan ilmu silat Halimun Saktinya. Menciptakan kabut-kabut tebal yang lekas menggebrak pintu utama dan membuatnya jebol seketika.


Sesaat setelah itu, A Yin segera masuk dari pintu tersebut dan mengeluarkan senjatanya yang hebat sekali. Sebua pecut hitam yang lentur dan setajam pedang. Senjata ini ia sembunyikan di balik ikat pinggang yang berbahan sutra mahal.


"Haaaaa!!"


"Brakk–braaakk–gubraakk!"


Guci, patung, kursi-kursi mahal dan lukisan indah hancur berantakan begitu kena cium pecut A Yin.


"Keparat!! Setan mana berani buat onar!?"


Terdengar bentakan keras dari dalam sana disusul dengan menyambarnya sebuah angin pukulan yang langsung tertuju ke kepala A Yin. Wanita cantik ini hanya tersenyum miring sambil miringkan sedikit kepala untuk mengelak.


"Lin Tian!" ujarnya memberi tanda pada Lin Tian.


"Hiaaaa!!" pemuda itu lantas berseru dan melawan angin itu dengan pukulan dinginnya. Ia kerahkan hawa Yin ke tangan kanan dan dengan telapak terbuka, dia melawan angin tersebut sekuatnya.


"Desss!!"


Hawa dingin memenuhi seluruh ruangan bersamaan dengan sebuah angin puyuh yang menambah porak-poranda ruangan. Bahkan A Yin terpaksa melompat sedikit jauh untuk menghindarkan diri dari tangan patung yang hampir menamparnya.


Debu-debu mengepul tebal, tapi Lin Tian beserta penyerangnya tadi segera mengerahkan tenaga untuk menyapu debu-debu. Sedetik kemudian, tampaklah oleh mereka berdua seorang raksasa berambut emas dan wajah serta lengannya dipenuhi tato-tato merah.

__ADS_1


"Hahah, mana tuanmu!?" A Yin memanas-manasi Naga Emas yang berdiri marah.


"Ternyata kau, apa maumu sampai mengacau di kandang macan!?"


"Kandang macan? Heh, dialah macannya dan kau mengsanya! Lin Tian, hajar!!" A Yin tertawa-tawa dan menunjuk Naga Emas dengan jempolnya. Lin Tian menyeringai dan merenggangkan tubuhnya.


"Tanpa kau suruh!" ujarnya dan menjejak tanah untuk melesat mengirim tamparan mengarah wajah Naga Emas yang cepat mengelak dan balas menendang.


"Bugh–desss!!"


Lin Tian menangkis tendangan Naga Emas dan balas menyerang dengan tinjuan ke dada raksasa itu. Dengan kaget, Naga Emas mampu merasakan betapa tangan yang masih muda itu amatlah berat dan membuat dia terpental jauh sampai melesak ke dalam tembok.


"Tunggu apa lagi? Lakukan pekerjaanmu!" seru Lin Tian kepada A Yin yang masih enak-enak berdiri menonton pertandingan mereka berdua.


"Baiklah...baiklah....aku akan membawa kabar baik!" ujarnya santai dan berjalan masuk lebih dalam ke rumah Sian Yang.


Melihat A Yin sudah berjalan masuk, Lin Tian kembali mengarahkan pandangannya kepada Naga Emas yang bangkit berdiri susah payah. Dari sudut bibirnya mengalir darah segar yang segera diusapnya kasar.


"Bangsat kalian...tikus busuk! Pengkhianat!!"


"Hehe....ayo kita selesaikan...."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai Pembaca sekalian, selamat pagi/siang/sore/malam. Semoga kalian sehat selalu.


Di sini author ingin mempromosikan sebuah karya baru yang rencananya akan dirilis senin depan tanggal 27 Februari 2023. Novel baru ini masih berlatarkan tempat yang sama seperti novel Pendekar Hantu Kabut ini, hanya saja latar waktunya yang jauh berbeda.


Lebih jelasnya, inilah cover dan sinopsis cerita.



Sinopsis :


Dunia telah kacau, pusaka-pusaka milik pendekar kuno yang sangat legendaris konon telah muncul. Ratusan tahun lalu, ada lima orang tokoh pendekar yang kesaktiannya digadang-gadang menyamai para dewa.


Raja Dunia Silat, lima tokoh yang sempat menjagoi seluruh dunia persilatan dan tiba-tiba menghilang. Lalu saat ini, banyak rumor yang beredar bahwasannya tiga pusaka serta kitab dari lima orang itu telah ditemukan.


Ada pula berita menggegerkan lainnya akan keberadaan Sepasang Pedang Gerhana yang tiba-tiba muncul di dunia persilatan setelah ratusan tahun menghilang pula.


Sampai di sini, tak menutup kemungkinan bahwa Raja Dunia Silat generasi kedua akan lahir. Setidaknya seperti itulah dugaan semua orang.


Siapakah mereka? Para pewaris pusaka dan kitab-kitab itu? Hanya waktu yang dapat menjawab.

__ADS_1


Jangan lupa mampir ya, semoga karya ini bisa jadi lebih baik dari kisah petualangan Lin Tian😄🙏🙏


BERSAMBUNG


__ADS_2