
Zhang Qiaofeng berjalan santai saat memasuki wilayah kawasan hutan di luar ibukota. Dia berjalan seenaknya seolah tak sadar bahwa ada beberapa pasang mata yang mengawasinya dengan tatapan membunuh.
Kakinya berjalan satu-satu tanpa kuda-kuda atau kewaspadaan sedikit pun, tangannya melambai-lambai lemas seperti orang berjalan pada umumnya, bukan cara berjalan seorang pendekar. Melihat ini, para pengintai yang bersembunyi di balik bayangan itu malah makin bingung dan waspada.
Sesekali Zhang Qiaofeng menoleh ke kanan dan kiri, namun mulutnya masih tetap bungkam. Hingga kurang lebih satu jam berjalan, akhirnya dia tak sabar juga dan terdengar suaranya menyindir.
"Wah...suasana yang sangat nyaman, tidak panas tidak pula dingin. Tapi heran sekali, kenapa siang-siang begini banyak nyamuk?" ucapnya sambil mengibas-ngibaskan tangan ke segala arah.
"Sialan....!" geram seseorang dari para pengawas itu.
Kemudian dia memberi tanda kepada kawan-kawannya dan detik berikutnya, sepuluh orang berpakaian hitam-hitam menyambar dari balik semak pepohonan.
"Berakhir riwayatmu nona cantik!"
"Hiyaaaa!!"
Pedang, golok dan tongkat menghujam kearah Zhang Qiaofeng yang masih nampak tenang-tenang saja itu. Seseorang yang sadar jika sebentar lagi Zhang Qiaofeng akan menghindar, segera melompat dan menusukkan tombaknya dari atas sana. Menukik tajam bagai burung garuda menemukan mangsa.
"Tak ada jalan kabur lagi Zhang Qiaofeng!" seru orang bersenjata tombak dari atas sana.
"Aku tak bilang akan kabur!"
Gadis itu lantas merendahkan tubuhnya dan melakukan rotasi tendangan sampai tiga ratus delapan puluh derajat. Dengan telak kaki rampingnya menyapu sembilan pergelangan kaki pengurungnya dan membuat mereka terjungkal mengaduh-aduh.
Secepat kilat dia sudah bangkit berdiri dan mengarahkan telapak tangannya ke atas.
"Aku sambut dirimu!"
Tombak meluncur deras dan tepat sekali mengenai telapak tangan Zhang Qiaofeng. Akan tetapi betapa terkejut penyerang itu ketika tangannya merasa seolah-olah telah menusuk kapas yang lembut.
Sebelum kekagetannya hilang, lebih dulu nona Zhang ini mencengkeram ujung tombak dan membantingnya berikut orangnya.
"Akhh!!" orang itu muntah darah dan tulang punggungnya patah-patah.
"Siapa kalian?!"
Seruan Zhang Qiaofeng ini tak ada jawaban selain bentakan-bentakan dan suara berciutan dari senjata yang sudah kembali menerjang. Gadis ini mencebikkan bibir dan menggerakkan kaki tangannya.
"Aahh-Uaahh-Aagghh!"
Satu per satu dari mereka terpental sejauh beberapa meter begitu serangan Zhang Qiaofeng mendarat di tubuh mereka. Namun sama seperti tadi, orang-orang itu sudah bangkit dan menyerang.
"Iblis Tiada Banding! Beraninya kalian mengganggu tamu terhormat kami!"
Bentakan yang berasal dari tempat kejauhan namun terdengar amat jelas ini berhasil menghentikan niat awal sepuluh orang itu. Mereka sontak menghentikan langkah untuk menengok siapa adanya yang datang.
"Bugh-Bugh-Dess!"
__ADS_1
Tiga orang terpental saat ada tujuh bayangan hitam berkelebat dan sudah hadir di tempat itu. Tiga orang ini tewas seketika dalam keadaan dada membiru.
"Itu....pengawal pribadi kaisar!!"
"Nah, sekarang sudah pas tujuh lawan tujuh. Kalian jangan lari!"
Salah satu dari tujuh pria bercaping itu menoleh kearah Zhang Qiaofeng dan berkata hormat, "Mohon dengan sangat kepada nona Zhang agar lekas pulang, di luar amat berbahaya. Saya yakin keluarga anda akan khawatir."
"Terima kasih atas pertolongan tuan-tuan sekalian." Zhang Qiaofeng menjura hormat dan berkelebat pergi dari sana.
"Mata kaisar sungguh tajam, agaknya sekarang aku sudah mendapat kepercayaannya." bisik gadis tersebut dalam hati dengan perasaan girang.
...****************...
"Hiyaaahh!"
"Dess-Desss!"
Dua orang terpental jauh dan menghantam pohon kecil yang saat itu juga roboh seketika. Dua orang ini tewas dengan isi dada remuk.
"Interogasi dia." ucap salah satu pengawal kaisar menunjuk seseorang yang masih hidup.
Lekas saja satu dari mereka datang menghampiri dan menginjak dadanya dengan kasar. Dia menodongkan pedangnya ke leher saat bertanya.
"Siapa yang menjadi mata-mata kalian di istana?"
Orang yang ditanya itu melotot-lotot penuh amarah. Kemudian dia melakukan gerakan seperti menggigit sesuatu dan tak lama setelah itu tubuhnya berkelojotan.
"Bummm!"
Terjadi ledakan kecil dari tubuh orang yang hendak di interogasi tadi. Tujuh orang itu memandang terbelalak, tak disangka rasa kesetiannya terhadap Iblis Tiada Banding demikian besarnya.
"Sial, kita tak dapat apa-apa! Ayo pulang!"
Tujuh orang pengawal pribadi kaisar ini segera pergi dari sana meninggalkan sembilan mayat dan banyak sekali organ dalam manusia yang tercecer. Mereka tak peduli akan hal itu karena menganggap tak perlu memberi penghormatan pada jasad musuh.
"Demikianlah Yang Mulia, maafkan kami yang tidak mendapat satu pun informasi. Tapi yang jelas, nona Zhang baik-baik saja."
Kaisar Song mengangguk-angguk paham. Dia masih belum beranjak dari pondok di belakang istananya karena jujur saja khawatir akan keselamatan Zhang Qiaofeng.
"Sepertinya aku terlalu meremehkan gadis itu...." gumam kaisar.
"Kalian, tolong panggilkan Xin Kiu. Bawa kemari secepatnya!" perintah kaisar kemudian.
"Emh...maaf kaisar, kepala pelayan itu? Untuk apa?"
"Untuk kuutus menjadi mata-mata di markas Iblis Tiada Banding."
__ADS_1
"Apaaaaa!??"
...****************...
"Aahhh!"
"Bruk!"
Zhang Qiaofeng jatuh terlentang dan nafasnya ngos-ngosan. Topengnya sudah terlepas di pegang lawannya yang saat ini berdiri menyeringai sambil bertolak pinggang.
"Haha, nona Zhang yang manis, kenapa kau sulit sekali dijinakkan? Aku malah kasihan dengan Pendekar Hantu Kabut itu, mungkin dia mati karena kekeras kepalaanmu...." orang itu menggelengkan kepalanya perlahan.
Mendengar ini, mata Zhang Qiaofeng terbelalak dan memerah. Cepat dia bangkit dan mengeratkan pegangannya kepada sepasang belati senjatanya.
"Jangan pernah menghinanya!!"
Secepat kilat tubuhnya meluncur bagai anak panah lepas dari gendewa. Sepasang belati itu diarahkan ke depan menuju tenggorokan dan dada. Akan tetapi musuhnya ini dengan mudah mampu menyampok tangan kanan Zhang Qiaofeng yang mengarah tenggorokan dan menotok tangan kirinya.
"Lambat sekali!"
"Syut-tuk-tuk."
Cepat sekali gerakannya, tiba-tiba tangan kiri lawannya sudah menotok jalan darah di pundak kanan dan kiri. Membuat tangannya lumpuh dan lemas.
"Berlutut!" orang ini berseru dan dua kali kakinya menendang, kedua kaki Zhang Qiaofeng sudah tertotok dan terpaksa jatuh berlutut.
"Apa ini....pendekar sejati? Seingatku dia tidaklah sekuat ini....!!!" batin Zhang Qiaofeng menjerit-jerit.
Masih dengan tatapan tajam penuh kemarahan, dia mendongakkan kepala perlahan untuk melihat ekspresi lawannya. Ternyata dia sedang memasang tampang iblis dengan seringaian mengerikan.
"Apa yang akan kau lakukan?" Zhang Qiaofeng bertanya geram.
Orang itu lantas mencium topeng Zhang Qiaofeng dengan liar sekali, matanya bringas seperti seekor serigala menemukan mangsa. Menghirup aroma topeng itu dalam-dalam dan berhasil membuat Zhang Qiaofeng hampir muntah karena jijik.
"Tentu saja, menjadikanmu istriku."
Seketika wajah Zhang Qiaofeng memucat, mulutnya terbuka dan dia memaki, "Kauw Jin! Tak takutkah kau dengan kemarahan keluarga Zhang!! Keluargamu bisa kuhancurkan!"
"Simpan perkataanmu untuk nanti!" orang yang tak lain Kauw Jin itu membuang topeng Zhang Qiaofeng ke segala arah dan mulai menubruknya.
"Tok-Tok-Tok!" tiga kali terdengar suara tongkat bambu yang diketukkan nyaring sekali, Zhang Qiaofeng mampu mendengar ini dan entah kenapa pandangannya menggelap seketika. Sedangkan Kauw Jin yang sudah dikuasai nafsu, dia terus melanjutkan aksinya. Tak sadar bahwa terjadi kejanggalan pada kesadarannya.
Tiga hari tiga malam Kauw Jin menggauli Zhang Qiaofeng di sana tanpa menyadari kehadiran seseorang yang berdiri tak jauh dari sana. Matanya memancarkan kilat hijau terang tanda bahwa sihirnya terus menerus aktif.
Orang ini sudah sepuh sekali, memakai caping lebar dan jubah kuning sederhana yang sudah lusuh. Membawa tongkat di tangan kanan dan sudah tiga hari ini dia berdiri di sana memandang kearah dua orang itu.
"Dua hantu, yang satu sudah tak aktif dan satunya lagi sedang menjalankan aksinya. Tugas berikutnya, alur cerita ini akan semakin menarik. Hehehe....Kauw Jin, ah ataukah A Xin? Jangan terlalu memercayai matamu sendiri...." gumam orang itu terkekeh-kekeh.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
BERSAMBUNG