
"Baiklah Lin Tian, pelajaran pertama yang akan kau dapat adalah menghimpun hawa sakti. Kau tahu, di puncak ini sangatlah kaya dengan hawa sakti, sehingga aku tak mengijinkanmu untuk menyia-nyiakannya." ucap Wang Ling Xue memberi penjelasan.
Lin Tian hanya diam memperhatikan.
"Pertama, kau harus bermeditasi di luar sana sampai tubuhmu kuat."
Perkataan ini sedikit membuat Lin Tian heran, dahulu dia bahkan sudah tahan ketika menyentuh air di danau yang dinginnya teramat sangat itu, dan sekarang gurunya ingin dia bermeditasi di luar, bukankah terlalu mudah?
"Maaf guru, tapi dahulu saya sudah pernah kemari dan bermeditasi di tengah danau. Bahkan saya sudah mampu untuk menyentuh air danau tanpa masalah."
"Benar, itu dulu. Tapi ingat, saat ini kau bukan untuk menghimpun tenaga dalam, melainkan hawa sakti! Sebuah tenaga yang jauh lebih kuat dari tenaga dalam. Kau harus melatihanya!" tukas Wang Ling Xue.
"Lalu jika kau sudah tahan untuk bermeditasi di luar goa ini sampai berhari-hari, maka kau harus bermeditasi di dalam air danau. Tingkatan selanjutnya kau harus bermeditasi di tengah danau. Kau tahu? Di luar, di dalam dan di tengah danau suhunya berbeda-beda." lanjut Wang Ling Xue menjelaskan..
Tak perlu diberitahu pun Lin Tian juga mengetahui hal ini ketika pertama kali sampai di tempat ini. Sebenarnya dia juga bingung mengapa suhu danau dan darat bisa berbeda.
Karena rasa penasaran itulah maka dirinya bertanya, "Guru, kenapa suhu di luar dan di dalam danau sangat berbeda?"
"Aku pun tidak tahu pasti akan hal itu, mungkin hanya fenomena alam biasa, jangan terlalu dipikirkan."
Jawaban yang sama sekali tidak bisa menjawab rasa penasarannya.
Tiba-tiba Wang Ling Xue bangkit berdiri dan berjalan menuju salah satu tembok ruangan. Lin Tian bingung melihat hal itu, namun sedetik kemudian dia berseru kagum tatkala gurunya mmembuka tembok itu yang ternyata adalah pintu.
Di dalam sana, terdapat banyak sekali roti kering, sayur-sayuran, dan berbagai hal yang bisa dimakan. Lin Tian terkejut sekali karena tak menyangka akan ada gudang penyimpanan di ruang tertutup itu.
"Makanlah dulu sekenyangmu, setelah itu baru mulai latihan!" perintah Wang Ling Xue.
"Baik guru!"
__ADS_1
Lin Tian segera menghampiri tempat penyimpanan itu dan mengambil beberapa roti kering bersama buah-buahan. Dia memakannya dengan lahap karena walaupun hanya roti kering, namun ternyata rasanya enak juga.
Ketika sudah selesai makan, dia merasa kehausan dan mencari-cari air di dalam ruangan itu.
"Jika kau ingin minum, minumlah air danau. Selain untuk menghilangkan rasa dahaga, air itu juga bisa meningkatkan hawa saktimu. Di sisi lain, air itu juga bisa menjadi penawar untuk serangan berunsur panas." kata Wang Ling Xue tiba-tiba yang seperti mengerti apa yang dicari Lin Tian.
"Jika kau sudah selesai makan, keluarlah dan mulai latihan. Aku akan di sini dan mengecekmu dengan rutin." lanjutnya sambil membuka salah satu buku dan membacanya.
Tanpa banyak cakap lagi, Lin Tian melesat cepat keluar goa dan menghampiri danau. Dahulu dia sudah berhasil menyentuh air ini tanpa masalah, sehingga saat ini Lin Tian memiliki kepercayaan tinggi akan hal itu.
Tanpa ragu-ragu, dia mengatupkan kedua tangan dan menampung air danau di tangan itu. Saat air itu berhasil melewati tenggorokannya...
"Aaaaahhhh....apa-apaan air ini! Dingin sekali!"
Mendengar teriakan dahsyat ini, Wang Ling Xue hanya terkekeh geli.
...****************...
Lin Tian duduk bersila tepat di depan goa dimana gurunya berada. Sejak tiga hari ini, dia bahkan belum kuat untuk bermeditasi di sana lebih dari lima jam.
Hal itu sedikit banyak mampu membuatnya frustasi karena tidak pernah menyangka bahwa latihan menghimpun hawa sakti akan sesulit dan serumit ini.
Jika menghimpun tenaga dalam, Lin Tian hanya perlu merasakan hawa sekitar dan menyerapnya perlahan. Namun hawa sakti berbeda dan tidak sesederhana itu.
Udara atau hawa di sekitar Lin Tian, baik panas maupun dingin akan masuk ke tubuh Lin Tian. Di dalam tubuhnya, Lin Tian harus mengolah hawa sakti itu untuk menyalur di setiap sel dan urat syarafnya. Inilah yang paling sulit.
Karena sebelumnya dia sudah mahir dalam tenaga dalam, sehingga hawa saktinya saat bertemu dengan tenaga dalam sedikit "bertarung" yang membuat Lin Tian kesulitan mengontrolnya.
Diam-diam dia berpikir apakah seseorang yang mahir dalam pengolahan hawa sakti semenjak awal berlatih silat dulu sudah digembleng dengan hawa sakti.
__ADS_1
"Kau pasti kesulitan, hal itu wajar karena baru pertama kali." tiba-tiba gurunya sudah berdiri di sampingnya. Bersamaan dengan ini, Lin Tian sudah mencapai batas dan menghentikan meditasinya. Saat membuka mata, tubuhnya menggigil kedinginan.
"Guru, bagaimana cara menghimpun hawa sakti?"
"Bukankah Chong San sudah memberitahumu?"
"Benar, tapi kurasa tidaklah sesulit ini saat saya menghimpun hawa sakti dirumahnya. Tapi kenapa di gunung ini, yang suhunya sangat cocok dengan tubuhku yang berhawa dingin, kenapa sangat sulit?"
"Hahaha...bukankah sudah kubilang wajar? Seharusnya kau mudah saja menghimpun hawa sakti di sini, tapi kesulitanmu itu adalah karena semua makanan yang kau makan selama ini!"
Lin Tian menoleh denga mata terbelalak, "Apa? Jadi hal itu yang menghambat perkembanganku?"
Wang Ling Xue mengangguk-angguk, "Semua makananmu bukanlah roti dan buah biasa, mereka itu memiliki tenaga inti Yang. Sehingga hawa panas dari makanan-makanan itu terus memberontak saat tubuhmu terisi hawa dingin, itulah yang menyulitkanmu."
"Tapi kenapa anda memberi makan saya dengan makanan seperti itu!?"
"Saat ini aku mengajarimu Naga Salju Menari, ketika kau sudah menguasainya, aku akan mengajarimu ilmu Api Pelahap Mega. Untuk ilmu kedua itulah kau kuberi makan makanan itu."
"Tapi saat ini kan saya harus melatih ilmu Naga Salju Menari lebih dulu, kenapa guru tidak memberiku makan yang mengandung inti tenaga Yin?"
"Jika itu terjadi, hawa saktimu tidak akan terlalu kuat. Jika kau mengalami tantangan seperti ini, disaat kau menguasainya nanti, percayalah padaku, kau akan sangat kuat." ucapnya kemudian sebelum pergi meninggalkan Lin Tian seorang diri.
Lin Tian tak mampu menjawab, juga tak ingin menjawab. Karena tidak ada hal lain yang bisa dilakukan, maka Lin Tian akhirnya kembali memejamkan mata untuk melanjutkan meditasi.
Namun masih sama seperti sebelumnya, setelah lima jam berselang, dia tak kuat menahan tekanan dingin di gunung itu. Akhirnya dia memilih untuk sedikit memaksakan tubuhnya.
Saat mencapai lima jam dan tubuhnya sudah tak kuat, dia terus mengolah hawa sakti dalam tubuhnya. Membuat seluruh kulitnya berubah pucat dan tubuhnya gemetar hebat.
Akhirnya saat mencapai tujuh jam, dia muntah darah dan pingsan seketika.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
BERSAMBUNG