Pendekar Hantu Kabut

Pendekar Hantu Kabut
Bab 183. Keluarga Ling


__ADS_3

Jantung Lin Tian berhenti selama beberapa detik setelah mendengar penuturan Chong San. Dia sangat terkejut jika gurunya itu adalah peramal yang selama ini meramalkan akan datangnya Sepasang Naga Putih.


"Lalu...sudah berapa tahun umur guru?"


"Itu tak penting, intinya aku sudah sangat tua."


"Kau ingin tahu Ling San bukan?" katanya kembali setelah hening beberapa saat. Pertanyaannya ini dijawab oleh anggukan cepat Lin Tian.


"Dengar baik-baik...."


Chong San mulai bercerita. Ratusan tahun yang lalu, ada tiga orang bersaudara yang lahir di keluarga Ling. Kala itu keluarga Ling merupakan kekaisaran penguasa seluruh daratan, baik Utara maupun Selatan.


Tiga orang bersaudara itu bernama Ling San, Ling Sian, dan Ling Mo. Mereka adalah kembar dengan Ling San yang tertua.


Ketiganya menempuh jalan masing-masing. Ling San ingin berfokus ke sastra dan politik, sedangkan Ling Sian dan Ling Mo ingin menjadi pendekar yang bebas lepas dari ikatan apapun. Ayah mereka pun menyetujui.


Selang beberapa tahun kemudian, saat Ling San berumur dua puluh tahun, kaisar mengundurkan diri dan hanya dialah satu-satunya pilihan untuk naik tahta. Maka saat itu, Ling San yang masih berumur amat muda, berhasil menduduki tahta kekaisaran Ling.


Akan tetapi setelah lima tahun masa kekuasaannya, dia menjadi lalai dan semena-mena. Meninggalkan tanggung jawab kaisar dan hidup berfoya-foya. Dari pagi sampai pagi lagi hanya dia habiskan untuk tertawa-tawa bersama para selir dan penarinya, sama sekali mengabaikan kehidupan rakyat.


Saat itulah Ling Sian dan Ling Mo kembali untuk menegur kakak tertua mereka. Namun yang mereka dapat malah serbuan ratusan orang kekaisaran yang diperintahkan Ling San untuk membunuh kedua adiknya. Beruntung dua orang ini merupakan tokoh-tokoh dunia persilatan sehingga mereka bisa meloloskan diri.


Sejak saat itu, Ling Sian kembali melanjutkan pengembaraannya tanpa pernah kembali ke rumahnya yaitu istana. Dia mengabaikan kakaknya namun jika di depan matanya ada sebuah tindakan kriminal, walaupun itu adalah anak buah kakaknya, dia tak akan tinggal diam.


Sedangkan Ling Mo yang merasa amat malu dengan kakaknya memilih untuk mengasingkan diri di pantai Selatan sana. Membangun keluarga di sana dan hidup damai jauh dari dunia ramai.


"Lalu guru sendiri?"


"Dulu aku adalah pelayan pribadi tuan Ling Sian ketika dia masih menjadi pangeran dan berada di istana. Namun saat dirinya pergi, dia menyuruhku untuk mengikuti jalannya, yaitu menjadi pendekar. Maka kupenuhi keinginan itu, aku pergi merantau jauh ke berbagai tempat sampai menemukan guru yang bisa mengajariku sihir ramalan." jelas Chong San.

__ADS_1


"Lalu, siapa guru dari keempat pemilik kitab keramat itu?"


"Dia bukan lain adalah majikanku, tuan Ling Sian. Dalam perantauannya, dia menemukan keempat anak ini yang keluarganya telah habis karena perang, dia mengadopsi mereka dan menurunkan ilmu-ilmu hebat."


Lin Tian nampak berpikir sejenak. Dia sudah sedikit paham dengan alur cerita dari empat kitab itu, namun yang membuatnya penasaran...


"Lalu apa hubungannya dengan Sepasang Naga Putih?"


Chong San memandang penuh perhatian kearah muridnya, lalu menjawab, "Biar kuceritakan...."


Dahulu setelah puluhan tahun Ling San berkuasa dan Ling Sian berhasil memiliki murid-murid hebat, Chong San kembali ke kampung halaman.


Dia sudah menjadi seorang pendekar hebat yang jarang bandingannya, dan boleh dibilang di masa itu hanya dialah seorang yang mampu menandingi pendekar terkuat Ling Sian.


Namun ketika dia ingin mengunjungi majikannya di tempat pertapaannya, dia mendengar kabar yang tersebar di dusun-dusun bahwa majikannya telah meninggal. Dengan murung dia pergi meninggalkan pertapaan majikannya.


Saat itu, dia mendapatkan mimpi jika di masa depan kelak, kekacauan yang sama seperti masa pemerintahan Ling akan kembali lagi. Namun dia masih tidak tahu siapa yang menyebabkan kekacauan itu.


Setelah mendapat mimpi tersebut, dia menyebarkannya kepada setiap pendekar yang ia temui. Walaupun banyak yang tak percaya, namun yang percaya pun tidak sedikit.


"Dalam mimpi itu aku juga melihat ada dua orang sakti yang orang-orang menjulukinya sebagai Sepasang Naga Putih." Chong San menutup ceritanya.


"Jadi begitu...."


Setelah percakapan ini, tidak ada lagi obrolan di antara keduanya. Lin Tian terlalu fokus memikirkan cerita Chong San yang sangat mengejutkan itu. Yang ternyata empat orang pemilik pertama kitab keramat adalah murid dari orang keluarga Ling, keluarga kaisar yang terkenal lalim.


Di sisi lain, Chong San tak henti-hentinya memerhatikan Lin Tian untuk melihat tanggapan pemuda tersebut. Diam-diam dia juga berpikir bahwa Lin Tian ini adalah seorang diantara Sepasang Naga Putih. Setelah baju hitam itu dikenakannya, dia makin yakin dengan apa yang dirasa.


"Lin Tian, setelah ini kau jangan kembali ke keluarga Zhang." tiba-tiba Chong San berkata yang berhasil mengejutkan Lin Tian.

__ADS_1


"Hah, kenapa guru?"


"Kau akan tahu nanti, sekarang pergilah ke puncak salju Pegunungan Tembok Surga, ada seseorang yang menunggumu di sana."


Lin Tian memandang gurunya dengan sedikit heran. Alasan mengapa dirinya tidak boleh pulang sangat tidak jelas. Dan lagi apa maksudnya dia harus pergi ke Pegunungan Tembok Surga? Siapa yang menunggunya? Semua pertanyaan ini hendak ia tanyakan ke gurunya namun kakek itu sudah lebih dulu menyahut.


"Tak usah banyak tanya. Sekarang juga pergilah! Pekerjaanmu amat banyak dan sekarang baru awal mula!"


"Kau mengusirku?" Lin Tian sedikit tak percaya dengan ucapan gurunya.


"Terserah kau akan anggap apa. Intinya kau memang harus pergi ke sana!"


Lin Tian tak paham dengan maksud gurunya, namun entah kenapa ada perasaan aneh memasuki tubuhnya. Dia sendiri pun kesulitan untuk menjelaskan, namun dalam ucapan terakhir tadi, tiba-tiba Lin Tian percaya dngan ucapan Chong San. Seakan-akan perkataan Chong San tadi memang tak terbantahkan.


"Baiklah, aku pergi guru!" Lin Tian bangkit dan berjalan menjauh dari sana.


Ketika Lin Tian berbalik badan, dia tidak sadar bahwa gurunya memandangnya dengan terbelalak. Sedetik kemudian, mulutnya menyunggingkan senyum.


"Sama benar...sama benar...persis seperti di mimpiku. Bentuk punggungnya itu, aku tak akan lupa."


Setelah bergumam demikian, dia mendongakkan kepala memandang langit malam yang penuh bintang pada hari itu.


"Tuan Ling Sian, anda lihat? Menggunakan identitas kebanggaan anda, Lin Tian akan mengukir nama besar di dunia persilatan sebagai Pendekar Hantu Kabut dan Sepasang Naga Putih."


"Hah....pekerjaan selanjutnya, aku harus mencari pasangan naganya!" gumamnya kemudian lalu pergi dari sana dengan cara luar biasa. Sekali bergerak, tiba-tiba tubuhnya hilang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2