
"Berhenti kalian!!!" seru Zhang Hongli yang sudah mampu melihat punggung daripada tiga orang calon mangsanya.
Melihat tiga orang itu yang masih terus lari bahkan tanpa menolehkan kepala sekali pun, membuat Zhang Hongli sebal. Maka dia mengerahkan tenaga dalam ke lengannya, membuat sepasang lengan tua itu berhawa panas sekali. Kemudian dengan diiringi bentakan keras, Zhang Hongli menselonjorkan kedua lengannya ke depan, kearah tiga orang musuhnya. Terciptalah hawa panas sekali yang menyambar ketiganya.
Chan Fan yang memang berlari di bagian paling belakang segera menyadari serangan ini. Maka buru-buru dirinya berbalik dan mengerahkan tenaga dalam ke tangan kanannya untuk menangkis.
"Desss!!"
Chan Fan masih sedikit kalah kuat, sehingga membuat tubuhnya terpental sejauh tiga langkah ke belakang. Namun dia tak ingin menyerah, segera ia loloskan cambuk rantai yang tadi terikat di pinggangnya untuk kemudian dilempar mengarah Zhang Hongli. Membuat serangan menusuk yang amat berbahaya.
"Kena kau!!" bentak Zhang Hongli yang berhasil menangkap ujung rantai. Detik berikutnya, ia hentakkan tangannya untuk menarik Chan Fan.
Tak dapat dicegah lagi, Chan Fan yang masih memegang erat senjatanya itu lalu terlempar ke depan. Masih dalam keadaan melayang di udara, dari depan sana dia sudah disambut sengan dua pukulan maut milik sepasang biksu tua tersebut.
"Bukk!!-Bukk!!" dua kali terdengar suara nyaring ketika sepasang tangan Shi Yong dan Shi Xue membentur kepalan tangan lain. Kiranya begitu Chan Fan terlempar oleh tarikan Zhang Hongli tadi, Naga Emas dan Sian Yang lekas melesat memberi pertolongan.
"Mati kau!!" Zhang Hongli berseru dan mengirim pukulan jarak jauh ke wajah Chan Fan. Membuat orang itu terkejut dan refleks miringkan kepala. Namun hawa pukulan Zhang Hongli terlalu cepat, sehingga pundak kirinya masih terkena sambarannya dan tubuhnya terpelanting, rantainya pun terlepas.
Sedetik kemudian, kembali terjadi pertarungan mati-matian diantara tiga orang tersebut. Naga Emas melawan Shi Yong, Sian Yang melawan Zhang Hongli, dan Shi Xue lekas melompat menerjang Chan Fan yang menjadi terkejut dan cepat-cepat menyambut serangan lawan.
Di antara pertarungan yang kian memanas itu, terdengar Sian Yang tertawa dan berseru. "Hahaha...Zhang Hongli, memang kepandaian kita sudah menurun drastis. Namun perlu kau ingat, untuk saat ini aku lebih kuat darimu!!"
"Buktikan keparat!!" Zhang Hongli mengirim pukulan maut yang segera ditangkis oleh Sian Yang.
"Boomm!!" terdengar ledakan keras dan keduanya sama-sama terhuyung ke belakang.
Zhang Hongli hendak melompat maju lagi, namun tiba-tiba terdengar suara teriakan dari Sian Yang yang menggetar penuh wibawa. Tanpa sadar membuat langkah Zhang Hongli terhenti.
"Apa yang kau lakukan keparat!!?" bentak Zhang Hongli.
"Hahahahahaha!!!!"
...****************...
__ADS_1
"Sihir guru memang luar biasa kuat!" ucap Naga Emas penuh takjub memandang tiga tubuh yang menggeletak lemas dengan mata terpejam itu.
"Tak pernah kusangka, bahwa tiga orang kuat ini mampu bertekuk lutut dengan sihir ketua." balas Chan Fan.
Sedangkan Sian Yang yang dipuji oleh dua orang pembantunya itu hanya tersenyum tipis seraya memandang tiga tubuh tersebut. Memang selain pandai ilmu racun, Sian Yang juga sangat hebat soal ilmu sihir. Dua ilmu ini dia pelajari setelah melakukan pertempuran besar antara lima anggota Raja Dunia Silat bertahun-tahun silam. Waktu itu diam-diam dia berhasil selamat dan berguru kepada seseorang yang amat pandai ilmu sihir sekaligus racun.
Memang Sian Yang berhasil menggunakan sihir kepada mereka bertiga. Sihir itu adalah sihir ilusi yang amat kuat, membuat korban selalu berada dalam alam bawah sadarnya.
Contohnya mereka bertiga, saat ini baik Zhang Hongli, Shi Yong dan Shi Xue, masih bertempur hebat melawan Sian Yang dan dua orang kawannya. Tapi pertarungan itu dilakukan dalam alam bawah sadar tiga orang tersebut. Mereka sama sekali tidak tahu bahwa saat ini mereka sudah dalam keadaan pingsan. Sihir ini aktif bertepatan dengan bentakan nyaring penuh getaran dari Sian Yang barusan. Sejak saat itulah, tiga orang ini jatuh pingsan dan masih terus bertarung dalam mimpinya.
"Dibunuh?" tanya Chan Fan.
"Tentu saja, mereka adalah lawan-lawan tangguh." balas Sian Yang.
Chan Fan sudah mengangkat rantainya dan siap membunuh ketiganya dalam sekali serang. Namun secara aneh dan ajaib, tangannya itu gemetar dan rantainya jatuh ke tanah.
"Ada apa denganmu?" tanya Sian Yang bingung.
"A-aku tidak tahu..." balas Chan Fan dengan wajah terkejut.
"Hm...ingin sombong dengan sihir yang tak seberapa itu? sekarang coba lihat ini. Aku adalah naga raksasa yang akan memakan kalian!"
Serentak ketiganya menoleh dan berdiri mematung. Wajah mereka pucat dengan mata terbelalak seolah tak percaya dengan apa yang dilihat. Di sana, dengan sangat jelas benar-benar nampak wujud seekor naga raksasa yang sedang membuka mulut lebar-lebar.
"Tidak lekas pergi hendak apa lagi? Benar-benar ingin kumakan?" kembali suara berbisik itu terdengar.
Ketiganya masih diam terpaku, tubuh mereka kaku-kaku dan tak ada satu pun suara yang bisa keluar. Mereka lalu berseru keras ketika ada angin sambaran yang berhasil menerbangkan mereka semua. Begitu bangkit, tanpa berani menoleh lagi, mereka bertiga cepat-cepat pergi dari sana.
"Setaaaaannn!!!" terdengar seruan Naga Emas makin menjauh.
Yang mereka lihat tadi sebenarnya bukanlah setan atau pun naga, melainkan seorang kakek tua bercaping, berjubah kuning dan bertongkat bambu butut. Sejak tadi dia menggunakan ilmu sihirnya untuk mengelabui mata ketiganya, tubuh tuanya itu berubah menjadi seekor naga besar dengan mata dan mulut terbuka lebar. Lalu mengirim serangan angin dahsyat yang seolah-olah merupakan nafas dari "naga" ciptaannya untuk membuat mereka jeri dan pergi.
"Hah..." terdengar dia menghela nafas berkali-kali sambil memandangi Zhang Hongli, Shi Yong dan Shi Xue yang masih rebah tak sadar itu.
__ADS_1
"Biarlah, sebentar lagi pasti ada yang membangunkan." dia bergumam dan berjalan pergi dari sana. Tongkatnya ia ketuk-ketukkan ke batu atau batang pohon, sedangkan mulutnya terus bersenandung merdu.
"Sebenarnya bisa saja kubunuh mereka. Hm...tapi bukan aku yang ditakdirkan membunuh." ucapnya di sela-sela senandungnya.
...****************...
"Kakek bangun!! Kakek!!" panggil Zhang Qiaofeng sambil mengguncang-guncang tubuh kakeknya.
Setelah beberapa kali memanggil tetapi tak ada respon, Lin Tian yang melihat ini menjadi kesal. Maka dia menarik pundak nonanya sambil berkata.
"Nona, anda terlalu lembut."
"Maksudmu?"
Lin Tian lalu mendekatkan mulutnya ke telinga Zhang Hongli, mengerahkan tenaga dan berkata. Ucapannya tenang perlahan, namun telinga mereka merasa tuli sejenak setelah mendengar suara Lin Tian.
"Bangun!"
Hasilnya sungguh hebat, tak hanya Zhang Hongli, bahkan Shi Yong dan Shi Xue segera meloncat berdiri dan memandang tajam.
"Kemana perginya mereka?!!" kata Shi Xue tak puas.
"Keparat Sian Yang!!" kali ini Zhang Hongli berteriak marah.
"Tenanglah dan katakan apa yang terjadi!" Zhang Qiaofeng mendekat dan memegang lengan kakeknya.
Nafas pria tua itu memburu, matanya jelalatan mencari kesana-kemari. Namun di balik tatapan penuh amarah itu, mereka melihat jelas jika ada sedikit perasaan bingung dan heran. Tak jauh berbeda dengan dua orang biksu lainnya.
Melihat cucu, Lin Tian dan dua orang yang tak dikenalnya, Zhang Hongli menghembuskan nafas gusar sambil berkata. "Sudahlah! Memang masih menjadi takdir untuk keparat itu agar hidup lebih lama. Feng'er, Lin Tian, sekarang ayo pulang dan akan kuceritakan. Ada berita mengejutkan untuk kalian. Dan untukmu Lin Tian, kuharap setelah ini kau tidak termakan api dendam dan masih bisa mengendalikan diri."
Mereka memandang heran kearah kakek itu, terutama sekali Lin Tian. Sebelum pemuda ini sempat bertanya, Zhang Hongli sudah lebih dulu melanjutkan.
"Ayo pulang cepat, keadaan masih berbahaya. Bisa-bisa nanti tiga setan itu kembali lagi."
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
BERSAMBUNG