Pendekar Hantu Kabut

Pendekar Hantu Kabut
Bab 174. Keterpurukan


__ADS_3

"Feng'er keluarlah dan makan." seru Zhang Hongli dari luar kamar Zhang Qiaofeng sambil membawa nampan yang penuh dengan makanan.


"Hm..."


Pintu terbuka dan nampak lah Zhang Qiaofeng yang sangat memprihatinkan. Wajahnya sayu, kelopak matanya menghitam dan matanya sedikit bengkak, menandakan bahwa gadis ini terlalu banyak menangis.


Zhang Hongli yang melihat ini merasa sangat iba dan kasihan, dengan lembut dia berkata, "Sudahlah, semua sudah ditakdirkan Tuhan. Jangan terlalu bersedih dan kembalilah menjadi cucuku yang ceria seperti dulu."


"Hm..." hanya itulah balasan dari gadis tersebut sembari mengambil nampan makanan untuk dibawa ke dalam dan menutup kembali pintu kamarnya.


Zhang Hongli hanya mampu menghela nafas dan pergi dari sana.


Sudah satu minggu lamanya sejak pertarungan besar itu berakhir dan kemenangan berhasil diraih pihak keluarga Zhang. Dua keluarga lain yaitu keluargan Cin dan Wang juga berhasil mendapatkan kembali kitab-kitabnya, walau pun korban jiwa dari dua keluarga itu juga tak sedikit.


Pertempuran itu berhasil menggemparkan seluruh dunia persilatan. Pasalnya, akibat pertempuran yang selain menelan ratusan nyawa, juga berhasil meleyapkan tokoh-tokoh terkenal yang selama ini namanya menggema di kolong langit.


Pertama adalah kematian Xiao Fu yang berjuluk Informan Mata Keranjang. Dia dikabarkan menghilang dan setelah beberapa hari kemudian, ada seseorang yang menemukan mayatnya di dekat lokasi pertempuran. Mayat yang tak utuh lagi bahkan sudah membusuk.


Kemudian adalah matinya Setan Racun Api dan Golok Penghancur Gunung. Dua orang datuk hitam ini juga berhasil dibunuh dalam pertempuran tersebut. Bersamaan dengan matinya dua tokoh ini, orang-orang persilatan menganggap bahwa Aliansi Golongan Hitam sudah mati pula.


Namun berita paling mengejutkan adalah, hilangnya Pendekar Hantu Kabut dan satu-satunya murid Setan Racun Api yang bukan lain adalah Zhang Heng. Memang dua orang ini kesaktiannya belum terlalu terkenal atau diakui banyak orang, namun nama mereka sudah cukup sering diperbincangkan akhir-akhir ini, apalagi si Pendekar Hantu Kabut yang baru muncul kurang lebih satu tahun di dunia persilatan.


Akan tetapi betapa terkejut semua orang begitu mendengar pendekar muda itu menghilang. Menurut kesaksian Song Qian dan Fen Lian, mereka mengatakan jika Lin Tian jatuh ke jurang dan mereka tidak bisa memastikan hidup tidaknya orang itu.


Selama seminggu pula, Zhang Qiaofeng tidak pernah keluar kamar kecuali untuk mengambil makanan yang dikirim kakeknya. Gadis ini merasa sangat depresi dengan hilangnya Lin Tian, seseorang yang sangat dekat dengannya dan diam-diam telah berhasil merebut hatinya.


Selama seminggu ini, setiap malam selalu ada suara tangisan yang keluar dari kamarnya. Zhang Hongli yang merasa amat khawatir jika cucunya itu melakukan tindakan nekat, mengutus satu orang setiap hari untuk mengawasi kamarnya. Tak jarang pula jika dia sendiri yang mengawasi cucunya.

__ADS_1


Di sisi lain, Song Qian dan Fen Lian juga mengurung diri dalam kamar selama seminggu ini. Mereka merasa amat bersalah dan menyesal karena datang terlambat saat itu. Keadaan mereka juga tak lebih baik dari Zhang Qiaofeng yang nampak semakin kurus setiap harinya.


Semenjak pertempuran itu selesai, keluarga Zhang kehilangan cukup banyak anggota. Maka Zhang Hongli memutuskan untuk melakukan perekrutan dan selama itu pula keluarga Zhang menutup diri dari segala urusan untuk sementara waktu. Mereka hanya berfokus pada seleksi anggota baru dan urusan internal lainnya.


Di lain pihak, Xiao Lian dan Hao Yu telah sampai di pantai Selatan dan berhasil bertemu dengan seseorang yang bernama Dewa Kipas. Gadis ini memang sudah membulatkan tekad untuk menjadi muridnya, maka setelah beberapa kali memohon dan pertapa itu menolak, Xiao Lian memutuskan untuk bersujud di depan kediamannya. Melihat ini, karena tak ada pilihan lain Hao Yu ikut bersujud pula di samping sahabatnya.


Memang tebakan Hao Yu waktu itu tepat sekali. Dewa Kipas yang merupakan seorang pertapa tidak ingin diganggu hidupnya dengan mengangkat seorang murid. Namun setelah satu minggu kemudian, Xiao Lian dan Hao Yu masih bersujud tanpa makan dan minum, hati kakek itu menjadi kasihan juga. Maka setelah mengakui kebulatan tekad dua orang itu, Dewa Kipas akhirnya menerima mereka sebagai murid.


Dan semenjak saat itulah Xiao Lian dan Hao Yu mengasingkan diri dari dunia ramai untuk berlatih di bawah bimbingan Dewa Kipas.


Sampai satu tahun kemudian, Iblis Tiada Banding kembali melancarkan aksinya. Dengan bantuan nenek siluman yang dahulu telah dibuang ke dalam jurang oleh Lin Tian dan disangka mati, mereka melakukan serangan kepada keluarga Xiao.


Memang aneh karena nenek itu seharusnya sudah mati setelah menerima tusukan maut dari pedang Lin Tian. Namun ternyata Lin Tian sendiri yang secara tidak sadar berhasil menyelamatkan nenek itu dengan membuang tubuhnya ke dalam jurang.


Nenek itu bisa jadi memang siluman, karena ilmu sihirnya yang sudah tinggi sekali, dia berhasil melakukan kontrak dengan berbagai macam setan yang kemudian dijadikan sekutunya. Tusukan Lin Tian itu sebenarnya tidak membuatnya mati, melainkan hanya luka parah saja. Nenek itu berpura-pura mati dengan cara menghentikan detak jantung dan nadi.


Dia sadar jika dirinya sendiri tak mampu menandingi Lin Tian, maka sengaja dirinya pura-pura mati untuk mencari kesempatan lolos. Namun jika lewat tiga hari, jantung dan nadinya akan benar-benar berhenti dan dia akan mati sungguhan.


Dengan sihir ilusinya, nenek ini membuat kepala seorang gadis yang dibunuhnya menjadi wajah Xiao Lian dipandangan Xiao Li. Waktu itu, Xiao Li tiba-tiba menerima sesuatu yang dilemparkan ke dalam kamarnya saat tengah malam. Begitu melihat ternyata itu adalah kepala anaknya.


Karena saat itu dia memang sedang dilanda stres berat karena kematian istrinya yang masih belum juga dapat ia relakan, ditambah nasib putrinya yang disangka telah mati, membuat Xiao Li mata gelap dan lupa segala.


Dia lalu mengambil tali di kamarnya dan memutuskan untuk gantung diri malam itu juga. Meninggalkan semua anggota keluarga dan putri kecilnya Xiao Niu.


Berita ini juga segera menyebar luas dikalangan orang-orang persilatan. Seorang pemimpin keluarga yang selama ini dihormati semua orang, tak pernah terlintas di benak siapa pun bahwa sosok itu akan berakhir dengan cara yang amat pengecut, yaitu bunuh diri!


Sejak saat itulah keluarga Xiao menjadi bahan cemoohan semua orang, bahkan kedudukannya menjadi yang paling rendah diantara semua keluarga penguasa. Dan di saat keterpurukan ini, Iblis Tiada Banding melancarkan aksi selanjutnya.

__ADS_1


Mereka menyerbu Kota Batu dan berhasil menduduki kota itu. Keluarga Xiao yang sedang terpuruk sama sekali tak mampu berkutik ketika serbuan mendadak Iblis Tiada Banding tiba. Maka tidak sampai setengah hari, Iblis Tiada Banding berhasil memiliki kota Batu.


Xiao Lian dan Hao Yu yang mengasingkan diri di pantai Selatan sana sama sekali tidak tahu menahu dengan kejadian menggemparkan itu. Bahkan mereka tidak tahu akan kematian Lin Tian, sahabat mereka sendiri.


...****************...


Di tepi jurang dimana tempat Lin Tian jatuh satu tahun lalu, nampak ada seseorang yang menangis hebat sembari memeluk batu nisan Lin Tian. Batu itu sengaja dibuat oleh keluarga Zhang untuk mengenang sosok Pendekar Hantu Kabut.


Orang yang sedang menangisi kepergiannya itu adalah Zhi Yang yang lebih dikenal dengan sebutan Hantu Seratus Lengan.


Apakah Zhi Yang baru menyadari kematian sahabatnya itu setelah satu tahun kemudian? Jawabannya tidak!


Gadis ini sudah sering datang kemari hanya untuk menangis sambil memeluk batu nisan itu. Tidak ada yang tahu akan tindakannya ini dan dirinya sendiri pun memang tidak ingin ada orang lain yang tahu.


"Tidak...Sahabatku tak akan mati....Lin Tian belum mati!!" ucapnya berulang-ulang dengan setengah berteriak.


Setiap kali dia berkunjung kemari, selalu saja ucapan itu yang keluar dari bibirnya. Dan selama setahun ini, setiap kali dia terkenang dengan Lin Tian yang hanya ditemui beberapa kali itu, dirinya selalu tak kuasa menahan tangis.


Semenjak saat itulah, Pendekar Hantu Kabut benar-benar menghilang dari dunia persilatan dan tidak ada yang tahu kemana perginya. Hingga beberapa tahun terlewat, akhirnya mereka semua menganggap sosok itu telah mati.


Namun ada juga satu orang yang benar-benar yakin bahwa pemuda itu masih hidup. Entah dirinya memang berkeyakinan seperti itu atau tidak mau menerima kenyataan, namun setiap kali ada orang bilang bahwa Pendekar Hantu Kabut telah mati, dia akan merasa marah sekali.


Dia adalah seorang gadis cantik jelita yang namanya makin terkenal di dunia persilatan, bahkan berhasil mendapat julukan dari orang-orang akibat sepak terjangnya. Dia mendapat julukan yang mirip dengan orang yang dianggap masih hidup itu, julukannya adalah Si Gadis Hantu. Siapa lagi kalau bukan Zhang Qiaofeng.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Pendekar Hantu Kabut...

__ADS_1


...Season 2 : Pengawal Pribadi...


...Selesai...


__ADS_2