Pendekar Hantu Kabut

Pendekar Hantu Kabut
Bab 180. Pendekar Sejati


__ADS_3

Lin Tian memukul-mukulkan kedua tangannya ke salah satu batang pohon tanpa pengerahan tenaga dalam sedikit pun. Hasilnya sungguh membuat dia tercengang, hanya dalam tiga pukulan saja, batang pohon itu sudah melesak ke dalam sepanjang kurang lebih tiga puluh senti. Untuk ukuran tangan biasa yang tanpa tenaga dalam sedikit pun, hal ini sudah cukup hebat.


"Guru, sebenarnya apa yang kau berikan padaku?" Lin Tian berseru heran.


"Oh, itu hanya buah dan daun-daun biasa."


"Biasa dari mananya?" Lin Tian kembali melihat bekas pukulannya yang lumayan dalam itu. "Jika itu buah dan sayur biasa, mana mungkin aku bisa membuat hal seperti ini hanya dengan tangan biasa?"


"Itu semua tanaman biasa. Tanaman biasa yang ada di puncak itu." jawabnya dengan ekspresi tenang seraya menunjuk salah satu puncak gunung yang membuat Lin Tian berdiri termangu.


Selama ini Lin Tian memang sudah merasa heran betul dengan puncak gunung itu. Bagaimana tidak, puncak gunung itu seperti bukan puncak gunung, melainkan runcing seperti ujung tombak.


Bahkan dia sempat berpikir bahwasannya tidak akan ada orang yang akan mampu mendaki gunung itu sampai ke puncak, namun gurunya baru saja bilang bahwa dia mengambil semua itu dari sana!


"Kenapa? Kau terkejut? Jika kau sudah menyelesaikan latihanmu denganku, aku yakin dirimu yang masih muda pun juga akan bisa sampai ke puncak. Walau pun dengan sedikit usaha sih..." kata Chong San begitu menyadari perubahan ekspresi Lin Tian.


"Lalu, kurang berapa lama lagi sampai latihanku selesai guru?"


"Mungkin besok, atau lusa, atau beberapa hari lagi atau paling lama tiga minggu. Aku yakin tak akan lama. Dan untuk tugas terakhir, aku akan menyuruhmu mendaki puncak itu." kakek itu kembali memandang ke puncak gunung runcing itu.


"Pelajaran terakhir yang akan kuajarkan adalah tentang ilmu meringankan tubuh. Sesuai nama julukanmu, yaitu hantu, kau harus bisa bergerak cepat. Tapi apa yang kulihat selama ini masih sangat lambat." katanya sambil menuding-nuding Lin Tian dengan ujung tongkatnya.


"Ilmu meringankan tubuhmu itu memang cukup cepat bagi kebanyakan orang. Tapi di mataku, kau masih sama saja dengan yang lain. Terlihat jelas dan terlalu jelas." lanjutnya sedikit mencela.

__ADS_1


Lin Tian kaget juga mendengar penjelasan ini. Dia merasa selama ini ilmu meringankan tubuhnya sudah cukup mahir karena tak banyak yang bisa menyamainya kecuali para datuk-datuk persilatan. Namun kakek ini bilang dia masih lambat? Apakah itu berarti bahwa dia lebih kuat dari datuk-datuk kosen itu.


Dengan gugup dia bertanya, "L-lalu bagaimana yang cepat guru?"


"Seperti ini."


"Apa!!?" Lin Tian berseru kaget karena tiba-tiba gurunya sudah duduk di batu yang ada di belakang kakek tersebut.


Gerakannya sungguh luar biasa dan di luar nalar. Seperti menghilang saja karena Lin Tian sama sekali tidak bisa melihat jejak pergerakannya bahkan hanya kelebatnya saja pun tak terlihat.


"Kenapa? Kau terkejut? Inilah yang disebut sebagai ilmu meringankan tubuh."


"Guru...tapi itu...tidak lumrah manusia..."


"Oh, aku baru sadar. Dari kecil kau sudah hidup di Selatan bukan? Pantas saja kau tidak begitu kenal dengan kesaktian orang-orang persilatan daerah Utara."


Lin Tian sudah banyak mendengar tentang pendekar-pendekar wilayah Utara. Seperti halnya Raja Dunia Silat yang menurut penuturan Zhang Hongli semuanya berasal dari Utara. Namun dia memang belum kenal benar dengan pendekar daerah Utara itu.


Sebelum Lin Tian bertanya, Chong San sudah lebih dulu menjawab, "Di Selatan ini, menemukan keberadaan pendekar itu sama halnya seperti mencari rumput di kebun. Sangat banyak bahkan setiap kali mengalihkan pandang mata, hanya rumput yang terlihat. Terlalu banyak pendekar di Selatan ini sampai-sampai semua orang mengetahuinya."


"Namun di Utara, keberadaan pendekar itu seperti halnya sebongkah emas permata. Amat langka dan sekalinya bertemu tak boleh dibuat main-main. Jika kau ingin tahu, Raja Dunia Silat yang tersisa saat ini mungkin kekuatannya hanya satu per lima dari kekuatan aslinya dahulu. Dahulu mereka benar-benar mengerikan!" lanjutnya memberi penjelasan.


"Untuk keluarga Zhang sendiri yang termasuk keluarga pendekar, mereka tak begitu kuat karena hanya pendekar yang mengandalkan tenaga dalam saja. Kalau itu sih entah di Utara atau Selatan sama saja, banyak. Hanya bedanya di Utara mungkin sedikit lebih kuat."

__ADS_1


Untuk penjelasan yang terakhir ini, berhasil membuat Lin Tian kaget. Bukankah semua pendekar mengandalkan tenaga dalam? Pikirnya. Maka dia lekas bertanya.


"Apakah pendekar di Utara tidak memakai tenaga dalam sebagai kekuatan utama?"


"Tentu saja masih memakai tenaga dalam. Untuk mereka yang hanya mengandalkan tenaga dalam sebagai kekuatan utama seperti keluarga Zhang dan lain-lain, mereka disebut pendekar biasa. Namun yang kumaksud dari tadi adalah pendekar sejati. Mereka tak hanya pandai menggunakan tenaga dalam, namun juga mahir dalam pengolahan hawa sakti. Sama seperti empat kitab keramat itu, kemungkinan besar, tidak ada satu pun manusia yang bisa menguasai empat kitab itu dengan sempurna kecuali pemilik pertama kitab tersebut. Karena dari empat kitab itu, untuk menyempurnakannya harus menggunakan hawa sakti."


"Apa, hawa sakti? Apa itu?"


"Anggap saja sama seperti tenaga dalam namun lebih kuat lagi. Jika kau ingin tahu mengapa kekuatan asli dari empat kitab itu hanya dimiliki pemilik pertama, itu karena tingkat kesulitan empat kitab itu yang diluar batas. Sehingga mereka menyederhanakan keempat kitab itu dan mengajarkannya menggunakan tenaga dalam secara turun temurun."


"Sudahlah, untuk hawa sakti kau akan kuajari lain waktu. Saat ini kau harus mempelajari ilmu meringankan tubuh lebih dulu." potong kakek ini cepat begitu melihat perubahan ekspresi Lin Tian yang nampak senang karena mendengar informasi mengenai hawa sakti.


"Satu pertanyaan lagi guru, kemana perginya para pendekar sejati itu sehingga bisa diibaratkan sebagai emas permata yang sangat langka? Lalu apakah guru Zhang Hongli juga mampu menguasai hawa sakti?"


"Pendekar sejati kesemuanya memilih untuk mengasingkan diri dari dunia ramai. Mereka memang memiliki sifat yang aneh-aneh. Setelah kau mempelajari hawa sakti dan kesaktianmu meningkat jauh, mungkin kau menjadi aneh seperti mereka. Untuk gurumu itu, dahulu dia sudah bisa menguasai hawa sakti namun hanya sedikit saja dan tidak sempurna. Namun kau tahu sendiri, walaupun tidak sempurna, dia bisa menjadi Raja Dunia Silat."


Ucapnya sambil "menghilang" lagi dan tiba-tiba sudah berdiri di hadapan Lin Tian.


"Mulai hari ini, kau akan kuajari bagaimana cara mainkan ilmu Pedang Teratai Putih bersamaan dengan ilmu meringankan tubuh yang kunamakan sebagai Langkah Kilat."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2