
Zhi Yang berhasil diselamatkan dengan cara menyegel racun Tapak Api dalam tubuhnya. Lalu urat-urat di perutnya itu sudah tidak lagi berwarna merah kehitaman, melainkan berubah menjadi garis-garis tipis berwarna biru terang.
Dan masalah selanjutnya adalah, Zhi Yang sudah tidak bisa melakukan serangan atau mengerahkan tenaga berdasarkan ilmu Seribu Racun Dunia. Karena dengan begitu, racun yang tadinya dibekukan bisa mencair lagi dan kembali mengerogoti tubuhnya. Karena tenaga dalam Seribu Racun Dunia telah berubah menjadi panas saat Zhi Yang terkena Pukulan Tapak Api.
Hal ini tentu membuat Zhi Yang sedikit putus asa dan memilih untuk tinggal bersama ayah adiknya. Membantu mereka mengobati orang-orang.
Akan tetapi Lin Tian malah dengan santainya bicara akan hal-hal yang membuat mereka kaget sejaligus heran. Saat tengah sarapan di ruang depan, Lin Tian buka suara.
"Kakak, bagaimana jika aku melatihmu. Akan kuajari ilmu-ilmu silat selain Seribu Racun Dunia."
Yang diajak bicara sontak menghentikan gerak makannya sambil menolehkan kepala memandang adiknya, "Benarkah? Tak perlu repot-repot, aku bisa menggunakan ilmu-ilmu lamaku yang tak perlu mengandalkan racun."
"Benarkah kau tak ingin meningkatkan kemampuanmu? Kau akan menyesal nantinya."
"Bukannya aku tidak mau, justru sangat mau malah. Tapi aku.....hah, biarlah seperti ini saja." Zhi Yang tersenyum masam.
Pemuda ini menampakkan ekspresi yang sulit diartikan, sedikit kecewa sebenarnya mengetahui Zhi Yang tak berhasrat lagi untuk menjadi pendekar. Dalam keadaan seperti ini, tiba-tiba Rouwei ikut dalam pembicaraan.
"Sejak kapan kakak memanggil kakak?" tanya Rouwei menunjuk Lin Tian lalu menunjuk Zhi Yang.
"Kenapa memangnya?"
"Tak apa, hanya terkejut saja. Melihat kalian–"
"Hei pengemis pembuat onar! Keluar kau kalau masih punya nyali! Kau pikir kami tak tahu dimana tempat larimu hah!?"
Tiba-tiba terdengar bentakan dari luar dan juga suara ribut-ribut yang entah datang dari siapa. Namun yang pasti, empat orang ini tahu bahwa hal itu bukan pertanda baik. Yuan Fei dan kedua putrinya lekas menoleh ke luar melalui jendela untuk melihat siapa yang datang.
"Iblis Tiada Banding..." bisik Zhi Yang penuh ketegangan.
"Berapa jumlahnya?" tanya Lin Tian yang masih tenang-tenang saja.
"Lima puluhan. Mereka sudah mengepung bagian depan rumah ayah. Kurang lebih satu menit lagi mereka sampai."
Lin Tian menarik nafas, pasti mendendam padaku, pikirnya. Maka dia berjalan menuju kamar dan mengambil "tongkatnya" kemudian kembali lagi ke ruang depan lalu berkata pada mereka.
"Kalian semua, larilah melalui pintu belakang."
__ADS_1
"Lalu bagimana dengan kakak?" tanya Rouwei cemas.
"Akan kuhadapi mereka."
"Jangan Lin Tian, mereka Iblis Tiada Banding!"
"Aku sudah tahu. Mereka datang membawa urusan yang berkaitan denganku, maka aku sendiri yang harus menyelesaikannya."
Kemudian pemuda ini menolehkan kepala kearah Zhi Yang, "Kakak, tolong jaga mereka."
Lalu tanpa berucap sepatah kata pun, Lin Tian melangkah keluar tanpa ragu-ragu, menghadapi kepungan puluhan orang itu. Sedangkan Yuan Fei dan Zhi Yang lekas pergi dari pintu belakang sembari memasang kewaspadaan demi keselamatan Rouwei.
Di luar rumah, Lin Tian berdiri tenang di hadapan lima puluhan orang berpakaian hitam-hitam. Rata-rata mereka berwajah bengis dan senyuman kejam membingkai jelas di wajah mereka.
"Kalian mencariku?" tanya Lin Tian seolah tidak melihat gerombolan itu. Sangat tenang dan penuh keberanian tanpa rasa takut.
"Apakah kau bersembunyi di pondok milik Obat Hidup? Haha, sungguh pengecut."
"Pengemis muda, lebih baik kau menyerah dan ikut bersama kami untuk diadili. Apakah ketua akan membunuhmu atau tidak itu tergantung pada beliau."
"Aku, menyerah? Kau pikir aku terlihat seperti menyerah? Aku sudah berani membunuh beberapa orang Iblis Tiada Banding dan aku tahu wilayah ini adalah sarang dari kalian. Jika aku sudah berani membuat ribut di sini, apakah itu menunjukkan rasa takut?"
Namun kali ini harga diri mereka diinjak-injak oleh bocah pengemis yang entah datang dari mana. Tentu membuat mereka naik pitam.
Maka orang terdepan dari rombongan dan yang menjadi pimpinan berseru, "Orang muda sombong! Apa yang membuatmu bisa memiliki kepercayaan diri sebesar itu!? Kami adalah anggota elit yang posisinya di bawah para petinggi!"
"Lalu, apa yang harus kulakukan untuk menanggapi itu?"
Orang itu memerah mukanya. Merah hampir kehitam karena marah sekali mendengar jawaban penuh ejekan dari Lin Tian. Karena saking marahnya, tanpa pikir lagi dia mencabut senjatanya yang berupa sepasang pedang pendek dan sedetik kemudian melesat menuju Lin Tian.
"Sombong! Rebahlah!"
"Syutt-syuut!"
Lin Tian mudah saja menghindari tusukan pedang itu dengan menggeser kaki sedikit ke kiri. Akan tetapi tak berhenti sampai di sana, orang tersebut melakukan serangan susulan dengan menebaskan pedang pendek di tangan kanannya. Menuju wajah Lin Tian.
"Swishh!"
__ADS_1
"Tidak buruk!" puji Lin Tian setengah mengejek sambil merendahkan tubuhnya ke belakang.
Serangan berikutnya kembali datang dengan bacokan pedang kiri. Lin Tian menghindar lagi dan serangan susulan terus mengejar mengikutinya. Diam-diam Lin Tian memuji orang ini yang selain lincah gerakannya, juga amat hebat ilmu pedangnya yang bisa terus mengejar lawan tanpa jeda.
"Beraninya hanya menghindar! Pengecut bermulut besar!" salah seorang penonton bersorak untuk memanas-manasi Lin Tian. Sesaat setelah sorakan ini terdengar, sorakan dan ejekan-ejekan lain ikut menggema merendahkan Lin Tian.
Mendengar dukungan kawan-kawannya, pria yang sedaritadi beradu dengan Lin Tian tersenyum sinis lalu berkata, "Hehe, bagaimana pengecut? Hanya pandai lari?"
Disoraki dan diejek seperti itu, malah membuat Lin Tian tersenyum. Dia melompat mundur menghindari serangan terakhir lalu mengangkat tongkatnya tinggi-tinggi.
"Iblis Tiada Banding, akan aku tunjukkan siapa pengecut bermulut besar yang sebenarnya."
Setelah itu, tanpa menunggu respon lagi, dia berkelebat ke musuhnya yang menjadi terkejut bukan main. Dia lantas berseru dan meloncat ke belakang, namun Lin Tian terus mengejar dengan totokan tangan kiri yang kecepatannya tak tampak mata.
"Syut-syut-syut!"
"Aihhh, gila! Ilmu iblis mana ini!" seru lawan Lin Tian kualahan sambil terus berguling-guling.
Ketika mencapai totokan ke empat dan semua luput, Lin Tian menjejak tanah dan melompat tinggi bagai garuda. Tubuhnya berbalik lalu menukik turun dengan totokan tangan kiri mengarah ubun-ubun dan tongkatnya mengarah pundak lawan.
"Aiiihh!"
Orang itu mampu menghindar dengan melangkah ke belakang, namun menyesalah ia karena serangan Lin Tian tak hanya dari jari saja.
Saat tubuhnya bergeser, Lin Tian menarik tangan kirinya lalu menusukkan Tongkatnya dengan kecepatan luar biasa menotok leher lawan. Terdengar suara seperti anjing dicekik lalu roboh berkelojotan, setelah beberapa saat, lawan Lin Tian tewas seketika dalam keadaan melotot.
"Hahaha, anggota elit yang dibawah ketua? Jangan padai melawak!" Lin Tian mencela dan tertawa-tawa.
Sontak hal ini membuat darah mereka mendidih dan marah sekali. Mereka serentak mencabut senjata masing-masing lalu dalam sekali bentakan, puluhan orang itu menyerbu Lin Tian bagai semut mengerubungi gula.
"Hahaha....hahaha!"
Pertempuran pecah dan suara tawa mengerikan dari Lin Tian terus terdengar. Sinar-sinar hitam tongkatnya berkelebatan menebar maut di antara musuh-musuhnya. Dengan Langkah Kilatnya, dia berpindah-pindah dari sana-sini sebelum meninggalkan jejak dari darah seseorang yang dibunuhnya.
"Pendekar Hantu Kabut sudah kembali!! Kalian jangan meremehkan aku!!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
BERSAMBUNG