Pendekar Hantu Kabut

Pendekar Hantu Kabut
Bab 248. Kerja Sama


__ADS_3

"Marilah masuk ke dalam rumah, akan kuceritakan semuanya. Kau pun juga sama, mengapa kau bisa sampai sini."


Menguburkan kembali tanda pengenal Zhang, tanpa menunggu jawaban Lin Tian bangkit dan berjalan masuk rumah. Tak ada alasan untuk menolak, akhirnya Xin Kiu mengikut juga.


Lin Tian membawa Xin Kiu menuju ruangan depan yang terdapat meja dan kursi sederhana. Xin Kiu pun terkejut dengan kediaman Lin Tian ini, padahal setahunya Lin Tian memiliki posisi tinggi di Iblis Tiada Banding dan dia pikir tempat tinggalnya mewah.


"Kau terkejut dengan rumahku? Ini keinginanku sendiri." ujar Lin Tian menyadari raut kebingungan dari wajah Xin Kiu.


Setelah duduk dalam posisi yang dirasa cukup nyaman, Lin Tian kembali berkata, "Siapa namamu? Kenapa kau bisa sampai sini, kaisar yang mengutusmu?"


Xin Kiu nampak masih ragu-ragu untuk bicara. Lin Tian paham akan hal itu, maka dia melanjutkan untuk menyakinkan hati Xin Kiu, "Tak ada yang mempunyai tanda pengenal itu selain para tetua Zhang."


"I-itu berarti, kau juga tetua Zhang?"


Lin Tian menggeleng menanggapi pertanyaan Xin Kiu, dia tersenyum tipis saat berkata, "Aku pengawal pribadi nona Zhang."


Mendengar ini sontak Xin Kiu segera bangkit dan menatap tajam. Tanpa sadar posisi berdirinya itu sudah membentuk kuda-kuda sempurna yang siap menyerang. Melihat ini Lin Tian tanpa sadar tersenyum.


"Hal ini sudah jadi rahasia umum dan semua orang tahu. Nona Zhang yang terkenal cantik itu tak pernah menerima pengawal lelaki!" bentak Xin Kiu garang.


"Siapa kau!?" lanjutnya membentak.


Lin Tian mengayun-ayunkan tangannya ke depan. "Tenang...tenang....itukan sekarang, sejauh mana yang kau tahu tentang keluarga Zhang? Kau berasal dari Utara, sedangkan keluarga Zhang juga berasal dari Utara, namun pindah ke Selatan dan kembali ke Utara lagi. Tahukah kau itu?"


"Tentu saja aku tahu! Informasi semacam itu sudah diketahui juga oleh semua orang. Hayo mengakulah! Kau mata-mata Iblis Tiada Banding kan?"


Masih dengan kondisi duduk tenang, Lin Tian menjawab, "Itu masih informasi dasar. Apakah kau tahu milik siapa topeng retak nona Zhang? Apakah kau tahu alasan apa yang membuat Sastrawan Sakti bergabung dengan keluarga Zhang? Tahukah engkau kalau salah satu orang jubah merah yang selalu bersama nona Zhang, yang seorang bisu, tahukah kau alasan mengapa orang itu bisu? Nah tahu tidak?"


Xin Kiu hanya diam mendengarkan, tapi tetap membantah juga, "Mata-mata macam engkau, aku yakin kekuatanmu sudah tinggi, sehingga kau mampu mengetahui informasi seperti itu."


"Hahaha...." tiba-tiba Lin Tian tertawa dan berhasil membuat bingung Xin Kiu.

__ADS_1


"Sekarang jika aku mata-mata, maka segala informasi tadi tentu sudah diketahui Zhang Heng. Kalau begitu, coba kau pergi dan tanyakan padanya. Aku berani mati, dia tak tahu jawabannya!" ujarnya masih terus tertawa-tawa.


Xin Kiu masih terus memandangi Lin Tian yang tertawa itu dengan pandangan curiga. Bagaimana pun juga dia belum percaya benar dengan Lin Tian, tapi dia memang sudah memutuskan sejak awal untuk membantu pembunuhan Sian Yang.


"Jadi, sekarang jawab pertanyaanku, siapa namamu? Kaisar yang mengutusmu?" Lin Tian kembali bertanya.


"Kau pasti punya tujuan akan kedatanganmu kemari bukan?"


Xin Kiu duduk kembali dan menghela nafas beberapa kali untuk menenangkan dirinya. Setelah tenang banar, barulah dia menjawab. "Aku memang diutus Yang Mulia kemari secara diam-diam untuk mengawasi keadaan Iblis Tiada Banding. Rencananya, kekaisaran ingin melemahkan Iblis Tiada Banding dari dalam."


"Ini semua....ah, entahlah tapi Yang Mulia bilang ini rencana nona Zhang. Kau harus bangga." lanjut Xin Kiu.


"Memang aku bangga sekali dan nona memang pantas dibanggakan, tak heran nona akan mengambil keputusan demikian. Lalu, apa yang sudah kau lakukan untuk melaksanakan perintah kaisar?"


Kali ini Xin Kiu nampak menunduk dan wajahnya menunjukkan ekspresi sulit diartikan. "Belum banyak, aku hanya mengumpulkan informasi yang kucatat dalam buku. Aku sama sekali belum mengambil tindakan langsung. Ternyata semua orang di sini kekuatannya sangat mengerikan, aku tak bisa langsung turun tangan."


"Bagaimana jika kita saling kerja sama?"


Xin Kiu memandang Lin Tian terbelalak.


Di tempat yang gelap, salah satu ruang bawah tanah markas Iblis Tiada Banding, ada seorang nenek tua yang sedang mengaduk-aduk sesuatu dalam kuali besar. Tawa mengerikan selalu bergema di seluruh ruangan ini.


Kemudian di belakangnya, terdapat belasan gadis-gadis dan pemuda dalam keadaan polos tanpa pakaian. Sedangkan kaki tangan serta mulut mereka diikat kuat-kuat.


Jika dilihat lebih teliti, dalam kuali itu nampak cairan warna merah yang terdapat pula beberapa kaki tangan manusia. Nenek ini sedang melakukan pembuatan obat dengan cara keji sekali.


"Asap darah....hahahaha, jika ini berhasil keciptakan sempurna, maka pasukan Song tak akan mampu berbuat banyak!!"


Mencium bau dari ramuan yang bernama asap darah itu, nenek ini kembali terkekeh-kekeh. "Heheh....sebentar lagi kebangkitan Iblis Tiada Banding akan tiba!!"


Di saat yang sama di kediaman Lin Tian, Xin Kiu dan Lin Tian nampak sedang bercakap-cakap.

__ADS_1


"Target pertama kita nenek sinting itu. Dia bisa membuat berbagai macan obat, racun atau ramuan mengerikan untuk merugikan lawan. Jika dia mati lebih dulu, maka Iblis Tiada Banding akan berkurang jauh kekuatannya." usul Lin Tian kepada Xin Kiu yang mengangguk-angguk.


"Bagaimana menurutmu?" tanya Lin Tian lagi.


"Menurutku, bukankah lebih baik untuk membunuh Chan Fan lebih dulu. Bukankah diantara pengawal Sian Yang, Chan Fan lah yang paling kuat. Lalu disusul Naga Emas dan nenek gila satu ini?"


Lin Tian mengetuk-ngetukkan jarinya di atas meja. Memang benar ucapan Xin Kiu tadi, karena jika Chan Fan tak segera dilenyapkan, maka keadaan bisa makin repot. Sedangkan nenek siluman itu, tak bisa dibiarkan terlalu lama karena eksperimennya yang tak jarang langsung memggunakan manusia!


"Bagaimana kalau kita bunuh saja keduanya?"


"Hah?"


Xin Kiu melongo seketika saat Lin Tian bicara demikian. Spontan dia menjawab sekaligus bertanya, "Bagaimana caranya?"


"Penyamaran. Aku akan menyamar sebagai Chan Fan."


"Lalu aku?" tanya Xin Kiu menunjuk dirinya sendiri.


"Kau hanya perlu menjalankan rencana yang nanti akan kukatakan. Besok malam kita berangkat, kita obrak-abrik tempat eksperimen nenek itu."


Berjalan masuk menuju ruangan dalam, Lin Tian memakai jubah panjang dan kuncir rambutnya dilepas. Lalu entah dapat dari mana, dia juga mendapatkan rantai panjang yang ujungnya runcing. Persis seperti milik Chan Fan.


"Darimana kau mendapat senjata itu?" tanya Xin Kiu sembara memandangi penampilan baru Lin Tian. Sosok pria tinggi berjubah panjang dan lebar lengkap dengan tudung penutup kepala.


"Entah, aku tak sengaja menemukannya di jalan." jawab Lin Tian sekenanya.


"Kalau begitu mari kita buat persiapan, aku akan menyelidik lebih dulu ke ruang bawah tanah tempat nenek itu berada."


"Lalu aku bagaimana!!!"


"Tunggu saja perintah dariku."

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


BERSAMBUNG


__ADS_2