Pendekar Hantu Kabut

Pendekar Hantu Kabut
Bab 199. Kakek Kang Lim


__ADS_3

"Ugh!" Yin Yin terdengar merintih sesaat setelah menangkap sambitan pisau itu.


Bukan karena pisaunya, namun karena luka di perutnya yang masih parah. Ditambah sebelumnya dia dan Lu Jia Li harus menghabisi dua puluh orang anak buah Sie Yan juga Yan Cu yang mencoba kabur.


Beruntungnya bagi dua orang ini bahwa dua puluh orang itu sedang dilanda ketakutan hebat. Sehingga dia melupakan kekuatan sendiri yang sebenarnya sedikit lebih kuat dari Yin Yin maupun Lu Jia Li. Maka mereka menyerang secara ngawur saja dan dapat dengan mudah di bersihkan semua oleh dua orang Hantu Merah itu.


Sedetik kemudian, Yin Yin jatuh bersimpuh dengan tangan kiri memegangi perutnya dan menekannya keras agar darah yang keluar bisa berkurang.


"Cepat urusi dia, jangan pedulikan aku!" kata Yin Yin ketika melihat Lu Jia Li hendak menghampirinya.


Lu Jia Li mengangguk dan menotok lumpuh seluruh tubuh Sie Yan, lalu dia menyodorkan kertas yang berisi pertanyaan-pertanyaan berupa tulisan tangannya.


"Apa benar bahwa kau adalah mata-mata Iblis Tiada Banding?" demikianlah tulisan pada halaman pertama di kertas yang ditunjukan Lu Jia Li kepada Sie Yan.


"Haha, kenapa kau pakai tulisan? Tak bisa bicara pakai mulut? Bisu ya?" hardik Sie Yan dengan tatapan meremehkan.


Sontak hal ini berhasil membuat marah Lu Jia Li. Maka gadis ini mengangkat tangan ke atas dan mengalirkkan tenaga dalam sepenuhnya. Lalu sekali ayun, tangan kiri Sie Yan putus sampai ke batas siku.


"Croook!"


"Aaakkhhhh!!"


Lu Jia Li kembali menyodorkan kertas yang berisikan tulisan itu ke depan wajah Sie Yan. Dengan takut-takut dan menahan kesakitan yang luar biasa, Sie Yan menjawab.


"B-benar, aku mata-mata mereka yang tinggal di sini."


"Apa yang ditugaskan pimpinanmu?" Lu Jia Li membalikkan kertas itu dan menampilkan tulisan yang dibaca demikian.


"Untuk mengawasi gerak-gerik kerajaan. Kalian tahu bukan kalau di sini adalah kota yang dekat dengan kota raja?"


Lu Jia Li mengangguk, setelah itu tiba-tiba terdengar Yin Yin menyela.


"Berapa jumlah sekutumu di kota ini? Apakah semua pelacur distrik merah adalah anggotamu?"


"Ya benar-benar! Seluruh wilayah distrik merah termasuk pekerja dan pelacur adalah bagian dari kami!"

__ADS_1


"Bagus, Jia Li, ikat dan bawa dia menghadap nona!"


Lu Jia Li mengangguk dan segera melaksanakan perintah Yin Yin. Dia mengambil tali tambang kuat yang sebelumnya disembunyikan di balik ikat pinggang. Lalu dia menelikung tangan kiri Sie Yan ke belakang dan mengikatkan tangan itu menyatu dengan kaki.


"Kenapa harus dibiarkan hidup?" tanya kakek itu tiba-tiba dan menembakkan hawa pukulan kuat.


"Prakk!!" seketika kepala Sie Yan pecah berhamburan.


"Apa yang anda lakukan!" Yin Yin membentak, namun sedetik kemudian mulutnya memuntahkan darah segar. Melihat ini, Lu Jia Li segera mendekat dan merawat luka di perut Yin Yin.


"Semua informasi sudah kita tahu, untuk apa dipelihara lagi?" jawab kakek itu santai tanpa beban sedikit pun.


Lu Jia Li memandang kakek itu dengan tatapan sedikit tidak suka, maka dia mewakili Yin Yin bicara padanya menggunakan bahasa isyarat.


"Untuk dijadikan sandera saat menyerbu distrik merah? Hahahaha...dengan adanya aku untuk apa sandera lagi? Kita libas saja semua sekalian!" kakek itu malah tertawa bergelak sesaat setelah melihat isyarat Lu Jia Li.


Sontak hal ini membuat dua Hantu Merah itu terkejut bukan main. Di pikiran mereka memikirkan hal yang sama, alasan apa yang membuat kakek itu ingin membantu keluarga Zhang?


Karena penasaran, Yin Yin segera menanyakan hal ini.


"Mengapa anda akan membantu kami?"


Yin Yin dan Lu Jia Li saling pandang dengan bingung. Kemudian terdengar Yin Yin kembali berkata, "Kalau boleh tahu, siapa sahabat anda?"


"Hm...itu tak penting. Sudahlah aku mau pergi, masih ada urusan." kakek itu berbalik badan dan hendak pergi dari sana. Akan tetapi seruan Yin Yin berhasil menghentikan langkahnya.


"Tuan, tolong beritahu nama anda agar nona kami tahu siapa penolong keluarga Zhang."


Kakek itu tersenyum dan menjawab, "Panggil saja kakek Kang Lim."


...****************...


Yin Yin dan Lu Jia Li sampai di tempat keluarga Zhang dalam keadaan Lu Jia Li yang memapah Yin Yin.


Selama di Utara ini, keluarga Zhang dan keluarga lain yang mengirim bantuan pasukan dari Selatan diberikan tempat khusus oleh kaisar Song. Tempat yang sangat luas hampir menyamai kota besar itu khusus untuk kediaman para pejuang.

__ADS_1


Memang kaisar Song membentuk sebuah kelompok yang disebut para pejuang. Kelompok itu bertugas untuk melawan pemberontakan Iblis Tiada Banding yang semakin hari kian mengganas.


Tak hanya dari keluarga penguasa, pendekar bebas pun bisa begabung menjadi pejuang jika dia memang menginginkan hal itu.


Saat dua orang Hantu Merah itu sampai di hadapan nonanya, Zhang Qiaofeng langsung terkejut melihat keadaan Yin Yin.


"Bibi, apa yang terjadi?" gadis itu datang mendekat.


Yin Yin dan Lu Jia Li menjelaskan semuanya. Penyelidikan mereka di distrik merah yang hampir merenggut nyawa Yin Yin karena lengah. Ekspresi Zhang Qiaofeng berubah-ubah saat mendengar semua cerita itu.


Apalagi ketika mereka sampai di bagian Yan Cu yang ternyata juga bagian dari Iblis Tiada Banding. Dan lebih terkejut lagi ketika mendengar bahwa seluruh distrik merah adalah bagian dari kelompok pengacau. Tanpa terasa amarahnya memuncak saat itu juga.


Akan tetapi rasa marahnya segera lenyap tatkala Yin Yin menjelaskan satu hal.


"Kami berhasil selamat karena pertolongan dari pendekar sejati yang entah dari mana muncul dan membela kami."


"Siapa memangnya? Dan mengapa membantu kalian? Seingatku kita belum pernah berhubungan dengan pendekar sejati." ucap Zhang Qiaofeng kebingungan.


"Kami juga tidak tahu nona, dia hanya mengatakan bahwa sahabat baiknya adalah orang Zhang."


"Apa kau tahu namanya?"


"Dia berkata jika, namanya kakek Kang Lim."


Zhang Qiaofeng terlihat berpikir, mencoba mengingat-ingat akan nama itu apakah pernah bertemu dengannya atau tidak. Tapi setelah beberapa saat akhirnya dia menyadari bahwa sebelumnya nama itu benar-benar belum terdengar oleh telinganya.


"Begitu ya...mungkin suatu saat nanti kita akan mengetahui siapa yang menjadi sahabat kakek Kang Lim. Sekarang kalian istirahatlah dulu, sisanya aku yang urus."


Setelah keduanya pergi, Zhang Qiaofeng segera mengatur rencana untuk membereskan distrik merah. Dia mengumpulkan semua Barisan Hantu dan Hantu Merah ke ruangannya. Tentu saja Yin Yin dan Lu Jia Li tidak ikut.


Setelah berdiskusi lama, akhirnya mereka mencapai satu keputusan. Dua minggu setelah hari ini, setengah Barisan Hantu dan Hantu Merah akan menyerbu ke sana.


Zhang Qiaofeng juga akan ikut dalam pertarungan kali ini karena dia mendengar dari Yin Yin bahwa Kang Lim akan ikut membantu. Maka dia ingin sekali melihat sahabat dari Kang Lim itu.


"Siapa sebenarnya sahabat kakek Kang Lim itu?" gumam gadis itu.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


BERSAMBUNG


__ADS_2