Pendekar Hantu Kabut

Pendekar Hantu Kabut
Bab 274. Delapan Pendekar Sejati


__ADS_3

Puncak salju di Pegunungan Tembok Surga, merupakan satu tempat yang terlihat amat angker dan keramat. Hamparan yang hanya berisikan salju putih serta berbagai tanaman beku itu benar-benar mampu membius pandang mata siapa pun yang melihat, tapi di saat bersamaan juga mampu menaikkan bulu roma.


Keanehan yang menjadi penyebab keangkeran puncak salju ini adalah perbedaan suhu antara darat dan danau. Beruntung tak ada satu pun orang yang berani datang ke sini. Kalau semisal ada yang datang, tentu orang itu akan menyebarkan berita jika di puncak salju itu ada "penjaganya".


Tapi memang benar, di puncak ini terdapat seorang penjaga. Namun penjaga ini masih manusia dan bukan berasal dari alam lain. Sudah beberapa tahun ini dia berdiam di sana entah melakukan apa, namun orang itu selalu berada di sana siang malam.


"Kau benar-benar masih hidup. Tahun ini berapa umurmu?"


"Jangankan umur, tanggal lahir saja aku tak ingat."


Wang Ling Xue, dialah seorang penjaga yang telah disinggung-singgug tadi. Saat ini, bersama seorang tamu spesial, dia menyambut tamu itu di luar goa pertapaannya dan duduk di atas batu datar.


Tamu itu bukan lain adalah Chong San. Tak perlu dibicarakan mengapa dia kemari karena hal itu tidak penting. Yang jelas, singkat cerita dua orang ini sudah saling kenal sejak puluhan atau bahkan ratusan tahun lalu.


"Ngomong-ngomong soal umur–"


"Kau hendak bertanya umurku?" potong Wang Ling Xue terkekeh.


Chong San mencibir, "Aku hendak tanya berapa lama lagi kira-kira sisa waktu yang kau punya untuk terus mendekam di dunia ini?"


Pertanyaan penuh ejekan itu hanya dibalas tatapan tajam dari Wang Ling Xue.


Keduanya duduk dalam hening setelahnya, tak ada yang buka suara. Hanya menyibukkan diri dengan memandang riak air danau atau tarian rumput dan bunga beku yang bergoyang-goyang akibat tertiup angin.


"Ada apakah kau datang kemari?" tanya Wang Ling Xue akhirnya.


"Karena sesuatu hal, suatu hal penting, soal Lin Tian. Kau pasti telah mendengar kabar tentangku sejak terakhir dia darang kemari bukan?"


"Benar." balas Wang Ling Xue dan memandang sahabatnya itu dengan serius. "Apa yang terjadi?"


"Perang besar sebentar lagi akan meledak. Pasukan kekaisaran melawan Iblis Tiada Banding. Dan Lin Tian, salah satu dari tiga pendekar sejati kekaisaran ikut andil di dalamnya."


Wajah Wang Ling Xue berseri mendengar kabar akan muridnya. Tak bisa dipungkiri dia merasa amat bangga akan hal itu. "Lin Tian? Wah, hebat sekali!"


"Jangan senang dulu. Di pihak lawan, ada lima orang pendekar sejati. Tiga lawan lima, bisakah menang?" tanya Chong San sungguh-sungguh.


Wajah Wang Ling Xue menegang seketika kemudian dia menjawab, "Apa maksudmu? Mereka memiliki lima? Bagaimana mungkin!?"

__ADS_1


"Itu mungkin dan memang kenyataan. Aku tak terlalu peduli soal ribuan pasukan kekaisaran karena aku yakin pasti akan menang menghadapi pasukan Iblis Tiada Banding. Yang kukhawatirkan adalah, tiga orang pendekar sejati ini. Kau tahu bukan, pertarungan antar pendekar sejati berada di tingkat yang jauh berbeda dari para prajurit."


"Maksudmu, kekaisaran pasti menang, tapi tiga orang ini belum tentu menang?"


"Tepat sekali."


"Inikah alasanmu datang kemari!?"


"Benar, aku ingin mengajakmu untuk turun gunung dan membantu mereka. Mungkin ini sudah takdir."


Wang Ling Xue memandang tak percaya. Chong San buru-buru melanjutkan, "Anggap saja sebagai olahraga bagi kita kakek-kakek yang otot tulangnya sudah kaku hehe..."


...****************...


Serangan pertama adalah dari pasukan kaisar. Pasukan besar yang datang dari arah Barat itu berhasil membikin repot pihak Iblis Tiada Banding.


Berbagai macam jebakan, bahan peledak bawah tanah dan pasukan pendam sudah dikeluarkan untuk menahan sebisanya pasukan besar ini. Namun semua itu hanya mampu menghentikan laju pergerakan lawan sesaat.


Sebelum para pendekar sejati Iblis Tiada Banding unjuk gigi, kaisar melarang keras kepada Zhang Qiaofeng, Lin Tian dan Kang Lim untuk terjun dalam pertempuran. Dikhawatirkan mereka akan kelelahan saat menghadapi para pimpinan Iblis Tiada Banding itu.


Pasukan Iblis Tiada Banding memecah, bergerak ke Utara dan Selatan. Mencoba untuk mengepung pasukan kaisar yang datang dari Barat. Tapi mereka segera dikejutkan dengan hujan anak panah yang datang dari Utara dan Selatan. Kemudian disusul munculnya pasukan yang tak kalah besar mengepung mereka dari Utara dan Selatan.


Ketika semua orang sudah khawatir akan kekalahan, karena bagaimana pun juga tanpa bantuan para pendekar sejati, Iblis Taida Banding sudah kalah lebih dulu dalam hal jumlah. Maka orang-orang ini segera bersorak ketika muncul lima sosok yang dinanti-nanti.


"Blar-blar-blar!"


Ledakan-ledakan keras muncul dan mengacaukan barisan pasukan kaisar.


"Tokoh utama muncul!" teriak salah seorang pasukan kaisar.


Bunyi terompet di bunyikan beberapa kali sebagai tanda terhadap kaisar Song. Lelaki ini dapat mendengarnya jelas dan berseru kepada tiga orang pendekar sejatinya.


"Ayo cepat, giliran kalian!"


Zhang Qiaofeng, Lin Tian dan Kang Lim mengangguk dan segera melompat ke gelanggang pertempuran.


Berlari menggunakan ilmu meringankan tubuh mereka untuk mencapai tempat kelima orang tersebut. Selama perjalanan, tentu saja kedua tangan mereka tak sudi untuk diam dan membiarkan pasukan lawan. Mereka membunuhi beberapa orang sambil berlari.

__ADS_1


"Kamilah lawan kalian!" seru Zhang Qiaofeng dan menembakkan hawa pukulan panas yang luar biasa. Pukulan yang berasal dari ilmu pukulan Api Pelahap Mega ini mampu membuat Zhang Heng sedikit merintih saking panasnya.


Disusul oleh hentakan kedua tangan Lin Tian yang menimbulakan hawa dingin mencekam, juga dilengkapi oleh angin badai Kang Lim yang segera berpusingan mengacaukan tempat sekitar.


Sebentar saja, lima orang itu sudah dikurung oleh tiga kekuatan raksasa lawan mereka.


"Dess–dess–bress!"


Lima orang ini tak sudi jadi sasaran empuk. Kedua tangan mereka segera berkelebat memapaki berbagai macam serangan lawan dan membelokkan arah serangan. Akibatnya, baik pasukan Iblis Tiada Banding atau pasukan Song, banyak yang terkena imbasnya dan tewas seketika.


Lin Tian dan Zhang Qiaofeng mencabut senjata, hal yang sama pula dilakukan oleh Zhang Heng dan A Yin. Kemudian tanpa banyak cakap lagi, mereka segera terlibat bentrokan yang terlalu cepat dan kuat bagi orang-orang disekitarnya.


Kang Lim menghadapi A Tong, Zhang Qiaofeng menghadapi A Yin yang dibantu oleh A Liu. Sedangkan Lin Tian melawan dua tokoh terkuat mereka, Zhang Heng dan A Jiu.


Pertempuran yang diluar kemampuan dan nalar manusia terjadi di tengah medan perang. Hal ini memaksa orang-orang sekitar untuk menjauh sedikitnya lima puluh meter dari tempat kejadian sebelum lanjut berperang lagi.


Melihat kekacauan ini, Kaisar mengangkat tangan kanan dan memberi perintah. "Panah Api!"


"Siap!" jawab serempak ratusan orang bersenjata gendewa yang di tangan kanannya memegang anak panah berapi.


"Tembak!"


"Syut–syut!"


Garis-garis merah membara tercipta di udara begitu anak panah dilepaskan. Akibatnya, pohon-pohon di sana terbakar hebat dan ini menimbulkan kekacauan baru lagi.


Untuk pendekar sejati yang sibuk bertempur dan beradu ilmu itu takkan bisa terpengaruh, namun para prajurit menjadi kebingungan serta panik.


Rencana ini sudah dipersiapkan sebelumnya, maka pasukan Song yang berzirah besi itu segera menembus pagar api dan membuat pagar tepat di balik api. Lalu pasukan pemanah menembaki orang-orang Iblis Tiada Banding yang terkurung di dalam pagar api itu.


Kenapa kaisar tidak melakukan strategi ini semenjak awal? Karena jika hal itu dilakukan, maka lawan bisa kabur melalui jalur laut menggunakan perahu dan kapal mereka.


Tapi setelah pertarungan delapan pendekar sejati itu pecah, jalan menuju pantai tertutup oleh sambaran-sambaram angin badai yang panas dan dingin. Secara tidak langsung menutup jalur itu dan harus memaksa orang-orang Iblis Tiada Banding untuk mencari jalan memutar.


Tapi saat orang-orang itu mulai mencari jalan yang lebih jauh, mereka telah kehilangan banyak sekali pasukan karena hujan anak panah. Melihat pasukan musuh terpecah di sana-sini, pasukan Song kembali menyerbu dan mengumpulkan mereka semua, kemudian kembali membuat pagar api dan memanahi mereka dari luar.


Pertarungan mampu dikuasai oleh kekaisaran Song, namun pertandingan antara pendekar-pendekar kuat itu, sama sekali tidak bisa dianggap menguntungkan.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


BERSAMBUNG


__ADS_2