
Beberapa menit berselang dan selusin orang itu mampu dibasmi habis. Hanya menyisakan satu orang saja yang sudah luka berat, hanya menunggu ajal saja untuk menjemput kesebelas temannya.
Hao Yu datang menghampiri dengan golok masih di tangan kanan, menatap tajam kerah orang itu seraya berkata, "Siapa yang menyuruh kalian...?"
Orang itu tak lekas menjawab, hanya duduk bersimpuh sembari bersandarkan batang pohon besar. Nafasnya tersenggal-senggal, setiap kali mulutnya hendak mengeluarkan suara, selalu ada darah keluar.
Melihat hal ini Lin Tian segera menotok beberapa jalan darah di tubuhnya untuk mengurangi rasa sakit dan menghentikan pendarahan.
"Siapa yang menyuruh kalian?" kali ini Lin Tian bertanya.
"Iblis...Tiada Banding...Sian Yang...." jawabnya lemah. Matanya sudah hampir menutup sepenuhnya.
"Kalian....akan celaka..." lanjutnya lagi sebelum terkulai lemas dengan nyawa hilang.
Sedangkan empat orang itu terkejut bukan main. Kiranya yang menyuruh mereka adalah Sian Yang dari Iblis Tiada Banding, seorang yang telah membunuh Dewa Kegelapan. Maklumlah mereka jika saat ini musuh yang akan dihadapi ke depannya akan sangat merepotkan.
"Hah....Iblis Tiada Banding...siapa sih mereka?" gumam Lin Tian sambil menghela nafas panjang.
"Orang itu benar-benar pembuat onar!!" balas Hao Yu geram.
"Orang itu? Hei, bagaimana jika yang berjuluk Iblis Tiada Banding ini bukanlah seseorang, melainkan suatu kelompok seperti Pilar Neraka?"
"Wah, jika seperti itu benar-benar akan merepotkan!! Akan tetapi tadi dia menyebut Sian Yang, bukankah itu nama orang? Apakah mungkin dia ini yang membunuh Dewa Kegelapan?" seru Hao Yu menimpali ucapan Lin Tian.
Percakapan ini harus terputus tatkala keduanya mendengar isak tangis dua wanita itu. Tangis yang amat memilukan, juga mengandung keharuan.
"Terima kasih Nona....terima kasih!!" kata mereka berkali-kali sambil bersujud di hadapan Zhang Qiaofeng dan Xiao Lian. Membuat keduanya sedikit salah tingkah.
"Sudahlah, tak perlu seperti ini. Yang lebih penting, siapa kalian sampai dikeroyok oleh mereka? Sepertinya kalian bukan orang biasa?" tanya Zhang Qiaofeng.
Terbelalaklah mata keduanya, sungguh mereka belum siap akan pertanyaan ini. Maka keduanya yang masih dalam keadaan sujud itu saling lirik satu sama lain dengan pandangan ragu. Akan tetapi Song Qian yang sudah membulatkan tekad dan akan menghadapi apapun akibatnya, segera memberi tanda anggukan kepada Fen Lian.
Seolah-olah dalam gerak-geriknya dan pandang matanya dia mengatakan, "Katakan saja, mati hidup kita akan bersama!"
Fen Lian yang menyadari kode ini membalas dengan anggukan. Kemudian bangkit duduk dan menatap Zhang Qiaofeng dengan pandangan tegas.
"Nona, kami adalah murid Golok Penghancur Gunung, dan kami--ahh!!"
Belum juga selesai ucapannya, Zhang Qiaofeng sudah lebih dulu menyabetkan belatinya mengarah leher. Akan tetapi untung saja Fen Lian memiliki ilmu meringankan tubuh yang baik sekali, sehingga dia mampu menghindar dan serangan itu luput.
"Tenang Nona, kami akan jelaskan--aahhh!!" sama seperti Fen Lian, Song Qian juga harus melompat dan bergulingan ketika Zhang Qiaofeng menyambitkan banyak sekali jarum-jarum halus kearahnya.
"Keparat!!!" Zhang Qiaofeng yang sudah bangkit amarahnya itu segera melemparkan kembali jarum-jarum kecilnya. Sedangkan Xiao Lian yang juga terkejut dan murka mendengar pengakuan dua orang itu segera memberi tanda kepada Hao Yu yang langsung dipahami oleh pria tersebut.
Maka secepat kilat Hao yu menerjang dan menebaskan goloknya kearah Fen Lian. Sedangkan jarum-jarum Zhang Qiaofeng mengarah tujuh belas jalan darah mematikan di tubuh Song Qian.
Akan tetapi sungguh kebulatan tekad yang luar biasa. Mereka sama sekali tidak mau menghindar dan tetap berdiri tegak dengan pandang mata tajam. Hal ini membuat Lin Tian mengeryitkan dahi karena heran.
Kemudian, terdengar seruan nyaring dari Song Qian, "Nona!! Kami ingin mengabdi kepada keluarga Zhang!!!"
__ADS_1
Mereka semua terkejut setengah mati, terutama sekali Zhang Qiaofeng. Akan tetapi dia tak ambil peduli dan malah menyambitkan lebih banyak jarum lagi.
"Trang-Wuuushh!!"
Sekitar satu jengkal sebelum golok dan jarum itu mencapai sasaran, Lin Tian yang melihat adanya "sesuatu" segera melesat dan mengangkis keduanya. Pedang Dewi Saljunya itu berhasil mementalkan golok Hao Yu, sedangkan angin pukulannya berhasil menyampok runtuh semua jarum Zhang Qiaofeng.
"Apa yang kau lakukan bocah!!" bentak Zhang Qiaofeng tak senang.
"Lin Tian, apa maksudmu!!" seru Hao Yu pula dengan mata tajam.
Akan tetapi sampai lama pemuda itu tak menjawab, hanya berdiri tegak di depan Song Qian dan Fen Lian.
"Jawab Lin Tian!!" Zhang Qiaofeng makin marah.
"Nona, apa anda tidak tahu akan sepak terjang Aliansi?" pemuda ini berujar tenang.
"Memang kenapa? Siapa yang tak tahu akan tindak tanduk iblis-iblis itu hah!!? Lalu dua orang di belakangmu itu juga bagian dari mereka, dan kau melindunginya? Apa maksudmu!??" Zhang Qiaofeng membentak.
"Tenang nona, tenang, bukan itu yang kumaksud."
"Lalu apa!!"
"Aliansi Golongan Hitam, bukankah mereka tak jarang untuk memaksa penduduk dusun yang telah dihancurkan untuk menjadi anggotanya. Lebih sering lagi, mereka mengambil para wanita-wanita yang cantik manis untuk dijadikan penghibur di markas." jawab Lin Tian.
Zhang Qiaofeng tersentak kaget, begitu pula dengan Xiao Lian dan Hao Yu. Akan tetapi kembali Nona Zhang itu membentak, "Aku tahu, lalu apa hubungannya dengan mereka!? Kau ingin bilang jika mereka adalah wanita-wanita dusun yang dipaksa untuk menghibur anggota Aliansi? Lalu mana mungkin wanita-wanita dusun biasa itu menjadi murid Golok Penghancur Gunung?"
Lin Tian mengangguk, "Benar Nona, dan boleh jadi memang seperti itu adanya. Tapi melihat kegesitan dua orang ini, aku sedikit menduga-duga...." kali ini pemuda itu berbalik menghadapi Song Qian dan Fen Lian yang berwajah pucat.
Makin pucatlah wajah dua wanita ini, sehingga tanpa sadar mereka cepat-cepat mengangguk seperti seekor ayam mencari makan.
"Hah...benar-benar merepotkan." gumam pemuda itu. Dia dari awal memang sudah menduga jika dua orang ini adalah mata-mata Aliansi, melihat dari gesitnya gerakan mereka. Dan setahunya, pimpinan mata-mata Aliansi hanyalah Xiao Fu.
"Lalu apa maksud kalian ingin mengabdi kepada keluarga Zhang? Hei, di sana masih ada Kakek Lengan Sakti dan Sastrawan Sakti, juga ada ratusan anak buah Asosiasi Gagak Surgawi. Jika kalian ingin mengacau, dua orang yang hanya pandai mengelak ke sana-sini macam kalian ini bisa apa?" tanya Lin Tian dan memberi sedikit ancaman.
"Aku sangat tahu jika Aliansi amat membenci keluarga Zhang. Jadi jika kalian diutus oleh Golok Penghancur untuk mencelakakan nona...hem....mampukah kalian untuk melewati hantu ini?" lanjutnya dengan sedikit menyombongkan diri. Hal ini ia lakukan untuk memberi intimidasi kepada mereka.
Namun bukannya takut, dua orang ini serempak berlutut di hadapan Lin Tian. Kemudian terdengar Song Qian berkata.
"Kami akan menceritakan semuanya. Kemudian jika Nona Zhang tidak setuju, harap matikan saja kami, daripada kami harus kembali ke neraka itu."
Lin Tian melirik Zhang Qiaofeng, namun gadis itu tetap bungkam dan terus menatap tajam. Akhirnya dialah yang berkata.
"Katakan!"
Song Qian mulai bercerita. Dari ketika seluruh keluarga serta desanya dibantai habis, kemudian mereka berdua menjadi barang mainan anggota Aliansi, lalu diangkat murid oleh Xiao Fu dan Golok Penghancur Gunung hingga sampai seperti sekarang. Semua itu mereka ceritkan tanpa mengurangi dan melebihi, jujur apa adanya.
"Lalu kenapa setelah kalian memiliki kepandaian, kalian tak lekas pergi meninggalkan mereka?" Lin Tian bertanya.
"Itu karena kami tahu pasti bahwasannya hal itu tak mungkin dilakukan. Karena Golok Penghancur Gunung memiliki banyak murid sakti dan lihai yang tentu akan mengejar kami. Karena itulah, kami rela menjadi mainan untuk beberapa waktu agar kami bisa mengumpulkan segala informasi." jawab Fen Lian.
__ADS_1
"Informasi? Untuk apa informasi itu?"
"Untuk hari ini Tuan!! Kami akan memberikan seluruh informasi yang kami punya agar kiranya Nona Zhang sudi untuk menerima kami!!" kali ini Song Qian menyahut.
Bagaikan tersambar petir, dada mereka yang mendengar itu seketika berguncang hebat. Sungguh informasi ini sejatinya lebih berharga daripada sekotak emas berlian.
Bagaimana tidak, Aliansi Golongan Hitam adalah sekumpulan penjahat yang misterius! Bahkan Lu Tuoli sendiri mengaku sangat kesulitan untuk mengorek informasi dari mereka. Orang tua itu menjelaskan semua ini ketika pernah suatu saat utusan keluarga Hu dan Xiao datang ke kediaman Zhang.
Keluarga Hu mulai mencari seluk beluk Aliansi ketika terbunuhnya Ang Bei, sedangkan keluarga Xiao meminta bantuan Asosiasi tepat setelah mengetahui fakta bahwa Xiao Fu hampir saja membunuh Nona Zhang. Namun sampai saat ini, informasi yang didapat oleh Lu Tuoli tidaklah terlalu berharga. Informasi seperti rencana mereka atau hal-hal yang bersifat rahasia, Asosiasi Gagak Surgawi sama sekali tidak mampu menemukan hal itu.
Dan sekarang, tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba ada dua orang wanita cantik yang berkata ingin memberi semua informasi yang dia punya. Bukankah sebuah keuntungan yang luar biasa?
Lin Tian menengok kearah Zhang Qiaofeng untuk minta pendapat. Kali ini semua keputusan benar-benar ada di tangan gadis itu.
"Ck, katakan!!" ketus Zhang Qiaofeng.
"Harap ijinkan kami untuk bergabung lebih dulu Nona!!" seru mereka.
"Katakan dahulu baru Nona akan memutuskan!!" bentak Lin Tian.
Mereka menjadi jeri dan mau tak mau mengatakan sesuatu yang mereka yakin saat ini sedang sangat dibutuhkan oleh Nona Zhang itu.
"Eh...benarkah katamu?" ucap Zhang Qiaofeng tak percaya.
"Benar Nona, Golok Penghancur Gunung sudah menguasainya sungguh pun masih berada di tingkat paling rendah." jawab Song Qian yang tak sudi lagi menyebut guru terhadap Golok Penghancur Gunung.
Zhang Qiaofeng nampak belum begitu percaya dengan ucapan itu. Melihat hal ini, Song Qian kembali berseru.
"Ketika ada lima orang anggota Aliansi yang mengacau di rumah walikota Wang dan dikeroyok oleh banyak pengawal walikota, sekaligus anda sendiri, kakek Kim, Nona Lu dan Sastrawan Sakti, kami dua orang ini melakukan penyusupan ke gudang harta. Kemudian dengan informasi yang telah diperoleh dari mata-mata kami, kami berhasil menemukan peti kitab itu dan mencurinya."
Perkataan ini jelas membuat terkejut Zhang Qiaofeng. Jika dia tahu sedetail itu ketika pertarungan sengit di rumah walikota kala itu, ini artinya mereka memang berada di tempat.
"Jika Nona belum percaya, baiklah, akan kami sampaikan rincian letak peti itu." Fen Lian menyahut. Kemudian mereka berdua saling pandang dan mengangguk.
"Peti pertama, warna coklat berukir bunga teratai warna kuning. Terletak di sudut belakang ruangan dekat pilar penyangga besar berukir naga, disembunyikan di balik tembok gudang. Cara membukanya dengan menekan batu yang dijadikan alas gudang, batu itu berada tiga langkah dari pilar dan dua langkah dari dinding, harus ditekan bersamaan. peti itu berisi kitab Api Pelahap Langit." Song Qian berkata.
"Peti kedua, berbentuk sama persis dengan peti pertama, berada di pilar besar berukir naga dekat dengan tembok gudang tempat disembunyikan peti pertama. Peti kedua disembunyikan di dalam pilar, cara membukanya dengan menekan kuku di jari tengah kaki depan naga, dan menekan mata kiri naga. Harus dilakukan dengan cara berbarengan. Peti kedua berisi kitab Naga Salju Menari." kata pula Fen Lian.
Jawaban ini mampu membuat Zhang Qiaofeng terbelalak lebar. Karena diantara semua orang yang hadir, hanya dia sendiri yang tahu semua ini ketika mengikuti anak walikota yang berlari-lari kearah gudang tepat setelah pertempuran itu selesai.
Dan semua penuturan dua orang tersebut, sama persis seperti yang dilakukan anak walikota sebelum akhirnya dia menjadi lebih panik karena kitab-kitabnya dicuri orang.
"K-kalian, apa maksud kalian mengatakan hal itu?" Zhang Qiaofeng menyangkal.
"Kami tahu persis hanya andalah yang mengetahui semua itu. Kami tak langsung pergi dari sana adalah untuk memata-matai Nona agar pengakuan ini mampu menyakinkan anda. Dari dulu, kami sudah sangat ingin untuk menggabungkan diri dengan keluarga Zhang. Karena itulah...." ucapan Song Qian menggantung dan mereka mulai bersujud kembali.
"Sudilah agar Nona mau menerima kami!! Jika tidak, lekas bunuhlah kami!!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
BERSAMBUNG