Pendekar Hantu Kabut

Pendekar Hantu Kabut
Bab 251. Matinya Chan Fan


__ADS_3

Setelah melarikan diri dari cengkeraman Zhang Heng, Lin Tian segera membuang senjata rantainya ke sembarang tempat dan mengambil pedangnya yang sebelumnya disembunyikan di pinggang belakang, kemudian ia selipkan ke sabuknya di pinggang kiri.


Topeng hitam itu ia buang ke salah satu sungai dan memakai topengnya sendiri, topeng hitam sebelah wajah yang menjadi ciri khasnya semenjak lulus menjadi murid Chong San.


Dengan seringaian kejam, tubuhnya melesat cepat sekali. Jauh lebih cepat dari Zhang Heng yang sedang sibuk mengejar di belakang sana. Tak sampai lima menit berselang, dari tempat penyimpanan nenek siluman, dia sudah sampai ke kediaman Chan Fan yang terletak dekat dengan komplek utama Iblis Tiada Banding. Tapi cukup jauh dari kediaman Sian Yang serta kawan-kawannya.


Orang ini cukup unik juga, tak jauh beda dari Lin Tian yang ingin memiliki kediaman menyendiri. Hanya bedanya, kediaman Lin Tian ini benar-benar terpisah dari markas utama dan menyendiri di tengah hutan.


Beruntungnya, waktu itu Chan Fan sedang berada di luar ruangan. Entah apa yang dilakukannya tetapi dia hanya berdiri termenung sembari memejamkan mata dan mendongakkan kepala. Tentu saja hal ini sangat menguntungkan Lin Tian yang tak perlu masuk ke rumahnya untuk mencari keberadaan orang itu.


Segera saja, tanpa ragu-ragu lagi, dia mencabut pedang dan menerjang orang itu dari balik bayangan hutan. Karena keadaan yang sudah larut dan gelap gulita, sehingga Chan Fan yang memang tidak terlalu wapada itu sedikit tersentak. Tapi beruntungnya berkat pengalaman yang telah matang, dia berhasil mengelak ke samping dan serangan Lin Tian lewat tanpa mampu mengenai sasaran.


"Apa? Lin Tian?" Chan Fan memekik dengan terkejut sekali begitu mengetahui siapa sosok yang menyerangnya ini.


"Trang-Tring!"


Lin Tian tak hiraukan seruan lawan dan malah terus menerjang dengan ganasnya. Pedangnya berkelebatan mengurung setiap jalan keluar Chan Fan, membuat pria mirip wanita itu kerepotan sekali.


"Lin Tian!! Kau manusia busuk!!"


"Trang!"


"Hahaha....kau tak lebih baik daripada aku!"


Pedang Dewi Salju berkelebat cepat sekali, membentuk segulungan sinar putih kebiruan yang seperti kilat menyambar. Chan Fan yang saat itu sedang dalam keadaan sedikit miring, tak mampu menghindarkan pedang lawan sehingga.


"Sraat!"


Tepat seperti perkiraan Lin Tian, pedang itu mampu menggores pundak kiri Chan Fan yang segera terhuyung sekaligus menggigil. Tak heran karena Lin Tian tadi mengerahkan hawa saktinya untuk sedikit membekukan darah lawan.


Tak sampai di sana, Lin Tian menggerakkan kaki kanannya dan ujung sepatunya dengan telak mengenai ulu hati lawan. Saat itu, seluruh tubuh Chan Fan lemas dan kaku-kaku. Tanpa mampu dicegah lagi dia jatuh berlutut.

__ADS_1


"Haha...sekarang tunggu sebentar lagi. Kematianmu sudah dekat!" ujar Lin Tian sesaat sebelum tubuhnya berkelebat pergi dan meninggalkan rasa penasaran di hati Chan Fan.


Tapi sedetik kemudian, wajahnya yang sudah pucat itu makin pucat mendengar suara yang snagat dikenalnya.


"Chan Fan....terima kematianmu!!"


Dari arah dalam hutan, melesat bayangan hitam yang secepat kilat sudah berada di depan Chan Fan. Sedetik kemudian, orang yang baru saja datang ini mencabut pedang dan menyabetkan pedang itu langsung menuju leher Chan Fan.


Menghindarlah ia dengan cara menunduk hampir ke jongkok, namun seseorang yang tak lain adalah Zhang Heng ini sudah melanjutkan laju tebasannya, yang sebelumnya secara horisontal berubah menjadi vertikal, membacok kepala.


"Wuuut–Blarr!"


Chan Fan dengan cekatan melompat ke belakang. Betapa terkejut hatinya saat pedang itu menghantam tanah tempat dia berpijak, seketika dari tanah itu menyembur api yang segera meledakkan tanah itu.


"Sialan...Lin Tian bajingan....pasti ada sesuatu!"


"Zhang Heng, berhenti!!" serunya memutar rantai untuk melindungi tubuh dari tusukan pedang Zhang Heng. Lalu dia melompat ke belakang memberi jarak.


"Apa yang harus dibicarakan? Kau ingin mengelak? Baru saja kau datang padaku untuk mencoba mencabut nyawaku. Lalu apa-apaan dengan wajah bingungmu ini?"


Chan Fan mengangkat satu tangannya ke depan, "Jangan bicara aneh-aneh! Ini semua ulah Lin Tian, pastilah begitu!! Lihat, dia baru saja menyerangku!"


"Hah, apa-apaan kau ini? Bisakah kau buat alasan yang lebih masuk akal jika ingin berbohong? Aku sendiri dengan pedang ini yang membuat luka itu!" bantah Zhang Heng tak mau kalah.


Sebenarnya dalam hati Zhang Heng, saat ini dia sedang berseru gembira. Bagaimana tidak gembira kalau dia baru saja menemukan bukti nyata bahwa orang itu adalah sosok yang hendak membunuhnya! Karena sejatinya dia sedang mencari-cari kesalahan Chan Fan untuk memiliki alasan membunyhnya.


Bahkan kalau pun benar si penyerang bukan Chan Fan, dia tetap akan membunuh Chan Fan dengan alasan yang sama. Tapi semua itu dia anggap tidak benar karena dengan mata kepala sendiri, saat ini dia melihat pundak kiri orang itu terluka, sama persis letaknya seperti luka tebasan yang ia torehkan ke pundak kiri lawan sebelumnya.


"Tunggu, bukan begitu! Kita telah diadu domba!! Lin Tian...dia beda dari yang dulu, Iblis Gila!! Dia bahkan lebih licik dari kita!!" Chan Fan masih terus membantah, tapi karena darah masih mengucur, sehingga suaranya sedikit gemetar karena sambil menahan rasa sakit.


"Jangan banyak alasan!! Lin Tian tidaklah sekuat engkau!!"

__ADS_1


Setelah bentakan keras, Zhang Heng menerjang maju dengan tusukan kilat ke dada lawan. Pria seperti wanita itu melompat ke atas, tapi ternyata dia mendapat kenyataan bahwa bilah pedang hitam itu terus mengejar ke atas.


"Aihh!!"


Chan Fan kaget sekali karena pedang itu terus mengikutinya bahkan setelah dia menginjak tanah. Pola serangan itu terus berlanjut sampai seterusnya sehingga Chan Fan tak bisa berbuat banyak selain mengelak dan menangkis.


"Kau tak punya ilmu sihir, tapi tak kusangka ilmu Ular Sakti milik tuan Sian Yang mampu kau kuasai benar!" Chan Fan memberi komentar sambil menangkis pedang Zhang Heng, yang membuatnya terlempar ke belakang.


Ilmu Ular Sakti, adalah salah satu ilmu simpanan Sian Yang yang jarang sekali digunakan. Tapi dia sudah menurunkan ilmu ini ke Zhang Heng yang dengan cepat mampu dikuasai pengkhianat Zhang itu.


Ilmu Ular Sakti ini adalah ilmu yang sangat mengerikan, gerakannya meliuk-liuk bagaikan gerakan ular yang sedang mencoba menangkap mangsanya. Apalagi jika dimainkan dengan pedang, maka sulit untuk melawan ilmu satu ini.


Bahkan Chan Fan yang seorang pendekar kuat pun, sudah harus merelakan darahnya yang mengucur dari luka baru di pundak kanan dan pinggang kiri. Padahal sampai sejauh ini Zhang Heng belum menggunakan setengah kemampuannya.


"Tapi percayalah....sebelum kau membunuhku, organisasi ini akan segera hancur.....Iblis Gila, dia itu berbahaya...." Chan Fan berdiri terengah sambil memegangi pinggangnya.


"Siapa yang kau maksud Iblis Gila?"


"Lin Tian! Dia pasti sudah melakukan sesuatu sebelumnya. Mungkin sekali konflik antara dua bidadari Hati Iblis dan Pedang Hitam dialah pelaku sebenarnya. Zhang Heng...sebagai ketua kau harus mengambil sikap!"


"Orang yang mau mati, tak perlu sok mengguruiku!"


"Lin Tian, tidak seperti dulu....aku yakin itu....dia lebih mengerikan dari organisasi ini sendiri...."


"Baiklah, terima kasih informasinya. Sekarang matilah!"


"Sraatt!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2