
Kauw Jin terbangun ketika matahari terbit di ufuk Timur sana. Dia bangkit duduk dan melihat sekitar, pandang matanya nampak bersinar-sinar gembira. Kauw Jin merengganggkan tubuhnya dan menguap perlahan.
Dia lantas mengalihkan pandangannya kepada nona Zhang yang tidur terlentang tak jauh darinya.
"Eh?"
Wajahnya melongo seketika begitu menyadari penampilan gadis itu. Zhang Qiaofeng rebah terlentang dalam keadaan yang masih rapi, mengenakan jubah putihnya dengan sepasang belati yang tak jauh darinya.
"Bukankah....tiga hari tiga malam....aku dan dia belum sempat mengenakan pakaian? Aku ingat betul tadi malam sedang memeluknya tanpa sehelai busana!" dia bergumam heran memandang terbelalak.
Tak lama setelah itu, Zhang Qiaofeng bangun dan melihat sekeliling. Seolah tersadar akan sesuatu, dia melompat berdiri dan matanya jelalatan seperti iblis mencari mangsa.
"Kau......apa yang kau lakukan!!!" bentak gadis ini kepada Kauw Jin yang masih kebingungan.
"Eh...eh....dia tak ingat?" pikirannya makin tak karuan dan bingung sekali.
"Ah...tak mungkin kemesraan kita berdua hanya mimpi, aku yakin hal itu nyata. Mungkin aku yang lupa telah mengenakan pakaian dan memakaikan pakaiannya tadi malam." batinnya menenangkan diri sendiri.
Kauw Jin lantas tertawa terbahak-bahak sambil mendongakkan kepala, tentu saja membuat Zhang Qiaofeng bingung sekaligus marah sekali.
"Apa yang jau tertawakan keparat!"
"Hahaha....lupakah engkau bahwa tiga hari tiga malam ini kau telah melayaniku sebagai istri?"
"Apa!?"
Jawaban ini berhasil membalikkan jantung hatinya saking terkejut setengah mati. Suaranya tercekat di tenggorokan dan wajahnya memucat seketika, keringat dingin mulai tampak di dahinya yang putih bersih itu.
"A-apa maksudmu...? Jangan mengada-ada keparat! Aku bahkan tak tahu seberapa lama aku tertidur!!" bentaknya sekaligus untuk menghilangkan keresahan di hatinya.
"Hahaha, kenapa? Kau ingin menolak kenyataan? Tanyakan saja iblis hutan di sini yang menyaksikan perbuatan kita. Haha...nona Zhang, saat ini kau akan menjadi nyonya Zhang dan hidup bersamaku! Seharusnya kau merasa senang!!"
__ADS_1
"Pembohong!!!"
Zhang Qiaofeng memekik dan melesat mengirim sebuah tendangan kilat. Saking marahnya, dirinya bahkan lupa bahwa tak jauh dari tempatnya tadi, ada sepasang belati yang bisa dia gunakan untuk menyerang.
"Deg-deg."
Jantungnya tiba-tiba berdegub kencang saat perutnya di bagian bawah terasa nyeri-nyeri. Refleks dia menjatuhkan dirinya berlutut dan memegangi perutnya. Wajahnya sudah pucat sekali seperti mayat. Mulutnya gemetaran.
"Tidak...tidak mungkin....."
Melihat reaksi Zhang Qiaofeng, sebenarnya Kauw Jin juga terkejut sekali. Namun tindakannya ini malah membuatnya makin berbesar hati dan yakin bahwa tiga hari tiga malam itu bukanlah mimpi. Maka dia tertawa terbahak-bahak sambil mengangkat dagu Zhang Qiaofeng lembut.
"Hehe...nona, pernikahan kita akan kuurus. Kau siap-siap saja jika mengalami muntah-muntah atau hal-hal lain atas kandungan anak kita."
Setelah berkata demikian dan mengirim seringaian, Kauw Jin meninggalkan Zhang Qiaofeng yang mulai menangis.
"Tidak....itu mimpi....tidak mungkin!! Aku bahkan tak mengingatnya sedikit pun!!" dia berteriak keras dengan frustasi.
"Ah...benar, aku harus membunuhnya! Kemudian akan membunuh diri demi menebus dosa ini!! Benar, aku harus membunuhnya!!" seperti mulai gila, gadis ini menyambar topeng dan mengenakannya lalu mengambil sepasang belatinya sebelum pergi mengejar Kauw Jin yang sudah tak tampak.
"Tok-Tok-Tok!"
Tiba-tiba terdengar suara ketukan bambu yang nyarong dan dalam tempo cepat sekali. Anehnya, ketukan ini mampu menghentikan langkah Zhang Qiaofeng dan membuat pikirannya kembali.
"Ah....untuk apa aku membunuhnya...? Bukankah seorang pendekar akan menjunjung kehormatan dan harga diri? Maka....mau tak mau...walaupun serasa hidup di neraka, aku harus suka menjadi istrinya...!" dia mengeraskan batinnya yang makin sakit.
Air matanya mengucur dan dia menggigit bibir bawahnya. "Maaf Lin Tian.....maaf....."
Setelah bergumam demikian, dia berkelebat lenyap dari sana dengan suara isak tangis yang masih terdengar keras menggema ke seluruh penjuru hutan.
Baik Kauw Jin maupun Zhang Qiaofeng tak sadar bahwa di atas salah satu pohon tinggi, berdiri seorang pria sepuh bercaping lebar berjubah kuning lusuh sederhana.
__ADS_1
Dia memandang semua kejadian itu dengan datar-datar saja. Di tangan kirinya, nampak tiga buah kerikil sekecil semut yang ia mainkan dengan diputar-putar. Sedangkan tangan kanannya memegang sebatang tongkat kuning butut.
"Hm....alur cerita sudah terbentuk, hanya melihat saja dan turun tangan jika memang diperlukan. Tapi seharusnya tak ada masalah berarti dan waktuku unjuk gigi adalah di saat-saat terakhir....Hm, maafkan pria tua rendahan ini nona Zhang, tapi yakinlah itu semua demi kebaikanmu dan keluargamu." setelah bermonolog seperti itu, orang ini meloncat dan pergi dari sana dengan cara seperti terbang saja.
Kauw Jin yang mengira telah "memperistri" nona Zhang itu tak mengetahui jika perut nona Zhang yang sakit adalah akibat sambitan luar biasa sebuah kerikil dari kakek itu. Sedangkan tiga hari tiga malam itu....yah, mungkin semuanya sudah tahu. Itu semua adalah hasil dari permainan sihir ilusi kakek sepuh ini.
Dapat ditebak sudah siapa adanya orang ini. Dia tak lain adalah Chong San, si Pengelana Tanpa Bayangan. Agaknya sekali ini dia juga akan membikin ribut dunia persilatan.
...****************...
Zhang Qiaofeng pulang dengan wajah kusut dan tak enak dipandang. Langsung saja dia disambut oleh banyak orang yang memandangnya cemas, namun mereka segera menyingkir ketika bentakan marah dari gadis ini terdengar menggetarkan bumi.
"Minggir kalian!! Hatiku sedang dalam suasana buruk!!"
Bahkan Hantu Merah dan para tetua tak berani mengganggunya ketika gadis ini berjalan gontai menuju kamar dan mengurung diri sampai beberapa hari. Tak pernah keluar rumah sama sekali kecuali untuk menerima makanan dari para pelayan.
Walaupun Zhang Qiaofeng sudah mengambil keputusan untuk bersikap selayaknya pendekar yang tak kenal takut, namun sejatinya dalam hatinya masih berharap bahwa semua itu tidaklah nyata. Karena dia yakin benar tidak ada satu pun ingatan di kepalanya ketika dia melayani Kauw Jin sebagai istri.
"Harus kuhadapi semuanya...." gumamnya dan mulai mengambil sumpit untuk memakan makanan yang telah disiapkan oleh pelayannya
Dia makan sambil termenung, pikirannya terbang kemana-mana memikirkan nasib ke depannya. Dan tentu saja soal Lin Tian.
"Aku belum dapat memastikan apakah dia masih hidup, tapi apakah aku akan berpisah selamanya darinya?" ucapnya seperti orang kehilangan ingatan dan pandangan kosong.
Beberapa menit kemudian, dia sudah menghabiskan semua makanan serta minumannya. Namun selang lima menit kemudian, perutnya serasa diaduk-aduk dan dia merasakan sesuatu merambat naik dari dalam perutnya.
"Sial!" Zhang Qiaofeng bangkit dan menuju kamar mandi, lalu tanpa dapat dicegah lagi, semua makanan yang telah dimakannya pada saat itu keluar semua tanpa terkecuali. Sesaat setelah dia mengeluarkan semua isi perutnya, wajahnya pucat pasi dan ekspresi ketakutan hebat nampak jelas di wajah cantiknya.
"Tidak mungkin....apakah....aku hamil....?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
BERSAMBUNG