
Terlihat dari kejauhan sana, ada seseorang yang mengenakan pakaian Zhang berlari tergesa-gesa dan tergopoh-gopoh. Tapi walaupun begitu, dia juga mengerahkan ilmu lari cepatnya sehingga walaupun tergopoh-gopoh, gerakannya amat gesit dan lincah.
Tentu saja para penjaga gerbang markas perjuangan menjadi heran. Bahkan orang-orang yang menjadi penjaga di tembok ataupun pengawas di menara mengerutkan kening melihat itu.
"Ada apa kawan? Kenapa kau lari seperti dikejar setan?" tanya penjaga gerbang saat orang Zhang itu sudah di dekatnya.
"Nonaku....nonaku.....!!!" bukannya menjawab dengan tenang dan menjelaskannya, dia malah berteriak-teriak sambil terus berlari tanpa berhenti barang selangkah pun. Melewati para penjaga gerbang yang kebingungan.
"Ada apa dengan nona Zhang...?"
Pria dari keluarga Zhang itu terus berlari tanpa mempedulikan tatapan penuh bingung dan kaget dari orang sekitar. Pasalnya cara larinya ini cukup ngawur, siapa pun yang menghalang akan ditabraknya. Akan tetapi karena mengingat kedudukan keluarga Zhang, tak ada satu pun yang berani membentak saat dirinya ditabrak.
Sampai di markas keluarga Zhang, sama seperti di gerbang depan. Para penjaga gerbang dan beberapa pasukan yang ada di sana menjadi terkejut sekaligus heran dengan tingkah orang ini.
"Hei...hei....ada apa?" tanya salah seorang mencoba menghentikan orang ini.
"Buaghh!"
"Aduh...!!" orang itu malah terpelanting saat pundak mereka beradu.
"Hei, kau gila atau bagaimana?"
"Nonaa....!! Nona....!! Tuan menteri bilang anda akan menikah dengan anaknya!!! Apakah benar....!??" orang itu malah berteriak-teriak seperti orang gila.
"Apaaaa!!!??"
...****************...
Seperti biasa, Zhang Qiaofeng duduk di kamarnya sembari memandang ke luar melalui jendela. Tak lupa pula ditemani secangkir teh hangat yang sudah setengah gelas ia habiskan.
Di ruangan itu, ada Hantu Merah, Zhang Hongli dan Minghao. Kesemuanya menatap Zhang Qiaofeng dengan cemas.
"Feng'er, ada apa? Kenapa sejak lima belas menit lalu kau hanya diam?" karena tak tahan dan merasa jemu, akhirnya Zhang Hongli berkata.
Zhang Qiaofeng lalu menghela nafas berat dan meminum seteguk tehnya sebelum berkata, "Aku....sepertinya telah dihamili orang...."
__ADS_1
"Srett-Bret-Bruk!"
Sontak jawaban ini membuat mereka semua kaget sekali sampai wajahnya memucat. Hal itu membuat mereka secara refleks bangkit dan berdiri, bahkan kursi Minghao sampai ambruk ke belakang.
"Apa....apa maksudmu Feng'er?"
"Aku tidak tahu benar atau tidak. Tapi kemarin, tiga hari tiga malam aku ditawan oleh Kauw Jin. Kemudian saat dia bangun, dia mengatakan bahwa selama tiga hari tiga malam itu aku telah melayaninya sebagai istri. Aku tak ingat apa-apa dan aku tak percaya. Tapi...saat aku mencoba menyerangnya, perut bawahku sakit sekali. Dan saat aku makan di rumah, tiba-tiba aku.....muntah...."
Jawaban lirih penuh getaran dan kedukaan ini berhasil membuat mereka menggertakkan gigi dan memancarkan aura membunuh. Apalagi Hantu Merah, lima orang ini adalah lima orang wanita yang paling dekat dan menyayangi Zhang Qiaofeng. Mengetahui nonanya diperkosa orang, refleks mereka mengenakan topeng bersiap untuk pergi mengeksekusi Kauw Jin itu.
"Kalian tenanglah...." ucap Zhang Qiaofeng menghentikan niat Hantu Merah.
"Tapi nona...."
"Tidak....aku hanya ingin bilang itu saja kepada kalian. Aku tak ingin mengotorkan nama keluarga Zhang, maka....."
Ucapan menggantung ini membuat hati orang-orang yang ada di sana berdebar tegang. Bahkan Zhang Hongli sampai kaku-kaku gemetaran.
"Aku akan suka menjadi istrinya.....lebih baik begini daripada nona Zhang punya anak tanpa suami."
"Apa!! Feng'er, kau jangan bercanda!!!"
"Lalu bagaimana lagi?"
"Binasakan saja!!"
"Kalau aku hamil?"
"Kau akan kunikahkan dengan orang lain! Tenang saja!!"
"Apakah kakek tidak memikirkan kondisi keluarga? Jika Kauw Jin mati tanpa alasan yang jelas, tentu ayahnya akan memprovokasi kaisar. Terlihat jelas dia sudah tak suka denganku dari awal."
Ketika Zhang Hongli ingin membantah lagi, Zhang Qiaofeng lebih dulu berkata, "Jika kita membunuh menteri sekaligus, hal itu amat berbahaya. Tentu saja kaisar akan menganggap kita sebagai mata-mata Iblis Tiada Banding karena menurut penuturanku pada pertemuan kemarin itu, terlihat jelas bahwa aku yang paling mencurigakan."
Terdengar helaan nafas berat berkali-kali dari gadis tersebut. Sedangkan orang-orang yang lainnya hanya memandang dalam diam saja. Angin semilir dari luar sana menyapu wajah cantik Zhang Qiaofeng yang nampak sendu dan berduka.
__ADS_1
"Sudahlah....mungkin memang seperti ini nasibku."
...****************...
Akhirnya, Kauw Jin memutuskan untuk melakukan acara pernikahan setelah pihak kekaisaran Song berhasil menyelidiki soal pemilihan ketua baru Iblis Tiada Banding.
Kaisar Song pun sudah mengambil keputusan bahwa saran Zhang Qiaofeng yang paling tepat, yaitu mengirim satu mata-mata ke markas Iblis Tiada Banding. Dan kesempatan terbaik adalah saat pemilihan ketua baru Iblis Tiada Banding.
Maka pagi hari ini, Xin Kiu, kepala pelayan istana dipanggil diam-diam oleh kaisar untuk diutus menyelidik ke markas Iblis Tiada Banding.
Xin Kiu adalah seorang pelayan yang berumur tiga puluhan tahun, wajahnya tidak begitu tampan sehingga sampai saat ini dia masih lajang dan kurang laku di kalangan wanita. Terdapat ruam-ruam di kedua pipinya yang membuat orang ini nampak sedikit culun. Namun yang paling menarik adalah sepasang matanya yang berwarna berbeda antara kanan dan kiri.
Mata kanannya berwarna merah sedangkan yang kiri berwarna hijau. Rambutnya pendek saja hampir ke gundul, namun jika disebut gundul, masih terlalu banyak rambut yang menempel di kepalanya.
"Xin Kiu, kau sudah siap?" tanya kaisar sungguh-sungguh.
Ada sedikit sinar keraguan di mata Xin Kiu, kaisar bukan tidak sadar akan hal ini tapi dia mendiamkan saja. Selang beberapa detik setelahnya, akhirnya Xin Kiu bertanya.
"Maaf kaisar, bukan karena saya takut tapi hanya heran saja mengapa saya yang dipilih untuk tugas sepenting ini? Bukankah masih banyak pendekar yang kita miliki? Yang lebih kuat dan berpengalaman?"
"Xin Kiu, kau memang kepala pelayan tapi ilmu silatmu sudah lumayan. Aku mengutusmu bukan karena kau kuat, melainkan karena kau dapat kupercaya. Tugasmu ini....bukan hanya memerlukan kekuatan saja, tapi juga membutuhkan kepercayaan tinggi. Musuh kita Iblis Tiada Banding, apakah aku bisa memercayaimu?"
Xin Kiu menajamkan pandangannya, mencoba mengumpulkan semangat untuk menghilangkan rasa takut yang membuatnya sedikit gemetaran. "Jika itu perintah Yang Mulia, saya akan menjalankannya sampai akhir walaupun nyawa sebagai taruhan!"
"Bagus!"
Setelah itu kaisar menjelaskan rencananya, rencana agar Xin Kiu berhasil menyusup ke dalam markas Iblis Tiada Banding dengan memanfaatkan pemilihan ketua baru itu.
Iblis Tiada Banding sering melakukan keonaran di desa-desa sekitar, menculik gadis-gadis untuk dijadikan alat pemuas atau para pemuda untuk dijadikan pelayan dan pekerja. Maka jalan satu-satunya adalah menjadi salah satu dari mereka, menyamar sebagai warga desa yang kemudian diculik oleh Iblis Tiada Banding.
"Hanya itu satu-satunya cara yang paling aman." kaisar mengakhiri penjelasannya.
"Jika kau sudah siap, segera kemasi barangmu dan lekas berangkat!"
"Baik, Yang Mulia!"
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
BERSAMBUNG