Pendekar Hantu Kabut

Pendekar Hantu Kabut
Bab 268. Ketegangan di Atas Perahu


__ADS_3

Orang-orang Iblis Tiada Banding langsung mengambil beberapa perahu yang ada dan melakukan pengejaran. Hanya beberapa saja yang mengejar karena jika semua ikut, selain malah menghambat teman sendiri dikarenakan penuhnya air laut, juga mereka pasti kerepotan untuk pulang kalau sampai Lin Tian mengamuk.


Zhang Heng sudah paham sekarang, firasat buruknya ternyata terjadi. Lin Tian sama sekali tidaklah lemah, bahkan lebih kuat dari keempat pembantunya yang ada di sini. Namun dia yakin, kalau semuanya menyerang, kiranya tak akan ada yang mampu menolongnya.


Akhirnya, Zhang Heng bersama empat orang pendekar sejati lainnya, menaiki satu perahu dan meluncur cepat mengejar Lin Tian. Diam-diam Zhang Heng harus memuji kepandaian Lin Tian karena baru saja keluar pulau, dia sudah sampai jauh sekali dan anak buah yang lain tak sanggup mengikuti.


Zhang Heng beserta empat pembantunya menjalankan perahu tanpa dayung. Mengandalkan hawa sakti mereka, sehingga perahu bisa meluncur lebih cepat daripada menggunakan dayung.


Lin Tian yang melihat ini memperkuat pengerahan hawa saktinya. Bagaimana pun juga dia tentu akan keok kalau melawan lima orang itu secara bersamaan.


Di pihak Zhang Heng sendiri, dia pun serba salah. Ingin melemparkan senjata rahasia terlalu jauh, tapi kalau dikejar terus, dengan kecepatan seperti ini mereka tak akan mampu mengejar.


Maka dengan berlaku cerdik, Zhang Heng menyuruh kawan-kawannya untuk memusatkan tembakan hawa sakti ke perahunya. Untuk memudahkan ia mengejar Lin Tian karena jika kelimanya mengejar, mustahil untuk terkejar.


"Tembak perahuku dengan hawa sakti agar bisa sampai ke sana. Lakukan secara bergiliran!" teriak Zhang Heng memberi perintah. Dia pun segera menghentakkan kedua tangan ke belakang untuk mempercepat laju perahunya.


Segera lima orang ini mematuhi perintah ketuanya. Yang pertama adalah A Yin, karena wanita itulah yang kebetulan berada paling dekat di belakang perahu Zhang Heng. Maka dia menghentakkan kedua tangan ke air di bawah perahu Zhang Heng, membuat perahu itu meluncur jauh ke depan.


Di susul oleh A Jiu yang segera melakukan gilirannya. Kemudian A Liu, dan terakhir A Tong. Maka setelah A Tong menghempaskan perahu Zhang Heng, setelah itu keempatnya tertinggal di belakang dan tidak berniat mengejar lagi. Mempercayakan semuanya kepada ketua mereka.


Ketika Lin Tian menoleh ke belakang, "Wah, apa itu? Cepat sekali!" dia memekik ngeri melihat perahu Zhang Heng yang melaju di luar nalar.


Sebentar saja Zhang Heng sudah berada tepat di belakang Lin Tian dan dia melompat ke perahu Lin Tian. Pemuda itu tentu tak sudi untuk membiarkannya saja. Segera dia melompat ke belakang perahu dan mengirim hawa pukulannya yang ampuh. Jurus dari Naga Salju Menari.


"Siapa yang memperbolehkanmu naik ke sini!?"


"Desss!"

__ADS_1


"Akkhh!"


Zhang Heng yang masih berada di udara mencoba melawan. Tapi bagaimana pun juga, pukulan Lin Tian tetap lebih unggul dan akibatnya dia terpelanting. Akan tetapi karena perlawanannya tadi, membuat daya hempasnya berkurang dan ketika jatuh ke laut, dia berhasil memegang ujung perahu belakang Lin Tian.


"Bajingan, cepatlah enyah!" Lin Tian meloncat dan hendak mengirim pukulan lagi. Tapi kali ini Zhang Heng lebih siap dan segera memapaki telapak Lin Tian dengan telapak kanannya yang berhawa panas beracun.


"Desss!"


Ledakan terjadi dan membuat air di bawah perahu itu memecah serta melambung tinggi. Perahu Lin Tian meloncat ke udara dan hampir saja berbalik kalau Lin Tian tidak cepat-cepat menekan perahu belakang dan menyeimbangkannya.


Saat sudah tenang kembali, dia memandang ke bawah dan sedikit lega rasanya mengetahui Zhang Heng sudah lenyap terbawa air.


Namun kelegaan itu hanya sesaat sebelum punggungnya merasa hawa panas yang amat mengancam. Secepat kilat ia membalikkan tubuh dan melakukan gerakan jongkok. Saat itulah betapa terkejut ia melihat Zhang Heng yang sudah berada di perahu depan.


"Cih, aku terlalu meremehkannya!" gumamnya dan mengirim hawa pukulan Api Pelahap Mega yang tak kalah panas. Begitu angin panas menyambar, air yang melambung tinggi di sekitar perahu mendidih seketika. Tapi pukulan itu mampu ditahan oleh Zhang Heng.


"Hahaha....kau lah yang terlalu bodoh dan meremehkanku!" Lin Tian menyambut serangan Zhang Heng dengan menyilangkan kedua tangan di depan wajah.


Pertarungan yang cukup sengit dan seru terjadi di atas perahu ramping panjang itu. Air laut di sekitar menjadi kacau balau setiap kali kedua tangan mereka beradu. Hawa di sekitar menjadi panas dingin akibat tinjuan-tinjuan yang sangat ampuh dari dua orang lihai ini.


Orang-orang yang menonton dari pantai ataupun dari perahu yang tak sempat mengejar Lin Tian, berdiri dengan kagum dan tegang. Baru sekali inilah mereka mengetahui kekuatan asli dari ketua mereka dan mengetahui bahwa ada sosok yang mampu menandingi orang itu.


Sedangkan untuk Xin Kiu, dialah yang paling tersiksa. Tubuhnya terpelanting ke sana dan sini tak karuan. Bahkan tak jarang pula melambung tinggi hampir keluar dari perahu jika saja tangan Lin Tian tidak segera menyambar dan membantingnya kembali ke perahu


Jika saja dua orang itu tahu, sebenarnya Xin Kiu sudah sadar dan karena keadaan masih lemah, sekaligus takut sekali melihat pertarungan dua orang itu, dia kembali pingsan.


Jurus ketiga puluh, dua tangan mereka beradu dan melekat. Lin Tian mengerahkan hawa dingin sedangkan Zhang Heng menggunakan hawa panas. Maka keadaan di sana benar-benar luar biasa. Panas dan dingin berganti-ganti. Bahkan perahu itu saja lambat laun mulai beku dalam keadaan gosong.

__ADS_1


Saat itulah, Lin Tian melihat bahwa empat pendekar sejati yang sebelumnya menonton di kejauhan mulai datang mendekat. Maklumlah bahwa kali ini keadaannya benar-benar gawat.


Ia kerahkan hawa saktinya ke tingkat maksimal, lalu saat tenaga Zhang Heng mulai mendesaknya, Lin Tian merubah hawa saktinya menjadi dingin. Kemudian panas lagi dan kembali menjadi dingin, hal ini tentu membuat Zhang Heng amat kebingungan.


"Hiaaatt!" keduanya berseru saat secara serentak menghempaskan tenaga sekuatnya untuk mendesak lawan.


"Uaaghh!!"


Ternyata dalam adu tenaga tadi Zhang Heng masih kalah dengan ilmu keramat dari Lin Tian. Akibatnya, dia terpental beberapa tombak dan tercebur ke air laut di bagian belakang perahu. Cepat-cepat pria itu timbul ke permukaan dan hendak berenang mengejar Lin Tian.


Tapi Lin Tian sudah lebih dulu mengirim hawa sakti dingin yang berhasil menciptakan segulungan ombak tinggi.


"Aahhh....bangsat!" umpat Zhang Heng ketika gulungan ombak itu berhasil menerpanya dan menelan tubuhnya bulat-bulat.


Ternyata tak berhenti sampai di sana, Lin Tian terus-menerus menembakkan hawa sakti unsur Yin yang lambat laun mulai membekukan ombak itu. Akhirnya setelah beberapa menit, di sana berdiri segunung ombak beku yang di dalamya mengurung tubuh Zhang Heng.


Kesempatan ini ia pergunakan untuk lari menuju daratan. Bukan karena dia takut, namun dia lebih mengutamakan keselamatan Xin Kiu yang merupakan satu-satunya harapan untuk melaporkan segala hal mengenai Iblis Tiada Banding kepada kaisar.


Saat mereka sudah sampai daratan, Lin Tian segera membawa tubuh Xin Kiu menuju ke salah satu tempat tinggi dan bersembunyi.


Cepat-cepat pemuda ini meletakkan tubuh Xin Kiu di atas tanah dan memeriksanya. Hatinya bersyukur karena Xin Kiu hanya pingsan biasa.


"Cepatlah bangun!" ujarnya dan menggebukkan kepalan tangan kanan ke dada orang itu.


"Uaghh....uhuk...uhuk...!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2