Pendekar Hantu Kabut

Pendekar Hantu Kabut
Bab 121. Gudang Kitab


__ADS_3

Lin Tian mengalirkan tenaga dalamnya ke tubuh gadis itu, membuat ia menggigil kedinginan. Karena memang menurut buku yang Lin Tian baca, si penderita harus menerima hawa bulan dan hawa dingin terus menerus sampai racun itu hilang.


Zhi Yang pun segera melakukan apa yang diperintahkan Lin Tian. Dia segera bermeditasi untuk merasakan hawa bulan dan menyerapnya.


Beberapa menit berlalu, terjadi perubahan hebat pada diri gadis itu. Dia menyerap hawa dingin dari Lin Tian dan Bulan, namun di dalam tubuhnya, Zhi Yang merasa kepanasan. Sehingga membuat seluruh tubuhnya memerah bak udang rebus sampai mengepulkan asap tipis.


"Bagus, seharusnya ini berhasil" batin Lin Tian ketika melihat perubahan warna kulit Zhi Yang. Menurut di buku, itu adalah fase pengusiran racun, sehingga asap tipis itu mengandung racun, membuat Lin Tian harus selalu berhati-hati.


Tiga puluh menit berlalu, keadaan Zhi Yang makin lama makin panas. Bahkan darah di mulut, mata, hidung dan telingan sampai menguap terkena hawa panas tubuhnya sendiri.


"Aaakkkhhhh!!!" Zhi Yang memekik keras karena sudah tidak kuat menahan siksaan ini. Namun Lin Tian segera mencengkeram kedua pundaknya, membuat ia tak mampu bergerak.


"Tahan sebentar, racun ini sudah hampir keluar sepenuhnya. Teruslah serap hawa bulan sampai proses ini berhenti!" perintah Lin Tian.


Zhi Yang tak ada pilihan lain selain menurut, maka kembali dia menyerap hawa bulan dan merasakan siksaan luar biasa ini.


Satu jam berlalu, tubuh Zhi Yang perlahan sudah kembali normal, asap yang mengepul pun juga semakin tipis dan lama kelamaan menghilang.


Setelah proses pengusiran racun selesai, Zhi Yang menjatuhkan tubuhnya ke belakang, sehingga tanpa sadar dia telah menyandarkan tubuhnya ke dada Lin Tian.


Akan tetapi karena sedang panik, Lin Tian sama sekali tidak ada pikiran buruk.


"Nona bangunlah, jangan pingsan dulu! Proses ini belum selesai!!" Lin Tian meneriaki gadis itu seraya menampar-nampar kedua pipinya.


Zhi Yang sedikit jengkel, namun hendak marah dia tidak kuat, maka hanya gumaman lirih yang terdengar, "Bagaimana selanjutnya?"


"Duduklah bersila di depanku Nona, kemudian aku akan mengirim hawa tenaga dingin melalui telapak tangan. Masih sama seperti tadi, kau seraplah hawa bulan, namun kali ini hawa bulan itu sebarlah ke seluruh tubuhmu."


Zhi Yang mencoba bangkit dan melakukan apa yang dikatakan Lin Tian. Setelah menghela nafas beberapa kali, dia mengulurkan kedua tangan.


"Lakukan." ucap lirih gadis tersebut.


Lin Tian mengangguk dan segera menempelkan kedua telapak tangannya pula. memejamkan matanya untuk memfokuskan diri dan secara perlahan mulailah ia mengirimkan hawa dingin.


"Kheuh!" Zhi Yang mengeluh, namun mencoba menahan sakit ini.


Inilah proses yang disebut sebagai pembersihan racun. Jika tadi adalah pengeluaran hawa beracun dari tubuh, sekarang ini adalah proses pembersihan racun disetiap aliran pembuluh darah menggunakan hawa dingin. Sehingga hawa panas dari racun itu berangsur-angsur akan hilang.


Ternyata proses ini memakan waktu lebih lama. Sampai tiga jam lamanya dan racun itu belum juga keluar sepenuhnya. Sampai setelah empat puluh menit berlalu dan mereka baru benar-benar berhasil membersihkan racun tersebut.


Saat-saat terakhir proses itu, Lin Tian teringat akan sesuatu. Selama proses penyerbuan, dia sama sekali tidak melihat ada seseorang berpakaian serba hitam setebal orang ini, kecuali hanya satu, yaitu Zhi Yang.


Sekarang dia memandang lebih teliti, melihat dari ujung kepala sampai ke ujung kaki. Memandang pakaiannya, sama persis dengan Zhi Yang, hanya bedanya orang ini tak menggunakan topeng.

__ADS_1


Dan begitu dia melihat sekeliling, baru tahu jika di sudut sana ada sebuah topeng tengkorak hitam. Maka tahulah ia bahwa seorang yang telah ia tolong itu adalah Zhi Yang, temannya sendiri.


"Tak kusangka kau adalah perempuan." ucap pemuda itu seperti dalam mimpi, tidak sadar dan tiba-tiba terucap begitu saja.


Gadis itu tiba-tiba membelalakkan matanya, tidak sadar pula bahwa wajahnya saat ini terlihat jelas. Maka spontan dia berteriak keras dan mengayunkan tangan.


"Aaaaahhhh!! Plaakk!!"


Lin Tian yang belum siap itu terpelanting. Wajar karena yang menamparnya adalah seorang pendekar tinggi.


Zhi Yang menutup wajahnya dengan kedua tangan, dia benar-benar malu saat ini. Karena sejatinya topengnya itu ia gunakan untuk menutupi wajahnya.


Lin Tian bangun kembali, untung bahwa dia memakai topeng, sehingga tamparan itu sama sekali tidak terasa. Melihat wajah cantik itu, dia menaksir bahwa umurnya mungkin sama dengan Zhang Qiaofeng.


"Kenapa kau menamparku hah!?" kata Lin Tian sedikit berteriak karena kesal.


"Diam kau bocah!! Siapa yang mengijinkanmu untuk melihatku!!" balas Zhi Yang membentak.


"Hei, melihatmu bagaimana? Lagian yang terlihat itu hanya kepalamu sialan!!" Lin Tian membentak pula.


Pemuda itu mendengus, merasa sia-sia untuk berdepat dengan seorang gadis. Maka dia segera beranjak untuk mengambil topeng tengkorak gadis tersebut, kemudian melemparnya.


"Nih topengmu, pakai saja terus jika kau tak ingin dilihat orang."


"Cih, terima kasih!" ucapnya ketus.


Lin Tian melongo, suara itu benar-benar berubah, pikirnya.


Jika tadi suara gadis itu melengking nyaring, saat menggunakan topeng itu berubah menjadi serak basah yang menyeramkan. Agaknya lubang-lubang di topeng itu telah merubah suaranya.


Zhi Yang hendak pergi dari sana, namun seruan Lin Tian berhasil menghentikannya.


"Zhi Yang, coba lihat ke ruang itu. Banyak kitab-kitab ilmu silat yang bisa kita pelajari. Bagaimana jika kita berdua berdiam diri di sini selama beberapa hari untuk mempelajari kitab-kitab itu?"


Melihat Zhi Yang tetap bergeming dan tidak menjawab, Lin Tian kembali berucap, "Bagaimana jika setelah kepergian kita, kitab itu jatuh ke tangan orang yang salah?"


Sepertinya ucapan ini berhasil, seketika Zhi Yang membalikkan tubuh dan menghampirinya.


"Tunjukkan dimana kitab-kitab itu." Zhi Yang berkata singkat.


"Tapi sebelum itu..." Lin Tian segera melompat kearah nenek siluman itu. Kemudian sekali renggut, dia telah menggendongnya dan membawa keluar.


Ketika sampai di luar ruang besar itu, pemuda ini segera melemparkan nenek tersebut ke sebuah jurang. Lalu secepat kilat dia sudah kembali lagi ke hadapan Zhi Yang.

__ADS_1


"Mari..."


Mereka segera berjalan ke ruangan tersebut, masuk ke dalam ruang dan apa yang mereka lihat benar-benar luar biasa.


Di sana, banyak sekali kitab ilmu silat yang berceceran di sana-sini. Entah apa isinya mereka belum tahu, namun sebagai seorang ahli, mereka merasa bahwa kitab-kitab itu adalah kitab pelajaran silat tingkat tinggi.


"Apakah ini ulahmu?" tanya Zhi Yang begitu melihat banyak sekali buku berceceran.


"Benar, untuk mencari buku ini, aku mngacak-acak ruangan ini." jawabnya sembari menunjukkan buku bersampul hitam di tangannya.


"Itu...buku kitab tentang racun?"


"Benar."


"Berikan padaku!"


"Tidak!" jawab Lin Tian tegas sambil menjauhkan buku itu dari jangkauan tangan Zhi Yang.


"Buku ini buku racun, sebuah ilmu aliran hitam! Kita sebagai aliran putih pantang untuk mempelajari kitab ini!" lanjutnya tegas.


"Aku juga paham bocah!! Aku hanya ingin mempelajari buku itu agar kelak aku mampu menyelamatkan diri dari berbagai macam racun. Atau untuk menolong orang keracunan." Zhi Yang menjawab.


"Betulkah itu?"


"Tentu saja!!"


"Apa aku bisa mempercayaimu?"


"Kau masih tak percaya padaku hah!?"


"Kau tidak bohong kan?" Lin Tian masih juga mendesak.


"Cerewet!! Kita ini saudara segolongan, dan sekarang bukan pertama kalinya kita bertemu!! Kau tidak percaya padaku, apa itu pantas disebut sebagai saudara!?" kali ini Zhi Yang membentak nyaring.


"Hah...mirip benar" batin pemuda itu seraya menghela nafas ketika melihat sikap gadis ini sama persis seperti Nonanya.


"Baiklah, baiklah. Ambil!" akhirnya dia mengalah.


"Baiklah, ayo kita berlatih!! Kita lihat siapa yang lebih kuat begitu kita selesai mengasingkan diri di ruang ini!" Lin Tian berkata semangat.


"Tentu saja!!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2