
Perkumpulan Hati Iblis dan Pedang Hitam, adalah dua perkumpulan besar yang paling ditakuti di seluruh tanah Utara. Pemimpin keduanya adalah seorang kakek sepuh yang sama-sama sudah mencapai tingkat pendekar sejati, tapi belum sampai sekuat A Jiu dan adik-adiknya.
Pemimpin dari perkumpulan Hati Iblis bernama Kiam Bong, kakek tua renta yang berkepala botak dan berwajah kurus seperti tengkorak. Sedangkan ketua perkumpulan Pedang Hitam bernama Xu Cin Keng, pria tua yang sama sepuhnya dengan Kiam Bong.
Kedua orang ini berhasil menduduki tempat yang cukup penting di Iblis Tiada Banding, karena itulah pendapat keduanya bisa dipertimbangkan oleh Sian Yang selaku ketua.
Kedua kakek sepuh ini memiliki murid kesayangan yang kebetulan sama-sama wanita. Murid Kiam Bong bernama Sung Hwa, yang memiliki rambut hitam panjang, dikepang dua dan dibiarkan terutai ke depan. Mata lebar seperti mata anak kecil dan kedua pipinya selalu tampak merona. Sifatnya malu-malu, tetapi di dalamnya sangtlah kejam dan cabul mirip seperti tokoh yang sudah mati dibunuh Lin Tian, Sin Nia dan Sin Cia.
Sedangkan murid kesanyangan Xu Cin Keng bernama Fu Hong. Gadis cantik jelita, yang memiliki rambut putih seputih salju, matanya yang hijau bagaikan daun muda di puncak pohon itu selalu berhasil menarik perhatian kaum pria. Sifatnya galak dan tak segan mengirim tangan maut kepada orang yang mengganggunya, tetapi berubah menjadi amat manja dan jinak jika berhadapan dengan Lin Tian.
Sebagai tambahan, dua orang ini bukan lagi gadis karena entah sudah berapa ratus kali mereka bertindak sebagai istri hidung belang yang tak lama setelah itu dibunuh karena bosan.
Mengantarkan kepergian A Xin yang sudah mengenakan topengnya yang berwajah Kauw Jin, Lin Tian berdiri diam bagaikan patung di sana. Saat itu, kursi pemimpin sudah dipegang oleh Zhang Heng yang saat ini juga ikut mengantarkan A Xin.
Pesan Zhang Heng kepada A Xin sebelum kepergiannya adalah, "Lakukan sesukamu, kacaukan keluarga Zhang akan tetapi jangan mengacaukan rencana kita."
Selepas kepergian A Xin, Lin Tian meminta izin untuk pergi ke pulau sebelah pulau utama. Pulau besar itu adalah pulau yang disediakan Iblis Tiada Banding untuk Pedang Hitam.
"Ketua, aku ingin pergi ke perkumpulan Pedang Hitam."
Dengan mengerutkan kening bingung, Zhang Heng menimpali, "Mau apa kau ke sana?"
"Menyelidiki soal penyusup kemarin itu."
Zhang Heng nampak mengangguk dan mengijinkannya. Maka saat itu juga, Lin Tian mengambil perahu kecil yang lalu didayungnya menuju pulau dimana tempat perkumpulan Pedang Hitam berada.
Sesampainya di sana dan mengikatkan perahu dengan salah satu pohon kuat nan kokoh, Lin Tian sudah tak asing lagi dengan sambutan yang diterimanya.
Entah datang darimana, tiba-tiba dari belakang dia sudah merasakan sebuah pelukan erat yang dia tahu pelakunya adalah wanita. Lin Tian mendengus dan melepas pelukan itu sedikit paksa.
"Lepas, siapa yang menyuruhmu untuk lancang seperti ini!?" cela Lin Tian kepada wanita berambut putih bersinar itu.
Sebagai tanggapan, Fu Hong mengerucutkan bibirnya, mencoba memasang ekspresi menggemaskan demi menggerakkan hasrat Lin Tian, "Ihh...kau selalu dingin kepadaku! Pemuda janggal!"
Ucapan itu selalu mengingatkannya akan kakaknya, Zhi Yang. Karena setiap kali Lin Tian menolak rayuan Fu Hong, wanita genit ini selalu mengatakan hal serupa.
__ADS_1
"Lupakan soal birahi tak terkendalimu, sekarang aku ingin bicara penting denganmu. Kebetulan sekali kita bertemu di sini." masih dengan wajah datarnya, Lin Tian berkata.
Entah kenapa, mendengar ini sepasang mata Fu Hong berbinar dan matanya mengerling-ngerling tajam. "Ah...apakah kau akhirnya sudah memutuskan untuk memperistri–"
"Plak!" satu tamparan keras mendarat di pipi kirinya.
"Diam! Aku bicara serius!"
Mengelus pipinya yang kemerahan, Fu Hong berkata kesal, "Pemuda aneh! Tak tergoda oleh wanita dewi sepertiku!! Awas saja, suatu saat aku akan berhasil menjinakkanmu!"
"Coba saja kalau bisa!"
Lin Tian kemudian menyuruh Fu Hong duduk di salah satu batu. Lin Tian pun ikut duduk di sana. Sebelum dirinya sempat membuka obrolan, lebih dulu Fu Hong berkata ketus.
"Mau bicara apa? Soal lamaran dan restu untuk menjadikanku teman hidup!?"
"Mimpilah terus dan kalau bisa jangan sampai bangun. Aku sudah muak!"
"Aku juga sudah tak tahan Lin Tian!"
"Wanita ini...harus segera kulenyapkan!"
"Kemarin, ada orang dari perkumpulanmu yang menyusup diam-diam. Dia tak datang ke acara pemilihan ketua, tapi sifatnya mencurigakan dan malah menyerangku!" ujar Lin Tian cepat-cepat sebelum Fu Hong bangkit.
Wanita itu tampak terkejut sekali dan melebarkan sepasang mata indahnya. Dia menunjuk hidung Lin Tian sambil memaki.
"Jangan mengarang cerita kau, kemarin semua orang menonton acara bahkan aku sendiri! Saat aku ingin mencarimu untuk main-main, kau malah tak ada! Apa kau tahu seberapa tersiksanya batin ini? Sekarang kau malah menuduh Pedang Hitam penyusup? Siapa penyusup kalau kami saja diperbolehkan menonton!?"
"Aku tak bohong, aku telah membuangnya ke laut dan mungkin sekali sekarang dia sudah mati! Entah dia itu anggotamu atau bukan, tapi dia wanita dan seragamnya adalah seragam Pedang Hitam! Senjata belati, kau hendak menyangkal? Senjata belati dan pedang adalah senjata pasukan khususmu!!"
Seruan Lin Tian yang tanpa jeda ini kembali mengejutkan Fu Hong. Mulutnya terbuka lebar dan nafasnya seperti berhenti.
Bukan tanpa alasan perkumpulan ini bernama perkumpulan Pedang Hitam, karena semua anggotanya diwajibkan menggunakan senjata pedang hitam.
Tapi ada satu tim khusus yang berjumlah lima puluh orang, dipimpin oleh Fu Hong sendiri. Lima puluh orang itu bersenjata pedang dan belati, satu-satunya senjata yang tak digunakan siapapun di Pedang Hitam kecuali anggota Fu Hong.
__ADS_1
Terdapat perbedaan dalam senjata-senjata andalan anggota Fu hong ini, karena baik pedang maupun belati terbuat dari bahan yang jauh lebih kuat dari pedang hitam mereka. Sebuah logam berwarna putih keperakan.
Karena inilah Fu Hong terkejut saat penyusup itu menggunakan senjata belati. Jika memang seragam yang dikenakan adalah belati, maka satu-satunya orang di Pednag Hitam ini adalah anggotanya.
"Jika memang benar begitu, aku tak ingat pernah mengutus anggotaku untuk mengacau! Apalagi mereka semua perempuan, tak sudi aku membiarkan mereka mengganggu suamiku! Aduhh!!"
Lin Tian sudah melempar jidatnya dengan batu dan mencela sarkas, "Siapa suamimu!!? Aku datang kemari hanya untuk mengatakan hal itu! Periksa saja anggotamu, apakah ada yang hilang? Kalau masih lengkap, mungkin itu kelakuan putri malu yang selalu ribut denganmu!"
Setelah mengatakan ini, dia meloncat menuju perahunya dan pergi dari sana. Membuat Fu Hong memucat dan segera melompat ke air sambil berenang.
"Lin Tian...Lin Tian...ayo pergi ke kamarku sebelum kau pergi! Akan kutemani kau sampai puas!"
Lin Tian hanya bungkam.
"Jika kau tak kembali, aku akan menenggelamkan diri dan istrimu ini akan pergi meninggalkanmu selamanya!"
Kali ini dia menoleh dan menjawab sambil menyeringai, "Baguslah, kalau begitu aku bisa melamar Sung Hwa yang manis dan lembut. Aku lebih suka perempuan seperti itu dibanding engkau yang marah-marah terus. Ah...lagipula Sung Hwa lebih menggoda."
Sengaja ia memanaskan hati Fu Hong karena jika nama Sung Hwa disebut, maka kemarahan akan berkobar dalam dada perempuan itu.
"Hei, kau sudah gila!! Aku berani sumpah tujuh turunan, Sung Hwa itu lebih cabul dibandingkan aku! Dia pasti akan meninggalkanmu sebagai suami kesepian demi mencari lelaki lain di luar sana, percayalah padaku!!"
"Haha, Sung Hwa juga pernah mengatakan hal sama kepadaku beberapa waktu lalu. Tapi sayangnya, entah kenapa aku lebih percaya kepada Sung Hwa."
"Aaahhhh....Sung Hwa, aku akan membunuhmu!!" teriak Fu Hong sambil menampar-nampar air di sekelilingnya.
Tawa Lin Tian menggelegar, tawa yang dikira Fu Hong adalah tawa jahil melihatnya marah-marah. Padahal andai saja dia tahu, tawa itu adalah tawa puas penuh kemenangan.
Saat inilah, awal mula si Iblis Gila beraksi.
"Haha...domba-domba cantik yang mudah diadu..."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
BERSAMBUNG
__ADS_1