Pendekar Hantu Kabut

Pendekar Hantu Kabut
Bab 126. Kelompok Baru


__ADS_3

Saat ini Ling Haocun bersama muridnya sedang duduk berhadap-hadapan. Zhang Heng yang sudah lama mengasingkan diri di gunung berapi ini mengalami sedikit perubahan.


Saat ini, wajahnya sedikit merah karena hawa panas luar biasa dari gunung tersebut. Begitu pula dengan rambutnya, karena penguasaan tenaga inti Yang yang sudah tinggi, di beberapa tempat di rambutnya, nampak warna kemerahan seperti bara api.


"Zhang Heng, saat ini sepertinya sudah tepat waktunya untukmu mempelajari ilmu racunku, yaitu ilmu Tapak Api." Ling Haocun berkata penuh perhatian, memandang muridnya itu dengan serius.


"Aku siap guru!!" dengan tegas Zhang Heng menjawab.


"Jadi cara latihan ilmu ini adalah dengan cara merendam kedua lengan kedalam lava panas itu selama sehari penuh untuk tingkat pemula. Sedangkan jika kau sudah mahir, kau harus bisa merendam kedua lenganmu selama tiga hari atau bahkan satu minggu."


Zhang Heng nampak kaget, namun dengan keyakinan dan tekadnya untuk mengancurkan keluarga Zhang, terutama sekali Lin Tian, maka dia menghapus semua keraguan hatinya.


"Bagaimana, apa kau sanggup Zhang Heng?" tanya Ling Haocun sungguh-sungguh.


"Saya sanggup!!!"


"Bagus, sekarang ikut aku." katanya seraya bangkit berdiri dan berjalan mendaki gunung.


Zhang Heng hanya mengikuti tanpa bertanya apa pun. Mereka terus mendaki keatas, sampai ke titik dimana hawa sekitar terasa amat panas. Namun Ling Haocun masih terus berjalan, belum nampak akan menghentikan langkah.


Jujur saja, Zhang Heng sudah tidak kuat menahan udara panas itu. Namun sama seperti sebelumnya, demi cita-cita dan dendamnya, dia mampu untuk terus berjalan ke atas mengikuti gurunya.


Hingga berjam-jam mereka mendaki gunung tersebut, dan ternyata Ling Haocun berhenti di puncak gunung, lebih tepatnya berdiri di atas lautan magma yang sedang mengamuk di dalam gunung tersebut.


"Zhang Heng, lihat, kau harus merendam tanganmu ke dalam sana."


Zhang Heng masih terengah-engah, baru saja dia mampu menyusul gurunya. Jujur saja dia yang seorang sakti saja masih kelelahan ketika mendaki gunung ini, dan gurunya terlihat biasa-biasa saja. Membuktikan seberapa kuat orang tersebut.


"Untuk awal, berapa lama aku harus merendam tanganku guru?" tanya Zhang Heng begitu nafasnya sudah mulai teratur. Memandang ke bawah dengan perasaan ngeri.


"Bukankah sudah kubilang, untuk awal setidaknya kau mampu menahan tekanan panas itu selama sehari semalam." jawab Ling Haocun tanpa mengalihkan perhatiannya.


"Karena ini pertama kali, mungkin belum juga satu detik kau sudah kepanasan setengah mati. Tapi percayalah, biasakan hal itu dan kau akan mampu bertahan lebih lama lagi." sambungnya.


"Baiklah, mulai latihan hari ini, aku pergi dulu." Ling Haocun membalikkan tubuh dan pergi dari sana, meninggalkan muridnya yang masih dipenuhi perasaan ngeri.


"Demi tujuanku...demi seluruh cita-cita..." Zhang Heng bergumam dalam hati untuk menguatkan tekad.


Setelah beberapa saat, dia langsung melompat ke bawah, ke arah lautan magma itu. Dengan ragu-ragu, dia mulai mencelupkan kedua lengan ke dalam magam itu.


"Aaakkhhh!!"


Karena terkejut, dia melompat ke belakang akibat terkena hawa panas luar biasa itu. Dia melihat betapa kedua telapak tangannya merah sekali seperti sebatang besi dipanaskan. Padahal sebelumnya ia sudah mengerahkan seluruh tenaga dalam ke kedua lengan.

__ADS_1


Namun dengan kebulatan tekad dan keberaniannya yang luar biasa, Zhang Heng kembali mendekat dan mencelupkan kedua lengannya.


Hal yang sama terulang lagi, saking panasnya dia sampai melompat ke belakang. Akan tetapi setelah itu dia kembali mencelupkannya. Begitu sampai seterusnya.


...****************...


Sedangkan di lain tempat, tepatnya di sebuah air terjun dekat dengan kediaman Zhang, nampak Lin Tian sedang melakukan meditasi di sana.


Jika Zhang Heng melatih hawa Yang dengan cara mencelupkan kedua lengan ke dalam magma, adalah Lin Tian sedang memperkuat tenaga Yin nya dengan cara membiarkan tubuhnya dihantam oleh air terjun secara terus menerus.


Hal ini ia lakukan karena selain untuk memperkuat tenaga Yin, juga dia hendak menyempurnakan ilmu Pukulan Tapak Beku yang baru dipelajarinya.


Sudah tiga hari tiga malam Lin Tian tidak bergerak dari tempat itu. Dan entah sudah keberapa kalinya Zhang Qiaofeng, Zhang Hongli dan Minghao datang ke situ untuk memastikan bahwa dia baik-baik saja.


Hari ini adalah hari keempat. Tepat pada tengah malam, nampak pemuda itu akhirnya membuka mata.


Sedetik kemudian, dia melompat keluar dari bawah air terjun menuju ke tengah sungai yang dipenuhi batu-batu.


"Sulit sekali mempelajari ilmu pukulan ini. Tapi tak apa, walaupun belum sempurna benar, namun ini sudah jauh lebih baik." gumamnya.


Setelah itu timbul perasaan di hati jika dia ingin segera mencoba sampai dimana tingkat kepandaiannya. Maka lekas dia memasang kuda-kuda, mengerahkan seluruh tenaga dalam ke kedua lengan. Lalu dengan sekali hentakan keras, ia tembakan tenaga dalamnya menuju arah sungai.


"Sraaassshh!!"


Dalam radius lima meter, air sungai itu beku seketika. Menciptakan pemandangan indah sebuah gelombang es yang memantulkan cahaya bulan.


Kali ini ia arahkan telapak tangannya kearah langit, kemudian sama seperti sebelumnya, dengan sekali hentakan, angin dingin keluar dari tangannya.


Hasilnya sungguh luar biasa! Udara malan yang dingin itu tiba-tiba menjadi lebih dingin sampai mengeluarkan kabut tebal. Setelah itu, terlihat butiran-butiran kecil jatuh dari atas. Ya, Lin Tian sudah mampu mengubah udara menjadi salju.


"Prok-Prok-Prok" terdengar suara tepuk tangan yang nyaring sekali dari kedalaman hutan. Begitu Lin Tian memandang, ternyata orang yang bertepuk tangan itu bukan lain adalah Nonanya sendiri, Zhang Qiaofeng yang saat ini sedang berlari-lari kearahnya.


"Wah hebat kau Lin Tian, akhirnya kau bangun juga!!" seru gadis itu yang sudah sampai di pinggir sungai.


Lin Tian memandang dan tersenyum. Hatinya merasa hangat, tak pernah disangkanya ia akan memiliki seorang yang begini perhatian terhadapnya.


"Maaf membuat anda menunggu Nona."


"Kemarilah Lin Tian, aku membawa makanan untukmu." sahut gadis tersebut seraya mengangkat keranjang kecil di tangannya.


Lin Tian segera melompat menghampiri dan duduk di samping Zhang Qiaofeng. Begitu gadis itu mempersilahkan, Lin Tian segera memakan makanan itu yang ternyata adalah pangsit buatan Zhang Qiaofeng.


"Bagaimana Lin Tian, enak bukan? Ini kubuat khusus untukmu loh..." gadis itu bertanya tidak sabar, matanya yang lebar itu memandang Lin Tian penasaran.

__ADS_1


Sebenarnya Lin Tian juga sedikit terkejut akan makanan yang dibawa Nonanya ini. Pangsit ini memang terasa enak dan cocok dengan lidahnya. Maka setelah menelan gigitan terakhir, pemuda itu menjawab.


"Sungguh enak sekali Nona."


Mendengar ini, dengan wajah memerah karena malu bercampur senang dipuji Lin Tian seperti itu, dia tersenyum bangga.


Namun ekspresi itu ternyata tak bertahan lama, karena sesaat setelah Lin Tian menyelesaikan makannya, terdengar gadis ini berkata. Raut wajahnya nampak serius.


"Lin Tian, ada hal penting."


Melihat keseriusan Nonanya, Lin Tian memandang penuh perhatian.


"Apa itu Nona?"


"Penculik menteri Liong Bi sudah ditemukan"


Lin Tian kaget, maka dengan refleks dia kembali bertanya, nadanya sedikit meningkat.


"Siapa itu Nona? Apakah benar pelakunya adalah Pilar Neraka!?"


Zhang Qiaofeng lekas menggelengkan kepala, tindakan yang membingungkan hati Lin Tian. Jika bukan mereka, lantas siapa lagi? Batin Lin Tian heran.


Melihat tatapan bingung pengawalnya, Zhang Qiaofeng segera menjelaskan, "Yang menculiknya sama sekali bukan Pilar Neraka ataupun anggota Aliansi Golongan Hitam. Mereka adalah kelompok lain."


"Setelah mata-mata dari keluarga Jiang bersama belasan pendekar kelas atas milik Asosiasi Gagak Surgawi, juga dibantu oleh mata-mata kosen milik kaisar dan keluarga Chu, mereka menemukan fakta bahwa yang menculiknya adalah sekelompok orang yang...eh..." sampai sini, gadis itu kelihatan meragu.


"Yang apa Nona?" Lin Tian tak sabar.


"Entahlah Lin Tian, aku juga sedikit tak percaya. Intinya, menurut hasil penyelidikan mereka, yang menculik menteri Liong Bi adalah sekelompok orang yang tidak memihak golongan manapun. Bahkan menurut laporan terbaru, kelompok mereka tak jarang untuk membunuhi pendekar golongan hitam, tak terkecuali orang-orang dari Aliansi Golongan Hitam."


"Hah? Mana ada orang gila macam itu? Sebenarnya mereka di pihak mana?" Lin Tian makin heran.


Zhang Qiaofeng menunjukkan wajah sebal, didesak terus oleh Lin Tian seperti itu juga sedikit membuatnya jengkel.


"Ck...sudah aku bilang, aku juga tidak paham!!" jawabnya ketus.


Namun sedetik kemudian, dia malah tersenyum kepada Lin Tian. "Tapi aku lega kau sudah kembali dari latihanmu. Semoga dengan adanya dirimu, keluarga Zhang bisa menjadi lebih aman."


"Terkhususnya diriku hehehe..." kembali gadis itu berkata seraya merangkul Lin Tian.


Lin Tian tak mempedulikan itu, dia malah lebih tertarik akan sekelompok orang aneh itu.


"Siapa mereka, firasatku mengatakan, mereka bahkan jauh lebih berbahaya daripada Aliansi Golongan Hitam!!"

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


BERSAMBUNG


__ADS_2