
"A-ampuunn...aagghh!!"
Di dalam hutan, ada sebuah pemukiman yang diisi oleh beberapa tenda besar. Tempat itu adalah sarang penyamun yang akhir-akhir ini meresahkan warga sekitar.
Mereka ini kerap kali melakukan perampokan, pembunuhan, bahkan pemerkosaan di desa-desa sekitar sana. Namun saat ini nampak dua puluh orang berpakaian putih bersih yang dipimpin oleh seorang wanita berpakaian merah sedang membantai kelompok penyamun itu.
Wanita berjubah merah itu membawa sepasang belati sebagai senjatanya. Dia juga mengenakan topeng yang juga berwarna merah.
"Dimana pimpinan kalian!?" tanya si wanita bertopeng merah itu kepada seorang pria yang nampak ketakutan.
"Aku tak tahu...Aku tak tahu!! Dia sudah pergi!" jawabnya ketakutan.
"Sratt!"
Sekali tebas saja, dada pria itu sudah terbuka lebar dan tewas seketika. Sesaat kemudian, wanita ini berseru.
"Cari pemimpinnya dan bunuh di tempat!!"
Dua puluhan orang ini lalu segera berkelebat dari sana. Mencari seorang pemimpin dari gerombolan penyamun tersebut. Tak sampai lima menit, dari kedalaman hutan sana terdengar suara teriakan mengerikan, mendengar ini si topeng merah tersenyum puas dari balik topengnya.
Beberapa saat kemudian dua puluh orang itu kembali dan salah satu dari mereka berkata, "Semua sudah beres nona!"
"Bagus, sekarang kita pulang!"
Siapakah wanita bertopeng merah dan dua puluh orang berpakaian serba putih itu? Mereka tak lain adalah anggota keluarga Zhang dan si topeng merah itu adalah Song Qian.
Jika bertanya mengapa pakaian mereka seperti itu. Maka jawabannya adalah karena kematian dari seorang pengawal paling setia keluarga Zhang, Lin Tian si Pendekar Hantu Kabut.
Sudah empat tahun lamanya sejak kematian pendekar itu, dan lama kelamaan mulai dilupakan orang. Karena Lin Tian adalah seorang pengawal setia, sekaligus sosok yang paling dikagumi nona Zhang, maka Zhang Qiaofeng melakukan perubahan besar-besaran terhadap keluarganya.
Setelah kediaman utama yang berada tak jauh dari air terjun itu selesai dibangun, Zhang Qiaofeng segera melakukan peraturan baru. Yang pertama adalah, seragam keluarga Zhang dirubah warnanya dari yang sebelumnya berwarna merah, menjadi warna putih. Sama seperti pakaian kebanggaan hantu itu.
Kedua, Zhang Qiaofeng juga memerintahkan seluruh tetua keluarga memakai pakaian khusus yang dibuat langsung oleh Minghao, sastrawan yang selain pandai silat, juga pandai dalam ilmu jahit menjahit.
Pakaian itu dibuat dari sutra halus berwarna putih bersih dengan kerah dan ujung jubah berwarna emas. Untuk sabuknya sendiri, warnanya hitam pekat.
__ADS_1
Dan ketika bertugas, Zhang Qiaofeng menyuruh tetua ini mengenakan topeng putih sama seperti milik Lin Tian. Hanya bedanya topeng milik para tetua itu polos saja dengan lubang di bagian mata, tanpa ada bentuk hidung atau bibir.
Pemimpin muda itu juga membentuk regu pengawal pribadi yang terdiri dari lima orang. Kesemuanya wanita. Mereka adalah Song Qian, Fen Lian, Lu Jia Li, Yin Yin dan putrinya. Lima pengawal pribadi ini memakai topeng serta baju berwarna merah.
Sedangkan untuk dirinya sendiri, mengenakan jubah putih bersih yang sengaja dibuat semirip mungkin dengan milik Lin Tian. Bedanya, ada gambar naga emas di punggungnya yang ingin melahap matahari. Dia juga mengenakan topeng milik Lin Tian yang sudah retak di bagian pipi kanannya.
Untuk mengenang pendekar berjuluk hantu itu, Zhang Qiaofeng menamai para tetua keluarga Zhang dengan sebutan Barisan Hantu. Sedangkan untuk lima orang pengawal pribadinya, dia namai dengan Hantu Merah.
Semua ini dia lakukan bukan lain karena untuk mengenang sang pengawal setianya, Lin Tian. Bahkan sampai saat ini, dia tidak mau menerima pengawal pribadi pria lagi dengan alasan tidak akan ada yang bisa menggantikan posisi Lin Tian. Dan hal ini memang benar, sebenarnya selama ini yang benar-benar ia anggap sebagai pengawal sekaligus orang paling dekat adalah Lin Tian seorang.
"Semua sudah selesai nona." Song Qian memberi laporan kepada seorang gadis bertopeng itu.
"Bagus lah. Bagaimana tentang penyelidikannya?" tanya balik Zhang Qiaofeng yang tanpa mengalihkan pandangannya dari buku bacaannya.
Song Qian nampak mengerutkan kening di balik topengnya sebelum menjawab, "Nona...tolong jangan seperti ini...dia sudah lama menghilang dan mungkin saja...sudah mati..."
Zhang Qiaofeng menghela nafas dan melepas topengnya, memutar kepala untuk memandang Song Qian. Mulutnya menyunggingkan senyum kecil, namun dari matanya itu terlihat jelas sinar kesedihan yang teramat dalam.
"Song Qian, cari dia! Jika memang sudah mati, berikan padaku jenazahnya! Jika kalian semua belum bisa mendapatkan jenazahnya, sampai mati pun aku akan selalu menganggap dia masih hidup."
"Song Qian, siapa yang menyiksa diri? Aku hanya....berharap...." ucapannya melirih di akhir kalimat.
"Tak usah buru-buru Song Qian, aku tidak memberikan batas waktu untuk penyelidikan ini. Kau tenang saja." lanjutnya.
Song Qian menundukkan kepala sejenak sebelum kembali menatap nonanya ketika gadis itu berbicara.
"Lupakan sejenak soal penyelidikan itu. Sekarang bagaimana soal Iblis Tiada Banding yang pergi ke Utara? Apakah ada perkembangan?"
"Maaf nona, menurut laporan, kami tidak menemukan jejak-jejak Iblis Tiada Banding di Selatan ini. Sepertinya mereka semua benar-benar sudah pindah ke Utara."
"Setelah merebut keluarga Xiao, mereka malah kabur ya...Haha sungguh lucu, ingin menantang kekaisaran dengan kekuatan seperti itu? Walau pun kuat tapi mereka bisa apa!?" balas Zhang Qiaofeng sedikit tertawa.
Memang bertahun-tahun lalu, Iblis Tiada Banding yang dipimpin oleh Sian Yang menyerbu kediaman Xiao dan berhasil menguasai kota Batu. Namun hanya bertahan selama beberapa bulan sebelum keluarga penguasa dibantu pasukan kaisar dan keluarga Zhang menyerang kota Batu dan berhasil mengusir mereka.
Akhirnya setelah hampir setengah tahun kemudian, ada rumor mengatakan jika Iblis Tiada Banding pergi ke Utara. Sejak saat itulah, dunia persilatan menjadi sedikit damai. Namun....
__ADS_1
"Beberapa bulan lalu, Iblis Tiada Banding telah berhasil menundukkan setengah wilayah kekaisaran Song..." lanjut Song Qian memberi laporan.
"Hm...mereka benar-benar pengacau. Bagaimana tindakan kaisar Chu, apakah ada pergerakan dari mereka?"
"Untuk sementara, belum ada perkembangan nona. Kaisar masih menyelidiki keadaan di sana."
"Begitu ya...kau boleh istirahat."
"Baik nona."
Seperginya Song Qian, Zhang Qiaofeng menatap topeng yang retak itu dengan tatapan sendu. Tanpa sadar, dua titik air mata jatuh menimpa topeng itu.
"Lin Tian, janganlah seperti ini, kemana kau pergi, masih hidup kah atau sudah mati?" gumamnya sebelum mencium topeng itu dibagian kening.
"Jika kau masih hidup, semoga kau baik-baik saja. Jika kau memang sudah pergi....tidak, kau pasti masih hidup!"
...****************...
Berhari-hari setelah itu, semua keluarga penguasa mendapatkan surat perintah dari kaisar yang intinya mengutus mereka semua untuk menyelidik ke Utara, jika perlu mengirimkan bantuan untuk kekaisaran Song.
Keluarga Zhang yang sudah menjadi keluarga penguasa juga menerima surat itu dan segera bersiap.
Zhang Qiaofeng memerintahkan semua barisan hantu dan hantu merah untuk ikut bersamanya pergi ke Utara. Untuk kediaman di wilayah Selatan ini, ia serahkan kepada Lu Tuoli dan saudara-saudaranya. Mereka memang bagian dari barisan hantu, namun Zhang Qiaofeng sengaja meninggalkan mereka di sini agar mereka bisa menyelidiki pergerakan musuh di Selatan sana. Zhang Qiaofeng masih khawatir jika ada beberapa orang Iblis Tiada Banding yang kembali ke Selatan dan mengacau di sana.
Lu Tuoli dan lainnya ditinggal di sana adalah karena mereka merupakan tetua terlemah di keluarga Zhang. Jika mereka ikut, bisa jadi hal itu malah membahayakan nyawa mereka.
"Hati-hati nona! Pulanglah dengan selamat!" seru Lu Tuoli memberi hormat dibarengi dua ratusan orang yang ditinggal di kediaman.
Pasukan besar keluarga Zhang yang sudah mencapai dua ribu orang itu berangkat menuju Utara. Keluarga lain juga melakukan hal yang sama, mereka mengirim setidaknya dua ribu sampai tiga ribu pasukan.
Ribuan orang dari pasukan keluarga penguasa dan pasukan kekaisaran berangkat menuju Utara untuk mengirim bantuan kepada kekaisaran Song. Sebenarnya, semua ini dilakukan oleh kaisar Chu Quon karena permintaan langsung dari kaisar Song. Mengingat hubungan dekat leluhur mereka, maka Chu Quon tak segan-segan untuk mengirim bantuan ke sana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
BERSAMBUNG
__ADS_1