Pendekar Hantu Kabut

Pendekar Hantu Kabut
Bab 53. Mengangkat Seorang Murid


__ADS_3

Zhang Hongli kemudian menceritakan tentang masa lalunya. Cerita tentang mengapa dirinya kala itu tidak pulang ke keluarga Zhang.


Jadi, ketika dahulu dia pergi secara mendadak dari keluarga Zhang, sebenarnya Zhang Hongli ini pergi ke suatu tempat untuk bertempur melawan musuh-musuhnya, yang dimana mereka itu berasal dari aliran hitam. Sedangkan dirinya, dibantu oleh salah seorang teman baiknya, dia melawan mereka di tempat tersebut.


Terjadi pertarungan sengit kala itu hingga satu hari satu malam lamanya. Dan orang terakhir yang masih mampu berdiri adalah Zhang Hongli.


Walaupun dalam keadaan selamat, namun keadaannya sama sekali tidak bisa dibilang baik-baik saja. Karena waktu itu kakek ini pun mengalami luka luar dalam yang sangat parah sehingga ketika dia menuruni puncak gunung tempatnya bertarung tersebut, butuh waktu sampai dua minggu lamanya, saking parah luka-luka yang dideritanya.


Ketika dia sudah sampai di lereng pegunungan, saat itulah dia mulai memulihkan diri dengan bermeditasi dan menyembuhkan luka-lukanya.


Hingga bertahun-tahun Zhang Hongli memulihkan diri di lereng gunung tersebut untuk mengembalikan kekuatannya seperti sedia kala. Dan ketika dirinya sudah sepenuhnya sembuh dan sehat, Zhang Hongli pun memutuskan untuk pulang.


Akan tetapi pemandangan yang pertama kali dilihatnya adalah banyak sekali tengkorak-tengkorak manusia yang memenuhi seluruh wilayah keluarganya. Saat itu, kakek ini menjadi seperti orang gila, dia berjalan kesana-kemari dengan terus memanggil nama anak dan mantunya, juga tak lupa pula nama cucunya.


Hingga tujuh hari dia berada dalam kondisi seperti itu. Akhirnya Zhang Hongli pun mencoba untuk menerima kenyataan. Dia sedari awal sudah tahu jika keluarganya telah hancur seperti yang telah dilihatnya, akan tetapi kakek ini sama sekali menolak hal itu dan terus menyakinkan diri sendiri bahwasannya tengkorak itu adalah tengkorak-tengkorak para perampok yang menyerang keluarga Zhang. Karena itulah dalam seminggu terakhir dia terlihat seperti orang tidak waras.


Dengan air mata yang masih terus mengalir, Zhang Hongli menguburkan tengkorak-tengkorak itu. Dia merasa sangat menyesal mengapa dahulu dirinya tidak langsung pulang dan malah lebih memilih mengembalikan kekuatan ketimbang keluarga.


Namun nasi sudah menjadi bubur. Akhirnya dengan hati berat, Zhang Hongli pergi meninggalkan keluarganya dan sama sekali tidak punya tujuan hidup. Ingin membalas dendam? Dia berpikir hal itu tidaklah terlalu penting. Saat itu, dia benar-benar kehilangan arah tujuan dan hanya berjalan tanpa mempedulikan kemana tempat yang akan dia tuju nantinya.


Kemudian, tibalah dia di Hutan Merah ini dan memutuskan untuk berdiam diri di sini sampai akhir hayat menjemput.


"Tapi setelah melihat kedatanganmu, dan mengetahui bahwa cucuku masih hidup. Seolah-olah ada sebuah cahaya yang menerangiku. Saat ini, agaknya aku masih punya tujuan untuk hidup di dunia ini sedikit lebih lama." kata Zhang Hongli seraya tersenyum.


Senyumannya kali ini benar-benar senyum bahagia. Senyum penuh kaharuan dan kebahagian dari seorang kakek yang sangat merindukan cucunya.

__ADS_1


"Hahaha....Lin Tian, kurasa kau ini memang orang kuat, sangat kuat malah. Tapi apa kau tahu, Ling Haochun si 'Setan Racun Api' itu lebih lihai dari kelihatannya? Apa kau sudah pernah bentrok dengannya? Jika iya, melihat kau masih hidup sampai sekarang, mungkin selama ini dia belum sungguh-sungguh ketika melawanmu." ucap kakek itu penuh semangat.


Di lain sisi, Lin Tian mengerutkan kening. "Ling Haochun? Setan Racun Api? Siapa dia?" tanyanya dalam hati dengan penuh rasa penasaran.


"Tunggu Tuan, tapi siapa itu Ling Haochun si Setan Racun Api tadi?" akhirnya, Lin Tian pun bertanya.


"Hah...kau tak tahu? Heh orang muda!! Orang yang mengeroyokmu kemarin itulah Ling Haochun, si Setan Racun Api yang lihai!"


"Tapi yang mana Ling Haochun? Tak mungkin kan jika semua orang itu bernama Ling Haochun?" kembali Lin Tian bertanya.


"Hah...kau benar-benar tak tahu? Dia adalah pendekar yang pakaiannya hitam-hitam itu, dan pakai topeng warna merah!" jawab Zhang Hongli bersungut-sungut.


Sungguh berbeda dengan sebelumnya yang selalu bicara perlahan dan tenang. Kali ini, dia bicara dengan nada penuh semangat dan mata berapi-api. Agaknya kakek satu ini sangat senang mendengar berita bahwa cucu satu-satunya itu masih hidup.


"Oh...jadi dia si Setan Racun Api. Pantas saja aku masih bisa mengimbanginya walaupun hanya dalam keadaan terdesak, ternyata selama ini dia tidak pernah serius melawanku?"


"Hm...maksudmu Zhang Heng? Dasar pengkhianat!! Anak durhaka terkutuk!! Aku yakin kehancuran keluarga Zhang adalah dia penyebabnya." kata Zhang Hongli penuh amarah.


Lin Tian mengepalkan tangannya erat-erat. Dia pun setuju dengan pernyataan kakek di depannya ini.


"Aku juga setuju dengan anda Tuan. Dari dulu, aku memang sudah tidak suka dengan dia. Akan tetapi, mengapa kemarin anda tidak mengejar dan membiarkannya pergi?" tanya Lin Tian.


"Sudah kubilang sebelumnya, sebelum kedatanganmu, aku hanya ingin berdiam diri di sini sampai mati. Ketika melihat wajah putra keduaku tadi, walaupun aku ingin memberinya pelajaran, tapi kuurungkan niat karena kuanggap hal itu hanya buang waktu saja. Tetapi, begitu kau datang dan mengetahui bahwa Feng'er masih hidup, maka mulai hari ini, akan kuubah cara pandangku dan aku akan membantumu untuk membalas semua perbuatan mereka!!" jawab Zhang Hongli tegas.


Setelah itu, Zhang Hongli tiba-tiba mengerutkan kening nampak sedang berpikir. Lin Tian yang menyadari hal ini kemudian lekas bertanya.

__ADS_1


"Tuan ada apa?"


"Hm...Lin Tian, mungkin di masa depan, musuhmu adalah delapan orang Pilar Neraka itu. Jika untuk kekuatanmu yang sekarang, kau bukanlah apa-apa bagi mereka, apalagi untuk orang pertama Pilar Neraka." jelas Zhang Hongli.


"Siapa orang pertama itu Tuan?" tanya Lin Tian.


"Aku tak tahu namanya, akan tetapi dia mengangkat diri sendiri dengan julukan "Naga Emas". Dikabarkan, kekuatannya bahkan hampir sama dengan satu pendekar Raja Dunia Silat. Kau harus hati-hati nak."


"Apa? Apa aku salah dengar? Hampir menyamai satu pendekar Raja Dunia Silat? Hampir? Orang terkuat dari Pilar Neraka kekuatannya masih 'hampir' menyamai satu orang Raja Dunia Silat? Jangan bercanda!! Lalu bagaimana dengan orang terkuat dari Raja Dunia Silat?" batin Lin Tian dengan penuh perasaan heran dan tanda tanya.


Lin Tian tentu saja mengetahui tentang orang-orang yang berjuluk Raja Dunia Silat. Mereka ini berjumlah lima orang yang dimana tiga orang dari golongan hitam, dan dua orang dari golongan putih.


Memang hal ini bukanlah suatu keanehan. Raja Dunia Silat memang amatlah terkenal, bahkan jauh lebih terkenal dari Pilar Neraka yang waktu itu juga sudah muncul di dunia persilatan. Akan tetapi, semua orang dunia persilatan sama sekali tidak mengenal nama dari kelima pendekar sakti tersebut, bahkan wajah pun tidak mengetahui, karena Raja Dunia Silat terkenal dengan ciri khas topengnya dari masing-masing pendekar.


Dapat dibayangkan, jika orang terkuat dari Pilar Neraka saja kekuatannya 'hampir' menyamai satu orang saja dari Raja Dunia Silat, lalu seberapa kuat sebenarnya kelima orang tersebut.


"Maka dari itu, aku putuskan..." kata Zhang Hongli seraya bangkit dari tempat duduk.


Lin Tian masih tetap duduk dan memandang dengan bingung.


"Lin Tian, jadilah muridku agar kelak kau mampu menghadapi mereka semua!!!" ucapnya lantang dan tegas sembari menunjuk wajah Lin Tian.


Lin Tian yang diperlakukan seperti itu hanya mampu membuka mulutnya lebar-lebar saking heran dan terkejutnya.


...****************...

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2