
Begitu mendengar laporan dari anak buahnya, Ling Haocun segera mengumpulkan seluruh petinggi Aliansi, juga seluruh anggota Pilar Neraka yang kebetulan sedang berada di markas.
Ada tiga puluh lebih jumlah petinggi Aliansi Golongan Hitam ditambah delapan orang anggota Pilar Neraka, dan kesemuanya memiliki kepandaian tinggi sekali, tapi tentu saja delapan Pilar Neraka yang menduduki posisi terkuat.
Namun aneh sekali, mereka semua tidak berdaya melawan ancaman pria misterius yang murah senyum itu, yang bukan lain adalah Sian Yang. Tiga puluh orang petinggi ini pun sudah berkurang sepuluh orang karena terbantai oleh Sian Yang itu.
Maka dari itulah, Aliansi Golongan Hitam menyebut Sian Yang dan sekutunya sebagai pengacau.
"Aku baru saja menerima laporan. Dewa Kegelapan sudah mati. Di tempat kejadiannya, ada tulisan yang mengatakan jika pria itu mati di tangan Iblis Tiada Banding." kata Ling Haocun membuka pertemuan.
Pucatlah wajah mereka semua. Mereka semua tahu jelas siapa adanya Dewa Kegelapan, yaitu anggota Pilar Neraka terkuat yang ke tiga, di bawah si Naga Emas dan Pendekar Pedang Arwah.
Dan saat ini, seseorang yang menyebut diri sebagai Iblis Tiada Banding itu mampu membunuhnya!! Apakah orang itu tidak takut untuk menghadapi kemarahan seluruh pendekar Aliansi? Demikian pikir mereka.
Kemudian, ada salah satu petinggi yang segera berdiri dan menjawab, "Mohon bertanya pemimpin."
"Silahkan."
"Dimanakah letak Dewa Kegelapan terbunuh?"
Ling Haocun termenung, berpikir sejenak sebelum berkata, "Menurut laporan, dia mati tak jauh dari markas ini."
Raut wajah seseorang yang bertanya itu menjadi keruh. Setengah marah setengah kaget.
"Benarkah begitu Tuan, bukankah itu sama saja menantang kita secara berterang? Apa dia tidak takut mati?" jawabnya yang tanpa sadar ia ucapkan dengan nada tinggi.
"Aku juga tidak tahu!! Tak usahlah kau marah padaku!!" balas Ling Haocun membentak.
"M-maaf pemimpin." kembali orang itu duduk di kursinya.
Ling Haocun menghela nafas panjang. Jika boleh jujur, dia benar-benar kesal saat ini. Dia merasa harga diri Aliansi telah direndahkan oleh serangkaian kejadian yang selama ini tidak mengenakkan hati.
Pertama tentu saja insiden matinya Iblis Tongkat Merah. Kedua adalah di saat Lin Tian mengobrak-abrik seluruh markas Aliansi dan berhasil membunuh Elang Salju. Ketiga, belum lama ini dia mendengar bahwa Sin Nia telah mati. Dan yang terakhir, Dewa Kegelapan berhasil dilenyapkan pula.
"Sebenarnya ada apa ini? Kenapa Aliansi terus-terusan dilanda kesialan seperti ini?"
Dia berpikir keras, mencari jalan keluar terbaik yang bisa ditempuh saat ini. Setelah beberapa menit ruangan itu hening, Ling Haocun terdengar berkata.
__ADS_1
"Aku sudah mengambil keputusan, dan keputusan ini mungkin sedikit egois." katanya.
"Aku ingin sementara waktu ini kita bubar! Berpencar ke segala penjuru dunia, jangan ada yang menempati markas ini sampai ada perintah dariku. Aku tidak ingin tempat ini diketahui oleh si Iblis Tiada Banding itu." sambungnya.
Terkejutlah mereka semua yang berada di ruangan itu.
"Benar-benarkah tidak ada pilihan lain Tuan?" tanya Pendekar Pedang Arwah dengan nada tidak senang. Jujur saja dia tidak ingin Aliansi ini dibubarkan karena dia telah mendapat banyak keuntungan di sini.
Ling Haocun menggelengkan kepalanya, berkata dengan nada lesu, "Tak ada pilihan lain, memang inilah jalan satu-satunya yang paling aman untuk kita."
"Braaakk!!"
Tiba-tiba, terdengar sebuah suara keras ketika salah satu meja yang ada di sana dihancurkan. Begitu mereka memandang, kiranya yang melakukan hal itu adalah si kakek tua berjuluk Golok Penghancur Gunung.
"Ling Haocun!! Benar-benarkah kita sudah menjadi pengecut dan harus bersembunyi ketika mendapat ancaman iblis lain? Kita harus buktikan bahwa kita adalah yang paling kuat di dunia!!!" teriak kakek itu dengan kemarahan meluap-luap.
"Golok Penghancur Gunung!! Terserah apa yang ingin kau katakan, tapi keputusanku sudah bulat dan perintahku adalah mutlak. Kau ingin melawan pimpinanmu sendiri!??" balas Ling Haocun dengan bentakan dan bangkit berdiri.
"Sombong sekali kau!! Sadar diri bangsat, diantara delapan anggota Pilar Neraka, kau bukanlah yang terkuat dan posisiku ada di atasmu!!"
"Kau ingin adu pukul? Majulah, kau pikir aku takut dengan gertakanmu!?"
Seperti namanya, golok miliknya itu besar dan panjang, sekaligus juga berat. Maka ketika diayunkan, terasa oleh Ling Haocun menyambar sebuah angin dahsyat.
"Heeyaaaa!!" Setan Racun Api itu memekik keras dan mengeluarkan sabitnya. Disusul dengan berkelebatnya bayangan hitam yang menyambut serangan kakek tersebut.
"Traangg!!"
Terdengar suara berdenting nyaring yang mampu menggetarkan seisi ruangan. Sedetik kemudian, mereka berdua sudah bertanding hebat dan mati-matian.
Hingga mencapai jurus ke dua puluh, mereka berdua sama-sama mundur ke belakang. Jika Golok Penghancur Gunung hanya mundur dua langkah, adalah si Setan Racun Api mundur sejauh tiga langkah. Membuktikan bahwa pimpinan Aliansi itu masih kalah setingkat.
"Keparat!! Apa kau serius ingin mengkhianati Aliansi!?"
"Hohahaha...seorang pemimpin bahkan tidak mampu mengalahkan bawahannya, wajar jika kau takut menghadapi si Iblis Tiada Banding itu!!" jawab Golok Penghancur Gunung dan kembali menerjang.
Namun belum juga tubuhnya mencapai lawan, dari sebelah kanannya, menyambar serangan tenaga dalam yang kuat sekali. Dengan refleks, kakek itu menarik tangannya dan meloncat mundur.
__ADS_1
"Hmm...hanya berani melawan yang lebih lemah, bukankah kau itu juga pengecut?" ucap seseorang yang mengirim serangan barusan. Ternyata dia adalah Pendekar Pedang Arwah, orang kedua Pilar Neraka.
Hebat sekali memang orang ini, begitu dia mengirim serangan jarak jauh untuk menahan serangan Golok Penghancur Gunung, dia hanya mendorongkan telapak tangan perlahan dan terciptalah angin serangan mematikan itu.
Jika kakek itu tidak lekas melompat mundur, agaknya tangan tuanya itu sudah buntung.
"Cih...Sialan!!" umpatnya dan menyarungkan kembali goloknya. Bagaimanapun juga, dia masih kalah jauh jika dibandingkan dengan Pendekar Pedang Arwah itu.
"Cukuplah, aku sudah muak!! Aku akan pergi sendiri mencari Iblis Tiada Banding dan membunuhnya, kemudian akan kubawa kepalanya ke hadapan kalian!! Untuk membuktikan bahwa Aliansi tidak perlu takut menghadapinya!!" kata Golok Penghancur Gunung sebelum tubuhnya berkelebat lenyap dari sana.
"Terserah apa maumu! Sekarang bubar! Bawa barang-barang penting dan lekas tinggalkan markas ini!!" perintah Ling Haocun yang segera meninggalkan ruang pertemuan, berniat menemui muridnya yang sedang memperdalam ilmu di suatu tempat.
...****************...
Di bawah gunung berapi yang selalu mengeluarkan cairan lava dari perut bumi, nampak seorang pria berjubah hitam yang sedang melatih ilmu silatnya.
Gerakannya indah dan mantap, menandakan bahwa dia bukanlah seorang ahli silat kacangan.
Semua tindakannya ini berhenti tatkala sesosok bayangan hitam lain datang kepadanya.
"Bagaimana latihanmu Zhang Heng?" tanya Ling Haocun kepada muridnya.
"Aku mengalami kemajuan yang sangat pesat guru. Hawa panas dari gunung berapi ini yang kuserap setiap hari, membuat tenaga dalamku meningkat pesat. Terima kasih atas budi guru yang mau memberikan tempat ini kepada saya." balas orang tersebut yang bukan lain adalah Zhang Heng.
"Sudahlah, intinya aku punya kabar penting untukmu."
"Apa itu guru?"
"Dewa Kegelapan mati, Sin Nia juga mati. Untuk Dewa Kegelapan, dia dibunuh oleh seseorang yang mengaku sebagai Iblis Tiada Banding. Dan untuk Sin Nia...Lin Tian lah pelakunya..." kata Ling Haocun.
"Daaaarrr!!"
Tiba-tiba, batu seukuran kerbau yang berada di dekat mereka hancur seketika terkena hantaman Zhang Heng.
"Lin Tian...kau sudah berbuat terlalu jauh..." desis Zhang Heng penuh perasaan dendam dan benci.
"Kau tak akan bisa menghalangi ambisiku bocah....!!"
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
BERSAMBUNG