
"Haaaa....!!!"
"Aaarrggghh..!!!"
Terdengar jeritan yang menyanyat hati setiap kali tercabutnya nyawa dari seseorang di pertempuran itu. Rumput tebal yang tadinya berwarna hijau sudah tidak menunjukkan warna aslinya lagi, digantikan dengan warna merah gelap akibat cipratan dan tumpahan darah manusia.
Hebat sekali pertempuran di halaman luas itu, setiap orang mengerahkan seluruh kepandaian untuk berusaha menekan lawannya.
Makin lama pertempuran berjalan, makin banyaklah mayat manusia yang tercecer berantakan di hamparan rumput tebal itu. Satu demi satu para pendekar itu gugur, baik dari pihak golongan hitam maupun pihak Hu Tao.
"Hiiaaaaaa....!!" Lin Tian memekik keras sambil memutar tubuhnya.
Pemuda ini ternyata sudah mencabut Pedang Dewi Saljunya. Pertempuran ini adalah menjadi pertempuran pertama bagi Lin Tian bersama pedang itu.
Darah dari para pengkhianat itu adalah darah pertama yang diminum oleh pedang kristal tersebut.
Sungguh mengerikan sepak terjang pemuda ini. Ketika pedang sudah tercabut dari tempatnya, dia mengamuk bagaikan seekor harimau terluka, membabat apa saja yang berada di depannya.
"Bunuh pria bertopeng itu lebih dulu...!!"
"Dia berbahaya, bunuh!!"
Teriak beberapa orang dengan perasaan ngeri melihat sepak terjang Lin Tian.
Kemudian orang-orang itu yang berjumlah sekitar tujuh orang, langsung menerjang Lin Tian dengan serangan mematikan.
Pemuda itu mengerahkan ilmu meringankan tubuhnya untuk bergerak kesana-kemari menghindari serangan.
Ketika mendapat kesempatan, pemuda itu lalu menggerakkan pedangnya perlahan kearah siku kanan salah satu musuhnya. Inilah jurus kedelapan dari rangkaian Ilmu Pedang Pelukis Langit yang bernama "Hembusan Awan Mendung".
Walaupun gerakan pedangnya lambat dan terlihat rapuh, akan tetapi sejatinya laju pedang itu sangat akurat dan mengandung banyak sekali tenaga dalam. Jika sampai mengenai sasaran, dapat dipastikan siku lawannya itu akan putus dengan potongan yang sangat-sangat rapi.
"Crookkk....aaaaa!!"
Dan benar saja, pedang itu berhasil mencium sikunya dan terlihat potongan siku itu sangat lurus dan rapi. Hal ini membuktikan seberapa hebat jurus Hembusan Awan Mendung itu.
Lin Tian tak tinggal diam, melihat lawannya yang sedang kesakitan seperti itu, cepat ia gerakkan kakinya dengan pengerahan tenaga dalam untuk menghancurkan jantung musuhnya.
"Buukkk..."
Bagai layangan putus, orang itu terlempar jauh kebelakang dengan mulutnya yang menyemburkan banyak sekali darah. Tewas seketika.
"Bedebah...!!"
Keenam orang lainnya yang tidak terima langsung menerjang Lin Tian.
__ADS_1
Pemuda itu kemudian kembali mainkan Ilmu Pedang Pelukis Langit. Saat ini dia mengeluarkan jurus ke tiga yang bernama "Kibasan Ekor Naga Langit". Jurus ini mengharuskan penggunanya menebaskan pedang tanpa menyentuh tubuh lawan, akan tetapi menyerang dengan daya hempasan yang sangat dahsyat.
Ketika keenam orang itu datang, Lin Tian memutar tubuh sembari menebaskan pedangnya. Sedetik kemudian, keenam orang yang mengurung Lin Tian itu sudah terhempas jauh tanpa mampu melawan jurus mematikan itu.
Hebat sekali jurus ini. Karena jurus itu juga disertai dengan tenaga dalam Ilmu Silat Halimun Sakti, sehingga daya hempasannya mengeluarkan hawa dingin yang sangat kuat.
Melihat keenam anak buahnya mampu dihempaskan dengan begitu mudah oleh Lin Tian. Pendekar topeng merah merasa marah sekali, kemudian pria ini langsung menggerakkan kaki menubruk Lin Tian dengan serangan mematikan.
Lin Tian yang merasa ada hawa panas menuju kearahnya, cepat ia mengelak dengan cara melompat kekanan sambil memutar pedangnya untuk membalas serangan orang itu.
"Tringg"
Terdengar benturan yang sangat keras ketika tangan topeng merah dan pedang Lin Tian bertemu. Akan tetapi pemuda itu merasa terkejut setengah mati karena begitu pedangnya menyentuh tangan musuh, lengannya bergetar dan terasa sangat panas.
Padahal dia sudah mengalirkan hawa dinginnya untuk melindungi tubuh dari hawa panas itu. Akan tetapi ternyata tenaga panas itu masih sangat terasa di tangannya, hal ini membuktikan jika kepandaian musuhnya itu bukanlah berada di tingkat rendah.
Menyadari hal ini, agak ngeri juga hati Lin Tian. Akan tetapi karena dia bukanlah seorang pengecut, maka pemuda ini lalu mengeratkan pegangannya pada pedang dan sudah bersiap dengan serangan berikutnya.
"Hebat juga kau. Aku sama sekali belum pernah mendengar ada seorang pendekar bertopeng putih seperti engkau selain muridku ini, siapa kau?" tanya orang itu dengan pandangan penuh selidik kepada Lin Tian.
Akan tetapi Lin Tian hanya mendengus lalu secepat kilat kembali menerjang orang itu.
Melihat serangan Lin Tian ini, pria topeng merah itu tidak ingin main-main. Sebagai seorang yang berpengalaman, tahulah ia jika serangan itu bukan serangan ringan.
Namun, walaupun pemuda itu kurang dalam hal pengalaman, tetapi dia bukanlah seorang lemah. Melihat dua serangan berbahaya ini, secepat kilat ia belokkan arah tebasan pedang itu dari yang sebelumnya mengarah pundak kiri lawan berubah kearah tangan kanan lawan yang melakukan gerakan menotok.
"Aahhh!!"
Topeng merah menjerit karena terkejut. Cepat ia tarik lengan kanannya sedangkan tangan kiri, ia gunakan untuk memberi pukulan kearah leher Lin Tian. Aksi ini sungguh luar biasa, dua serangan si topeng merah sudah mampu dipatahkan Lin Tian akan tetapi ternyata dia tidak kehilangan akal dan masih bisa memberi serangan balasan.
Sekarang giliran Lin Tian yang terkejut. Pemuda ini lalu mengerahkan ilmu meringankan tubuhnya dan melompat tinggi keatas.
Ketika sedang melayang di udara, tubuhnya bersalto beberapa kali sebelum akhirnya mengarahkan ujung pedang itu kearah ubun-ubun topeng merah. Lin Tian melakukan serangan yang amat berbahaya dan mematikan dengan cara menukik tajam dari arah atas dan menjadikan kepala lawan sebagai pendaratan.
Melihat kegigihan Lin Tian yang masih mampu terus menyerang, timbul juga rasa jengkel di hati topeng merah. Kemudian, cepat ia mengirimkan pukulan jarak jauh yang amat dahsyat kearah pemuda itu.
"Swwuuushhh"
Lin Tian membolatkan matanya kaget. Pemuda ini merasakan sebuah ancaman maut dari serangkum hawa pukulan panas itu.
Menyadari hal ini, dia lalu mengerahkan hawa dinginnya ke seluruh tubuh untuk membentengi diri dari serangan panas itu.
Akan tetapi ternyata usahanya ini tidak berarti banyak. Dirinya masih bisa merasakan angin yang sangat panas begitu serangan itu menerpa tubuhnya. Juga, daya hempasan serangan itu ternyata bukan main hebatnya. Alhasil, pemuda ini terlempar ke atas hingga lima meter tingginya sebelum akhirnya jatuh berdebuk di tanah.
"Akkhhh!!!"
__ADS_1
Pekik Lin Tian begitu dadanya menghantam tanah.
Hu Tao yang sedang bertempur melawan topeng putih dan melihat kejadian ini sontak terkejut karena tidak menyangka akan ada yang mampu menjatuhkan saudara angkatnya itu.
"Lin Tian...!!" teriaknya khawatir.
"Jangan alihkan perhatianmu!!" bentak si topeng putih seraya menyerang Hu Tao.
Hu Tao yang ingin menolong Lin Tian terpaksa harus ia urungkan niatnya itu karena sepertinya sangat tidak mungkin untuk melepaskan diri dari topeng putih ini dengan mudah.
Sedangkan untuk topeng merah, dia sudah mengeluarkan senjata sabitnya dan menyerang kearah Lin Tian yang masih rebah kesakitan itu.
"Matilaaaahh!!" serunya dengan kemarahan.
Lin Tian yang melihat serangan itu secara refleks menggulingkan tubuhnya kesamping dan langsung meloncat bangun. Sambil meloncat, pemuda ini juga mengirimkan serangan dengan pedangnya membabat kearah tengkuk lawan.
Mudah saja bagi topeng merah untuk menghindari tebasan itu dengan cara sedikit menekuk kedua lututnya. Kemudian kembali dia mengirimkan serangan-serangan mematikan kepada Lin Tian.
Pertempuran keduanya berlangsung dengan amat seru dan menegangkan. Hanya lima menit saja mereka sudah beradu kepandaian sebanyak lima puluh jurus.
Akan tetapi, selama itu pula terlihat si topeng merah sangat mendominasi pertarungan. Gulungan senjata sabitnya itu terlihat mengurung pergerakan Lin Tian sehingga membuat pemuda itu terdesak hebat.
Pada jurus ke lima puluh lima, Lin Tian merasa tangannya sudah teramat sakit dan panas bagaikan dibakar di atas tungku perapian. Akibatnya, kuda-kuda Lin Tian menjadi sedikit goyah dan menghasilkan beberapa celah.
Makin lama pertarungan itu, makin terdesaklah Lin Tian. Dadanya juga terasa sesak akibat pertempuran lama ini. Bagaimana tidak, sedaritadi musuhnya itu selalu melakukan serangan dengan tenaga dalam, mau tidak mau dia sendiripun juga harus mengerahkan tenaga dalam untuk mengimbangi.
Akan tetapi karena tingkatannya masih di bawah topeng merah, hal ini mengakibatkan dadanya seperti ditekan setiap kali terjadi benturan tenaga dalam. Walaupun Lin Tian mampu bertahan, akan tetapi lama kelamaan dadanya terasa sesak juga sampai membuatnya sulit bernafas.
Pada jurus ketujuh puluh Lin Tian terpental jauh kebelakang. Akan tetapi Lin Tian masih bisa menyeimbangkan tubuhnya sehingga walaupun dia terpental jauh, pemuda itu tidak sampai jatuh.
Namun terlihat seluruh tubuhnya bergetar dan wajah di balik topeng itu sama pucat dengan topeng yang dikenakannya.
Cepat ia menyalurkan tenaga dalam keseluruh tubuh untuk menstabilkan kondisi tubuhnya.
"Hah...hah...." terdengar nafas memburu dari mulut Lin Tian. Dadanya terlihat naik turun seolah-olah hendak melahap semua oksigen di sekitar tempat ini.
"Serangan terakhir!!!" topeng merah berteriak keras dan tubuhnya sudah melesat sangat cepat kearah Lin Tian yang masih berusaha memulihkan tenaga itu.
Pemuda itu terkejut dan berusaha menangkis sebisanya. Akan tetapi dia lebih terkejut lagi ketika melihat ada seseorang yang tiba-tiba berada di depannya dan menangkis serangan itu. Yang membuat dia terkejut adalah, orang itu mampu menangkis serangan yang demikian hebat hanya dengan telapak tangan!!
"Apakah harga diri dari Pilar Neraka sudah jatuh begini rendahnya sampai berani menyerang seorang yang masih muda?"
...~ΩΩΩΩΩΩΩ~~~ΩΩΩΩΩΩΩ~...
BERSAMBUNG
__ADS_1