Pendekar Hantu Kabut

Pendekar Hantu Kabut
Bab 231. Pendapat Zhang Qiaofeng


__ADS_3

Tak hanya soal keadaan dalam Iblis Tiada Banding saja, Zhang Qiaofeng juga menerima laporan dari salah satu anak buah Yin Yin yang mengatakan bahwa beberapa minggu lagi, Iblis Tiada Banding akan melakukan pemilihan ketua baru. Yang kandidatnya berasal dari orang dalam dan perkumpulan yang tergabung di dalamnya.


Diantara perkumpulan-perkumpulan itu, ada dua perkumpulan yang paling menonjol dan dijagokan para anggotanya agar ketua mereka menjadi kerua Iblis Tiada Banding. Dua perkumpulan itu adalah Hati Iblis dan perkumpulan Pedang Hitam. Dua perkumpulan golongan hitam yang namanya sangat terkenal di seluruh daratan Utara ini.


Kurang lebih setelah beberapa bulan Iblis Tiada Banding menduduki tanah Utara, dua perkumpulan inilah yang pertama kali takluk dan menyatakan diri menjadi bagian dari Iblis Tiada Banding. Karena etensitas dua perkumpulan inilah, setelah itu banyak perkumpulan-perkumpulan lain yang sudi mengakui Iblis Tiada Banding dan menjadi bagiannya.


Tentu saja kabar tentang pemilihan ketua baru Iblis Tiada Banding ini berhasil membikin heboh kekaisaran Song. Pasalnya yang mengetahui hal ini tak hanya dari keluarga Zhang, melainkan dari mata-mata yang lain mereka juga mendengar akan kabar tersebut.


Segeralah kabar ini sampai di telinga kaisar dan dua hari kemudian, dia melakukan pertemuan di istananya untuk membahas masalah ini. Tapi...


"Nona Zhang yang terhormat, apakah anda sudah kehilangan sopan santun dan menjadi arogan? Ada masalah apa dengan putraku?" menteri itu bertanya dengan mata melotot tajam.


Sedangkan Kauw Jin, berdiri di samping dalam keadaan mengenaskan. Lehernya di perban sekaligus wajahnya. Hanya menyisakan sepasang mata yang masih terus memandang kagum kearah Zhang Qiaofeng.


"Tuan menteri yang bijaksana, apakah kau tak melihat kelakuan putramu yang macam kera gila itu? Tak punya adab dan sangat kurang ajar?" balas Zhang Qiaofeng membalas tatapan tajam itu.


"Brak!"


"Kau harusnya bangga karena disukai oleh anakku, kenapa kau bertindak arogan!! Pengawal!!" menteri itu naik pitam dan berseru kepada para pengawalnya sambil menuding Zhang Qiaofeng.


Dua puluh pengawal pilihannya segera mengurungnya, namun tak lama setelah itu terdengar jerit-jerit mengerikan sungguh pun Zhang Qiaofeng masih duduk manis di tempatnya.


"Hanya menteri, sudah berani main gila dengan salah satu pemimpin keluarga penguasa?" Tan Hui, pemimpin keluarga Tan berkomentar.


"Belakangku ada kaisar! Kau hendak menganggu nona Zhang yang bahkan sangat dipercaya kaisar? Kau ingin membuat keributan dengan kami hah?" bentak Chu Shen bangkit berdiri. Pemimpin keluarga Chu itu terlihat sangat marah.


Para pengawal dari empat keluarga lain tadi sudah menundukkan para pengawal menteri. Tentu saja atas perintah pemimpin mereka.


Sedangkan menteri itu nampak geram dengan tangan terkepal erat. Dia mengayunkan tangan memberi tanda agar para pengawalnya kembali ke tempat semula.


"Kau ulangi sekali lagi, nyawamu hilang." ucapan penuh intimidasi dari Minghao ini berhasil membuat wajah sang menteri sedikit pucat. Namun dia tetap mencoba tenang.


"Dewiku yang galak dan kejam...ahh, manis sekali!!" Kauw Jin berteriak histeris dalam hati.


"Kaisar telah tiba!"

__ADS_1


Mendengar ucapan ini, serentak semua orang bangkit berdiri dan menundukkan badan memberi hormat. Kaisar Song mengangguk sedikit dan duduk di tempatnya, melihat Yang Mulia duduk, semuanya ikut duduk pula.


"Langsung saja ke intinya, aku mendapat laporan bahwa Iblis Tiada Banding akan melakukan pemilihan ketua baru?"


"Benar, Yang Mulia." jawab mereka serempak.


"Kalau begitu, akankah kita menyerbu? Bukankah di saat seperti ini adalah saat yang tepat karena mereka semua sedang berkumpul?"


"Benar! Kita harus menyerbunya!" tiba-tiba menteri berseru sambil bangkit berdiri. Tentu saja tindakan tiba-tiba ini membuat rasa penasaran semua orang bangkit. Melihat kebingungan semua orang, menteri itu cepat-cepat berkata.


"Jika tidak sekarang, kapan lagi? Ingat, di sana ada Zhang Heng dan lima bersaudara pendekar sejati lain. Kekuatan enam orang itu bahkan lebih mengerikan dari Sian Yang sendiri. Apakah kita akan menunggu mereka menjadi lebih kuat untuk menyerbu ke wilayah sendiri?"


Semua orang diam-diam membenarkan pendapat itu, terutama sekali kaisar Terlihat wajahnya yang sedikit berseri karena telah menemukan cara untuk membasmi iblis-iblis itu.


"Tunggu....!" tiba-tiba Zhang Qiaofeng menyela.


"Coba dipikir dengan logika, markas Iblis Tiada Banding berada di suatu pulau tengah laut, sehingga akan menyulitkan kita untuk menyeberang ke sana. Sedangkan di sana ada enam pendekar sejati, namun kita? Siapa yang merasa sudah menjadi pendekar sejati di sini?"


Pertanyaan ini membuat hati mereka seperti tertusuk karena sindiran itu yang tepat sasaran. Mereka saling bisik dengan orang di sebelahnya. Jika nona Zhang berkata seperti itu, lantas siapa yang harus ditunjuk menjadi pendekar sejati. Sedangkan mereka diam-diam sudah mengakui kemampuan Zhang Qiaofeng itu paling kuat di antara para pejuang.


"Apa kalian tidak berpikir hal ini dijadikan seperti alat pancing bagi kita. Mereka hendak menarik kita ke sarangnya agar di sana kita mampu dihabisi dengan mudah. Belum lagi saat perjalanan di air, mereka bisa menghabisi kita hanya dengan anak panah api. Jangan sembrono–"


"Pendekar sejati mereka hanya ada enam, sedangkan jumlah kita ribuan! Manusia mana yang mampu mengalahkan ribuan orang hanya dengan enam orang!?"


Zhang Qiaofeng memandangnya tajam, sebuah pandangan tajam menusuk yang membuat hati menteri itu tergetar karena sedikit jeri.


"Kau melupakan jumlah keseluruhan Iblis Tiada Banding yang juga ribuan banyakanya. Sekarang pikirkan dengan otak dangkalmu! Ribuan pasukan kita melawan ribuan pasukan mereka ditambah enam pendekar sejati, mana yang akan menang? Seperti seekor kucing beradu dengan banteng!"


Menteri itu sangat tertohok dengan ucapan Zhang Qiaofeng. Memang ungkapan itu sangat masuk akal dan semua yang hadir di rapat mulai membenarkan argumentasi Zhang Qiaofeng dan diam-diam mencela pemikiran bodoh si menteri.


"Habis, bagaimana baiknya?" kaisar bertanya.


"Kita hancurkan dari dalam, tak ada pilihan lain. Kita harus membuat mereka lemah! Seperti seekor semut yang mampu membunuh gajah dengan menggerogoti daging dalam belalainya yang lenbut."


Semua orang terdiam mendengarkan usul dari Zhang Qiaofeng itu. Bagaimana tidak, strategi lebih berbahaya mana lagi selain cara seperti itu. Selain berbahaya, jika mata-mata itu ketahuan, bisa jadi seluruh kekaisaran Song hancur.

__ADS_1


"Nona, bukankah terlalu sembrono?" ucap seorang pria berambut serta berkumis jenggot merah itu yang menjadi orang terkuat para pejuang sebelum bergabungnya lima keluarga penguasa.


"Coba dipikir, mana yang lebih sembrono. Saat ini, mata-mata musuh sudah tersebar di seluruh wilayah Utara, sedangkan di wilayah mereka hanya sedikit mata-mata yang kita miliki. Sampai sini seharusnya tuan-tuan sudah paham siapa yang lebih unggul dalam mengumpulkan informasi. Kedua, bukankah ada peluang yang cukup besar kalau seandainya ada mata-mata lawan yang berhasil menyusup ke istana, dan....mungkin sekali dia sedang mendengarkan diskusi kita saat ini?"


Saat itu pula, atmosfir di ruangan tersebut menjadi berat dan tegang. Para pengawal sudah mencengkeram senjata masing-masing dan saling lirik sana-sini. Sedangkan untuk para tamu yang duduk berdiskusi menatap nona Zhang tajam.


"Nona Zhang, apa maksud anda?" pemimpin Putri Elang bertanya.


"Dari kejadian di distrik merah, aku yakin mereka memiliki cara berpikir yang sama sepertiku. Yaitu....ingin merusak dari dalam. Mereka mungkin sadar kalau dengan cara menyerbu ibukota akan sangat sulit karena keberadaan kita semua, sehingga, cara satu-satunya adalah menyebar mata-mata untuk mencari celah. Dan Yang Mulia, andalah target utama." Zhang Qiaofeng menunjuk kaisar Song yang terkejut sekali.


Sebelum kaisar itu sempat berkomentar, lebih dulu Zhang Qiaofeng menyambung. "Yang Mulia, anda adalah kepala bagi seluruh kekaisaran. Jika anda tewas, maka dapat dipastikan seluruh kekaisaran akan kacau balau dan besar kemungkinan Iblis Tiada Banding akan mengadu domba kita semua. Karena itulah, anda adalah satu-satunya orang yang tak boleh mati dalam perang kali ini. Tak usah malu, jika perlu anda harus menjauh dari medan tempur atau yang terburuk anda harus lari."


"Brak!" meja digebrak dengan keras dan ternyata adalah sang menteri yang sudah marah sekali.


"Kenapa kau bicara seolah-olah Yang Mulia adalah pelayanmu yang bisa kau suruh-suruh?"


Hanya dengan lirikan sejenak, Zhang Qiaofeng mengacuhkan itu dan melanjutkan. "Dan, seperti yang saya ucapkan tadi, jika seandainya ada mata-mata Iblis Tiada Banding di sini, maka.....tak lama setelah ini pasti akan ada yang mencoba membunuh saya...." Zhang Qiaofeng menyeringai.


"Lalu, jika semua ucapan anda benar?"


"Saya akan menganggap ucapan saya benar, karena itulah, saya ingin setiap dari kita semua yang ingin mengusulkan pendapat mengenai strategi penaklukan Iblis Tiada Banding, harus berhadapan langsung dengan Yang Mulia dan berbicara secara rahasia. Tak ada satu pun orang dari kita yang boleh tahu rencana di otak kita selain kaisar dan diri kita masing-masing."


Tentu saja semua orang menjadi bingung sekaligus terkejut. Semua yang dikemukakan oleh nona Zhang itu terkesan jenius namun sangat tak masuk akal. Apa hubungannya membicarakan strategi dengan bicara secara rahasia?


"Nona, maaf, mengapa kita harus bicara secara rahasia kepada kaisar untuk membicarakan strategi kita?" tanya pria berambut merah.


"Mudah saja, bukankah tadi saya sudah bilang kalau kemungkinan besar di sini ada mata-mata Iblis Tiada Banding? Jika kita bicarakan strategi itu di sini, maka hal itu akan berbahaya karena mata-mata mereka bisa tahu."


Wajah kaisar sedikit memucat, tubuhnya kaku-kaku dan menegang. Dia memandang Zhang Qiaofeng penuh perhatian saat gadis itu bertanya.


"Bagaimana kaisar, apakah anda setuju? Jika anda meragukan saya, maka saat pertemuan rahasia kita nanti, saya yakin anda akan memercayai saya."


Semua orang refleks menoleh memandang kaisar yang nampak berpikir keras. Lalu terdengar suara penuh wibawa namun sedikit ragu-ragu dari kaisar itu.


"Baiklah, mulai besok, siapa pun yang ingin melakukan pertemuan rahasia denganku, akan kuterima."

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


BERSAMBUNG


__ADS_2