
Beberapa jam sebelumnya, tepat ketika Xiao Lian dilempar ke dalam kurungan, diam-diam Chen Hu mengirim seekor burung gagak yang ditugaskan mengirim pesan ke suatu tempat.
Tenpat itu berada lebih dekat dengan kota raja, mungkin hanya membutuhkan waktu sekitar dua tiga jam dari kota raja.
Di sebuah goa yang lumayan besar, duduk tujuh orang berpakaian pengawal keluarga kaisar melingkari api unggun. Tak jauh dari mereka, nampak sebuah peti mati yang terlihat baru. Mereka inilah orang-orang keluarga Chen yang ditugaskan untuk menguburkan mayat itu di wilayah kota raja.
Kemudian di sebelah luar goa, terdapat empat orang lain yang pakaiannya beragam. Ada yang berpakaian sederhana seperti orang persilatan, dua orang berpakaian seperti pelayan kedai, satu orang lagi berpakaian sebagai bangsawan. Mereka inilah yang ditugaskan untuk menyebarkan berita bohong bahwasannya pihak kaisar yang membunuh Liong Bu.
"Kwakk!! Kwakk!!"
Tiba-tiba terdengar suara nyaring yang berhasil memecah kesunyian. Mendengar ini, seorang pria yang berpakaian pendekar lekas bangkit dan bersiul.
Sedetik kemudian, nampak bayangan hitam berkelebat yang menghampiri orang tersebut. Itu adalah burung gagak kiriman Chen Hu.
"Kita berangkat sekarang!" kata orang itu setelah menerima surat.
Tujuh orang itu mengangguk kemudian bangkit dan mengangkat peti mati. Salah satu dari mereka menendang api unggun untuk memadamkannya. Lalu dipimpin oleh pria berpakaian pendekar yang membawa obor, mereka melesat cepat menuju kota raja.
Pagi menjelang dan mereka sudah tiba di kota raja. Sebelas orang ini lalu pergi ke sebuah bukit kecil, bukit yang sering dilalui oleh orang-orang kota. Setelah saling memberi tanda, empat orang yang berpakaian beragam itu melesat ke segala penjuru. Lalu tujuh orang berpakaian keluarga kaisar itu membuka peti dan mulai melakukan pemakaman.
Hari memang masih pagi, akan tetapi di jalanan itu cukup ramai orang karena di waktu ini, para petani dan pedagang sudah harus bersiap-siap. Maka jalanan tak jauh dari bukit itu sudah mulai dilalui orang.
"Hei kenapa kau sembunyi di sana? Pencuri ya?" tegur seorang petani kepada pria keluarga Chen yang berpakaian pendekar.
Pria ini pura-pura terkejut dan segera menarik tangan petani itu untuk ikut sembunyi pula. Sebelum si petani sempat memprotes, lebih dulu dia berkata.
"Hei paman, lihat di sana. Itu adalah orang-orang kaisar."
"Memangnya kenapa? Apa ada yang aneh?" tanya petani tersebut.
"Kau tahu siapa yang dikuburkan itu?"
Pria petani hanya menggelengkan kepala. Kemudian pendekar itu menjawab.
"Mereka sedang menguburkan mayat dari menteri paling bijaksana milik keluarga Jiang, Liong Bu!! Agaknya kaisarlah yang telah membunuhnya." ucap pria pakaian pendekar itu mulai menjalankan fitnahnya.
"Hah...darimana kau tahu dia adalah menteri itu?" tanya petani tersebut dengan tatapan heran.
__ADS_1
"Hei, aku seorang pendekar! Tak sulit bagiku untuk menyelinap ke sana dan melihat siapa adanya mayat itu. Kau tahu, sebelum menjadi pendekar, aku dulu bekerja sebagai pengawal keluarga Jiang. Jadi aku sangat mengenal wajah Tuan Liong Bu." katanya dengan ekspresi dan nada bicara yang sangat natural. Sungguh pembohong ulung.
"Wah celaka benar kalau begitu! Agaknya kita telah diakali oleh kaisar."
"Benar paman, orang-orang kota harus tahu akan kebusukan kaisar ini!!"
Petani itu kemudian beranjak pergi dari sana. Sebelum benar-benar pergi, dia melontarkan perkataan yang membuat utusan Chen itu tersenyum.
"Aku akan menyampaikan ke teman-teman soal berita menggemparkan ini!!"
Begitu pula dengan si baju bangsawan dan pelayan. Dengan sangat baik, mereka mampu memperdaya semua orang dengan kata-kata fitnahnya. Tentu saja hal ini mereka lakukan setelah berita mulai menyebar dari mulut si petani. Tiga orang ini bertugas untuk memanaskan situasi.
Setelah pemakaman selesai, tujuh orang dan pria pakaian pendekar itu lekas pergi dari sana. Sedangkan untuk tiga orang lainnya, sengaja ditinggal di kota raja untuk melanjutkan sandiwara itu.
...****************...
Demikianlah sehingga saat ini ketika Xiao Lian dan Hao Yu tiba di kota raja saat siang hari, berita itu sudah menjadi buah bibir penduduk Kota Emas. Hal ini tentu membuat bingung mereka karena mereka sama sekali tidak mengetahui jika mayat Liong Bu sudah disiapkan di dekat kota raja.
Saat ini Xiao Lian dan Hao Yu sedang dikawal oleh selusin pengawal kaisar yang mengantarkan mereka menuju singgasana. Setelah Xiao Lian menunjukkan tanda pengenalnya sebagai putri keluarga Xiao, mudah saja bagi mereka berdua untuk masuk.
"Yang Mulia, Nona Xiao Lian dari keluarga Xiao ingin menghadap." kata salah seorang pengawal kepada kaisar Chu Quon yang sedang duduk di kursi singgasananya. Wajahnya nampak keruh dan sangat tidak enak untuk dipandang.
Pengawal itu segera pamit dan keluar ruangan. Tak berselang lama, masuklah Xiao Lian dan Hao Yu. Melihat dari raut wajah keduanya, kaisar segera tahu jika mereka akan mengabarkan sebuah berita penting.
"Hormat kepada Yang Mulia." ucap keduanya sambil berlutut.
"Bangunlah. Apa kehendak kalian menemuiku?"
Setelah bangkit, Xiao Lian segera menjawab, "Yang Mulia, saya membawa berita yang amat penting. Hal ini terkait dengan beredarnya rumor soal pembunuh Liong Bu yang katanya berasal dari pihak kaisar sendiri."
Pandangan kaisar menajam, jelas dia merasa tidak senang dengan ucapan Xiao Lian barusan. "Hm, kau mencurigaiku?"
Xiao Lian sadar akan ketidak senangan kaisar, maka buru-buru dia menjawab, "Mohon maaf sebesarnya-besarnya bila Yang Mulia tersinggung. Akan tetapi saya sama sekali tidak mencurigai Yang Mulia, justru kunjungan saya kemari adalah untuk keselamatan Yang Mulia beserta seluruh kota."
Chu Quon terdiam, tidak ada perubahan di raut wajahnya, matanya masih memandang tajam dan ekspresinya menunjukkan ketidak senangan. Suasana hatinya memang sedang buruk sekali saat ini.
"Apa maksudmu Nona? Jika memang untuk keselamatan kaisar, mohon segera ceritakan!" ucap penasehat kaisar yang daritadi berdiri di sebelah Chu Quon.
__ADS_1
Xiao Lian mulai bercerita. Berawal dari desa kecil ketika mereka bertemu dengan pria misterius bercaping, kemudian pertemuan pria itu dengan orang misterius yang entah berasal dari mana. Lalu ketika mereka berhasil merampas surat dan ketika sampai di kota raja, Xiao Lian malah diculik oleh keluarga Chen.
"Kami tidak tahu mereka menggunakan cara apa dan bagaimana, akan tetapi kabar itu bisa sampai di sini kurang dalam waktu satu hari. Sedangkan jarak antara kota raja dan perkemahan keluarga Chen adalah satu hari." Xiao Lian mengakhiri ceritanya sebelum memandang kaisar penuh perhatian.
Kaisar dan penasehatnya nampak tercengang, juga pengawal-pengawal pribadi kaisar yang sedaritadi berdiri siaga di balik tirai belakang kursi kebesaran, berkali-kali mengeluarkan seruan kaget dan tidak percaya.
"Benarkah apa yang kau ucapkan itu Nona?" akhirnya kaisar bertanya setelah berhasil menenangkan diri.
"Benar Yang Mulai, saya tidak berani membohong."
Kaisar diam sejenak dan berpikir, kemudian dia memanggil salah satu pengawal dan berbisik-bisik. Lalu barulah dia menjawab Xiao Lian.
"Sungguh biadap perbuatan keluarga Chen itu. Nona, apa kau membawa surat rahasia itu?"
"Maaf Yang Mulia, saat ini keluarga Chen sudah merebutnya kembali."
"Hah...sungguh permasalahan rumit. Baiklah Nona, kau dan pengawalmu aku persilahkan untuk tinggal di istana selama beberapa waktu, pengawalku inilah yang akan mengantarkan kalian ke kamar masing-masing. Jujur aku masih belum percaya benar dengan ucapanmu karena selain tidak ada bukti dari surat itu, juga kau tidak mampu untuk menunjukkan kuburan Liong Bu. Tapi tak apalah, apa salahnya berjaga-jaga." Kaisar lalu memerintahkan pengawal tadi untuk mengantarkan dua orang tersebut.
Setelah dua tamunya pergi, Chu Quon segera memanggil seluruh perwira serta jenderal kekaisaran.
"Semuanya, kerahkan seluruh tentara kita untuk menjaga kota. Kurang lebih lima kilometer dari gerbang kota, buat barisan kuat untuk menjaga serangan musuh. Buat pula pasukan pendam dan jebakan untuk mengejutkan pihak musuh!!"
"Siap Yang Mulia!!" jawab mereka serempak walau pun masih bingung apa yang terjadi.
Melihat kebingungan para perwira dan jenderalnya, Chu Quon melanjutkan, "Nona Xiao Lian baru saja memberi laporan bahwasannya keluarga Chen yang membunuh Liong Bu. Lalu mereka hendak memfitnah pihak kaisar dan akan menyerbu kemari dengan dalih keadilan."
Terkejutlah mereka semua, tak pernah terlintas di hati mereka, bahwa dalang dibalik lenyapnya Liong Bu adalah keluarga Chen. Maka dengan hati penuh kemarahan, mereka segera menjalankan perintah kaisar untuk menahan serangan keluarga Chen.
Sedangkan untuk Xiao Lian dan Hao Yu, sungguh pun diberi kamar mewah yang indah, akan tetapi diam-diam banyak pasang mata yang mengawasi mereka. Para pengawal elit yang juga merupakan pendekar diperintah kaisar untuk mengawasi gerak-gerik keduanya. Bagaimana pun juga, kaisar masih sedikit curiga dengan mereka, bagaimana tidak curiga, seorang Nona keluarga Xiao hanya pergi seorang diri dengan pengawal pribadinya, betapa sembrono dan janggalnya tindakan itu.
Xiao Lian dan Hao Yu maklum dengan hal ini, karena itulah mereka memilih acuh dan beristirahat untuk melepas penat.
"Semoga kaisar mampu mengatasi mereka. Tugas sudah selesai, tak ada salahnya untuk bersantai sejenak di sini hehe..." seru Xiao Lian kegirangan dan menghempaskan tubuhnya ke kasur. Membuat salah satu mata-mata yang mengawasinya memandang melongo keheranan.
"Dasar bocah..." batin mata-mata tersebut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
BERSAMBUNG