
"Hm...beginikah sifat asli dari perguruan Tongkat Bambu Kuning yang terkenal berisi dengan orang-orang gagah dan pembela kebenaran? Cuih!! Tak kusangka ternyata itu semua hanyalah omong kosong belaka!"
Keempat orang ini masih belum tersadar dari lamunannya tatkala Zhang Hongli sudah mengirimkan sebuah pukulan jarak jauh begitu mulutnya berhenti bicara.
Namun karena keempat orang ini memiliki ilmu kepandaian tinggi, ditambah banyaknya pengalaman, sehingga pukulan jarak jauh Zhang Hongli dapat ditangkis dengan putaran tongkat bambu mereka.
Tetapi begitu mereka menangkis, serentak empat orang ini mengeluarkan seruan kaget karena hawa pukulan itu terasa jauh lebih kuat dan lebih berat daripada perkiraan. Mereka terdorong sejauh tiga langkah kebelakang dengan wajah yang sedikit memucat.
"Siapa tua bangka ini?" batin orang terdepan dengan geram.
Melihat gurunya menyerang, Lin Tian juga tak ingin tinggal diam. Dia ingin memberikan sedikit intimidasi kepada lawan dengan cara melemparkan potongan pedang yang tadinya hendak digunakan untuk bunuh diri oleh kedua orang kakak beradik tersebut.
Secepat kilat tangannya sudah bergerak. Meluncurlah potongan pedang itu dengan sangat cepatnya, sehingga yang terlihat hanyalah sinar putih keperakan yang membuat mata keempat orang itu silau.
"Sialan!!" bentak orang pertama sambil memutar tongkatnya kembali.
"Trang"
Potongan pedang itu terpental jauh, akan tetapi terdapat sedikit cekungan di tubuh tongkat itu yang tadinya terhantam pedang. Padahal tongkat bambu itu sudah dialiri dengan banyak tenaga dalam ketika digunakan untuk menangkis, dan sekarang masih terlihat jelas bekasnya. Hal ini membuktikan bahwa lemparan Lin Tian tadi bukanlah main-main.
"Sebenarnya siapa mereka ini. Kenapa datang-datang langsung berani mengacau!??" kembali orang pertama itu menbatin dengan perasaan jengkel dan heran.
"Siapa kalian!?? Apa kalian sudah bosan hidup untuk mencari masalah dengan Perguruan Tongkat Bambu Kuning?? Atau jangan-jangan kalian ini adalah seekor kucing yang punya sembilan nyawa hah!??" bentak orang terdepan dari keempat orang itu dengan nada penuh kebencian.
"Memangnya kau siapa berani bertindak kejam kepada tuan muda ini!? Dan kalian ini makhluk dari manakah sampai berani bertindak begini kurang ajar kepada Nona muda yang satu ini!?" tanya Zhang Hongli yang tak kalah keras dan garang.
Orang itu menggertakkan giginya, lalu sambil membusungkan dada dia menjawab, "Perkenalkan, namaku Ling Shi berjuluk Pendekar Raja Tongkat. Aku berasal dari Perguruan Tongkat Bambu Kuning yang dimana saat ini aku memegang jabatan sebagai salah satu tetua terhormat!! Untuk urusanku dengan mereka, kalian kecoa-kecoa busuk tak usah ikut campur!!!
"Heh, orang berjuluk Raja Tongkat!! Memang urusanmu dengan mereka tak ada sangkut pautnya dengan kami, tapi kami datang ke sini sebagai orang gagah yang sangat pantang kepada segala kejahatan dan kemaksiatan!! Apalagi kejahatan itu dilakukan oleh orang-orang dari perguruan kaum putih, tak mungkin kami berdua pura-pura tutup mata dan tidak tahu!!" jawab Zhang Hongli berapi-api.
Tiba-tiba, keempat orang itu tertawa bergelak yang berhasil membuat Lin Tian dan Zhang Hongli mengerutkan kening.
"Hahaha....golongan putih!?? Itu dulu ketika ketua kami masih seorang lemah dan takut kekerasan!! Tapi saat ini, kami Perguruan Tongkat Bambu Kuning tak mengenal hitam dan putih, kami hanya mengenal kekuatan dan kehormatan. Karena itulah, kami harus melenyapkan dua orang muda di belakangmu itu!!" ucap salah satu dari mereka seraya menunjuk kearah dua kakak beradik itu.
"Cuih...aku tak peduli!! Yang pasti, seorang pendekar gagah haruslah berani berbuat berani tanggung jawab!! Sekarang aku ingin tanya, apakah kalian ini termasuk seorang pendekar gagah ataukah pendekar pengecut yang bisanya hanya berlindung di balik nama besar perguruanmu itu!??" tanya Zhang Hongli dengan pandang mata tajam. Jelas ucapannya ini mengandung tantangan.
Keempat orang itu bukan tidak tahu akan hal ini. Maka, orang terdepan yang dipanggil kakak pertama langsung melangkah maju dan berkata lantang, "Hmph!! Kiranya ada orang yang sedang berlagak di sini. Majulah, tongkat ku ini mampu untuk menghancurkan jantung dan memecahkan otakmu!!"
Mendengar ini, Zhang Hongli langsung berkata, "Lin Tian maju!! Kau mewakili gurumu yang sudah tua renta ini!!"
__ADS_1
Lin Tian yang sedari tadi asyik menyimak percecokan itu menjadi terkejut bukan main, maka cepat dia memprotes tidak terima,
"Apa? Tapi anda sendiri yang menantang, mengapa harus aku yang maju!??"
"Jangan jadi murid durhaka!! Cepat lawan dia dan jangan mengaku untuk jadi muridku jika gembel busuk ini saja kau tak mampu kalahkan!!" bentak Zhang Hongli yang tak ingin menerima penolakan.
Dengan perasaan kesal dan berat hati, Lin Tian mendengus dan langsung melompat maju mengirimkan pukulan yang berhawa sangat dingin.
Melihat datangnya serangan, Pria yang sekiranya berumur lima puluhan tahun itu langsung mengelak ke kiri sambil menghantamkan tongkatnya ke perut Lin Tian.
Menyadari pukulannya meleset dan malah datang serangan yang mengancam perutnya. Pemuda ini cepat mengubah arah pukulannya yang sebelumnya mengarah wajah menjadi mengarah tongkat bambu tersebut.
"Traaakkk"
"Auuhh...!!"
Ling Shi meloncat ke belakang sambil beberapa kali memutar tubuhnya di udara. Begitu kakinya mendarat, dia menampakkan ekspresi terkejut sekaligus heran.
Terasa olehnya betapa tangan kanan yang memegang tongkat itu, terasa keram dan linu luar biasa begitu senjatanya bertemu dengan tangan lawan.
"Aku tak boleh main-main dengan orang ini" gumamnya dalam hati.
Sungguh hebat jurus ini, bahkan dari tempat Ling Shi berdiri saat ini, sudah terasa olehnya betapa ada serangkum angin kencang dan kuat yang menyambar dari kedua kaki tersebut.
Karena mengenal serangan berbahaya, pria ini tak mau kalah dan membalas serangan itu menggunakan tongkatnya yang digerakkan dengab cara menusuk keatas mengarah telapak kaki Lin Tian.
Tetapi sedetik kemudian, dia kembali dikejutkan oleh aksi Lin Tian. Ternyata, serangan yang sebelumnya yang dilakukan oleh pemuda itu hanyalah serangan pengalihan.
Semua ini sudah diprediksi oleh Lin Tian sehingga dirinya mampu melancarkan serangan aslinya.
Begitu tongkat bambu itu menusuk, Lin Tian cepat memutar tubuh dan sedikit membuka kakinya. Lalu pemuda ini menjepit tongkat itu dengan kedua kaki, dan tubuhnya berputaran cepat yang membuat si pemilik tongkat ikut berputar pula.
Tak berhenti sampai di sana. Begitu Ling Shi sudah ikut berputar, dengan secepat kilat Lin Tian melemparkan tongkat itu kearah batu-batu sungai yang besar dan keras. Maka terlemparlah tongkat beserta pemiliknya dengan kecepatan bagaikan anak panah yang terlepas dari busurnya.
"Braakkk....Aarrgghh!!"
Teriak Ling Shi kesakitan begitu punggungnya membentur badan batu itu dengan keras.
Masih untung bahwa pria ini memiliki ilmu kepandaian yang tinggi, jika tidak, dapat dipastikan bahwa orang itu sudah tak bernyawa lagi dengan tulang punggung hancur lebur.
__ADS_1
"Jangan sombong dulu!!" teriaknya disusul dengan berkelebatnya tubuh itu kearah Lin Tian.
Pemuda ini lalu bersiap dan memapaki hantaman tongkat itu dengan tangan kanan yang membuat tongkat bambu itu membalik kearah pemiliknya. Begitu tangan kanan menangkis, tangan kirinya cepat bergerak mengirim dua kali totokan maut menuju pundak dan leher.
Inilah perpaduan dari jurus Pukulan Pemecah Karang dan jurus totokan yang bernama Paruh Gagak Malam ciptaan Zhang Hongli. Sungguh hebat gerakan kombinasi ini, Lin Tian mampu melakukan dua jurus sekaligus adalah bukan lain karena didikan Zhang Hongli yang menurunkan teknik luar biasa ini.
Teknik ini mampu membuat siapapun yang menguasainya bisa melakukan dua jurus silat secara bersamaan dalam satu waktu.
Contohnya Lin Tian ini. Tangan kanannya melakukan gerakan Pukulan Pemecah Karang dan tangan kirinya melakukan totokan Paruh Gagak Malam. Teknik ini sama sekali tidak bisa dilakukan secara sembarangan, karena hal itu mampu membuat Lin Tian membuka celah lebar dan kemungkinan terburuknya, dia harus menerima serangan telak dari lawan.
Tapi karena teknik luar biasa dari Zhang Hongli ini, Lin Tian mampu memainkan dua jurus silat sekaligus tanpa membuka celah sama sekali.
Ling Shi yang memang sudah banyak pengalaman dan menjadi lebih hati-hati mampu menghadapi dua serangan beruntun Lin Tian tersebut.
Dia menangkis totokan tangan kiri pemuda itu dengan cara "meminjam" tenaga hempasan tongkatnya yang sebelumnya ditangkis tangan Lin Tian. Tongkat yang sebelumnya mengarah mukanya itu ia belokkan kearah tangan kiri Lin Tian.
Karena dia menggunakan tenaga "pinjaman" dan ditambah tenaganya sendiri, membuat tongkat ini bergerak sangat cepat dan mengandung tenaga kuat.
"Cih!!" Lin Tian mendengus dan cepat menarik kembali lengan kirinya. Detik berikutnya, dia sudah kembali melancarkan serangan-serangan mematikan lainnya.
Mereka berdua bertarung dengan amat sengit dan seru. Semua orang yang ada di sana menonton pertarungan kedua orang sakti ini dengan raut wajah tegang. Begitu pula dengan kedua bersaudara itu, sungguh pun hatinya sudah sedikit tenang karena ada yang menolong, tetapi melihat pertempuran ini, mereka menjadi khawatir akan keselamatan pendekar bertopeng itu.
Namun tidak untuk Zhang Hongli. Pria tua ini memandang dengan raut wajah biasa saja, akan tetapi mata itu seakan-akan belum pernah berkedip dari awal pertempuran dimulai. Entah apa yang ada di pikirannya.
Lima puluh jurus berlalu, dan selama itu pula Lin Tian selalu menggunakan taktik bertarung yang sama. Yaitu dengan salah satu lengan menggunakan jurus Pukulan Pemecah Karang untuk menangkis tongkat lawan, sedangkan tangan satunya ia mainkan jurus Paruh Gagak Malam untuk mengirim serangan-serangan mematikan.
Lima belas menit berlalu dan mereka belum ada yang terdesak. Keduanya masih saling serang dan saling gempur dengan hebatnya.
Karena sudah merasa geram dan tidak sabar, ketiga teman Raja Tongkat itu melompat dan ikut terjun dalam pertarungan.
"Bangsat kalian!! Dasar pengecut busuk!!!" teriak gadis muda itu merasa terkejut sekaligus geram dengan perilaku yang sangat curang itu.
"Tuan, tolong bantu murid anda. Mereka ini adalah orang-orang lihai, tentu murid anda akan kesulitan..." ucap sang kakak dari gadis itu dengan lemah.
"Tenang...lebih baik kau tetap duduk diam dan menonton. Heheh....ini baru saja dimulai." jawab perlahan Zhang Hongli dengan tersenyum miring.
Sontak hal ini membuat kedua orang di belakangnya melongo dengan pandang mata tidak percaya. Bisa-bisanya seorang guru mengabaikan nasib muridnya sendiri, begitulah kira-kira yang ada di benak mereka berdua.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
BERSAMBUNG