
Ternyata Yuan Fei adalah seorang tabib handal dan terkenal bagi orang-orang desa sekitaran gunung tersebut. Bahkan desa tempat dimana restoran tempat Lin Tian bertemu dengan Yuan Fei, mereka sudah mengenal siapa adanya orang ini.
Orang-orang menyebut Yuan Fei dengan julukan Obat Hidup, atau tak jarang ada yang menyebutnya Penawar Berjalan.
Aneh? Jelas sekali julukan itu sangat aneh dan lucu. Namun tidaklah menjadi suatu keanehan dan bahan candaan bila melihat kenyataan dengan mata kepala sendiri.
Setelah beberapa hari tinggal di sana, Lin Tian menyadari bahwa teknik pengobatam Yuan Fei ini sangat luar biasa. Selamanya Lin Tian belum pernah bertemu atau melihat tabib dengan teknik-teknik sehebat dan semujarab itu.
Sebutan Obat Hidup, mungkin mengacu pada keahlian dan kepiawaian Yuan Fei dalam mengobati segala macam penyakit. Seperti demam, batuk, radang, atau penyakit kulit lainnya.
Yang paling luar biasa, dia bahkan mampu menyembuhkan total orang dengan penyakit kusta! Penyakit mengerikan yang menggerogoti kulit itu.
Tak jarang pula ada orang sakit asma, jantung, dan lain sebagainya yang bersumber dari organ dalam, mampu orang ini sembuhkan tanpa masalah berarti.
Sedangkan Penawar Hidup, julukan ini disematkan sebagai nama gelar bagi Yuan Fei karena selain pandai meracik obat, orang ini juga pintar mencari penawar dari macam-macam racun.
Lin Tian sering melihat ada seorang pendekar yang keracunan akibat melawan musuhnya datang kemari demi mencari penawar. Dan hasilnya, hanya dalam sekali lihat dan usap saja Yuan Fei mampu mengenali racun tersebut.
Putrinya, Yuan Rouwei juga tak kalah luar biasa dan hebatnya. Anak kecil berumur dua belas tahun itu sudah mampu menghafal tanaman dan akar-akar obat yang hidup di sekitar tempat dia tinggal.
Semua tetumbuhan maupun buah-buahan berkhasiat sudah dihafalnya di luar kepala berikut tempat-tempatnya.
Selain cantik, lucu, menggemaskan dan lincah, Rouwei juga memiliki watak ceria dan memandang dunia dengan kegembiraan. Karena itulah sangat jarang Lin Tian melihat gadis kecil itu murung.
Selama beberapa hari ini Lin Tian numpang makan minum di sana, karena merasa sungkan maka dia menawarkan bantuan untuk mengumpulkan obat-obatan di hutan. Hal ini pun disetujui oleh Yuan Fei dan Rouwei yang menjadi senang sekali karena mendapat kawan.
Setelah satu minggu lebih tiga hari dia tinggal di sana, kakak Rouwei belum juga pulang. Membuat Lin Tian bertanya-tanya kemanakah sosok itu pergi?
"Pergi ke atas pohon itu dan petik buahnya yang masih amat muda dan belum masak!"
"Baik nona!"
"Ke semak belukar itu dan temukan ular corak hitam merah. Buka mulutnya dan ambil bisa serta liurnya!"
"Siap tuan putri!"
"Tepat di bawah tanah itu adalah sarang dari landak berbisa. Hancurkan tanahnya dan bunuh dia segera. Ambil seluruh duri di punggungnya untuk dijadikan obat penawar.
"Laksanakan, yang mulia!"
Saat ini Lin Tian dan gadis kecil anak dari Yuan Fei sedang berada di hutan untuk mengumpulkan berbagai macam bahan obat.
Lin Tian menggendong tas rotan besar dan Rouwei duduk manis di dalamnya. Sedangkan untuk obat-obatan dan bahan-bahan lain, Lin Tian membawa keranjang rotan lain.
Ya, rotan raksasa itu memang digunakan untuk Rouwei. Gadis cilik ini memaksa ayahnya untuk membuatkan tas besar itu agar dia dapat digendong Lin Tian dengan mudah. Dengan begitu, dia dapat ikut Lin Tian saat mencari bahan-bahan obat.
__ADS_1
"Sudah kukumpulkan semua dan tas sudah penuh, kemana lagi?"
"Pulang kerumah!" Rouwei bicara seolah-olah adalah seorang ratu yang memerintah bawahan. Tangan mungil dan putih mulus itu menunjuk kearah rumahnya berada.
"Pegangan!" seru Lin Tian dan mendengar ini Rouwei cepat-cepat memegang pundak Lin Tian.
"Swossh!"
"Wahahaha....hahaha...lebih cepat!"
Lin Tian mengerahkan Langkah Kilatnya dan melesat cepat menuju rumah. Hanya kurang lebih selama satu menitan, mereka sampai di depan rumah dan menemukan Yuan Fei yang sedang menjemur daun-daun obat.
"Oh, kalian sudah pulang. Bagaimana, sudah dapat apa yang kupesan?" tanya pria ini setelah menoleh beberapa saat untuk menemukan tamunya dan putrinya.
"Tentu saja, Rou'er benar-benar sangat membantu." balas Lin Tian sambil memperlihatkan isi keranjang yang penuh dengan berbagai macam bahan obat.
"Baguslah." Yuan Fei kembali melanjutkan aktifitasnya.
"Panggil aku nona!" Rouwei memasang muka cemberut dan mencubit kedua pipi Lin Tian dari belakang. Dia belum juga turun dari keranjang besar itu.
"Baik nona manis...sekarang turunlah, pundak kakakmu ini sudah kaku." Lin Tian akhirnya mengalah.
Rouwei tertawa dan memajukan kepalanya untuk memberi ciuman ke pipi Lin Tian. Lantas dia melompat turun dengan mudahnya.
Tanpa menjawab dan hanya senyum lebar, Rouwei menerima itu dan berjalan ringan masuk ke rumah untuk melaksanakan apa yang Lin Tian ucapkan barusan.
Pemuda ini sedikit menghela nafas karena cukup lelah juga meladeni bocah kecil itu bermain tuan putri dan pengawal. Untung dia punya pengalaman sebagai pengawal sungguhan sejak kecil.
Lin Tian duduk di kursi teras dan memandang jauh ke depan.
"Apa yang ingin kau bicarakan?" Yuan Fei berkata sambil terus menata daun-daun obat itu di atas nampan besar.
"Anda memang luar biasa. Kepekaan anda tiada duanya." Lin Tian terkekeh.
"Jika tidak begini, kupikir kepalaku sudah pecah jadi seribu jika tidak paham dengan maksud bocah nakal itu."
"Haha...memang merepotkan..." Lin Tian kembali terkekeh.
Sedetik kemudian, wajahnya serius dan mulai bertanya kepada Yuan Fei. "Paman, anda bilang kakak Rou'er terkena racun mematikan dan anda sendiri tidak bisa menyembuhkan. Setiap kali saya bertanya, anda selalu mengelak dan tidak mau mengatakan hal tersebut. Sekarang Rou'er sudah tidak ada di sini, mohon katakan semuanya."
Gerakan tangan Yuan Fei berhenti sejenak, dia menghela nafas dengan raut wajah sedih.
"Sebenarnya, racun yang ia terima itu aku juga tidak tahu racun jenis apa. Namun benar-benar mengerikan dan seolah-olah racun itu sudah bersarang di setiap sel darahnya." berkatalah Yuan Fei.
"Aku tidak tahu, aku tidak tahu. Entah racun apa itu, dan aku pun tidak bisa memastikan berapa lama lagi kakak Rou'er mampu bertahan hidup lebih lama." kembali ia berucap, kali ini tangannya kembali bergerak menata daun-daun kering tersebut.
__ADS_1
Lin Tian menatap tajam sambil mengerutkan kening, tangannya terkepal erat. "Apakah Rou'er sudah tahu masalah ini?"
Yuan Fei menggeleng, "Dia tidak tahu dan aku tidak ingin memberitahunya. Yang kukatakan padanya hanya tentang kakaknya terkena racun kuat yang sulit kusembuhkan."
"Lalu anda bilang bahwa kakaknya saat ini sedang pergi ke suatu tempat, kemanakah itu paman? Kenapa lama sekali?" tanya Lin Tian heran.
Yuan Fei mendudukkan diri di samping Lin Tian karena pekerjaannya sudah selesai. Dia lantas menjawab sembari tangannya menunjuk kearah pegunungan raksasa yang terlihat samar-samar dari sini.
"Aku memerintahkan dia untuk pergi mencari suatu benda paling dingin di dunia ini. Dan kupikir kristal misterius juga air keramat di puncak pegunungan tembok surga sana bisa membantu. Racun yang bersarang di tubuhnya adalah racun panas, hanya hawa dingin sajalah yang mampu melawan."
Lin Tian melebarkan matanya mendengar ini. Dengan sedikit gugup dia bertanya, "Kenapa, anda bisa tahu jika di puncak sana ada hal-hal semacam itu?"
"Inilah yang bisa membuatku menguasai berbagai macam teknik pengobatan. Keluarga Yuan sudah menurunkan ilmu ini turun- temurun, dan kami semua percaya bahwa nenek moyang kami adalah penghuni puncak Pegunungan Tembok Surga. Lalu dia memiliki banyak sekali murid dan menghasilkan tabib-tabib pandai. Aku adalah salah satu dari keturunan sekian banyak murid itu."
"Apa hubungannya dengan menguasai berbagai macam teknik pengobatan?" Lin Tian merasa heran.
"Tidak ada, aku hanya ingin cerita saja agar bisa mengobrol denganmu lebih lama." jawabnya tanpa ada rasa bersalah sedikit pun.
"Tapi...!" Yuan Fei cepat berkata ketika melihat Lin Tian ingin mencela.
"Yang ingin kukatakan adalah, nenek moyang kami yang tak kuketahui namanya itu punya satu kelemahan. Dia sangat pandai ilmu silat dan obat, namun ada satu racun yang tak bisa disembuhkannya. Racun itu adalah racun berunsur panas, setiap kali orang terkena racun tersebut, walaupun dia sendiri turun tangan orang itu tetap tak ada kesempatan selamat."
Lin Tian terkejut sekali dan juga penasaran, racun apakah yang mampu membuat seorang hebat seperti nenek moyang Yuan Fei ini kerepotan.
Sebelum Lin Tian sempat bertanya, Yuan Fei sudah lebih dulu berkata, "Racun itu berasal dari ilmu racun legendaris ciptaan seorang datuk golongan hitam masa lampau. Dia adalah guru dari kaisar penguasa kotor daratan ini, kaisar Ling San. Nama ilmu itu adalah, Pukulan Tapak Api." Yuan Fei menghela nafas.
"Dan aku menduga kakak Rou'er terkena racun itu...."
Memucatlah wajah Lin Tian, seketika dirinya mengingat Zhang Heng dan gurunya. Dendamnya kembali timbul dan tanpa sadar gigi-giginya bergemelutuk.
Jika kakak Rouwei mampu terkena Pukulan Tapak Api, hal itu menandakan bahwa kemungkinan besar kakak Rouwei adalah pendekar sampai bisa bertemu dengan Zhang Heng, pewaris ilmu itu. Setidaknya dia seoranglah yang Lin Tian tahu.
"Zhang Heng, Ling Haocun, sampai sekarang pun kalian selalu menimbulkan masalah!"
Yuan Fei tidak menyadari perubahan ekspresi Lin Tian. Dia malah kembali berkata, kali ini terdengar lebih sedih lagi.
"Tadi sudah kubilang aku tak tahu sampai berapa lama dia mampu bertahan. Karena itulah, sampai saat ini aku juga tak bisa memastikan apakah dia masih hidup atau tidak." tanpa sadar, air matanya menetes turun.
"Braaakk!!"
"Kakak belum mati! Kakak pasti masih hidup!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
BERSAMBUNG
__ADS_1