
" Pak, ini laporan yang anda minta " ucap orang kepercayaan Ikhsan sembari memberikan beberapa berkas pada Ikhsan.
Ikhsan langsung menerimanya dan membukanya untuk melihat semua laporan tersebut. matanya terbelalak saat ada satu laporan yang tidak pas menurut nya
" Anton,!
" iya Pak. "
" kamu teliti laporan yang ini lagi, saya tak mau melihat ada kesalahan lagi di semua berkas yang saya terima" ucap Ikhsan dengan memberikan kembali berkas itu pada Anton asisten nya
Anton menunduk hormat dan cepat kembali ke ruangan nya untuk melihat kesalahan apa yang ada di dalam berkas tersebut.
"Pak Ikhsan benar-benar luar biasa, dari tadi aku lihat seperti nya nggak ada yang salah, tapi pak Ikhsan hanya sekali buka langsung mengetahui letak kesalahannya, memang kalau otak encer pasti akan mudah melihat kesalahan meskipun itu hanya satu kata saja, the best buat pak Ikhsan.,
puji Anton dan segera meninggalkan tempat
Ikhsan kembali sibuk dengan semua berkas yang masih tersisa dan mulai mengotak-atik laptop di hadapan nya dengan jari-jarinya yang lincah.
satu jam telah usai dengan pekerjaannya Ikhsan berniat untuk ke perusahaan Akhsan. ya dia sangat penasaran dengan keadaan di sana, sedari awal Ikhsan belum pernah datang ke sana, kepo rasanya.
" tunggu aku datang Abang ku terciang " gumam Ikhsan dengan menyeringai bahagia
πΎπΎπΎπΎπΎ
sama seperti Ikhsan, Akhsan juga terus fokus dengan semua pekerjaannya, dia lebih sering menganggur di kantor dari pada bekerja lagian otaknya juga sangat luar biasa jadi dia akan cepat menyelesaikan semua pekerjaannya.
" Akhirnya selesai juga. " gumam Akhsan dengan merenggangkan otot-otot nya
Akhsan menyandarkan punggung nya di kursi kebesaran nya dan terus berfikir apa yang di katakan oleh Sukma tadi, benarkah kantor nya sering ada pembulian? " aku harus bisa menyelidiki semuanya. aku tak ingin hal seperti tadi terulang lagi "'gumam Akhsan dengan tekat yang kuat.
tok.. tok... tok...
" masuk.!! teriak Akhsan
" Assalamu'alaikum Pak " ucap Ardi dengan menunduk hormat dan berjalan menghampiri Akhsan
Akhsan mengernyit dengan apa yang di bawa oleh Ardi, apa itu.? sebuah Buket bunga, apa Ardi berniat memberikan nya pada kekasih nya, tapi kenapa malah di bawa masuk ke ruangan Akhsan.
" Wa'alaikumsalam.., Ardi apa yang kau bawa.? tanya Akhsan.
" ini.... ini untuk Anda tuan.. " ucap Ardi ragu.
tunggu-tunggu! apa-apaan ini,.? benarkah Ardi memberikan bunga pada Akhsan, apa kah Ardi seorang gay. Akhsan tersentak.
" apa maksud mu Ardi.!! bentak Akhsan yang mulai marah meskipun belum mendengarkan penjelasan dari Ardi.
" kamu pikir aku akan menerima bunga dari sesama jenis,! tidak Ardi tidak, saya masih normal. " sambung Akhsan.
Ardi begitu takut bos nya telah salah paham padanya, lagian Ardi juga normal Pak bos mana mungkin dia akan sengaja memberikan bunga pada Anda dengan dasar suka, tidak Pak.
" buang bunga itu, dan keluar lah.! saya jijik melihat wajahmu sekarang, tak pernah aku pikir ternyata kamu seorang gay. " ucap Akhsan tanpa berfikir.
hati Ardi bagaikan di tampar dengan begitu keras untung saja yang mengatakan itu adalah bos nya dan dia juga masih membutuhkan pekerjaan itu kalau tidak mungkin pria di depannya itu akan dia sumpal mulutnya dengan sepatu yang ia pakai.
" astaga Pak, saya bukan gay. saya juga normal seperti pak Bos " batin Ardi meratapi nasib memiliki bos yang sangat luar biasa itu.
" bukan seperti itu pak tapi ini...
" sudah saya nggak mau dengar lagi keluar lah dan buang bunga itu. hess dasar kau Ardi. " ucap Akhsan kesal
" tapi pak. "
" sudah Ardi, buang.!! Akhsan semakin mendengus kesal karena Ardi tak mau mendengarkan perkataannya.
Akhsan seketika berdiri dan merebut bunga itu dari Ardi dan sudah siap memasukan nya ke dalam tempat sampah.
" Pak.! bunga itu dari Nona Kairi.!! teriak Ardi melihat bunga itu hampir saja meluncur bebas ke dalam tong sampah
sontak Akhsan membatalkan untuk membuang bunga itu dan kembali duduk dengan membawa bunga itu dan mencium aroma wangi dari bunga itu.
" Astaga bos ku benar-benar telah gila, barusan dia marah-marah mana mengataiku gay lagi dan sekarang lihatlah dia sudah seperti orang yang benar-benar tidak waras. " batin Ardi
" jangan membatin ku, bilang saja apa yang ada di dalam otak mu itu, aku tau kamu pasti sedang merutuki ku kan.? ucap Akhsan
Ardi tersentak kaget dari mana bos nya tau kalau dia tengah merutuki bos nya tersebut.
__ADS_1
" tidak pak, mana saya berani " jawab Ardi gugup.
" bagus lah...
Ardi berita apa yang kamu dapatkan dari gadis itu. " ? tanya Akhsan.
" Namanya Kairi Ananta pak, dia bekerja di toko bunga dan dia juga masih kuliah di Universitas AA dan ..... bla... bla.. bla...
" bagus, saya suka kerja kamu. apa semua berita yang kamu dapatkan asli dari orang yang kamu bisa percayai. " tanya Akhsan
" benar pak, bahkan saya menanyakan langsung dengan Nona Kairi. dan saya sangat kasian dengan nya pak, bekerja di sana Nona Kairi selalu di perlakuan tidak baik pak, bahkan saya melihat sendiri dia di marahi hanya karena tidak langsung datang saat di panggil pak. " terang Ardi.
" kasian sekali nasib nya. Ardi saya beri kamu satu tugas lagi, buat Kairi di keluarkan dari toko tersebut dan tarik dia untuk bekerja di sini, terserah kamu mau kau jadikan apa dia di sini, yang terpenting saya mau dia bisa bekerja di sini " tegas Akhsan
" baik Pak akan saya laksanakan. "
" pergilah. ", ucap Akhsan sembari mengibaskan tangan.
bunga yang indah dan ini adalah bunga yang khusus Kairi pilihkan sendiri sesuai dengan kesukaan nya. berkali-kali Akhsan tersenyum sembari menghirup bunga itu " hahh sungguh harum sekali " gumam Akhsan
" Assalamu'alaikum Bang..!! teriak Ikhsan dan berlarian masuk ke ruangan Akhsan.
jelas saja Akhsan akan tersentak kaget dengan kelakuan Ikhsan yang sangat tak wajar itu, dia suka sekali membuat Akhsan hampir saja jantungan.
" Ikhsan.!! bentak Akhsan menatap kesal Ikhsan yang malah cengengesan.
mata Ikhsan langsung tertuju dengan bunga yang masih ada di tangan Akhsan. Ikhsan pun dengan senang nya bersiul sembari mengedip-ngedipkan matanya.
" cie cie cie yang lagi kasmaran, dapat bunga dari sang pujaan " goda Ikhsan.
" Wah sepertinya, Ikhsan sebentar lagi punya kakak ipar nih, cepat kenalin ya Bang, dan cepat bawa pulang juga. " goda Ikhsan.
" Ikhsan..!!! geram Akhsan
" iya Abang tampan, " Ikhsan menyentuh hidung Akhsan dengan jari telunjuknya dan itu pun berulang-ulang
" Ikhsan..!!!
" jangan marah-marah Bang nanti kak Kairi ketakutan. "'ucap Ikhsan
" kamu mendengar semua percakapan ku dengan Ardi, hahh..!!
Akhsan menarik telinga Ikhsan dengan kuat dan membuat Ikhsan harus merasakan sakit dan terus merintih. " Bang, sakit Bang " ucap Ikhsan.
" telinga itu dipergunakan untuk mendengarkan yang baik, bukan untuk menguping pembicaraan orang lain. "'ketus Akhsan.
" yahhh, Abang hanya sekali juga, udah mau di putusin aja telinga ikhsan, bagaimana kalau ribuan kali.
" jangan kan ribuan kali sekali lagi kamu nguping Abang lempar kamu ke danau toba "'sinis Akhsan.
"'jauh dong Bang,"
"'diam..!!
" iya Bang mangab, besok saya ulangi, hahaha..!! tawa Ikhsan menggelegar mengiringi jalan Ikhsan untuk sampai ke sofa dan duduk di sana.
Akhsan begitu kesal setiap kali Ikhsan pasti akan selalu membuat emosinya menguap.
" kenapa kamu kesini .? tanya Akhsan yang berusaha mengganti topik pembicaraan.
" mau nemenin Abang apel kakak ipar " celetuk Ikhsan tanpa pikir panjang.
Astaga Ikhsan benar-benar membuat ubun-ubun Akhsan menguap dan sudah siap untuk segera membakar mulut Ikhsan yang dia rasa sangat keterlaluan.
" jawab yang bener.! kamu mau ngapain kesini.?
" kan udah Ikhsan katakan Bang, Ikhsan mau nemenin Abang ke tempat kakak ipar, mau apa lagi selain itu. "
Akhsan geleng-geleng kepala dia benar-benar harus lebih extra saat menghadapi kembaran nya itu.
" sana pulang saja dari pada kesini hanya mau buat masalah."
" siapa yang buat masalah, Ikhsan kan anak baik mana mungkin buat masalah, yang ada malah membantu menyelesaikan masalah, Bang. " jawab Ikhsan menghayati.
" berisik sekali loh dek, bisa diem nggak. "
__ADS_1
" oke Bang, Ikhsan akan diem. "
Ikhsan menutup mulutnya dengan tangan dan dia benar-benar diam dan tak lagi bicara. " manis sekali kalau diam" gumam Akhsan yang akhirnya bisa puas melihat Ikhsan benar-benar terdiam.
πΎπΎπΎπΎπΎ
Dengan mobilnya Akhsan melaju untuk segera pulang ini sudah sangat telat dia pulang biasanya dia akan pulang jam lima dan sekarang jam tujuh dia baru bisa pulang.
Brakkk...
tak sengaja mobil Akhsan menyenggol sepeda seorang gadis yang berjualan di sana. mobilnya yang menghindari mobil dari arah berlawanan malah membuat ya harus menabrak sepeda itu hingga jatuh beserta dagangan yang berserakan.
" sepedaku.. dagangan ku..!! teriak Gadis itu dan rasanya benar-benar ingin menangis melihat semuanya rusak dan berhamburan.
Akhsan keluar dari mobilnya dia benar-benar menyesal telah membuat gadis itu sedih dan rugi.
" mbak maaf, saya tidak sengaja " ucap Akhsan menyesal
Mata Gadis itu menatap Akhsan dan seketika langsung melotot siap memunculkan amarah nya. pria yang berbeda namun gadis itu mengira adalah orang yang sama. ya gadis itu adalah Fatma.
Fatma berdiri dengan kedua tangan berkacak pinggang dengan mata yang melotot tajam pada Akhsan.
" bapak lagi, bapak lagi, kenapa sih seneng banget buat Fatma rugi udah yang kesekian kalinya Fatma rugi dan itu semua gara-gara bapak " ucap Fatma
"hehh.. apa-apaan nih cewek baru juga sekali bertemu dan membuat masalah kenapa dia bilang berkali-kali. " batin Akhsan bingung.
" pertama bapak menabrak ku dan semua dagangan ku hancur, kedua bapak meminta uang ku yang hanya satu-satunya, ketiga bapak buat badan Fatma remuk karena membersihkan sekolahan dan sekarang, hiks hiks hiks.. kenapa bapak begitu kejam pada Fatma "'
" astaga Ikhsan kamu benar-benar seorang yang tidak waras, kau membuat gadis ini dalam masalah karena perbuatan mu, dan sekarang aku juga yang kena imbas nya. awas kau Ikhsan. " batin Akhsan
" apa sekarang bapak juga akan menyalahkan aku karena kesalahan bapak sendiri, apa bapak juga mau bilang aku yang bersalah dan aku sendiri yang harus ganti rugi.... Enyak...!! Abah..!! kenapa kau meninggalkan nasib buruk kepada Fatma. hiks hiks hiks...
" maaf saya nggak sengaja, saya pasti akan ganti rugi " ucap Akhsan
"ehh sejak kapan Pak Bambang itu bertanggung jawab.? " batin Fatma.
" aku nggak mau tau Pak Bambang harus ganti rugi semua yang telah Pak Bambang hancurkan. "
" lah siapa lagi Pak Bambang.?
" dek nama saya bukan Pak Bambang tapi...
" Fatma nggak mau tau, Pak Ikhsan kan kalau di sekolah kalau di luar Pak Bambang ya tetap pak Bambang.!! saya harap sekarang Pak Bambang bertanggung jawab ya, jangan banyak bicara lagi. "
astaga gadis ini dia sendiri yang banyak bicara kenapa menuduh Akhsan. Akhsan mengeluarkan nafas panjang dan juga menggeleng kan kepalanya
" baik, saya akan bertanggung jawab. " ucap Akhsan
" Akhsan mengambil uang lima lembar merah dan memberikan pada Fatma. sontak mata Fatma langsung memelotototi uang tersebut dan menerima nya dengan cepat
" Astaga. baru kali ini aku pegang uang sebanyak ini, astaga apakah aku bermimpi. "ucap Fatma dia benar-benar tak percaya bisa memegang uang yang hanya lima ratus ribu itu
" cukup.?. " ucap Akhsan
" cukup cukup!! ini mah bisa buat belanja dan benerin sepeda, dan juga bisa buat makan satu bulan ini mah, makasih ya Pak Bambang, Fatma tidak mengira Pak Bambang bisa bertanggung jawab juga. " jawab Fatma panjang kali lebar.
" apa saya boleh pergi sekarang.!!
" boleh.. boleh..!!
Jawab Fatma dan masih asyik mengagumi uang yang ada di tangannya.
Akhsan geleng-geleng kepala melihat kelakuan murid dari Ikhsan tersebut, benar kata Ikhsan mungkin memang para murid nya memang tak ada yang waras dan mungkin ini adalah salah satu dari spesies langka tersebut
", Pak Bambang. Hmm lucu sekali kau Ikhsan, mendapatkan nama yang benar-benar bagus " gumam Akhsan di dalam mobil dan cepat-cepat melaju.
πΎπΎπΎπΎπΎ
Jangan lupa ya selalu dukung Author..
Vote...
Like....
Rate...
__ADS_1
And Comment... ππππ
author tunggu..