Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
20.Makan Siang Bersama.


__ADS_3

Kelembutan dan murah senyum Kairi mempermudahkan dia berbaur pada semua karyawan di perusahaan Akhsan. bahkan dalam satu minggu, Kairi sudah mendapatkan teman baru yang bisa memahami Kairi, salah satunya adalah Sukma. mereka bisa bersahabat baik dalam sekejap.


hidup dengan sama-sama kekurangan membuat keduanya bisa saling memahami dengan sangat mudah. bahkan mereka berdua tak sungkan untuk menceritakan tentang kehidupan nya satu sama lain.


" Kairi..!! panggil Sukma.


waktu istirahat telah tiba dan Sukma pun berinisiatif untuk mengajak Kairi untuk makan siang bersama.


" ya Mbak. ada apa. ? tanya Kairi.


" haduh Kairi sampai kapan kamu mau panggil aku mbak. meskipun aku lebih dulu di sini namun usia kita itu hanya selisih beberapa bulan saja. jadi jangan panggil aku mbak. panggil aku Sukma, ok. ucap Sukma.


" tapi...??


" udah jangan tapi-tapian, pokoknya kamu harus panggil aku Sukma, Sukma. dan ya, kenapa aku kesini karena aku mau ajak kamu makan siang. yuk kantin aku sudah sangat lapar. " ajak Sukma.


" maaf Sukma. saya sudah bawa bekel dari rumah. " tolak Kairi yang memang dia selalu membawa bekal dari rumah supaya lebih irit pikir nya.


"yah.. sia-sia dong aku datang. ayolah makan siang di kantin bersamaku. " kekeuh Sukma


" maaf Sukma. saya benar-benar sudah membawa bekal, nih kalau kamu tidak percaya." Kairi pun menunjukkan kotak nasi yang dia bawa dari rumah entah apa itu isinya namun dia benar-benar membawa nya.


" ya sudah deh. aku kantin dulu kalau gitu. da Kairi.!! Sukma melambaikan tangan dan bergegas ke kantin.


berjalan seorang diri tanpa teman memang sangat menyedihkan tapi mau bagaimana lagi Sukma tak bisa memaksakan kehendak Kairi yang tetap kekeuh dengan makan siang nya dengan kotak makan nya.


sampai di kantin pun Sukma hanya seorang diri tak ada yang lain yang menemani makan siang. ya selalu seorang diri itulah kebiasaan setiap hari nya.meskipun sekarang sudah tak lagi ada yang membully nya namun tetap saja tak ada yang mau berteman dengan nya kecuali Kairi.


baru saja Sukma makan beberapa sendok dua pria tampan datang dan duduk di meja sebelah Sukma siapa lagi kalau bukan Akhsan dan juga Ardi.


melihat itu membuat Sukma menjadi tak bebas dia sangat gugup bukan tentang Akhsan melainkan Ardi yang ada di sana. bahkan salah faham Sukma masih saja berlanjut dia belum mengetahui kalau CEO perusahaan itu adalah Akhsan melainkan adalah Ardi.


mata Akhsan terus mencari-cari gadis yang selalu membuat nya tak berhenti gugup saat bersamanya siapa lagi kalau bukan Kairi. namun matanya sama sekali tak menemukan keberadaan Kairi di sana.


" Ardi aku pergi dulu ada kerjaan penting. " pamit Akhsan


Ardi mengangguk hormat. meskipun saat di luar Akhsan sudah seperti sahabatnya sendiri bukan lagi bos nya namun Ardi tetap harus hormat padanya.


"pekerjaan apa jam begini.? bingung Ardi sembari melihat kepergian Akhsan lalu tak sengaja menoleh ke arah Sukma. " Sukma. " lirih Ardi.


Ardi pindah tempat duduk di depan Sukma dan satu meja padanya seketika membuat Sukma semakin gugup dan salah tingkah. " Pak Ardi kenapa di sini.? tanya Sukma ragu.


" apa nggak boleh. " jawab Ardi


" Hmm. maaf Pak, silahkan terserah Bapak. " jawab Sukma menyesal.


sembari makan siang Sukma dan Ardi sesekali berbincang meskipun keduanya sangat canggung namun kata demi kata bisa keluar dari mulut mereka.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

__ADS_1


Kaki jenjang Akhsan mencari-cari keberadaan Kairi. meskipun sepi namun Akhsan tau Kairi pasti duduk seorang diri di suatu tempat . lagian ini belum waktu nya Kairi pulang untuk kuliah jadi Akhsan percaya Kairi masih ada disana.


satu tempat yang benar-benar Akhsan percayai bahwa Kairi berada di sana yaitu pantry, yah pantry dimana Kairi selalu keluar masuk ke sana dan di sana juga tempat Kairi dan yang lain istirahat.


benar saja baru saja masuk mata Akhsan langsung menemukan siapa yang telah dia cari. gadis cantik berhijab itu tengah menatap luar dari jendela dan duduk di sana sembari mulut mengunyah makan dan juga tangan yang membawa kotak bekalnya.


sebelum benar-benar masuk Akhsan menghubungi Ardi dan meminta Ardi memesankan dua porsi makan siang dan di minta untuk mengantarkan nya ke ruangan nya.


diam-diam Akhsan mendekati Kairi. meskipun Akhsan tau itu tak baik dan bisa di bilang lancang namun Akhsan tetap menghampiri Kairi dan tengah makan apa Kairi hingga begitu menikmati.


gadis yang sederhana. dan ternyata makanan yang iya makan pun juga sangat sederhana nasi putih dengan ikan asin saja. Akhsan benar-benar tak menduga makanan gadis di depannya itu hanya seperti itu. apa mungkin itu adalah makanan setiap hari nya.?


Ekhm.. ekhm..


Kairi dengan cepat menutup kotak makan nya dia sangat malu jika sampai ada seorang saja yang melihat apa yang tengah dia makan.


" ngapain di tutup. makanlah aku tak akan memintanya. " ucap Akhsan


" Emm maaf Pak. " Jawab Kairi malu.


" kamu tidak salah kenapa harus minta maaf. ikutlah keruangan ku sekarang, ada pekerjaan yang harus kamu kerjakan di sana. "


" tapi Pak.. " jawab Kairi ragu.


" jangan banyak protes. cepat ikut. " kekeuh Akhsan.


" duduk lah. " pinta Akhsan setelah sampai di ruangan nya.


" I-iya Pak. "


Kairi begitu gugup. bukan kah dia datang ke sini untuk mengerjakan sesuatu tapi kenapa malah di suruh duduk saja, sebenarnya pekerjaan apa yang harus dia kerjakan.


Akhsan duduk di sofa yang lain dan sesekali mencuri pandang pada Kairi yang terus tertunduk takut dan gugup. gadis di depannya ini membuat nya sangat nyaman. " cantik. " lirih Akhsan mengagumi.


" Ma-maaf pak. sebenarnya apa yang harus saya kerjakan di sini. " tanya Kairi.


" sebentar lagi kau akan tau. " Jawab Akhsan.


tok tok tok....


terdengar pintu di ketuk dari luar ruangan Akhsan. dengan cepat dan tak mau ada yang tau dengan siapa Akhsan sekarang, Akhsan berdiri dan membukakan pintu untuk melihat siapa gerangan yang datang.


" ini pak pesanan bapak. " ucap Ardi sembari menyodorkan dua kotak makanan.


" terimakasih " Jawab Akhsan dan menerima nya dari Ardi.


" maaf Pak kalau boleh tau...


belum juga selesai mengatakan apa yang ia ingin ketahui Ardi langsung di usir oleh Akhsan.

__ADS_1


" pergi sana jangan banyak tanya. kerjakan apa yang aku minta tadi. " pinta Akhsan


" tapi pak, ini masih jam istirahat. "


" kenapa kalau masih jam istirahat. sepertinya kamu mau istirahat Ardi. baiklah pulanglah dan istirahat di rumah selama nya. " ucap Akhsan sinis lalu menutup pintu dengan cepat


" ma-maaf pak....


Brak...


" astaga.! ada apa dengan pak Akhsan, hadeuh. apa jangan-jangan di dalam..? ya ya pasti lagi pdkt tuh pak bos. aww jadi penasaran aku." gumam Ardi sembari tersenyum geli.


Akhsan kembali duduk. membuka kotak itu dan memberikan nya pada Kairi. " nih makan lah. " pinta Akhsan.


" tapi Pak..?


" jangan banyak bicara Kairi. cepat makan. " ucap Akhsan


" i-iya Pak. " jawab Kairi.


makan siang di ruangan Akhsan hanya mereka berdua yang tau. tak ada yang mengetahui jika kedua insan itu tengah makan dengan tubuh yang gugup dan tegang.


"kenapa Pak Akhsan memperlakukan aku seperti ini. tidak mungkin karena ada rasa dengan ku kan. atau mungkin...? entahlah. Lama-lama aku pusing sendiri memikirkan ini. " batin Kairi bingung.


🌾🌾🌾🌾🌾


" Pak ini laporan yang Anda minta. " ucap Ardi


langkah Ardi begitu ragu pasalnya dia sangat takut mengganggu bos nya yang tengah melamun sembari tersenyum-senyum seorang diri. suara salam dan ketukan dari Ardi bahkan hanya seperti angin yang berlalu tanpa suara saja.


" Pak. " panggil Ardi.


Akhsan sadar dan langsung menatap Ardi dengan sengit. Lagi-lagi asisten nya mengganggu dalam kesenangan nya di dunia khayalan.


" kenapa kau kesini.! ketus Akhsan


" i-ini Pak. saya hanya mau memberikan laporan ini pada Bapak. " ucap Ardi gugup.


" taruh. dan pergi lah dengan cepat. "


" i-iya Pak. "


Ardi pun menaruh nya dengan hati-hati. dan secepatnya pergi dari hadapan Akhsan. Ardi sudah hafal betul dengan kebiasaan Akhsan meskipun belum genap setengah bulan namun Ardi cepat hafal dengan sifat Akhsan yang terkadang tegas dan kadang juga menyebalkan. apalagi jika itu tentang Kairi, Ardi harus lebih hati-hati kalau tidak pasti Ardi akan mendapatkan omelan yang luar biasa dari bos nya.


"benarkah orang yang sedang jatuh cinta itu seperti orang tidak waras.? kadang melamun kadang tersenyum sendiri kadang juga marah-marah. ya Tuhan jika kau berikan aku cinta, jangan kau membuat ku seperti orang gila. karena aku tak sanggup jika mendapatkan olok-olokan dari orang lain. " batin Ardi.


πŸŒΎπŸŒΎπŸŒΎπŸŒΎπŸŒΎπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸŒΎπŸŒΎπŸŒΎπŸŒΎπŸŒΎ


Ardi sabar ya ,bos mu lagi dalam keadaan labil jadi gitu deh..

__ADS_1


__ADS_2