
Dengan begitu senang Ardi berjalan masuk ke ruangan Akhsan. kerjanya harus benar-benar dia laporkan pada bos nya dan dia pasti bakal mendapatkan pujian atas kerjanya, pikirnya.
saking buru-buru nya Ardi tak sengaja menyenggol lengan Sukma, dan hampir saja membuat Sukma terjatuh. namun dengan cepat Ardi menarik tangan Sukma hingga semua itu pun tak terjadi.
" Awww...!! pekik Sukma terkejut yang tiba-tiba di terdorong lengannya dan langsung di tangkap oleh Ardi.
" maaf maaf. " ucap Ardi cepat dan langsung melepaskan tangan Sukma setelah benar-benar takkan terjatuh.
" iya tuan, tidak apa-apa. " jawab Sukma
melihat wajah Ardi entah kenapa Sukma langsung merona. dia benar-benar malu untuk menatap Ardi
" kamu siapa.? kamu anak baru. " tanya Ardi.
" saya Sukma tuan, saya baru beberapa hari bekerja. " jawab Sukma.
" selamat bergabung di perusahaan ini, semoga kau betah" ucap Ardi.
" iya tuan, terimakasih" jawab Sukma
" maaf saya harus pergi. " ucap Ardi
" Hmm.. " Sukma mengangguk
Ardi pergi dengan lift khusus CEO untuk ke tempat Akhsan dan sampai Ardi benar-benar masuk ke dalam lift pun Sukma masih tetap melihat Ardi.
" jadi dia CEO di perusahaan ini, dia sangat baik tak seperti yang lain. " gumam Sukma yang mengira Ardi lah CEO di sana.
πΎπΎπΎπΎπΎ
" Assalamu'alaikum.. " sapa Ardi sembari mendorong pintu ruangan Akhsan dan langsung melangkah dengan cepat dengan wajah senang.
Akhsan yang semula sedang asyik dengan laptopnya langsung menoleh ke Ardi.
" Wa'alaikumsalam.. " jawab Akhsan
" kenapa kamu.? seneng banget, baru dapet undian. " sinis Akhsan.
" astaga pak Bos, saya senang untuk Anda. sebentar lagi keinginan Anda akan terpenuhi. "batin Ardi.
" jangan membatin katakan saja. " ketus Akhsan.
" Hmm... saya, saya berhasil membuat Nona Kairi di pecat tuan, dan nanti saya juga akan berusaha untuk membantunnya masuk ke perusahaan Anda, " jawab Ardi
" bagus. kau memang selalu bisa di andalkan. " puji Akhsan.
" terimakasih Pak" Ardi menunduk malu dengan pujian yang di lontarkan oleh Akhsan untuk nya.
" dengan cara apa kau membuat dia dulu pecat.? tanya Akhsan.
" dengan....
Flashback
pagi yang sangat cerah Kairi benar-benar tengah sibuk mempersiapkan bunga-bunga yang akan dia kirimkan saat ini. bunga-bunga yang begitu indah dan sangat mahal dan yang mampu beli pun hanya orang-orang di kalangan atas saja.
Ardi yang terus menanti datangnya kesempatan untuk membuat kekacauan di sana merasa sangat kesal karena Kairi tak kunjung pergi dari sana. Kairi benar-benar teliti dan tanggung jawab akan pekerjaan nya.
" aduhh.. sampai kapan aku akan di sini,? apa sampai tumbuh uban ku untuk berhasil menjalankan perintah dari bos. " gumam Ardi.
berkali-kali mata Ardi mengernyit dengan sangat kesal sampai kapan dia akan terus menunggu, menunggu adalah pekerjaan yang paling membosankan untuk nya.
mata Ardi melihat ibu-ibu yang berjalan melewati mobilnya dan berjalan menuju toko bunga itu dengan dagangan yang ia gendong di punggungnya.
" buk. buk..!! panggil Ardi.
Ibu-ibu itu kembali mundur karena panggilan Ardi " ada apa tuan. " tanyanya.
__ADS_1
" ibu jualan apa.? tanya Ardi
" ini nasi uduk tuan. " jawab Ibu itu yang ternyata adalah penjual nasi uduk.
ide pun muncul di Kepala Ardi, Ardi pun memesan satu bungkus Nasi uduk dan entah bagaimana caranya dia berhasil menaruh obat di nasi tersebut.
" buk tolong berikan pada mbak nya itu ya. " pinta Ardi, " nanti kalau dia tanya, bilang aja ini gratis, " sambung Ardi.
" tuan pacar nya mbak itu ya. " tanya bu warung.
" Hhmmm.. " Ardi tersenyum kikuk
dan ibu itu percaya begitu saja.
tanpa adanya rasa curiga ibu itu memberikan nya pada Kairi sesuai dengan apa yang di katakan oleh Ardi. dan dengan begitu senang Kairi pun menerimanya. lagian seperti biasa dia selalu tak sarapan pagi jadi ini bisa menjadi tenaga di hari ini.
Kairi pun memakannya hingga habis setelah ibu itu pergi. baru saja beberapa saat Kairi selesai makan perut nya langsung sakit, namun dia tak ada rasa curiga sedikit pun mungkin ini karena dia tak biasa sarapan jadi perutnya tak menerima dengan mudah.
di saat Kairi pergi ke toilet di saat itu lah Ardi melancarkan aksinya, di masuk ke Toko dengan diam-diam dan langsung menghancurkan bunga-bunga tadi dan pergi setelah semuanya beres.
Mulan yang begitu tempramen pasti akan mudah membuat Kairi di pecat. dengan sedikit kesalahan saja Mulan akan langsung memecat Kairi tanpa pikir panjang.
dan benar saja karena kesalahan yang di buat oleh Ardi, Kairi lah yang mendapatkan akibatnya dan Kairi di pecat saat itu juga.
Normal.....
Bugh.... bugh...
Akhsan benar-benar kesal dengan Ardi bagaimana bisa dia melakukan itu tanpa pikir akibatnya, bagaimana kalau Kairi benar-benar sakit dan bagaimana kalau Kairi menderita penyakit yang tak bisa menerima obat itu.
" apa kau tak bisa membuat dia di pecat dengan cara yang baik, hahh..!! bentak Akhsan.
" maaf Pak, saya... saya... tak memikirkan hal itu sebelumnya, saya benar-benar minta maaf. " ucap Ardi menyesal.
" ingat Ardi kalau sampai ada apa-apa dengan Kairi, kamu akan aku pekerjakan tanpa mendapatkan upah. "
" maaf Pak, tapi obat itu hanya berlangsung sampai sepuluh menit saja kok nggak lebih. " ucap Ardi takut.
" sepuluh menit pun juga sakit kan.!! kau ini.. nggak becus kalau bekerja. "
" Kau ini Ardi, kalau bekerja itu yang benar, jangan sampai membuat orang yang kasmaran ini marah, bisa abis loh di berikan sama beruang " sinis Ikhsan yang masuk begitu saja tanpa permisi dan mengucapkan salam.
" ini lagi dasar pengacau. " kesal Akhsan
" Ardi pergi lah, ingat ya Ardi sekali lagi kau buat kesalahan aku yang akan menghukum mu atas nama Abang " sambung Ikhsan.
" i-iya pak" astaga si kembar sudah mulai menunjukkan taringnya, ya Tuhan selamat kan lah aku.. "
" cie cie cie.. yang mulai posesif tingkat dewa. " goda Ikhsan.
" siapa yang posesif.? tanya Akhsan.
" Ardi.! ya abang lah siapa lagi. Abang beneran love love dengan Kairi Bang. " tanya Ikhsan.
" siapa yang cinta, nggak.!
" terus tadi, kenapa Abang marah-marah hanya keren itu kalau nggak cinta, ngaku aja Bang. " kekeuh Ikhsan.
" nggak Ikhsan. aku hanya nggak mau orang sakit karena permintaan ku, itu saja nggak lebih. jangan ngawur deh kamu kalau ngomong. " kesal Akhsan.
" halahh bilang aja cinta pakai acara ngeles segala, basi Bang. " sinis Ikhsan.
" kenapa kamu kesini.? tanya Akhsan mengalihkan pembicaraan, bisa-bisa tak habis kalau berdebat dengan Ikhsan. sampai pagi pun bisa jadi.
" oh. Ikhsan hanya mau ngasih ini sama abang." Ikhsan memberikan beberapa keping coklat pemberian dari Fatma tadi di sekolah.
" apa ini.? bingung Akhsan, reaksinya sama persis saat Ikhsan menerima nya pertama kali dari Fatma.
__ADS_1
" itu coklat dari Fatma untuk abang.!
" dari Fatma.? maksudnya.?
" begini Abang ku terciang. tadi Fatma di sekolah memberikan itu padaku sebagai tanda terimakasih atas uang yang abang berikan padanya kemarin, dia mengira itu adalah aku jadi dia memberikan itu padaku, tapi aku tak mau tamak dong itu kan hak Abang, bukan hakku. " terang Ikhsan sembari duduk di sofa dan menyandarkan punggung dan kepalanya dan menatap langit-langit.
" ohh.. " jawab Akhsan hanya ber Oh saja.
" tapi maaf Bang aku juga udah makan dua biji, dan yang lainnya aku bagiin ke teman-teman Fatma dan tinggal itu untuk Abang. "
" tak masalah, sebenarnya aku juga tak suka dengan coklat, jadi ini untuk mu saja. " Akhsan menyusul duduk di sofa sebelah Ikhsan dan memasukkan kepingan kepingan itu ke dalam saku kemeja Ikhsan.
" apa sih Bang ini hak Abang. "
Ikhsan buru-buru mengambil dan ingin memberikannya pada Akhsan lagi.
" tidak Dek, Abang nggak suka sama coklat takut gemuk. hahahaha..! tawa Akhsan keras entah nyata atau sekedar bualan semata.
" Abang..!!
" iya dek cayang.. " jawab Akhsan lembut.
" apa Abang beneran cinta sama Kairi, Bang. " tanya Ikhsan pelan
" tau.! Akhsan menaikan bahunya satu kali, bahkan dia sendiri juga bingung dengan perasaan sendiri dia benar-benar tak mengerti bagaimana dan seperti apa itu cinta, yang jelas dia selalu ingin membuat Kairi bahagia dan jauh dari kata menderita.
" sepertinya Kairi gadis yang baik Bang, dan sepertinya dia juga sangat cocok dengan Abang. " ucap Ikhsan.
" Abang tau. "
" terus..?
" terus apanya, dan ya bagaimana kamu dengan Fatma, sepertinya kamu dengannya juga sangat cocok, Sama-sama eror dan nggak waras. " ucap Akhsan
" Abang..!! dia itu hanya murid Ikhsan bukan yang lain, " jawab Ikhsan
" yang lain pun juga nggak masalah kan, lagian halal-halal saja, kamu pria dan dia wanita dan dia juga bukan saudara sedarah, jadi kenapa harus bingung. "
" dasar loh Bang, aku bejek-bejek tuh mulut abang.. "
Akhsan hampir saja berdiri dan pergi dari sana namun keburu di tangkap oleh Ikhsan hingga Akhsan terjatuh di bawah. dan Ikhsan langsung mengikat leher Akhsan dengan tangan nya.
" lepasin dek sakit.. " keluh Akhsan
" tidak, Abang harus merasakan kemarahan dari Ikhsan..
" dek..!
" iya Abang.. " jawab Ikhsan lembut
" hahahaha..., letoy loh dek.
" hahahaha....!!!
mereka pun tertawa bersama..
πΊπΊπΊπΊπΊ
Vote...
Like...
Rate...
And Comment...
__ADS_1
ππππππΉπΉπΉπΉ