Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
12.Kisah pilu Kairi


__ADS_3

" Kairi..!! Teriak Mulan Begitu keras.


dengan tergopoh-gopoh Kairi lari untuk segera menghampiri Mulan. Kairi begitu takut kalau sampai Mulan kembali marah dan akan memecatnya seperti yang ia katakan.


mata Kairi terbelalak dia pun juga sangat terkejut melihat semua bunga-bunga yang sudah tinggal kirim berantakan di lantai begitu saja. bahkan bunga-bunga itu semuanya rusak dan tak akan mungkin bisa untuk di kirim pada pembelinya.


" astaghfirullah. apa yang terjadi. " ucap Kairi dengan suara gemetar dan tubuh pun sama sedemikian.


" Kairi.! apa yang kamu lakukan, hahh..!! kau sengaja mau buat tokoku bangkrut. apa kau sangat senang sekarang, hahh..!! jawab Kairi, jawab..!! teriak Mulan


Amarah Mulan begitu memuncak karena kejadian itu kejadian yang akan sangat merugikan toko nya. bunga-bunga yang sangat mahal karena itu datang dari pemasok yang khusus, dan sekarang hancur berantakan dan itu di depan matanya.


" sa-saya tidak tau Bi.. " jawab Kairi takut


" tidak tau, tidak tau.! apa kau pergi kelayapan sampai kau tak tau apa yang terjadi di sini apa kau sengaja meninggalkan Toko dan bersenang-senang di luar sana, hahh.!!


" tidak bik. saya dari toilet bik, tadi tiba-tiba perut ku sakit dan aku harus ke toilet" terang Kairi


" halahh.. pintar sekali kau mencari alasan untuk menutupi kesalahanmu, kalau kamu memang sudah tak mau bekerja di sini lagi bilang baik-baik biar saya langsung memecat mu saat itu juga, nggak usah kau pakai cara murahan seperti ini untuk kamu bisa keluar dari pekerjaan ini. "


" tapi saya beneran tidak tau bik. "


" apa aku akan percaya dengan semua perkataan mu itu ,tidak. kau itu memang tak becus bekerja, saya menyesal telah menampung mu di sini. apa kau tau Kairi bahkan harga dari bunga itu sama seperti gaji kamu satu tahun, apa kamu bisa menggantinya, hahh..!! jawab Kairi, jawab.!!


Kairi menggeleng dia sangat menyesal telah meninggalkan bunga untuk ke toilet saja, tapi mau bagaimana keadaan tak memungkinkan untuk dia terus menunggu bunga itu dengan keadaan harus ke toilet.


" maafkan saya bik, saya salah. " ucap Kairi menyesal.


" ya kamu memang bersalah bahkan sangat salah, karena kecerobohan mu aku harus rugi besar, dan itu hanya karena kamu Kairi, karena kamu. "


" maaf bik. maafkan Kairi. "


" saya tak bisa lagi menerimamu di sini lagi Kairi, mulai sekarang kamu harus keluar dari pekerjaan ini, aku tak butuh lagi pegawai ceroboh seperti kamu, keluar.


hati Kairi begitu tertampar dengan kata-kata Mulan, dia benar-benar masih membutuhkan pekerjaan ini untuk biaya hidup nya dan keluarga nya, dan juga untuk pengobatan Bapaknya yang tak ada henti-hentinya.


" tidak bik, tolong jangan pecat Kairi. " Kairi berlari sembari menggeleng dia benar-benar tak mau di pecat dari pekerjaan ini.


Kairi terus memohon bahkan dia sampai berlutut dan terus memegangi kaki Mulan saat Mulan mau pergi dari hadapan nya.


" lepaskan Kairi, lepaskan.!! bentak Mulan dengan menarik narik kakinya yang terus dipegang oleh Kairi.


Kairi begitu sangat menyedihkan , air mata nya tak henti-hentinya mengalir di barengi dengan dia terus memohon berharap masih ada kesempatan untuk nya untuk tetap bekerja di sana.


" bik, Kairi mohon jangan pecat Kairi, bik. bagaimana Kairi akan membeli obat untuk bapak dan bagaimana Kairi akan membiayai sekolah Hasan bik. bik Kairi mohon, kasih Kairi kesempatan, Kairi janji tidak akan membuat masalah lagi bik. Kairi mohon.. hiks hiks hiks...

__ADS_1


" tidak Kairi, tidak. kau harus tetap keluar dari sini, aku benar-benar sudah tidak sudi melihat wajah mu lagi, pergi.!! bentak Mulan.


" bik, jangan bicara seperti itu bik, Kairi janji akan bekerja dengan sangat baik, Kairi tak akan membuat kesalahan lagi bik, Kairi janji. "


tanpa memperdulikan apapun Kairi terus memohon untuk tetap bekerja di sana, namun tidak dengan Mulan,dia benar-benar sudah tidak bisa menerima Kairi lagi sebagai pegawai nya lagi.


" pergi Kairi, pergi saya bilang..!! teriak Mulan dengan tangan mengarahkan pintu untuk Kairi segera keluar.


" tidak bik, tidak. Kairi tidak mau pergi dari sini bik. Kairi masih mau bekerja di sini. " ucap Kairi.


" pergi saya bilang ,pergi." Mulan menarik lengan Kairi untuk berdiri dan menyeret Kairi untuk segera keluar.


" tidak bik, tidak...


" jangan lakukan ini pada Kairi bik, Kairi mohon...


" bik..


" bik....


" pergi dari sini,.! dan jangan lagi kau masuk ke toko ku, kau itu pembawa sial, gara-gara kamu aku bangkrut jutaan, sekarang pergi..!!


Mulan mendorong Kairi hingga dia terjatuh di tanah. Mulan sangat marah dengan Kairi sampai apa yang Kairi katakan hanya seperti angin yang berhembus yang terus berjalan dan pergi.


" bik..!!


tangis Kairi semakin tak terkendali saat Mulan menutup pintu toko dan menguncinya.


harapan Kairi telah sirna. dia benar-benar tak bisa berpikir dengan keadaan seperti ini. hati yang hancur karena kehilangan pekerjaan dan berlangsung dengan pikiran bagaimana keadaan bapak nya nanti jika dia tak lagi bisa mendapatkan uang untuk membelikan obat padanya.


" Ibu, Kairi harus bagaimana sekarang. " ucap Kairi dengan mata menatap langit.


Ibu Kairi telah meninggal lima tahun yang lalu dan itu pun dengan penyakit yang sama seperti bapaknya , yaitu penyakit jantung. penyakit yang membutuhkan biaya yang sangat banyak untuk penyembuhan nya.


Air mata yang terus mengalir membasahi pipi Kairi. Kairi berusaha untuk bangun dan akan pergi dari sana, semuanya sudah terlanjur. apapun yang di katakan dia pada Mulan pasti tak akan berpengaruh apapun.


" aku harus kuat, aku harus kuat. "'gumam Kairi dengan tangan menyapu air mata yang masih terus menetes.


kenapa takdir begitu kejam pada Kairi, dia harus berjuang penuh seorang diri memenuhi segala kebutuhan keluarga dan juga pengobatan bapak nya yang membutuhkan biaya tak sedikit jumlahnya.


kaki Kairi melangkah dengan pelan, menjauh dari tempat yang memang seharusnya dia tinggalkan. memang ini sangat sulit dan sangat berat bagi Kairi tapi apa mau di kata, semuanya sudah sesuai dengan kehendak-Nya.


Kairi terus berjalan hingga dia sampai di warung biasa nya dia akan mampir saat pulang kerja. namun sekarang dia jalan terus menunduk tak memperhatikan apapun dan siapapun yang menyapanya.


" mbak Kairi sudah pulang.! tumben kok pulang lebih awal. "'tanya bu warung.

__ADS_1


sementara Kairi terus diam tak menanggapi


" mbak Kairi.! mbak Kairi baik-baik saja kan.? tanyanya lagi namun Kairi terus melangkah maju.


" ya Tuhan apa yang terjadi dengan gadis malang itu, apa dia di berhentikan dari kerjaannya, ya Tuhan, bantu lah dia, " gumam Bu warung.


kesedihan tak akan bisa Kairi sembunyikan dari bapaknya, bagaimana pun dia menutupinya pasti semuanya akan di ketahui.


" bagaimana aku akan bicara dengan Bapak.? Bapak pasti akan sedih jika mendengar aku telah di berhentikan kerja. " gumam Kairi dengan sedih


Kairi benar-benar takut untuk masuk kedalam rumah , dia takut kalau sampai bapak nya akan bertanya padanya. dia harus jawab apa.?


" Assalamu'alaikum..!! ucap Kairi ragu.


"ya Tuhan bantulah aku, jangan sampai bapak tau dengan apa yang aku alami hari ini, aku berjanji mulai besok aku akan mencari pekerjaan yang baru, "


" Wa'alaikumsalam.., udah pulang nduk. " jawab bapak Kairi.


Kairi segera menghampiri bapaknya dan berusaha untuk tegar dan tersenyum di depannya. dia tak mau sampai bapaknya bersedih dan akan mempengaruhi kesehatannya.


Kairi mencium punggung pak Jandi bapak Kairi dengan lembut, dan menampilkan senyum yang yang dia buat semanis dan setenang mungkin.


" iya pak, hari ini nggak begitu banyak pekerjaan, jadi Kairi bisa pulang " jawab Kairi berbohong.


" oh, ya sudah sekarang istirahat lah, sudah lama kamu tidak pernah istirahat siang nduk. jagalah kesehatan mu, jangan sampai kamu sakit juga seperti bapak. " ucap Jandi


Jandi membelai puncak kepala Kairi dengan penuh kasih sayang. belain yang selalu membuat Kairi merasa tenang belain yang selalu memberikan kekuatan untuk Kairi di segala ujian dan cobaan hidup yang selalu dia dapatkan.


Habis gelap terbitlah terang


itu yang selalu Kairi harapkan. mungkin saat ini dia harus berjuang mati-matian seorang diri menempuh pahit getir nya mencari nafkah untuk keluarga nya.


Kairi percaya Tuhan tak pernah tidur, dan Tuhan pasti akan membalas pengorbanan Kairi sekarang dengan sesuatu yang sangat manis yang tak bisa Kairi bayangkan. tapi untuk mencapai hal yang manis itu Kairi harus bisa lebih kuat menahan rasa pahit yang sangat luar biasa sekarang.


"ya Tuhan tolong lah aku, mudah kanlah aku mencari pekerjaan besok. aku harus bisa mendapatkan uang untuk membeli obat buat Bapak. aku sangat ingin Bapak sembuh Tuhan, Kaulah yang maha penyembuh yang terbaik. dan obat yang paling mujarab pun ada di tangan-Mu . berikan lah kesembuhan untuk Bapak dengan obat Mu, Tuhan.


" ya sudah Kairi istirahat dulu ya Pak. bapak juga jangan lupa istirahat. " ucap Kairi


" iya Nduk. " jawab Jandi.


"apa yang sedang kamu pikirkan nduk, bapak tau kamu menyembunyikan sesuatu pada bapak, tapi bapak hargai keputusan mu untuk menyembunyikan semua dari bapak. kamu juga butuh privasi, meskipun itu dengan bapak mu sendiri. " batin Jandi


🌾🌾🌾🌾🌾


tetap dukung Author ya.

__ADS_1


😘😘😘😘😘😘🌹🌺😘😘🌹🌹🌹


__ADS_2