Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
183.Cemburu


__ADS_3

_______


Happy Reading, man teman...


Semoga selalu suka dan karya yang masih banyak kesalahan nya dan belum ada apa-apa nya ini tetap bisa menghibur kalian semua...


Terima kasih yang selalu menunggu dan memberikan dukungan ke pada Author..


😘😘😘😘😘


________________


_____


Kairi terus terdiam di dalam mobil, mulut nya sesekali monyong karena kesal dan wajah nya pun terlihat di tekuk hingga begitu kusut. Postingan tadi membuat nya kesal begitu saja, tak seperti biasanya Kairi yang selalu sabar dan sedikit tak terlalu mempermasalahkan tapi kenyataannya sekarang ini dia benar-benar telah di buat hatinya terbakar.


Entah ini adalah perubahan sikap karena hormon kehamilannya, atau mungkin karena memang dia begitu cemburu melihat suaminya di akui sebagai calon suami orang lain, atau memang karena dua-duanya.


Bubur yang tadi benar-benar dia inginkan kini hanya menjadi pelampiasan untuk nya, bubur itu sudah entah tak berbentuk lagi karena Kairi terus mengaduk nya hingga berair.


" kenapa? tadi katanya mau minta bubur, kok nggak jadi dimakan? " tanya Akhsan begitu lembut, sembari tangan nya terus menyetir dan matanya terus melihat jalan dan sesekali melirik ke arah Kairi.


Kairi masih diam, dia seakan tak mendengar apapun saat ini, dia seakan menutup telinganya dengan acuh.


" kamu masih marah? kan Mas udah minta maaf? " Lagi-lagi Akhsan hanya bisa mengatakan dengan nada yang begitu lembut dan berharap Kairi akan mengatakan sesuatu dan paling penting mau memaafkannya.


Sesuatu yang menjadi sumber masalah nya tadi Akhsan benar-benar tak menginginkannya, apalagi melakukannya dengan sengaja dan suka rela. Akhsan tak akan mungkin melakukan itu jika Tidak demi bubur ayam yang Kairi minta.


" Ayolah, katakan sesuatu sama Mas, kalau memang Mas salah, kamu boleh menghukum Mas. " ucap Akhsan.


" apa perlu Mas balik lagi dan mencari ibu-ibu tadi untuk minta maaf pada mu " rayu Akhsan. " ya sudah, sekarang kita balik lagi dan cari ibu-ibu tadi. "


Mata Akhsan celingukan menatap spion dua sisi untuk mencari celah untuk dirinya putar balik. Namun belum juga terjadi Kairi sudah menghentikannya.


" nggak usah, Mas. Maafkan Kairi, Kairi hanya tidak mau Mas berfoto sama orang lain. Kairi iri Mas, Mas mau aja foto sama orang lain, tapi kenapa dengan Kairi tidak " ucap Kairi manja.


" Astaghfirullah, jadi karena itu kamu kesal sama Mas? " tanya Akhsan dan Kairi langsung mengangguk dengan cepat.

__ADS_1


Akhsan menepikan mobilnya di jalan yang sedikit lebar membuat Kairi bingung apa yang akan Akhsan lakukan kali ini, mereka belum sampai di kampus dan Akhsan malah berhenti.


" Mas mau ngapain? " tanya Kairi bingung.


" mana ponsel mu" pinta Akhsan sembari menengadahkan satu telapak tangannya untuk meminta ponsel Kairi. Kairi dengan cepat dan tanpa ragu langsung memberikannya meskipun Kairi tidak tau apa yang akan Akhsan lakukan dengan ponsel nya.


" mau buat apa? " tanya Kairi.


Akhsan tak menjawab, dia langsung mengambil posisi semakin mendekati Kairi, merangkul nya dan langsung mengarahkan ponsel nya ke arah mereka berdua.


" ayo senyum " pinta Akhsan.


Wajah Kairi langsung berbinar, dia tersenyum begitu lebar dan mengambil beberapa pose untuk berfoto dengan Akhsan. Semua pose keduanya lakukan bahkan Kecupan di kening di pipi Kairi oleh Akhsan berikan semua itu demi kebahagiaan sang istri tercinta yang kini tengah merajuk.


" sudah? " tanya Akhsan setelah berhasil mengambil begitu banyak foto mereka berdua.


Kairi mengangguk dan tersenyum puas, dia mengambil ponsel nya dan melihat semua hasil jepretan tangan Akhsan yang sangat kaku. " sudah, makasih Mas. Muachhh... " satu kecupan di pipi Kairi berikan untuk Akhsan.


Akhsan mengusap puncak kepala Kairi seperti bocah, Akhsan tersenyum senang akhirnya bisa melihat Kairi tersenyum lagi. Akhsan pun kembali melajukan mobilnya ini sudah sangat siang mereka pasti akan terlambat jika berlama-lama di sana.


🌾🌾🌾🌾🌾


Kehamilan yang sudah mulai membuncit membuat Akhsan benar-benar harus ekstra untuk menjadi suami siaga, bahkan Akhsan lebih sering menggendong Kairi begitu saja saat akan menaiki tangga.


" Kairi! " teriak seseorang membuat Kairi dan Akhsan langsung menoleh secara bersamaan.


Senyum Kairi merekah melihat siapa yang telah datang dan berjalan ke arahnya yang tentunya juga di antar oleh suaminya, Nara.


Nara langsung memeluk Kairi, pelukan persahabatan yang selalu mereka curahkan saat mereka bertemu.


" kamu nggak mau memeluk ku juga " gurau Marco pada Akhsan.


" aku masih normal " jawab Akhsan.


" kamu pikir mereka juga tidak normal, mereka juga normal " jawab Marco. " sini"


Marco langsung memberikan pelukan hangat pada Akhsan, dan Akhsan pun akhirnya menerima nya meskipun awalnya dia menolak.

__ADS_1


Marco dan Akhsan saling melepaskan pelukan, Akhsan mundur satu langkah, namun di saat dia mundur di saat itu juga ada gadis yang tengah berlari di belakang nya, lari yang sudah lurus dan dengan lancar harus terganggu karena Akhsan yang tiba-tiba mundur.


Brukk....


Gadis itu terhuyung namun dia tidak jatuh hanya buku-buku bawaannya saja yang jatuh berserakan di lantai. Gaduh itu melongo dia sedang buru-buru dan sekarang semuanya telah berantakan.


Sontak Akhsan langsung berbalik dia melihat gadis itu yang masih menatap semua bukunya tanpa berkedip.


" maaf, maaf saya tidak sengaja " ucap Akhsan.


Akhsan langsung berjongkok, memunguti satu persatu buku yang berserakan. Gadis itu pun sama dia melakukan hal yang sama.


" saya yang minta maaf, saya sedang buru-buru jadi tidak melihat " ucapnya.


Kairi dan Nara yang meliputi itu langsung ikutan membantu begitu juga dengan Marco mereka saling baju membahu untuk mengambil buku-buku itu yang begitu banyak, entah buku apa saja yang gadis itu bawa hingga begitu banyak sekali.


Kairi berdiri begitu pula dengan lain nya, semua buku buku Kairi kumpulkan lalu dia sendiri yang memberikannya kepada gadis itu. " maafkan suami saya ya mbak, suami saya benar-benar tidak sengaja " ucap Kairi.


Gadis itu melirik, memberanikan diri untuk melihat wajah Akhsan yang tersenyum penuh dengan penyesalan. Akhsan mengangguk dia membenarkan apa yang Kairi katakan pada gadis itu.


" bukannya Mas ini... Mas yang tadi di penjual bubur ayam? ternyata dia sudah mempunyai istri, istri nya juga cantik " batinnya.


" Iya mbak, saya juga minta maaf saya yang berjalan tidak lihat-lihat " ucapnya.


" bukannya dia Ka- Kamila yang tadi? " batin Akhsan yang mengingat betul siapa gadis yang ada di hadapan nya itu.


" Saya permisi, Mbak, Mas. Saya sedang buru-buru " ucap gadis itu dan kembali berlari, sepertinya dia benar-benar tengah buru-buru sekarang.


Kairi mendekati Akhsan memeriksa keadaan Akhsan, mungkin ada luka atau apa yang di alami oleh suaminya. " Mas tidak apa-apa kan? " tanya Kairi khawatir.


" aku tidak apa-apa, Kairi. Sudahlah, sekarang kita harus segera ke kelas. " ajak Akhsan.


" Hem... " jawab Kairi singkat.


Mereka semua menuju ke kelas begitu juga dengan Marco yang masih ingin mengantarkan Nara sampai ke kelas, memastikan keselamatan wanitanya.


Marco dan Akhsan baru pergi setelah mereka sampai di kelas istri mereka, Akhsan pergi ke ruang nya sebelum mengajar, sedangkan Marco dia pergi ke kantor nya.

__ADS_1


🌾🌾🌾🌾🌾🌾


__ADS_2