
_____
Happy Reading...
__________________
Ulangan dan ulangan sudah mulai Fatma jalani, apalagi dia sudah kelas 12 yang sebentar lagi akan ujian, ya meskipun masih ada beberapa bulan tapi persiapan harus di mulai dari sejak awal.
Setiap malam Ikhsan terus mengembleng Fatma untuk terus belajar dan belajar. Tak ada malam tanpa belajar dan tak ada malam tanpa ada tugas dari Ikhsan yang begitu banyak dan menumpuk.
Lelah seharian membantu bebenah di rumah Akhsan, malam nya Ikhsan masih tetap memberikan soal yang banyak.
Fatma tak boleh istirahat sebelum dia berhasil menyelesaikannya, apalagi karena Fatma suka sering bermain ponsel hingga Ikhsan terpaksa menyita ponsel nya saat sedang belajar.
Ikhsan menunggu di sebelahnya Fatma, dia terus memberikan arahan saat Fatma tak mengetahui dengan benar cara menyelesaikan tugasnya.
Otak Fatma memang tak seencer milik Ikhsan tapi juga tidak buruk-buruk amat sih, hanya butuh di asah setiap hari dia bisa seperti Ikhsan.
" Mas, aku sudah lelah. Aku juga udah ngantuk. " Keluh Fatma yang matanya sudah benar-benar merah.
Rasanya sudah tak kuat Fatma untuk tetap membuka matanya, mata yang sudah memaksa untuk terpejam membuat otaknya pun tak bisa fokus.
" Sedikit lagi Fatma, tuh tinggal satu lagi. " Jawab Ikhsan yang begitu kekeuh.
" Tapi Mas. " Fatma merengut dia benar-benar kelelahan kali ini.
" Ayo kerjakan, tinggal satu saja. Lagian kamu juga tadi bilang mau ngasih jatah jadi kamu nggak boleh tidur dulu." Protes Ikhsan.
" Jangankan untuk memberi Mas jatah, ngerjain satu soal saja sudah nggak ku... a.. t... " Kepala Fatma terjatuh di atas meja, matanya sudah tertutup sempurna sepertinya dia benar-benar sudah tidur menjemput mimpi indahnya.
__ADS_1
Ikhsan menganga tak percaya. Bagaimana bisa Fatma tidur begitu mudah, bahkan dalam keadaan duduk.
" Puasa lagi deh. " Keluh Ikhsan yang pasrah.
Ikhsan hanya bisa merutuki dirinya sendiri, seandainya dia tak memberikan soal yang begitu banyak pada Fatma mungkin dia bisa berbuka puasa malam ini, dan menghilangkan rasa dahaga nya yang mengeringkan segalanya.
ikhsan berdiri dan langsung menggendong Fatma ala bridal, Ikhsan melangkah dan menidurkan Fatma ke kasur, menyelimutinya, mencium kening Fatma, dan membacakan doa dan meniupkan nya ke wajah Fatma, entah doa apa yang dia lantunkan kali ini.
Ikhsan kembali ke tempat dimana Fatma belajar tadi, membereskan buku-buku yang masih berserakan di atas meja. Yakin semuanya sudah beres dan rapi Ikhsan menyusul Fatma, membaringkan tubuhnya, memeluk Fatma dan juga hendak menjemput mimpi yang sama seperti Fatma.
" Maafkan aku, istri ku. " Ucapnya, sekali lagi dia memberikan kecupan di pipi Fatma sebelum dia benar-benar tidur.
____
Akhsan mulai membuka mata, menggagapi kasur di sebelahnya yang semalam ada istrinya di sana. Akhsan langsung terperanjat saat tangannya tak mendapati Kairi di sana. Dia menoleh sekedar memastikan namun tetap saja kosong.
Akhsan mengetuk kamar mandi, mungkin Kairi ada di sana, namun setelah beberapa saat di mengetuk dan memanggilnya sama sekali tak ada jawaban.
" Kairi dimana?. " Akhsan berjalan menuju pintu kamar, dia hendak keluar, mungkin ada hal yang di lakukan oleh Kairi di luar.
" Kairi, Kairi sayang!. " Teriak Akhsan dengan langkah yang bergegas.
Hidung Akhsan mengendus bau sedap dari arah dapur, mungkinkah Kairi ada di sana? akhsan pun langsung bergerak cepat, memastikan sang istri dan seandainya benar-benar di sana apa yang dia lakukan.
Akhsan bernafas lega saat dia sudah masuk dan mendapati Kairi di sana. Akhsan mengernyit karena Kairi tengah serius dengan sebuah masakan. Akhsan pun mendekat.
" Kairi, kamu lagu ngapain?. " tanya Akhsan dan berhasil mengejutkan Kairi yang seketika langsung menoleh ke arahnya.
" Mas, kenapa Mas bangun?." Bukannya menjawab Kairi malah melemparkan tanya untuk Akhsan.
__ADS_1
" Mas mencari kamu, Sayang. Sekarang apa yang kamu lakukan? Ini masih terlalu dini hari untuk memasak, ini masih masuk waktu untuk istirahat. " ucap Akhsan.
Kairi meringis, memang ini masih sangat pagi tapi perut Kairi lah yang tengah mengadakan demo besar-besaran untuk minta makan.
" Aku lapar. " ucapnya.
" Astaghfirullah, kenapa nggak bangunin Mas, sih? Kan bisa Mas yang memasak. " pekik Akhsan.
" Mas boboknya nyenyak banget, aku nggak tega bangunin nya. Mas pasti sangat lelah. " jawab Kairi.
" Ya sudah, sini biar Mas yang lanjutin, sekarang kamu duduk saja dan tunggu hingga masakannya matang." tanpa mendapat persetujuan Kairi lebih dahulu Akhsan langsung mengambil alih, dan meminta Kairi untuk duduk. " Kamu duduk saja. " pinta Akhsan.
Kairi mengangguk dia mengikuti perintah Akhsan begitu saja. Kairi duduk menunggu di meja makan, saking antusiasnya untuk makan dia sudah mengambil sendok dan juga garpu dia terus memeranginya dan sesekali dia menoleh ke arah Akhsan yang begitu fokus.
Beberapa saat menunggu akhirnya makanan siap untuk di hidangkan, setelah menaruhnya di piring berwarna putih Akhsan membawanya ke tempat Kairi.
" Kairi sayang, nih su.. dah.. " ucapan Akhsan melirih di akhir setelah dia melihat Kairi yang tangan nya bersedekap di atas meja, menaruh wajahnya di sana mata yang tertutup.
" Lah, dia tidur. " Akhsan menaruh piring itu ke atas meja di depan Kairi berada, dia mencoba membangunkan Kairi namun sama sekali tak ada reaksi.
Akhirnya Akhsan mengambil garpu dan sendok yang ada di tangan Kairi dan mengembalikannya di tempat semula, Akhsan menutup makanan tadi dengan tudung saji lalu dia mengangkat Kairi dan membawanya ke kamar.
Akhsan merebahkan tubuh Kairi dengan sangat pelan, dia menyelimutinya, membelai sejenak pipi Kairi dan langsung pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat malam.
______
Bersambung...
___________
__ADS_1