Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
166.Pemakaman


__ADS_3

___________


Kirim bunga duka untuk Opa Fahmi...


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


_____________


Duka cita di alami semua penghuni pesantren, bukan hanya keluarga inti saja namun semuanya pun ikut berduka. Tak sedikit yang ikut mengeluarkan air mata mereka, kepergian Fahmi sudah seperti kepergian orang tua bagi semuanya.


Satu persatu semau keluarga datang, dan juga para pelayat pun juga mulai menghadiri tempat itu serata untuk mengantarkan Fahmi ke peristirahatannya yang terakhir.


Airin, David dan juga Shelvia pun susah datang sejak semalam, mereka langsung di hubungi dan di kabari oleh Akhsan. Mata Airin terlihat sangat bengkak karena dia terus menangis, dia sangat kehilangan Abi nya.


Begitu pula dengan Shelvia, dia terus menangis seorang diri di kamar Aisyah, tangannya terus memegangi ponsel berniat untuk menghubungi Aisyah namun sekalian dia tak bisa menghubungi nya, bahkan Faisal pun tak bisa dia hubungi. Keduanya terasa hilang tak ada kabar sama sekali membuat Shelvia dan keluarga merasa frustasi.


Fatma pun juga sudah datang sejak semalam juga, Ikhsan mengirim orang untuk menjemput Fatma dan menyuruh asisten rumah tangga nya untuk membangunkan nya.


Airin, Keisha, Fatma dan juga Kairi mereka berkumpul di kamar Tasya untuk menghibur Tasya yang terus menangis, bahkan beberapa kali Tasya sempat jatuh pingsan.


" Abi... " ucap Tasya begitu lirih, Tasya terus terbaring di kasur nya dengan tak ada tenaga sama sekali, dia sangat lemah, kepergian Fahmi terasa membawa semua kekuatan dari Tasya.


" Sudah Bunda, Bunda harus ikhlas " ucap Airin terus memijat lengan Tasya.


" Abi.. Aku mau ikut dengan Abi " ucap Tasya dan kembali mengeluarkan air mata nya.


Air mata pun kembali keluar dari semuanya, sepertinya usaha mereka semua telah gagal dan sama sekali tak berpengaruh pada Tasya. Bahkan sekarang derita Tasya terasa semakin besar.


Sementara di luar pintu, Joe tengah berdiri di sana, air mata nya keluar melihat wanita yang sangat dia sayang itu bersedih, Joe tak ada kekuatan sekedar untuk mendekati Tasya apalagi menghibur nya. Seumur-umur Joe kenal dengan Tasya baru kali ini dia melihat seorang Tasya benar-benar taj berdaya dan seperti kehilangan seluruh hidupnya.


" maafkan kakak, Put. Kakak nggak bisa berbuat apapun, kakak menyesal karena ini. Tapi kakak mohon, jangan terus bersedih seperti ini kamu harus bisa ikhlas. " gumam nya dan terus menatap Tasya.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Hari yang kebetulan hari Jum'at membuat semua orang buru-buru untuk mengurus pemakaman Fahmi, pemakaman harus di lakukan sebelum sholat jumat berlangsung.

__ADS_1


Runtutan acara telah di lakukan dari memandikan jenazah, menyolatkan semua telah di lakukan. Dan upacara pelepasan pun kini tengah berlangsung.


Semua keluarga, saudara, ustadz, santri semuanya berkumpul di lapangan untuk mengantarkan Fahmi. Ustadz sekaligus orang tua teladan untuk mereka semuanya.


Hanya dua orang saja yang tidak ada di sana, Aisyah dan juga Faisal. Semua menyesalkan itu, namun entah kenapa keduanya sama sekali tak bisa di hubungi. Bahkan Marco dan juga Farel pun hadir dan ikut berduka di sana.


Tasya yang tak mampu berdiri dan tetap kekeuh ingin mengantarkan Fahmi kini harus duduk di kursi roda dan ada Airin yang bergantian dengan Keisha yang mendorong nya.


Dan satu lagi yang juga akan selalu hadir dan juga sangat berduka, Adiba dan juga Fikri sekaligus anak gadis nya Meyka.


Peti yang terdapat Fahmi sudah berada di dalam mobil jenazah, Tasya tak ingin lepas sama sekali dari Fahmi dia ikut dan duduk menemani Fahmi di dalam mobil jenazah. Tasya terus menatap kosong peti yang tertutup dengan kain berwarna hijau dan terdapat bunga-bunga yang ada di sana.


Tasya membungkukkan tubuh nya memeluk peti itu dengan kesedihan yang sangat dalam. Namun sama sekali tak ada kata-kata yang keluar dari mulut Tasya, hanya air mata nya yang sekali akan lolos begitu saja tanpa permisi.


Selain Tasya ada juga Akhsan dan Ikhsan yang ada di sana, mereka tak ingin meninggalkan Tasya sendiri mereka ingin menghibur nya meskipun itu tak akan mudah untuk mereka lakukan.


Kehilangan orang yang kita cintai memang sangat berat bahkan kekuatan kita terasa ikut pergi dengan nya. Begini juga dengan Tasya.


" sudah Oma, Oma harus ikhlas " ucap Akhsan mengelus punggung Tasya.


Akhsan dan Ikhsan saling bertatapan mereka bingung harus berbuat apa, memang mereka berdua berduka tapi duka dari Oma nya pastilah sangat besar di banding dengan mereka berdua.


Iring-iringan mobil telah berhenti di pemakaman umum, satu persatu semuanya turun. Semua saling berebut ingin membawa peti dari Fahmi, bahkan mereka saling berdesak-desakan.


Tangis Tasya semakin pecah saat dia melihat Fahmi di masukan ke dalam liang. Tasya terus-menerus memanggil nama Fahmi saat itu, membuat semuanya merasa iba, mereka kembali bersedih dan menangis.


Meskipun berkali-kali mereka di ingatkan untuk tidak menangis namun itu terasa tak di indahkan sana sekali, semuanya kembali menangis mengiringi sedikit demi sedikit jenazah Fahmi tertutup oleh kayu dan berakhir dengan tanah.


Tasya tak mampu lagi menanggung derita itu, dan kini Tasya kembali jatuh pingsan di depan makan Fahmi yang belum sempurna tertutup oleh tanah.


Akhsan dan Ikhsan buru-buru membawa Tasya kedalam mobil dan ingin membawa pulang, mungkin itu akan menjadi pilihan terbaik untuk sekarang.


Proses pemakaman pun berjalan dengan sangat lancar, tak ada rintangan sama sekali.


Gundukan tanah merah sudah ada di depan mata, bunga mawar pun sudah memenuhi tanah itu bahkan tanahnya sama sekali tak terlihat.

__ADS_1


Satu persatu semua meninggalkan tempat itu, meninggalkan Fahmi yang yang sudah ada di dalam liang seorang diri.


______


Sesampainya di rumah Akhsan dan Ikhsan segera membawa Tasya ke kamar nya, menggendongnya dan berakhir membaringkan Tasya dengan perlahan di atas ranjang.


Akhsan dan Ikhsan duduk di sebelah Tasya, memijat lengan Tasya secara bersamaan.


" Bang.. "panggil Ikhsan seketika membuat Akhsan menoleh ke arahnya.


" ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan itu, Ikhsan. Kalau sampai Oma mendengar nya, nanti akan membuat nya semakin sedih " jawab Akhsan yang tau dengan apa yang Ikhsan pikirkan.


" Hmm... baiklah " jawab Ikhsan pasrah.


Mungkin Akhsan benar ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan semuanya, apalagi membicarakan tentang jalan selanjutnya yang ingin meraka ambil.


" Hm.. " Akhsan hanya berdehem sembari mengangguk dengan pelan.


🌾🌾🌾🌾🌾


Rico melajukan motornya dengan pelan, entah kenapa Rico sangat malas saat ini apalagi untuk pergi ke sekolah, dan sekarang akhirnya dia bolos begitu saja.


Akkk...


Motor Rico di belokan dengan paksa saat dia hampir saja menabrak seseorang yang tengah menyebrang.


Brukkk...


" Aww! " teriak Rico yang sangat kesakitan.


Jalan yang sepi membuat Rico harus berjuang seorang diri untuk berdiri dan kembali membuat motornya berdiri.


Setelah berhasil berdiri Rico mencari orang yang hampir dia tabrak tadi, Rico panik namun ternyata orang itu berdiri dengan tenang di hadapan nya dan tengah tersenyum padanya.


" Tuan Fahmi!! kenapa tuan Fahmi di sini? "

__ADS_1


🌾🌾🌾🌾🌾🌾


__ADS_2