Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
138.Keinginan sederhana


__ADS_3

" Mas, hari ini kamu adi acara tidak,?" tanya Kairi sembari menaruh segelas teh panas ke depan suaminya yang tengah fokus membereskan semua berkas yang akan dia bawa ke kantor.


Akhsan menoleh, mengembangkan senyum menatap Kairi yang sudah duduk di samping nya.


" ada sih tapi tidak terlalu penting juga, emang kenapa.? " tanya balik Akhsan.


" Hm..? hari ini waktunya chek up. Apa Mas bisa nganterin Kairi.? "


Akhsan menganggukkan kepalanya pelan menggeser duduknya semakin mendekati Kairi.


" bisa, apa sih yang enggak buat istri ku dan juga calon anak kita " jawab Akhsan sembari mengelus perut Kairi.


" makasih ya, Mas. " ucap Kairi begitu bahagia dan ditambah mendapatkan rangkulan hangat dari suaminya, membuat Kairi merasa semakin beruntung dan juga sempurna.


" Hm. " Akhsan mengangguk lalu menaruh dagunya di atas kepala Kairi. " semoga saja semuanya dalam keadaan baik-baik saja "


" Amin,, " jawab Kairi, mendongak ke wajah Akhsan dan tersenyum manis.


" kenapa.? "tanya Akhsan bingung. " apa ada yang aneh, "


" tidak.!


" terus.? "


" nggak ada. "


" Bohong, " jawab Akhsan tak percaya.


" beneran Mas, nggak ada. hanya saja..?


" Hm.?


"'Mas terlihat sangat tampan hari ini. " ucap Kairi dengan wajah nya sendiri yang terlihat merona setelah memuji suaminya.


" benarkah, tapi apa sebelumnya aku tidak tampan.?! " tanya Akhsan dengan sedikit kecewa.


" hahaha,, bukan begitu Mas. Mas selalu tampan bagi Kairi, dulu sekarang dan selamanya. " jawab Kairi.


" benarkah.?


" iya dong. masak Mas nggak percaya."


" Oh..


" oh apa.?


" percaya. "


Akhsan kembali merangkul Kairi menarik kepala Kairi dan membawa nya untuk bersandar di dadanya yang bidang.


" tetaplah seperti ini. tetaplah bahagia "'ucap Akhsan penuh harap.

__ADS_1


"'Hm"'


🌾🌾🌾🌾🌾


" Ya elah nih anak, gara-gara libur sekolah jadi malas banget. Fatma bangun, ini udah siang. " seru Ikhsan menggoyangkan tubuh Fatma yang masih setia menutup matanya.


sebenarnya Fatma sudah bangun waktu salat subuh namun dia kembali tidur dengan alasan mumpung libur sekolah, kapan lagi dia bisa bersantai seperti hari ini.


" Bentar mas, Fatma masih ngantuk." jawab Fatma yang masih enggan untuk membuka matanya dan malah kembali memeluk guling nya dan juga kembali menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


Ikhsan menggelengkan kepala dengan kasar namun dia tetap tidak mau kalah dan terus membangunkan Fatma karena waktu sudah menandakan pukul 07:00.


" Fatma ayo bangun kalau tidak akan aku buat kamu tidak bisa bangun seharian." ancam Ikhsan.


Fatma terperanjat dan duduk dengan tiba-tiba setelah mendengar ancaman dari suaminya dia tidak mau apa yang dikatakan suaminya akan menjadi nyata karena siang nanti dia akan ada acara dengan teman sekelasnya untuk merayakan kenaikan kelas mereka.


" tidak tidak..!! Fatma tidak mau seharian tidur terus karena perbuatan Mas. Fatma kan sudah janji mau jalan-jalan dengan teman-teman, bisa-bisa gagal nanti Kalau Mas beneran melakukan itu. Lagian Mas ini tidak ada bosan-bosannya minta terus apa semalam masih kurang.? bahkan punggungku saja masih sakit gara-gara Mas." protes Fatma.


Melihat Fatma cemberut sembari melayangkan protes kepadanya Ikhsan malah tersenyum geli dan merasa sangat bahagia karena dia merasa puas.


Fatma semakin kesal saat menoleh dan mendapati suaminya setelah tersenyum seakan-akan tengah mengejeknya nya.


" Kenapa senyum.! Mas senang ya lihat aku kesakitan begini, Ishh... dasar.. "


Fatma menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya dan beranjak dengan cepat, turun dari ranjang melewati depan suaminya yang duduk dengan wajah yang masih berbinar.


Dengan cepat Ikhsan menangkap pergelangan tangan Fatma, menariknya hingga Fatma terjatuh di pangkuan nya. Ikhsan melingkarkan kedua tangan nya di pinggang Fatma yang jelas biar Fatma tak kabur dari sana.


" mau Mas apasih.? "


" pagi-pagi udah sensi amat nih istri ku. kenapa, kurang jatah.? atau.... " perkataan Ikhsan terhenti karena Fatma menyela nya dengan cepat.


" bukan kurang apapun.!! " jawab Fatma ketus.


" Terus.? "


" bukan apa-apa. "


" oh gitu ya.? "


Senyum jail keluar dari bibir Ikhsan membuat Fatma mengerutkan dahinya. " mau ngapain.? " tanya Fatma namun dengan ketus.


Dengan tak mengurangi senyumnya Ikhsan melancarkan aksinya menggeliti pinggang Fatma dengan cepat, sontak membuat Fatma tertawa terpingkal karena tak bisa menahan rasa geli nya.


" Mas,, hentikan.!! hahaha,,!! " Fatma terus tertawa dan Ikhsan pun tak ketinggalan juga ikutan ketawa melihat Istrinya terus meliuk-liuk seperti cacing kepanasan. " Mas,,!!


" hayo, marah aja terus. kalau mau dapat ajian cacing mogel dari tangan ku. hahaha,, " tawa Ikhsan puas memberikan ajian pada Fatma yang di sebut ajian cacing mogel.


" hahaha,, iya iya,,, maaf maaf. hahaha. " jawab Fatma menyerah.


Ikhsan menghentikan aksi nya setelah Fatma meminta maaf dan mengaku menyerah.

__ADS_1


Ikhsan begitu tertarik saat melihat bibir Fatma yang berwarna merah muda itu dan juga wajah nya yang nampak merona saat mereka berdua saling bersi tatap.


Ikhsan mendekatkan wajah nya ingin sekali menjangkau bibir istri nya yang tepat di depannya apalagi posisi nya sangat menguntungkan untuk nya. Di tambah Fatma yang hanya diam seakan mempersilahkan untuk Ikhsan melakukan nya.


Hampir saja tertempel sempurna namun keadaan tak berpihak pada Ikhsan.


Hacihhh....


Fatma bersin pas di hadapan wajah Ikhsan. Ikhsan menutup mata nya karena air liur Fatma berhasil ikut mendarat di wajah Ikhsan.


" Astaghfirullahalazim,,, " seru Ikhsan.


" Ma-maaf,, aku tidak sengaja. semua ini di luar kendali ku. " ucap Fatma menyesal sembari kedua tangan nya menarik kedua telinga nya sendiri.


Ikhsan membuka matanya dan terkekeh melihat tingkah Fatma yang terlihat imut di matanya.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Di kamar sendiri Faisal tengah membereskan semua barang-barang nya, memasukkan nya ke dalam koper.


Faisal meraih foto keluarga yang ada di atas meja belajarnya, yang pertama kali dia lihat adalah foto Aisyah. Faisal begitu sedih, dulu Aisyah selalu mengatakan kalau dia yang akan menjadi orang pertama yang akan mengantarkan nya saat Faisal akan pergi menimba ilmu di negeri orang. tapi sekarang?


" pokoknya kalau Bang Faisal pergi ke Kairo aku yang harus mengantarkan Abang. dan sebelum itu pokoknya abang harus mengajakku jalan-jalan berkeliling kota dan makan es krim yang banyak " ucap Aisyah di kala itu.


Setetes butir bening keluar dari mata Faisal, dia tak jika kalau hal yang sepele itu tidak bisa dia wujudkan untuk adiknya.


" Seandainya kamu masih di sini, Dek. Abang akan membawa kemanapun kamu mau, dan memberikan semua es krim yang kamu minta " ucap Faisal yang menyesalkan akan semua itu.


" Dua hari lagi Abang harus pergi, jangan kan untuk jalan-jalan dan makan es krim bersama-sama bahkan kamu tak bisa mengantarkan Abang saat pergi. "


" jika waktu bisa di putar kembali, Abang ingin menghabiskan waktu Abang bersamamu. dan membuat mu bahagia. "


" Assalamu'alaikum,, "


Akhsan masuk ke dalam kamar Faisal, niatnya untuk membantu Faisal beres-beres supaya tak akan ada yang ketinggalan.


" Wa'alaikumsalam " jawab Faisal, sembari menoleh ke arah Akhsan yang berjalan masuk dan berhenti tepat di depannya.


Akhsan melihat pigura yang di bawa oleh Faisal dan mengambilnya. " kenapa,? tidak usah sedih semua akan baik-baik saja " ucap Akhsan.


" Faisal tau Bang, semua akan baik-baik saja. tapi tidak dengan Aisyah kan?, aku hanya sedih karena tak bisa mewujudkan permintaan nya yang sederhana sebelum aku pergi. "'jawab Faisal.


" Aisyah, sebenarnya kamu dimana? lihatlah penderitaan semua keluarga mu ini. apa kamu juga akan membuat Bang Faisal sedih seperti ini sampai di sana. " batin Akhsan.


Akhsan tersenyum kikuk dengan menatap Faisal, dia sama sekali tak bisa menjelaskan kalau Adiknya yang begitu disayang masih hidup, karena Akhsan sendiri sama sekali belum tau keberadaan Aisyah.


" berdoa saja yang sungguh-sungguh, semoga semua bisa terwujud " ucap Akhsan yang penuh teka-teki membuat Faisal mengerutkan dahi karena bingung. " sudah jangan di pikirkan." Imbuhnya.


" Hm, iya Bang. Aisyah sudah bahagia di sana, semoga kota bisa berkumpul lagi kepak di surga nya Allah " jawab Faisal.


🌾🌾🌾🌾🌾

__ADS_1


__ADS_2