Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
152.Fatma di culik


__ADS_3

Ikhsan berjalan dengan begitu semangat keluar dari perusahaan nya. Hari sudah sore dan dia harus menjemput Fatma dari Sekolah. " aku harus datang tepat waktu kalau tidak mungkin dia akan mengomel lagi nantinya" gumam Ikhsan seraya berlari dengan tangan yang sudah memegangi kunci mobilnya


" Seharusnya aku juga membelikan dia mobil dan menyuruh sopir untuk antar jemput dia, jadi aku nggak terus-menerus buru-buru begini. " ucapnya lagi.


Apa sih yang nggak bisa Ikhsan lakukan dan dia berikan pada Fatma? apapun pasti dia bisa hanya karena nggak ada niat nya saja untuk melakukan itu. jika mau, hanya seperti menjentikkan jari saja semuanya sudah tersedia. Tapi Ikhsan tidak mau kalau itu terjadi karena Ikhsan tak mau seperti tak ada perhatian lagu dengan Fatma tercinta nya.


Ikhsan sampai di parkiran mobilnya. Tapi baru saja dia mau membukanya ada seseorang yang datang dan memanggilnya. " Pak Ikhsan!! l" teriak orang itu.


Dengan cepat Ikhsan menoleh mengurungkan niatnya untuk membuka pintu mobilnya.Ikhsan mengernyit melihat siapa yang datang untuk apa orang itu datang? padahal tak ada janji temu dengan nya. " pak Younes? ada perlu apa dia kesini?" bingung Ikhsan.


" Sore pak Ikhsan. Maaf saya mengganggu. Saya hanya mau menyampaikan perihal kerja sama kita yang kemarin. Apakah kita bisa berbicara sebentar? " tanya Younes.


" ada maksud apalagi nih orang. Kenapa harus sekarang sih? aku bisa telat menjemput Fatma kalau begini. " batin Ikhsan.


Ikhsan mengangkat tangan nya melihat jam berapa sekarang. " maaf Pak Younes, untuk saat ini saya tidak bisa bicara dengan Anda. saya sedang ada keperluan jadi mohon maaf. Tapi jika anda tetap bersikeras, Anda bisa menemui Asisten saya dan mengatakan semua dengan nya. Maaf saya benar-benar harus pergi sekarang "Ikhsan hendak membuka pintu mobilnya lagi. Namun di hentikan oleh Younes lagi.


" Maaf Pak. Bukankah anda sudah berjanji, jika sewaktu-waktu ada pembicaraan tentang kerja sama saya atau Anda tak boleh menolak nya. Apakah Anda melupakan itu, Pak Ikhsan. " ucap Younes.


Ikhsan kembali membalikkan badan nya menatap datar Younes. " Saya tidak lupa Pak Younes. Tapi sepertinya anda yang lupa. Bukankah saya juga pernah bilang kalau kita akan bicara saat jam kerja saja? bukankah ini jam kerja sudah habis oak Younes? " jawab Ikhsan membalikkan kata.


" Sial. gagal rencana ku. Semoga saja orang-orang ku melakukan hal yang benar, semoga mereka tidak mengecewakan ku. " batin Younes.


Wajah kesal Younes langsung terbaca begitu saja dari pandangan Ikhsan. Ikhsan mengernyit sebenarnya ada apa ini? kenapa Younes terlihat sangat gelisah dan namun juga kesal saat Ikhsan menolaknya. Apakah mungkin??


" Maaf Pak Younes, Saya harus pergi saya sedang buru-buru, Maaf. " ucap Ikhsan tergesa-gesa.


Ikhsan membuka pintu mobilnya dengan cepat lalu menutup nya dengan keras hingga Younes terkejut. " Brakkk...


" Sial. aku gagal mengalihkan pak Ikhsan. "


Younes mengambil ponsel nya dari kantong celana menghubungi orang nya dengan cepat, ingin mengetahui apakah kerjaan mereka sudah beres atau belum.


" Gimana? sudah beres! "

__ADS_1


"maaf tuan. tapi ini jalan nya macet banget karena di depan ada kecelakaan. Jadi kamu belum bisa sampai di tempat tujuan"


" Dasar nggak berguna! apakah kalian tidak bisa pergi ke sana dengan cara lain! apa aku juga harus mengajari kalian lagi tentang caranya, Iya! " kesal Younes.


" ma-maaf tuan. Kami pastikan tidak akan gagal tuan. "


" Aku tak butuh janji kalian, aku hanyalah mau bukti dari kalian cepat kerjakan! atau kalian mau menjadi makan malam harimau ku nanti!? "


"tidak tuan, tidak. "


" Cepat kerjakan..!! cepat.! "


Younes menutup ponsel nya dengan sangat kesal. Sudah dia tebak mulai dari sekarang anak buahnya pasti akan gagal dalam misi nya. " sial sial..!! " seru Younes.


Younes berlari menuju mobilnya melajukan nya dengan cepat. Jika anak buah nya tidak bisa mengerjakan nya dengan benar setidaknya dia sendiri juga harus berusaha dan ikut turun tangan sendiri untuk keberhasilan nya.


🌾🌾🌾🌾🌾


Fatma duduk di depan sekolahan dengan wajah yang tertekuk. menunggu Ikhsan yang tak kunjung datang. berkali-kali Fatma melihat jam yang ada di tangan nya dan waktu pun terus berjalan.


Fatma menoleh, lalu tersenyum tipis kemudian menghapusnya lagi. " bukan siapa-siapa. hanya mau nyore aja di sini sebentar. Sebenarnya aku lagi nungguin ojek sih. udah dari tadi aku hubungi tapi belum datang juga. entahlah. " jawab Fatma sembari mengangkat kedua bahunya.


Mirna dan Santi mengangguk mengerti. " maaf ya Miss. kita harus pulang dulu sudah sore soalnya takut di tungguin ortu, " ucap Mirna.


" iya, aku juga harus pulang cepat haru ini karena ada tugas. maaf ya miss. Assalamu'alaikum.. " seru Santi.


" Wa'alaikumsalam." jawab Fatma.


" Dah, Miss.. " teriak keduanya sembari melambaikan tangan.


" hm.. " jawab Fatma singkat sembari melambaikan tangan juga


Tinggal Fatma seorang diri sekarang. Sekolah terlihat sangat sepi karena semua penghuni sudah pulang ke rumah masing-masing.

__ADS_1


Pandangan Fatma terus fokus ke arah jalan utama. Berharap akan secepatnya melihat mobil suaminya datang dengan cepat. Tak seperti biasanya Ikhsan selalu telat tapi entah kerjaan apa yang membuat Ikhsan sampai lupa waktu begini


Bukan mobil Ikhsan yang datang saat itu , mobil kijang berwarna hitam yang datang dan berhenti tepat di depan Fatma. Fatma tak curiga sama sekali bisa jadi itu adalah mobil yang kebetulan singgah saja di sana.


Fatma tetap duduk dengan santai, menunggu Suaminya datang untuk menjemputnya.


Dua laki-laki berpakaian hitam keluar dari mobil itu. mereka celingukan melihat sekitar, membuat Fatma juga mengikuti melihat seperti mereka " apa yang mereka cari? " bingung Fatma. " nggak ada siapapun? "


Melihat rak ada siapapun di sana dia orang itu langsung mendekati Fatma, dan tanpa kata-kata lagi mereka menarik tangan Fatma, memaksa nya untuk ikut mereka dan masuk ke dalam mobil mereka.


Fatma tak tinggal diam dia terus berontak dan terus berteriak-teriak meminta pertolongan. " lepas,! siapa kalian sebenarnya, lepasin!... Tolong... tolong... tolong... " teriak Fatma keras.


" diam! bisa diam atau aku berbuat kasar padamu! " ancamnya


Fatma tak perduli dengan ancaman mereka. dan terus berteriak-teriak minta tolong, Fatma tetap berharap akan ada yang datang meskipun keadaan tempat sekarang sudah sangat sepi " tolong... tolong... tolong... "


" masuk! " orang itu mendorong Fatma untuk masuk ke dalam mobil dengan kekuatan nya. Fatma ternyata tak mudah masuk begitu saja. " masuk,! "


" jangan mimpi! " Fatma terus berontak, berusaha melepaskan diri dari keduanya.


Bugh....


Lelah dengan keras nya Fatma orang itu memukul tengkuk Fatma hingga membuat nya langsung pingsan saat itu juga. " dia nggak akan mati kan? " tanya satunya takut.


" nggak! dia hanya akan pingsan beberapa saat saja. Cepat bawa dia masuk ke mobil. " jawab nya.


Di saat yang bersamaan Fatma di masukkan ke mobil, Rico yang ternyata juga piket tengah keluar dari gerbang dan sudah mengendarai motornya. " Miss Fatma.? mau di bawa kemana dia. Astaga seperti nya dia mau di culik " ucap Rico.


" Woi!!! lepasin dia! " teriak Rico.


Kedua orang yang melihat Rico semakin mempercepat memasukkan Fatma ke dalam mobil dan mereka masuk ke mobil lalu melajukan nya dengan cepat.


" sial.. Woii!! tunggu..!! " teriak Rico.

__ADS_1


Rico segera menyalahkan mesin nya mengejar mobil itu untuk menyelamatkan Fatma yang entah akan di bawa ke mana.


🌾🌾🌾🌾🌾


__ADS_2