Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
30.Gara-gara pak Menteri


__ADS_3

Berkali-kali Fatma menjetik-jentikkan bolpoin di atas meja. matanya menatap nanar semua soal yang di berikan oleh Ikhsan kali ini. ini sungguh sangat susah bahkan Fatma sama sekali tak mengetahui itu soal apaan.


Jari-jari di satu tangannya kadang berdiri kadang ia tekuk untuk menghitung soal matematika yang begitu sangat rumit. kalau menghitung uang mungkin Fatma akan sangat mudah dan mungkin akan cepat selesai tapi ini.? soal ini benar-benar menyiksa otaknya.


" ini gimana sih.? sejak kapan ada soal seperti ini.? pak Menteri kau sungguh tega membuat soal yang sesusah ini.otakku benar-benar tak sampai pak. seharusnya kau membuat soal yang sangat mudah yang bisa cepat aku pahami. " omel Fatma menyalahkan pak menteri.


" ini gimana sih.! astaga tintanya juga habis lagi. heyy bolpoin.!! loh sekongkol dengan pak menteri mau buat aku marah. mau buat darah tinggi ku naik. kau ini benar-benar nggak setia kawan. " omel Fatma dongkol.


Fatma menggeledah brangkas nya yang terbuat hanya dari kain saja yang sangat sederhana. mencari-cari bolpoin cadangan yang mungkin dia bawa. itu pun kalau ada. Fatma mengeluarkan semua isian nya namun nihil tak ada satupun bolpoin atau pensil yang nyangkut di sana.


Fatma mendengus kasar melihat semua bawaan nya yang hanya terdiri dari bermacam-macam permen dan juga coklat kepingan seperti biasa.


" astaga. aku nggak mencari kalian, kenapa kalian yang malah muncul. kalian mengejekku, hahh..!! bahkan para permen dan coklat pun menjadi sasaran kemarahan dari Fatma.


Fatma sungguh kesal dia membuka semua coklat yang berjumlah lima dan melahap nya sekaligus. dan setelah itu giliran permen-permen kecil yang menjadi sasaran berikut nya.


" rasain kalian, emang enak ngeledekin miss eror. " ya benar-benar eror gadis satu ini bahkan dia memarahi benda-benda yang tak bersalah.


karena terlalu pusing dengan soal-soal membuat Fatma benar-benar seperti orang gila karena terus menggerutu tak jelas.


" ya Tuhan, Fatma sangat lelah. lelah hati, lelah pikiran, lelah tenaga dan juga lelah perut Fatma, Fatma sangat lapar. " keluh Fatma pelan.


Fatma menaruh kepalanya di meja mencoba memejamkan matanya sejenak. mungkin setelah tidur sebentar otaknya akan berfikir dengan jernih dan bisa mengerjakan soal-soal dengan mudah seperti biasa.


dalam hitungan detik saja Fatma sudah melayang di dalam mimpinya. dengkuran halus terdengar di ruangan kerja Ikhsan yang tak ada siapapun di sana kecuali Fatma saja.


setengah jam berlalu namun Fatma belum juga membuka mata nya, dia benar-benar sangat kelelahan dan mungkin juga karena sangat kelaparan. mungkin orang lain tidak akan bisa tidur dalam keadaan lapar tapi tidak dengan Fatma dalam keadaan lapar dia akan mudah untuk bisa tertidur.


" Assalamu'alaikum.. "


pintu terbuka dari luar menampakkan wajah tampan Ikhsan yang juga terlihat sangat lelah. satu setengah jam Ikhsan harus melakukan meeting untuk perkembangan perusahaan nya. ya meskipun tetap berada di kantor itu namun Ikhsan tetap merasa sangat lelah.


Ikhsan melangkah masuk perlahan. heran karena tak mendapatkan jawaban dari Fatma Ikhsan pun mempercepat langkahnya dan berhenti di dekat Fatma berada.


Ikhsan menggaruk kepala nya yang tak gatal dia juga tersenyum geli melihat Fatma yang ternyata tengah pulas dalam tidur bahkan terdengar suara dengkuran kecil yang terdengar menggelitik di telinga Ikhsan.


hampir saja Ikhsan mau melangkah menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya Ikhsan kembali berhenti karena mendengar Fatma mengigau menyalahkan pak menteri akan soal yang Ikhsan buat.


" pak menteri ini salah mu. kenapa kau membuat soal yang begitu rumit. jangan salahkan Fatma kalau Fatma tidak bisa mengerjakan nya, ya. " ucap Fatma mengigau.


Ikhsan tersenyum geli mendengar itu. bukan hanya suka mendengkur ternyata Fatma juga suka mengigau juga. " Hm gadis ini sungguh membuat ku geli. "


tok tok tok


terdengar suara ketukan pintu, dan Ikhsan pun secepatnya menghampiri nya.


" Assalamu'alaikum pak. ini makanan yang Anda pesan. " ucap Anton lirih.


" Wa'alaikumsalam. makasih anton. sekarang pergilah. " ucap Ikhsan.


Ikhsan kembali masuk dengan membawa makanan yang tadi di bawakan oleh Anton. Ikhsan menaruhnya di meja dan memilih untuk ke kamar mandi terlebih dahulu sebelum membangun kan Fatma untuk makan.


sebenarnya Ikhsan merasa kasihan melihat Fatma hanya tidur dalam keadaan duduk tapi mau bagaimana lagi, jika di pindah nanti Fatma akan lebih lama untuk bangun.


setelah keluar dari kamar mandi, ikhsan yang hanya mengenakan kemeja saja tanpa ada embel-embel dasi dan jas berjalan mendekati makanan tadi dan membuka nya.


Ikhsan akan sangat susah membangun kan Fatma. namun tidak dengan menggunakan makanan, meskipun dalam keadaan tidur hidung Fatma akan tetap hidup dan akan bisa mengetahui kalau ada makanan yang enak di depan nya.


ayam goreng di tangan Ikhsan. dengan iseng Ikhsan mendekatkan nya pada hidung Fatma dan benar saja, baru saja beberapa detik hidung Fatma dapat mengendus nya dengan cepat.

__ADS_1


hidung Fatma terus mengendus bau sedap dari ayam goreng yang di bawa Ikhsan mulut nya tak mau kalah terus bermain di iringan dengan hidung nya. kepalanya semakin terangkat ke atas mendekati ayam goreng yang semakin naik keatas karena perbuatan Ikhsan.


"apa ini. huff hufff.. sedap sekali apa ini. " gumam Fatma masih dengan mata tertutup.


Fatma berdiri mengikuti permainan Ikhsan dengan ayam goreng ditangan nya. Fatma pun ikut berjalan mengikuti kemana bau sedap itu pergi. " hey tunggu aku.!! ucap Fatma sedikit teriak.


Ikhsan sungguh senang melakukan itu. lelahnya terasa hilang dengan terus mengerjai Fatma yang tak kunjung membuka matanya.


"dasar kerbau. tak ku sangka gadis yang cantik ini ternyata bisa berbuat konyol juga. " gumam Ikhsan dengan terus tertawa pelan.


di saat terus asyik mempermainkan Fatma. tak sengaja kaki Fatma nyangkut di kaki satunya dan mengakibatkan Fatma terjatuh dan menindih Ikhsan begitu saja.


" Awassss.!!


brukk....


mereka berdua terjatuh dengan Ikhsan di bawah dan Fatma di atas nya.dan bagaimana dengan nasib ayam goreng yang berada di tangan Ikhsan.?


Ayam goreng nya pun selamat dan pas masuk di mulut mereka berdua saat keduanya sama-sama membuka mulutnya saat terjatuh.


mata Fatma langsung melotot baru saja terbuka langsung terkejut karena di depan matanya ada mata Ikhsan yang sama-sama melotot lebar dan juga ayam goreng yang menjadi jarak di tengah-tengah mulut mereka berdua.


seandainya tak ada ayam goreng melintang di mulut mereka, tentunya.? kalian pasti tau kan apa yang akan terjadi.


Deg Deg Deg..


jantung mereka berdua saling berpacu dengan kekuatan penuh. terasa ada aliran listrik yang membuat jantung mereka keduanya berdetak dengan bersamaan.


" Akkk...!! teriak Fatma dan loncat dari tubuh Ikhsan yang sakit dua kali lipat. pertama karena terbentur lantai dan kedua karena tertindih tubuh Fatma yang kecil.


Fatma langsung berwajah panik tangan nya menghapus rasa sedap karena ayam goreng di bibir nya. " Astaga, apa yang aku lakukan.? bingung Fatma.


" Ba- bapak ngapain.!! a-aku nggak ngapa-ngapain bapak kan. " ucap Fatma panik.


" kau hampir membunuh ku Fatma." jawab Ikhsan pelan.


" ma-mana bisa. bukannya Fatma tadi tidur ja-jadi bagaimana bisa. " elak Fatma berusaha membela diri. " nggak mungkin aku sebahaya itu kan kalau lagi tidur. aku nggak mungkin akan menjadi narapidana kan.? tanya Fatma pada dirinya sendiri.


Ikhsan berdiri dan membuang tulang ayam di tong sampah. " duduk lah. kamu pasti lapar kan, ayo makan.! pinta Ikhsan.


bukannya mengindahkan kata-kata Ikhsan Fatma masih terus dalam kepanikan nya


bahkan tubuhnya sekarang gemetar akan kata Ikhsan yang katanya hampir membunuh nya.


" apakah aku akan masuk penjara. ya Tuhan aku nggak mau jadi narapidana. Tuhan tolong aku. " ucap Fatma gemetar.


Ikhsan menatap Fatma rasanya sungguh ingin Ikhsan cubit tuh pipi Fatma yang memerah karena ketakutan. dan ingin juga mencium bibir Fatma yang terus gemetar dengan hebat.


" Fatma. ayo duduk kalau tidak akan ada polisi yang akan menangkap mu. " ancam Ikhsan.


Fatma terhenyak dari lamunan nya dan langsung lari untuk duduk menuruti perkataan Ikhsan takut sampai beneran ada polisi yang datang. " jangan jangan, jangan panggil polisi Fatma nggak mau jadi narapidana. "


akhirnya Ikhsan bisa juga membuat Fatma menurut pada nya. senyum kemenangan mengembang sempurna di bibir Ikhsan.


Ikhsan dan Fatma pun makan bersama dengan lauk ayam goreng yang Ikhsan pesan tadi.


" Ahh.. kenyang juga. " Fatma mengelus perut nya yang sudah sangat penuh. ternyata benar selama bersama Ikhsan Fatma tak pernah merasa kelaparan sedikitpun bahkan Fatma selalu makan makanan enak yang belum pernah Fatma rasakan.


acara belajar harus berlanjut sebelum mereka pulang. semua soal harus bisa di pahami oleh Fatma dan sekarang ada Ikhsan yang akan membantu Fatma mengerjakan semuanya yang Fatma tidak pahami.

__ADS_1


" gimana sudah selesai.? tanya Ikhsan memeriksa buku Fatma yang berserakan di meja.


Fatma meringis. bagaimana bisa selesai, Fatma saja tak memahami soal nya sama sekali. dan juga bolpoin nya tak bisa di ajak berteman dengan baik.


" belum pak. otak Fatma tadi tumpul harus di asah dulu biar tajam. lagian soalnya susah benget pak. semua ini pasti gara-gara pak menteri buat soal bikin nyusahin saja " omel Fatma.


" hahaha.. kamu bisa aja. jangan salahkan pak menteri karena yang buat soal adalah saya. kalau mau salahkan, salahkan saya. " terang Ikhsan.


" beneran.! ihh bapak ini keterlaluan ya. tau Fatma bodoh bikin Soal yang bikin nyiksa begini. "


" sekarang mana yang tidak kamu ketahui.? tanya Ikhsan serius.


" yang ini ini dan ini pak. " jawab Fatma menunjuk satu persatu soal yang sangat susah untuk nya.


" oke. sini biar saya jelaskan. " dengan telaten Ikhsan mulai menjelaskan pada Fatma. dan Fatma hanya manggut-manggut tanda mengerti.


mata Fatma tak henti-hentinya menatap wajah Ikhsan yang ternyata sangat tampan. putih mulus tak ada noda sekecil pun sungguh sempurna sudah.


tak mendengar suara Fatma lagi Ikhsan melihat Fatma yang ternyata tengah menatap nya dengan penuh kekaguman. Ikhsan menggeleng dan tersenyum.


" tampan sekali ternyata. " gumam Fatma tak sadar.


" Tukk...


Ikhsan memukul kening Fatma menggunakan bolpoin yang ia bawa seketika membuat Fatma mengeluh sakit.


" Awww..., "


" saya tau, saya tampan tapi nggak usah sampai ngiler segala." ucap Ikhsan.


" Yeee,!! PD sekali Anda. siapa juga yang bilang anda tampan. muka kaya tembok gitu, tampan dari mana. " elak Fatma.


" Hmm. kalau mukaku ini tembok aku berharap kamu yang menjadi hiasan nya biar semakin Indah dan penuh warna. "


" memang Fatma jam dinding apa. lagian mana bisa Fatma menempel di tembok. tubuh Fatma tidak ada lem nya jadi akan susah nempel. "


" ya bagaimana kalau saya ikat saja. kan bisa tuh, nggak akan membutuhkan lem segala tapi membutuhkan sebuah tali saja dan akan aku ikat kamu Sekuat-kuatnya supaya tidak lari, bagaimana. "


" hadeuh ini malah jadi ngomongin apa sih.?


" tembok dan hiasan nya.! jawab Ikhsan sembari melihat wajah Fatma lekat.


Tukkk...


giliran bolpoin Fatma yang mendarat di kepala Ikhsan. " jangan halu, saya masih anak dibawa umur masih bau kencur kata orang. nggak Baik bicara kek gituan itu akan mempengaruhi mental saya kedepannya. eishh Bapak ini. "


astaga kata apa yang barusan di katakan Fatma anak dibawah umur.? anak bau kencur.? ya mungkin bisa jadi sih.!


" mana ada anak dibawah umur segede ini. menurutku ini anak di atas rata-rata. bisalah mulai menghalu. asal jangan kebablasan " jawab Ikhsan. " oh ya.! jangan sampai nanti mimpiin aku ya. karena aku nggak akan datang."


" ishhh siapa juga yang mau mimpiin bapak kurang kerjaan aja ish ish.. Oh ya, bapak jangan terlalu halu juga ya mikirin Fatma. nanti malam bisa-bisa ngompol tuh. hahaha..!!


" hehh... katanya anak dibawah umur kenal juga ya masalah ngompol. "


" sedikit sedikit kenal sih pak. tapi belum resmi masih tahap perkenalan. "


" hahaha..!!!


πŸŒΎπŸŒΎπŸŒΎπŸŒΎπŸŒΎπŸŒΎπŸ˜‚πŸ˜‚πŸŒΎπŸŒΎπŸŒΎπŸŒΎπŸŒΎ

__ADS_1


__ADS_2