Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
62.Pengeroyokan


__ADS_3

" Ma, pa. Faisal pergi dulu, ada janji dengan temen untuk belajar bersama. " Ujar Faisal menyalami tangan kedua orang tuanya dan mencium punggung tangan mereka berdua dengan sopan.


Keduanya tersenyum dengan manis pada Faisal. Anak satunya yang ini selalu patuh dan selalu izin jika mau kemanapun dia pergi. " iya sayang hati-hati ya, jangan malam-malam pulangnya. " jawab Keisha mengingatkan.


" Iya Ma. Faisal akan pulang secepatnya setelah semuanya selesai. " jawab Faisal.


" Hati-hati di jalan. ingat jangan ngebut bawa motor nya dan jangan cari masalah lagi dengan orang. " peringatan dari Rayyan yang masih trauma dengan kejadian saat menyelamatkan Aira saat itu.


" iya Pa. tidak akan lagi. " jawab Faisal begitu yakin membuat kedua orang tuanya merasa tenang melepaskan kepergian Faisal.


" Assalamu'alaikum, Ma, Pa. " pamit Faisal dan bergegas untuk segera pergi.


" Wa'alaikumsalam.. "


" Abang,,!! Aisyah boleh ikut nggak. Aisyah bosen di rumah mulu pengen sesekali jalan-jalan sama Abang. " teriak Aisyah.


Faisal kembali berbalik badan menatap Aisyah yang sudah memohon dengan cengiran khas nya dan juga mata yang terus berkedip menggoda. " nggak usah Dek. Abang cuma sebentar. " tolak Faisal lembut.


Aisyah mengerucut kan bibir nya seketika. keinginan untuk jalan-jalan dengan Faisal hancur lebur sudah karena penolakan Faisal barusan. " Ihh,,!! abang pelit pelit,, " kesal Aisyah menghentakkan kakinya dengan keras ke tanah dengan wajah yang tak bersahabat.


Faisal kembali ke pada Aisyah. Adik nya ini harus mendapatkan pengertian yang extra kalau tidak dia pasti akan marah pada Faisal Sampai beberapa hari ke depan. " Aisyah sayang. Abang pergi bukan untuk jalan-jalan, Abang pergi karena ada belajar kelompok dengan teman-teman Abang. begini saja, besok hari minggu Abang akan ajak kamu jalan-jalan terserah kamu mau kemana, gimana. " ucap Faisal.


Aisyah bersedekap dada, memalingkan wajah nya dari Faisal dengan kesal. "nggak,,!! Aisyah maunya sekarang. " ucap Aisyah merajuk.


" Aisyah, hey. " Faisal memegang kedua bahu Aisyah dan membalikkan ke arahnya kembali " adik Abang kok jadi manja gini sih. kenapa nggak jalan-jalan sama Bang Ikhsan sama Kak Fatma mereka kan juga ada di sini. besok hari minggu Abang janji deh apapun dan kemanapun Aisyah mau Abang akan turuti tapi untuk sekarang Abang pergi dulu ya, please. Teman-teman Abang sudah pada nungguin. " rayu Faisal.


" beneran ya. kalau sampai Abang bohong awas ya. " ucap Aisyah dengan nada ketus.


" iya sayang, sekarang Abang pergi dulu. Assalamu'alaikum.. " pamit Faisal tangan nya mengacak hijab Aisyah dengan kasar dan sedikit merusak bentuk hijab AisyahAisyah lalu membelai lembut pipi Aisyah sebentar dan kemudian pergi.


" Wa'alaikumsalam. " jawab Aisyah acuh.


Aisyah terus menatap punggung Faisal yang sudah berada di atas motor nya. tatapan nya pun tak berhenti sampai di situ saja bahkan sampai Faisal pergi dan sudah tak terlihat lagi Aisyah masih menatap jalan yang di lalui Faisal.


" kenapa aku tiba-tiba tidak enak begini sih. kenapa aku jadi sangat khawatir sama Abang Faisal, apa jangan-jangan ada bahaya yang menyambut Abang di tempat sana. Aduh,, Abang Faisal sih tidak memperbolehkan Aisyah ikut, Aisyah jadi khawatir gini kan. " batin Aisyah yang wajah nya langsung berubah gelisah.


" Aisyah yuk pulang. " ajak Keisha menyentuh bahu Aisyah dan mengejutkan Aisyah dari lamunan nya.


" Hmm,,,? Ma, sebenarnya Aisyah juga ada janji sama Kak Shilvia. Jadi Aisyah belum bisa pulang. " ucap Aisyah mencari Alasan.


" emang kamu mau ngapain dengan Shilvia.? tanya Rayyan yang sudah berdiri dan merangkul Keisha.


" Ihh Papa kepo ini rahasia lah Pa, urusan anak muda. dan sebentar lagi Kak Shilvia juga datang. Papa dan Mama pulang aja, aku nungguin Kak Shilvia di sini sendiri. "


" beneran nggak apa-apa kalau di tinggal.? Keisha.


" nggak apa-apa Ma, "


" bagaimana kalau Abang temenin dulu sampai Shilvia datang.? saut Ikhsan dan Fatma hanya mengangguk.


" nggak usah Bang. " jawab Aisyah.

__ADS_1


Baru saja mereka berbicara mobil Akhsan keluar dari sana dengan tergesa-gesa karena Kairi yang kembali pingsan.


" Akhsan, kenapa.? tanya Keisha khawatir melihat wajah Akhsan yang panik.


" Kairi pingsan Ma, " jawab Akhsan.


" Astaghfirullah,, " Keisha menutup mulut nya. dan menatap Kairi dari kaca mobil " cepat bawa ke rumah sakit. " Keisha tergesa-gesa.


" Aisyah, Mama tinggal dulu ya. kamu beneran nggak apa-apa kan sendiri " ucap Keisha dengan gelisah.


" nggak apa-apa Ma, Kak Kairi lebih penting. " ucap Aisyah mengerti.


semua pergi kecuali Aisyah mengantarkan Kairi ke rumah sakit atau kalau tidak pulang ke rumah. Mungkin Kairi terlalu Syok jadi itu bisa terjadi padanya.


" Alhamdulillah, " ucap Aisyah bersyukur.


Aisyah mengambil ponsel nya menghubungi Jon untuk menjemput nya. Dan tak lama menunggu Jon pun datang dengan Budi dan dua orang lagi di dalam mobil sedangkan Shilvia tak bisa ikut karena ada tugas yang lain yang di berikan oleh Aisyah tadi pagi. " Jalan pak Jon dan cepat. " ucap Aisyah dengan gusar.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Faisal terus melaju di jalan besar. dan masuk ke persimpangan jalan yang lebih sepi dan sempit karena ada janji dengan teman nya untuk belajar bersama.


Awalnya aman-aman saja tak ada sesuatu yang aneh namun kenyamanan Faisal terganggu dan motor nya harus berhenti di saat ada segerombolan orang yang tak dia kenal menghadangnya dengan tangan semuanya membawa balok kayu.


Mata Faisal mengernyit. Menatap berputar semua orang yang sudah mengepung dengan senyuman sinis yang menjadi sambutan untuk kedatangan Faisal di sana.


Wajah wajah yang begitu menyeramkan dari semua nya namun tak membuat Faisal gentar sedikit pun. Ketakutan nya bukan karena manusia belaka, melainkan ketakutan yang sesungguhnya adalah yang menciptakan manusia, Allah Azza wajalla.


Dengan penuh kewaspadaan Faisal turun dari motor nya menatap semua orang satu persatu bahkan tubuh Faisal berputar 360 derajat untuk mengetahui wajah-wajah yang telah membuat nya harus berhenti di sana tanpa adanya alasan yang jelas.


" Dimana gadis yang kau bawa kabur kemarin, hahh,,!! katakan dan kau akan selamat. kata-kata kasar lah yang satu orang itu katakan. Tak ada niatan untuk bicara dengan baik-baik dan terus membentak Faisal dengan begitu sadis.


Faisal tersenyum simpul. ternyata karena ingin mengetahui keberadaan Aira lah yang membuat mereka menghadang Faisal dan mengepungnya." apa urusan nya dengan kalian, di manapun dia berada tak ada sangkut pautnya dengan kalian bukan. " jawab Faisal tak kalah sinis.


Tatapan mereka semakin tajam wajah kesal dan amarah pun kian menjadi, " mau cari mati kau bocah,,!!


" Hidup mati sudah ada takdir nya sendiri. semua akan sesuai dengan jalan yang sudah di takdir kan dan caranya pun juga sudah di pastikan sesuai kehendak-Nya. " jawab Faisal.


" Bedebah, kau bocah. beraninya kau malah menceramahi kami bosan hidup,,!! sebaiknya kau memberi tahu keberadaan Aira atau kau akan mati saat ini juga.,,!!


" itu bukan kekuasaan ku untuk memberi tahu keberadaan Aira. dimana dia berada saya pastikan kalian tak akan bisa menemukan nya. dia di tempat yang aman dan tempat yang layak dan penuh dengan kasih sayang. " jawab Faisal.


" Sombong sekali kau bocah tengik. Kau belum tau siapa kami. bersiaplah untuk mati sekarang, karena kami lah yang akan menjadi malaikat maut mu. Rasakan ini,,!!


Preman yang berjumlah sepuluh orang itu mengepung Faisal dengan bersamaan. semuanya nampak antusias untuk menghajar Faisal dan memberikan pelajaran padanya.


Faisal harus berjuang penuh untuk melawan semua orang itu. bagaimana pun caranya dia harus bisa selamat dari orang-orang yang tidak dia kenal.yang sedang mencari keberadaan Aira lewat dirinya.


Faisal begitu kewalahan mengahadapi semua preman itu. meskipun dengan beberapa gerakan Faisal bisa melumpuhkan satu persatu sari mereka namun Faisal masih bisa terluka karena pukulan-pukulan keras dengan balok kayu yang mereka bawa.


Beberapa kali Faisal terjatuh dan juga sudah terdapat begitu banyak luka lebam di sekujur tubuh nya dan juga wajah nya bahkan darah segar pun sudah mengalir di beberapa tempat yang terluka.

__ADS_1


" Katakan,,!! dimana kau sembunyikan Aira, Hahhh,,!! bentaknya lagi.


" tidak akan pernah aku beri tau. walaupun kalian membunuh ku kalian tak akan mendapatkan informasi apapun mengenai Aira." Jawab Faisal yang kian melemah.


" Bedebah,,!! rupanya kau memang tak lagi sayang dengan nyawamu.!! Katakan,,!!


" tidak akan pernah,,!!


" hajar dia,,!! suruh Ketua mereka dan semua pun kembali menghajar Faisal.


Adu kekuatan pun kembali terjadi. Faisal sudah kembali lemah darah sudah keluar dari mulut nya. Kekuatan sepuluh orang itu ternyata tak bisa di lumpuh kan oleh Faisal seorang diri. Dengan segenap kekuatan yang masih tersisa Faisal berusaha untuk tetap bisa melawan nya meski itu tetap tak akan menang.


Bugh,,,,


satu pukulan keras membuat Faisal jatuh tersungkur di tanah dengan keadaan yang sudah tak berdaya. tenaga dan kekuatan nya sudah habis kesadarannya pun hanya tinggal beberapa persen lagi dan hampir hilang meninggalkan nya dalam kesakitan.


Salah satu dari mereka menendang Faisal hingga dia balik terlentang. Mencengkram baju Faisal dan memaksa nya untuk kembali berdiri. " Dimana Aira, " tanya nya dengan begitu bengis. mata nya melotot tak bersahabat pada Faisal yang sudah sangat lemah.


Faisal masih mampu mengeluarkan senyum sinis nya menatap orang di depannya dengan mata yang sudah tak lagi jelas. " aku sudah bilang, kalian tak akan bisa mendapatkan informasi apapun dariku. " jawab Faisal.


" Katakan,,!! atau kau benar-benar ingin mati hari ini juga, hahh,, !! "


" Hidup mati ku bukan kalian yang menakdirkan tapi Allah lah yang sudah menyiapkan takdir itu."


" sombong sekali kau bocah. katakan di mana Aira dan kami akan melepaskan mu. "


" tidak akan pernah. ""


Bugh... bugh....


Dua pukulan keras mendarat di perut Faisal membuat Faisal kembali tersungkur di tanah dalam keadaan tengkurap. Orang itu menginjak punggung Faisal dengan keras membuat Faisal harus menahan sakit yang luar biasa karena terasa sesak untuk mengambil nafas.


" katakan,,!!


" sepertinya dia tidak akan mengatakan pada kita bos, kelihatannya dia sangat melindungi gadis itu. "


" bedebah,,!! bagaimana cara nya kita harus mendapatkan informasi itu dan membawa Aira pada Bos besar kalau tidak maka kita semua akan hancur. "


" Bawa dia ke markas. jika tidak sekarang kita harus mendapatkan informasi itu nanti. " ucapnya yang begitu banyak mengandung amarah.


dua orang memapah Faisal dan hendak memasukkan Faisal ke dalam mobil dengan paksa. " berdiri,,!! sentak nya dengan begitu sadis..


" Woiiiii berhenti,,,


beraninya main keroyokan.!!!!! lawan aku jika kalian berani,,,.!!!


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Faisal maafin Author ya bikin kamu sakit,, 😭😭😭😭😭😭


Kira-kira siapa yang datang ya....????

__ADS_1


__ADS_2