Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
174.Keyakinan Rico


__ADS_3

_________


Jangan lupa tinggalkan jejak dan komen nya ya, Please...


Udah lah langsung aja.


Happy Reading...


________


" Akk..! "


Bugh...


Bryan jatuh tersungkur ke lantai saat ada balok kayu yang melayang dan mengenai bagian tengkuknya. Bryan pun langsung mengadu kesakitan dan tangan memegangi tengkuknya yang sedikit bengkak.


" Bre**sek " satu kata itulah yang berhasil keluar dari mulut Bryan yang hingga kini belum merasa lelah untuk terus bersuara.


Belati yang tadi Bryan bawa pun sudah entah terpental kemana dia sama sekali tak bisa melihatnya, hanya benda yang bisa menghasilkan listrik saja yang masih kokoh berada di tangannya.


Bryan cepat beranjak dan langsung mendapati Rico yang sudah mulai melepaskan ikatan di tangan Tasya.


" Nyonya, Nyonya harus kuat " seru Rico panik.


Bryan yang melihat itu pun langsung marah, matanya melotot dan wajahnya memerah dan sangat menyeramkan. " jangan coba-coba kau melepaskannya! pergilah dari sini jika kau tak ingin mati bersama mereka! pergi!! " teriak Bryan.


Teriakan Bryan sama sekali tak di anggap oleh Rico, Rico terus melepaskan ikatan Tasya yang sudah berganti di bagian kakinya.


Bugh...


Pukulan dari tangan Bryan yang keras ternyata bisa di halau oleh Rico, Rico tak tau pasti darimana dia mendapatkan kekuatan itu kalau di pikir-pikir Rico tak akan sekuat itu bisa menghalau serangan tiba-tiba yang begitu kuat.


Bugh....


Rico menendang Bryan hingga dia kembali tersungkur di lantai. Rico pun berlari dan berganti ke tempat Joe untuk melepaskannya.


Semuanya sudah berhasil terlepas dari Tasya dan Joe. Keduanya bisa bernafas lega karena ada yang membantu mereka di saat-saat terakhir.


Namun Tasya dan Joe yang sudah kehilangan tenaga dan darah membuat mereka berdua langsung tak sadarkan diri. Dan itu membuat Rico semakin panik. Bagaimana dia akan membawa keduanya keluar dengan bersamaan, kalau salah satu di tinggal Rico tak bisa jamin nanti dia akan baik-baik saja. Tapi kalau tidak membawa mereka keluar bisa jadi nyawanya juga dalam bahaya begitu juga dengan dirinya sendiri.


Zzzttt....


Rico terpental saat Bryan berhasil menyentuh alat itu ke pundak nya, Rasanya tenaganya yang tadi sangat kuat seakan mulai hilang dalam perlahan.


" aku tak boleh kalah, aku pasti bisa " Rico berusaha untuk berdiri berniat untuk melawan Bryan dengan apapun yang dia bisa.


Dengan wajah yang sudah di penuhi oleh amarahnya, Bryan semakin mendekati Rico tatapannya penuh dengan tatapan memangsa. " kau juga harus mati! " ucapnya.


Rico yang tadinya tersungkur mulai bangun dengan usahanya, meski baru satu sentuhan saja tubuh Rico seakan terkuras habis, entah apa yang di alami Tasya dan Joe sekarang pantas saja mereka kini kehilangan kesadarannya.


" Bugh.. " Bryan menendang Rico dengan keras saat Rico hampir saja bisa bangun, dan kini Rico kembali tersungkur. " stok Maura jadi pahlawan, iya! kau tak akan bisa anak muda. Kau tidak akan bisa!! " teriak Bryan.

__ADS_1


Sementara di lantai bawah tengah terjadi kerusuhan yang sangat besar, perkelahian sengit pun terjadi dari pihak Rombongan Akhsan daan dari rombongan Bryan. Mereka saling adu kekuatan dan adu jotos, mereka saling berusaha untuk menang, karena tak mungkin mereka akan bersedia kalah begitu saja.


Orang-orang Bryan begitu sangat banyak, bahkan terdapat puluhan orang di setiap tempat membuat Akhsan, Ikhsan dan Marco kesusahan untuk mencari keberadaan Tasya dan juga Joe.


" Waktunya hampir habis! kita harus segera menemukan Oma dan Opa! " teriak Ikhsan.


" Aku akan hadapi mereka, kalian pergilah! jangan sampai terlambat! " jawab Marco yang lebih mempercayakan keselamatan Tasya dan Joe kepada Akhsan dan Ikhsan.


Mendengar kata itu membuat Akhsan dan Ikhsan langsung pergi dari sana setelah semuanya berhasil di kendalikan oleh Marco, sementara Marco harus berjuang di sana bersama Arlan dan juga para anggotanya.


" ini tak akan mudah, tapi kita harus tetap mencobanya " ucap Marco yang kini tengah berdiri saling memunggungi dengan Arlan dan saling memasang kuda-kuda.


" kalian sudah masuk, dan kalian tak akan bisa keluar kecuali hanya mayat kalian saja!" sinis satu orang di sana.


Akhsan dan Ikhsan terus mencari keberadaan Tasya dan juga Joe, mereka benar-benar panik karena waktu sudah habis. Mereka tak mau kehilangan Tasya dan Joe.


" Ini tidak mungkin, waktunya pasti salah! " ucap Akhsan sembari terus berlari.


" kita harus tetap berusaha Bang, masalah hasil hanya Allah yang bisa menentukan " jawab Ikhsan.


Mereka berdua sama sekali tak tau kalau Rico sudah terlebih dahulu sampai di sana, dan kini tengah


########


" Hahaha!! kamu tak akan mungkin bisa mengalahkan ku, anak bau kencur kayak kamu bisa apa!. " seru Bryan yang juga berhasil membuat Rico lemah.


Begitu banyak luka pukulan di tubuh Rico, bahkan wajah nya sudah begitu banyak yang lebam, kening dan ujung bibirnya sudah mengeluarkan darah karena perbuatan dari Bryan.


Dengan susah payah Rico mencoba untuk bisa bangun, apapun yang terjadi dia harus bisa menyelamatkan Tasya dan Joe, karena dengan itu janjinya akan shah.


" Tak perduli sekuat apapun anda, tak perduli apa yang anda gunakan! tapi dengan keyakinan aku pasti bisa mengalahkan anda.! " ucap Rico seraya bangun.


Rico memegangi dadanya yang terasa sakit dan sedikit sesak karena perbuatan Bryan, satu tangannya mengusap darahnya yang keluar dari keningnya dengan ibu jarinya saja. Darah yang ada di ibu jarinya tak akan Rico biarkan hilang dengan percuma dan sia-sia, apalagi bisa menetes di tempat yang di anggap Rico adalah tempat terkutuk itu. Rico memasukkan Ibu jarinya ke dalam mulut nya dan menelan nya begitu saja.


" jangankan nyawaku yang akan kau buat tercabut di sini, Darahku saja aku tak akan rela menetes di tempat yang terkutuk ini. Saya tidak akan rela,.. Cuih..! " seru Rico dengan berani.


" besar juga nyali lo bocah! "


" bukan hanya nyali ku yang besar tapi keyakinan ku juga demikian! meskipun aku tidak bisa apapun tapi Allah bersama saya, dan tentunya ada doa yang terus mengalir untuk saya! " tukas Rico.


" banyak omong!! rasakan ini..!! "


Bryan pun kembali menghajar Rico. Meskipun Rico akhirnya bisa memukul Bryan namun tetap saja Rico kalah. Dan itu membuat Bryan semakin meremehkan Rico yang tak punya kekuatan dan keahlian bela diri sama sekali.


Perjuangan yang begitu besar dari Rico, hingga tubuhnya sampai harus menahan sakit karena terus menerus di hajar oleh Bryan.


Bugh...


Sekali lagi Rico jatuh tersungkur karena pukulan yang begitu keras dari Bryan. Tak ada lagi sisa tenaga untuk melawan Bryan untuk sekarang, tenaga Rico benar-benar sudah terkuras habis.


Si saat terjatuh itulah Rico mendapatkan senjata yang pas ada di tangannya, ya! belati milik Bryan yang tadi terpental.

__ADS_1


Rico menatap belati itu mengambil nya dan sementara menyembunyikannya. " Ya Allah, maafkan aku jika akhirnya tanganku akan berlumuran darah karena membunuh orang, setelah ini saya ikhlas menanggung semua hukuman yang mungkin akan saya terima, semua ini saya lakukan hanya semata-mata untuk melindungi diriku sendiri, astaghfirullah.... astaghfirullah... astaghfirullah... " batin Rico.


Tekat pun sudah bulat dari Bryan, bukan hanya Tasya dan Joe, tapi Rico juga akan menjadi sasarannya.


Bryan mendekati Tasya yang kini tak sadarkan diri, Pertama adalah Tasya kedua Joe dan yang terakhir adalah Rico, itulah yang menjadi urutan nya.


Pecahan kaca Bryan ambil ingin dia gunakan untuk mengakhiri hidup mereka bertiga.


" Selamat tinggal wanita tua!! " seru Bryan.


Rico pun tak akan tinggal diam, dia bangun perlahan dan berjalan mendekati Bryan yang kini memunggungi nya.


" Rasakan ini.! " teriak Bryan.


Jleb....


" Astaghfirullahalazim.. Astaghfirullahalazim.. Astaghfirullahalazim."


Ucap Rico terus beristighfar dengan tangan yang sudah penuh akan darah Bryan.


Bryan ambruk disebelah Tasya, sedangkan Rico perlahan-lahan dia juga mulai kehilangan sisa-sisa tenaganya.


Rico duduk berlutut, kakinya sudah tak sanggup lagi untuk berdiri matanya pun perlahan mulai sayu-sayu.


" tidak Rico, masih satu lagi yang belum tuntas. Masih ada satu lagi yang harus kamu selesaikan kamu tak boleh seperti ini kamu harus kuat " gumam Rico dengan kepala yang menggeleng pelan.


Rico menatap Tasya dan Joe yang sama sekali tak sadar. Rico merangkak mendekati Tasya namun tenaga nya benar-benar tak kuat sekarang.


"Brukk.. " Lagi-lagi Rico ambruk di lantai.


Dua laki-laki yang baru datang hanya bisa melongo melihat kejadian ini, keduanya ternganga melihat ketempat orang yang ada di dalam ruangan itu semuanya terluka bahkan yang satunya telah tiada yaitu Bryan.


" Rico!! " teriak Akhsan.


" Oma!! Opa!! " teriak Ikhsan.


Keduanya langsung berlari Ikhsan mendekati Tasya dan kemudian Ke arah Joe sementara Akhsan mendekati Rico yang masih ambruk di lantai dengan lemah.


" Rico.. maafkan aku.. maafkan karena kami sempat meragukan mu, maaf! " ucap Akhsan yang benar-benar menyesal.


Rico yang sudah bisa duduk bersandar kan tubuh Akhsan hanya bisa tersenyum kecil, namun beberapa detik kemudian dia kembali berwajah panik.


" Jangan hiraukan saya, pak Akhsan. Sekarang cepatlah pulang,waktunya juga tidak panjang dua puluh dua menit lagi.. cepatlah pulang Om Rayyan tidak akan bisa menghadapi musibah ini sendiri di sa.... "


ucapan Rico terhenti karena Rico sudah tak sadarkan diri.


" Rico.. Rico.. apa maksudmu.. Rico! " panggil Akhsan dan kini dia kembali panik.


Ucapan Rico yang pertama adalah benar dan pastinya yang ini juga akan benar.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


_____________


__ADS_2