Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
89.Sunah malam jum'at


__ADS_3

Malam begitu dingin. Semua penghuni satu persatu sudah mulai memejamkan matanya untuk menjemput mimpi indah mereka di alam tidur. Begitu juga dengan Fatma dan juga Ikhsan.


Dalam keadaan berpelukan keduanya mulai memejamkan matanya. Kepala Fatma yang berada di atas tangan Ikhsan membuat Fatma langsung mudah memejamkan mata dengan kehangatan yang di berikan oleh Ikhsan.


" selamat tidur istri ku. jemput lah mimpi yang indah " ucap Ikhsan dengan kecupan pelan di ubun-ubun nya dan tangan nya pun semakin mempererat memeluk tubuh Fatma yang kian berisi karena asupan nutrisi nya terpenuhi tak seperti dulu lagi yang makan hanya seadanya.


" Hmm. " Jawab Fatma yang enggan untuk menjawab panjang lebar, matanya benar-benar sudah tak mampu untuk terbuka dan mulut nya pun sudah begitu malas untuk menjawab.


Ikhsan tersenyum. Geli.? ya Ikhsan merasa geli karena Fatma terus menggeliat dan juga kepalanya yang terus di gesek-gesekan ke dada Ikhsan. " Huffff,, udah tidur juga masih saja menggodaku. Coba saja masih dalam keadaan sadar aku lahap kau sekarang juga. " ucap Ikhsan begitu lirih, tubuhnya kian merinding karena perbuatan Fatma yang tak henti-hentinya dengan pergerakan itu.


Ikhsan hanya bisa pasrah, menahan semua gejolak hasrat yang sudah mencapai puncak nya karena Fatma. Meskipun dia mau tapi Dia tak mau mengganggu tidur Fatma yang sudah terlelap, tapi entah kenapa Fatma begitu tak tenang tak seperti biasanya yang tidur seperti mayat, begitu anteng dan tak bergerak sama sekali.


Fatma berbalik memunggungi Ikhsan. mungkin lah karena Fatma begitu kelelahan hingga dia terus saja bergerak atau mungkin memang dia hanya pura-pura tidur karena sebenarnya dia belum tidur.?


Ikhsan duduk menyenderkan punggungnya di Kepala ranjang nya menatap heran istri nya yang masih saja bergerak dan terlihat beberapa kali kening nya yang mengkerut mungkin kah Fatma mimpi buruk " Fatma, Heyyy,, " Ikhsan memberanikan diri menyentuh bahu Fatma dan membangunkan nya.


" Apa sih Mas, Fatma ngatuk tapi Fatma juga nggak bisa tidur " jawab Fatma dengan mata yang terus tertutup.


" kenapa.? ada masalah?


" tidak. " Fatma berbalik lagi memeluk paha Ikhsan dan satu tangan nya dia selipkan dari bawah.


" Astaghfirullah. kau benar-benar telah membangun kan adik ku Fatma, " Ikhsan semakin merinding karena itu apalagi Fatma yang memeluk hampir mengenai junior nya. sungguh Ikhsan mulai tersiksa apalagi Fatma masih terus memejamkan mata lagi, bagaimana Ikhsan mau minta jatah kalau Fatma beneran udah tidur.


" Fatma, Heyy.. " panggil Ikhsan , tangan nya sembari mengelus rambut panjang milik Fatma.


"Hmm.. " Jawab Fatma singkat.


Ikhsan menyeringai senang ternyata Fatma belum tidur. " Fatma kamu tau ini malam apa.? tanya Ikhsan.


" Malam apa.? Tanya balik Fatma dengan suara serak nya.


" Malam jum'at, "


" terus ada apa dengan malam jum'at.? meskipun malam ini malam jum'at tapi tak ada genderuwo atau teman-teman nya kan. nggak ada mak kunti juga kan.? tanya Fatma.


Fatma masih enggan untuk membuka matanya namun tangan nya terus saja bergerak dengan erat memeluk paha Ikhsan dengan kuat, bahkan kepala Fatma sudah berada di pangkuan Ikhsan sekarang


" Astaghfirullah.. "


" apa kamu benar-benar udah ngantuk.?


" Fatma begitu ngantuk tapi nggak bisa tidur, Mas Ikhsan nyanyiin Fatma sholawat atau bacain apa gitu, atau bacain dongeng "


Ikhsan tertawa kali ini menutup mulut nya dengan tangan. " Hahaha,, bacain dongeng. emang anak TK. hahaha,,!! tawa Ikhsan keras.


" Masss,,! kesal Fatma. Fatma terduduk dan melotot dengan terpaksa dan juga mengerucutkan bibir di hadapan Ikhsan.


" kenapa mulut nya, minta di cium.?


" Nggak..!!


Tanpa aba-aba Ikhsan menarik Fatma mendekatkan tubuh nya menyatukan bibir nya dengan cepat. " kamu harus bertanggung jawab Fatma, kamu telah membangun kan adik kesayangan ku dan juga kesayangan mu juga. " lirih Ikhsan.


Mata Fatma membulat, apa kesalahan nya.? hingga dia harus bertanggung jawab. sedari tadi dia tak melakukan apapun.? " tanggung jawab apanya.?


" Ssttt,,, ini malam jum'at loh. "


" terus.?


" sunah berhubungan, jadi kita jalanin sunah dulu yuk sebelum tidur."


" Hehh... sunah.? nampaknya Fatma masih sangat bingung akan hal itu dan masih terus berfikir.


Namun tidak dengan Ikhsan dia sudah tak sabar dan mendorong Fatma hingga kembali di kasur nya, dan mulai melakukan apa yang menjadi sunah di malam jum'at ini.


" aaaa!!! Mas..!!! teriak Fatma.

__ADS_1


🌾🌾🌾


Berbeda di kamar Akhsan. Akhsan dan Kairi yang sudah sama-sama dewasa dan sudah paham akan arti sunah malam jum'at kini mereka baru saja selesai melakukan itu.


" Alhamdulillah, makasih sayang " ucap Akhsan dan mengecup kening Kairi sebagai tanda akhir dari rutinitas mereka terutama di malam jum'at.


Kairi mengangguk pelan, dengan senyum manis dan penuh keridhaan memberikan semua itu pada Akhsan. " Sama-sama Mas, ini adalah haknya Mas, dan menjadi kewajiban untuk Kairi kan. "


" Terima kasih, Cup.. " sekali lagi Akhsan mengecup kening Kairi dengan penuh syukur.


" sekarang tidur lah ini sudah sangat malam, kamu pasti lelah kan.


" iya Mas. "


Akhsan menyelipkan tangan nya di bawah kepala Kairi menjadi kan tangan nya sebagai bantalan untuk Kairi. tangan yang satu memeluk Kairi memberikan nya kehangatan setelah mereka selesai melakukan penyatuan yang sudah kesekian kali nya.


Sejenak Akhsan mengelus perut rata Kairi berdoa dalam hatinya berharap akan tumbuh benih mereka berdua di sana dan akan menambah kebahagiaan rumah tangga mereka.


Kairi yang merasakannya pun mengurungkan niatnya untuk memejamkan matanya menatap wajah Akhsan yang ternyata masih terjaga. " Mas kenapa.? tanya Kairi.


" Sayang, seandainya di sini benar-benar telah tumbuh generasi dari kita apa kamu benar-benar sudah siap.? tanya Akhsan.


" kenapa tidak, Kairi sudah sangat siap,. bahkan seandainya dia datang sekarang pun Kairi akan sangat siap dan juga sangat bahagia, bukankah itu yang di nanti kan semua pasangan di dalam rumah tangga " jawab Kairi yakin.


" benarkah.?


" Hmm" Kairi mengangguk.


" seandainya benar-benar datang, kamu mau laki-laki atau perempuan.?


" nggak harus laki-laki atau perempuan sih, Mas. Yang penting dalam keadaan sempurna dan juga sehat itu sudah lebih dari cukup "


Akhsan mengangguk. kembali memeluk Kairi dan mencium kening Kairi. " tidur lah ini sudah sangat larut " pinta Akhsan.


dalam hitungan menit Kairi pun sudah berhasil memejamkan matanya. sementara Akhsan masih saja terjaga, dia masih belum mengantuk sama sekali.


Notifikasi pesan masuk di ponsel Akhsan. dengan perlahan Akhsan menarik tangan nya dari bawah kepala Kairi, mengambil ponsel nya dan membukanya.


bos. ada sesuatu yang harus bos ketahui, kalau bisa datanglah secepatnya ini sangat penting dan sangat genting


" sangat genting, maksudnya.?


Akhsan menoleh sekejap ke arah Kairi yang tertidur sangat lalap. Dengan begitu pelan Akhsan turun dari kasur nya dan masuk ke kamar mandi untuk mandi sebentar dan bersiap untuk pergi tanpa membangun kan Kairi.


Setelah setengah jam Akhsan keluar dari kamar menunggu Ikhsan di ruang tengah mungkin Ikhsan juga menerima pesan yang sama jadi dia tak mengirim kan pesan pada Ikhsan. " mana sih tuh anak, biasanya udah lebih dulu kalau ada kepentingan seperti ini. " gumam Akhsan.


Akhsan terus bersabar menunggu. Mungkin Ikhsan tengah bersiap jadi dia tak mau mengetuk pintu kamar nya dan membangun kan semua orang.


🌾🌾🌾🌾🌾


Kling....


Ikhsan meraih ponsel nya dengan cepat. sebenarnya dia sangat enggan untuk menanggapi pesan itu karena dia begitu lelah setelah melakukan sunah untuk malam ini.


bos. ada sesuatu yang harus bos ketahui, kalau bisa datanglah secepatnya ini sangat penting dan sangat genting.


" astaga, benarkah aku harus datang ke sana sekarang, aku sangat lelah " gumam Ikhsan dan mengacak rambut nya kasar.


Ikhsan menoleh ke arah Fatma ternyata istri nya sudah sangat pulas tertidur, ternyata kegiatan tadi sangat ampuh untuk membuat Fatma tertidur dengan mudah.


Ikhsan turun dari kasur nya, dan bergegas untuk pergi ke kamar mandi untuk bersih-bersih sekalian mandi wajib sebelum dia pergi.


Ikhsan mencium kening Fatma sebentar mengucapkan pamit nya dengan perlahan di atas kepala Fatma." maafkan aku Fatma aku harus pergi sebentar, kamu tidur yang nyenyak ya. " gumam Ikhsan.


Ikhsan begitu perlahan berjalan keluar, bahkan dia membuka dan menutup pintu pun sangat pelan hampir tak ada suara sama sekali. "Huff Akhirnya. " lega Ikhsan setelah berhasil keluar tanpa ketahuan dari Fatma.


Mata Ikhsan celingukan dan langsung mendapati Akhsan yang sudah sangat lama menunggu bahkan wajah nya sudah di tekuk kesal. " Abang sudah lama nunggu nya.?

__ADS_1


Basa-basi yang membuat Akhsan semakin kesal, iya lah dari tadi Akhsan hampir setengah jam menunggu Ikhsan duduk terdiam di sana.,


" kamu pikir saja sendiri,! kesal Akhsan.


Akhsan beranjak dengan cepat. berjalan meninggal kan Ikhsan yang masih terdiam. " jadi mau ikut pergi nggak.? Akhsan sekali menoleh dan mengatakan itu dengan tegas.


Ikhsan terhenyak. dia tak sadar kalau Abangnya sudah berjalan " ya ikut lah Bang. Ikhsan kan juga sangat penasaran dengan kegentingan apa yang begitu sangat penting " jawab Ikhsan, sembari berlari dengan cepat mengejar Akhsan.


" Dasar lambat.!!!


" maaf Bang, masih lelah nih. "


" kampret luh. " kesal Akhsan.


" kampret gini juga adik Abang, kan.? kalau adiknya kampret berarti Abang nya juga sama lah. yang pasti sebelas dua belas kan.?.


Akhsan geleng-geleng kepala. Diam lebih baik dari pada melayani Ikhsan yang tak pernah berhenti saat mulai ngoceh.


Dengan satu mobil mereka pergi. dengan Akhsan yang menyetir pastinya karena itu adalah mobil Akhsan.


" Bang sebenarnya apa sih yang terjadi.? Abang pasti udah tau kan apa yang mereka maksud.?


" kalau Abang sudah tau buat apa Abang pergi. lebih baik Abang tidur memeluk istri saja di rumah dari pada malam-malam yang dingin begini kelayapan "


" ohh.. jadi Abang juga belum tau,? sama dong."


Hati mana yang tak pernah kesal dan begitu dongkol saat memiliki lawan bicara yang menguras emosi seperti Ikhsan. Meskipun Akhsan sudah sangat paham dengan Ikhsan tapi dia juga tak pernah lepas dari rasa kesal itu saat Ikhsan tak berhenti bicara.


🌾🌾🌾🌾🌾


Fatma menggeliat. membuka matanya saat tangan nya tak bisa mendapatkan Ikhsan yang tadi tengah memeluknya.


Fatma celingukan mencari keberadaan Ikhsan namun tak kunjung dia temukan. bahkan seperti nya di kamar mandi pun juga tak ada


" Mas Ikhsan kemana.? bingung Fatma.


Meskipun waktu masih menandakan jam dua malam. Fatma tetap bangun menutup tubuh nya dengan selimut dan masuk ke kamar mandi untuk segera mandi wajib di sana.


Fatma kembali keluar dan sudah bersih dari kotoran mau pun dari hadas kecil maupun hadas besar. " Mas Ikhsan kemana sih.? tumben nggak bangunin Fatma buat sholat malam. " ucap Fatma.


Fatma keluar dari kamar mencari keberadaan Ikhsan yang mungkin ada di luar atau mungkin tengah berada di dapur untuk mengambil minum.


Namun Fatma sedikit kecewa karena tak melihat Ikhsan di sana, hanya Kairi lah yang tengah celingukan di dapur. "Kak Kairi, lagi apa.? tanya Fatma dan mengejutkan Kairi tentu nya.


Kairi menoleh pada Fatma dan juga sama heran nya karena Fatma juga sedang kebingungan seperti dia juga " nih lagi nyariin Mas Akhsan, kamu sendiri.?


" sama dong, Fatma juga nyariin Mas Ikhsan. atau jangan-jangan mereka pergi lagi Kak " Fatma kembali menoleh dan berlari memastikan apakah yang dia katakan itu benar atau tidak.


Kairi pun berlari mengejar Fatma hingga keluar pendopo. Ternyata apa yang Fatma katakan itu benar karena mobil Akhsan tak ada di sana


" sepertinya mereka benar-benar sedang pergi.? tapi mereka mau ngapain pergi malam-malam begini. " bingung Kairi.


" Tau. pasti ada kerjaan penting kali Kak. ya sudah masuk yuk Kak, Fatma mau sholat dulu " ajak Fatma dan di angguki oleh Kairi.


Kairi pun juga masuk dan mereka melaksanakan sholat sunah di kamar masing-masing tanpa suami mereka yang selalu bersama mereka dan menjadi imam untuk mereka.


" semoga saja tak ada hal buruk yang terjadi. Ya Allah jauhkan kami semua dari kejahatan dan kemalangan dalam bentuk apapun dan jaga lah suami hamba di manapun dia berada " doa Kairi sungguh-sungguh.


Di dalam kamar nya pun Fatma juga tak lupa mendoakan kebaikan untuk mereka semua dan terutama keselamatan dan kebahagiaan untuk suami nya.


" Ya Allah, jagain suami hamba ya. ? jangan biarkan dia terluka sekecil pun . jauhkan suami dan keluar hamba ini dari kejahatan dalam bentuk apapun "


Doa yang tulus dari seorang istri pastilah akan benar-benar sampai , dan akan di kabulkan oleh Allah dengan mudah dan pasti dengan cepat.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

__ADS_1


__ADS_2